Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Mencari kepercayaan Cheng An.


"..." Cao Yuan yang masih terkejut hanya diam, dan tak sadar Cheng An telah dihadapannya.


"Kenapa hanya diam? silahkan masuk, dan perkenalkan mereka adalah tetua sekte Shijing, dan pemuda ini yang kuceritakan pada kalian tadi." ucap Cheng An.


Cao Yuan yang telah pulih dari keterkejutannya kemudian menatap Cheng An.


"Maaf tetua! apa maksud tetua memberiku plat murid dalam sekte Shijing. " ucap Cao Yuan berpura pura.


Cheng An hanya tersenyum yang membuat Cao Yuan heran.


"Duduklah, alasanku memberimu plat murid dalam untuk membuatmu menjadi muridku pribadi, karena menurutku bakatmu dan insting mu yang kuat harus ku asah, kenapa? karena aku ingin menjadikanmu pondasi sekte nanti." ucap Cheng An.


Cao Yuan sedikit terkejut, namun dia dapat menutupi dengan wajahnya yang polos serta tampan.


"Jadi... " ucap Cao Yuan pura pura terkejut.


"Benar! kau akan menjadi murid seorang ketua sekte kedua Cheng An! "timpal salah satu tetua.


Cao Yuan mengangguk dan setelah itu ia diam diam mengukur kekuatan para tetua yang ada di dalam ruangan.


"Alam 4 dan lima semua! " sungguh sekte yang kuat! " ucap dalam hati.


Setelah itu semua tetua, Cheng An, serta Cao Yuan membubarkan diri, dan Cao Yuan sendiri kini tengah mengikuti Cheng An yang akan menunjukan asrama miliknya.


Sesampainya.


"Yuaner! karena kau kini telah resmi menjadi murid pertamaku, maka terimalah pemberian guru, gunakan Pill kultivasi tersebut untuk menaikan tingkatmu! " ucap Cheng An.


Cao Yuan pun menerima dan berpura pura berterimakasih atas pemberian Cheng An.


"Baiklah! aku berikan waktu tujuh hari untuk berkultivasi, setelah itu kamu bisa menemui ku di kediamanku untuk berlatih seni berpedang. " ucap Cheng An yang kini sebagai gurunya.


Cao Yuan mengangguk, dan memasuki kamarnya, sedikit rasa terkejut melihat kamarnya yang besar dan rapi, serta hanya ada satu ranjang yang dapat diartikan kamar tersebut hanya untuk satu orang.


"Heemm, tapi sayang. setelah kekuatanku naik, kehancuran sektemu akan terjadi sebentar lagi." ucap Cao Yuan kemudian memasang segel formasi pelindung dan memasuki dunia jiwa.


Setelah memasukinya Cao Yuan disambut oleh Hao Shi, Niu dan Luo Luo.


"Hormat kami tuan muda! " ucap mereka bertiga kompak.


Cao Yuan kemudian mengangguk, setelah itu ia merencanakan rencana dengan tiga bawahannya.


"Ingat! setelah aku telah menyelediki seluruh kekuatan sekte Shijing, kita akan melakukan penyerangan secara gerilya. " ucap Cao Yuan menutup pembicaraan rencananya.


Tiga bawahannya merasa senang, namun Hao Shi yang memiliki kekuatan terendah dari mereka bertiga membuat Cao Yuan meminta Hao Shi agar segera meningkatkan kekuatannya dan memberikan beberapa Pill untuk membantu Hao Shi naik tingkat.


"Aku ingin berkultivasi kembali, namun apakah tidak berbahaya? " ucap Cao Yuan.


"Tuan muda! sebenarnya sedikit berbahaya, namun kurasa untuk seorang jenius seperti tuan muda tak ada masalah. " ucap Niu serius disetujui Luo Luo dan Hao Shi.


Cao Yuan mengangguk, dan dia masuk kedalam istana untuk berkultivasi menyerap Pill buatannya untuk menembus ranah alam tiga, yang bearti dia mampu mengimbangi kekuatan jiwa Cheng An.


Seminggu telah berlalu, namun Cao Yuan belum merasakan dirinya akan naik tingkat ke alam tiga. Membuatnya sungguh sedikit marah, karena dirinya membutuhkan sumber daya yang lebih banyak dari pada Kultivator pada umumnya.


Tiba tiba di tubuh aslinya ia merasakan aura Cheng An mendekat ke kamarnya. Dengan cepat Roh Cao Yuan kembali ke tubuh asli dan menghilangkan segel pelindung dikamarnya.


Ranah kultivasi yang ia ganti menjadi emas satu, untuk mengelabuhi Cheng An agar Cao Yuan dianggap seorang murid emas.


Tok! Tok! Tok!


"Sebentar guru! " ucap Cao Yuan kemudian membuka pintu.


Cheng An yang melihat aura ranah kultivasi Cao Yuan naik tingkat akibat dirinya memberi Pill pada Cao Yuan membuatnya sungguh senang.


"Kamu naik tingkat? " ucap Cheng An senang.


Cao Yuan hanya mengangguk.


"Benar benar tak salah memilih murid! " ucap dalam hati Cheng An dan kini ia mengajak Cao Yuan untuk pergi ke kediamannya.


Setelah sampai, Cheng An memberikan pedang untuk digunakan oleh Cao Yuan. Perlahan demi perlahan Cheng An memberikan pelatihan yang mudah dipahami oleh Cao Yuan, setiap gerakan yang diberi Cheng An, Cao Yuan pasti mampu menguasai dengan cepat yang membuatnya benar benar merasa beruntung mengangkat Cao Yuan sebagai murid pribadinya.


Tak terasa sebulan telah berlalu, Cao Yuan selalu belajar berpedang dengan Cheng An. Hingga kedekatan Cheng An kini menganggap Cao Yuan sebagai anaknya. Disetiap waktu luang, Cao Yuan sendiri pasti akan mencari informasi dibeberapa tempat penting disekte Shijing, seperti pengambilan misi, hingga sebuah tempat rahasia milik sekte, namun anehnya ketika ingin memasuki tempat tersebut ia selalu diberhentikan oleh penjaga tempat tersebut.


Di malam hari tepatnya Cao Yuan telah usai belajar berpedang dengan Cheng An, Cao Yuan diam diam ingin memasuki tempat rahasia tersebut.


Penjaga gerbang yang selalu diam di tempat, membuat Cao Yuan melempar sebuah kerikil untuk menotok syaraf penjaga tersebut. Ketika telah membuat penjaga gerbang pingsan, dengan segera Cao Yuan memasuki tempat rahasia yang selalu dijaga ketat.


Swuuush! tiba tiba tubuhnya muncul disebuah Pegunungan, dan matanya terbuka lebar ketika melihat banyaknya tanaman langka yang bisa ia gunakan untuk membuat Pill.


"Ini.. sumber daya yang sangat melimpah! " ucap Cao Yuan dan ia juga mengedarkan semua kekuatan jiwanya untuk menulusuri dunia kecil tersebut.


Namun dia sedikit bergidik ngeri saat merasakan adanya sebuah tempat yang terdapat sebuah istana, dan adanya seorang yang memiliki ranah Master tiga sepertinya sedang berkultivasi di istana tersebut.


"Siapa orang tersebut. " ucap Cao Yuan dibenaknya.


Karena orang tersebut masih berkultivasi dengan tenang, ide nakalnya untuk mencuri semua sumber daya yang tumbuh didunia kecil itu muncul.


Dengan cepat Cao Yuan melesat kesana kemari dan mengibaskan tangannya untuk memasukan semua tumbuhan langka kedalam Cincin ruangnya, hingga semuanya telah habis Cao Yuan keluar dari dunia kecil tersebut.


Melihat penjaga gerbang yang masih pingsan, Cao Yuan dengan cepat melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya di malam hari tersebut.


Sesampainya di asrama, Cao Yuan kemudian memasuki kamarnya, namun tiba tiba ia terkejut melihat Cheng An ada dikamarnya.


"Gu.. ru! " ucap Cao Yuan terkejut.


Cheng An hanya tersenyum dan menghampiri Cao Yuan.


"Dari mana saja kau Yuaner! " ucap Cheng An.


"Emm tadi habis jalan jalan sebentar untuk membuang kebosananku dalam pelatihan berpedang. " ucap Cao Yuan.


"Hahahaha! bosan ya? baiklah baiklah! bagaimana jika kamu menerima tugasku? " ucap Cheng An serius.


"Tugas? " ucap Cao Yuan menaikan sebelah alisnya.


"Benar! aku akan memberimu sebuah tugas, dan tentunya kamu yang akan memimpinnya! " ucap Cheng An.


Cao Yuan yang penasaran segera menanyakan tugas apa yang diberikan Cheng An.


"Tenang saja! tugasmu sangat mudah, karena kamu harus membunuh anggota sekte Pedang Naga Langit yang keluar masuk dari sekte! " ucap Cheng An.


Deggh! jantung Cao Yuan berdetak kencang, tak hanya jantungnya saja wajahnya sedikit terkejut. Cheng An yang melihat reaksi keterkejutannya murid dengan cepat menanyakan masalahnya.


"Apa yang membuat mu terkejut? " tanya Cheng An heran.