
"Apa maksudmu? " tanya Cao Yuan terheran heran.
"Hehehe, sudahlah tuan muda, karena tuan muda tidak memakan pesanan tuan muda, anda bisa pergi tanpa membayar dahulu. " ucap Jing Yin membuat Cao Yuan bertambah penasaran.
Walaupun penasaran, ia akhirnya memutuskan pergi dari kedai resto tersebut. Kini ia berjalan dengan tenang melewati para warga yang sedang melakukan kegiatan mereka.
"Mereka benar benar bukan manusia. " gumam Cao Yuan menggertakan giginya.
Namun yang anehnya bagaimana mereka dapat membuat patung wajahnya yang berdiri tepat didepannya tersebut. Merasakan Jing Yin memata matainya, ia kemudian menghilang dari pandangan untuk memancing Jing Yin keluar dari kota Huge.
Cao Yuan muncul diatas langit dekat kota Huge dengan tenang. Ia kemudian meninggalkan jejak auranya, hingga ia tepat di sebuah hutan yang sepi. Sesampainya didekat sebuah goa yang dijaga lima orang berpakaian hitam, Cao Yuan mengedarkan kekuatan jiwanya. Seketika wajahnya memerah merasakan adanya aura manusia biasa didalam goa tersebut, ia sudah tahu bahwa mungkin manusia yang masih hidup ditahan didalam goa.
Swuuuuush! Swuuuush! Jleeeb! Jleeeeb! Kelima penjaga tewas akibat Cao Yuan melemparkan kayu kecil runcing kearah leher mereka. Sekedipan mata ia langsung memasuki goa, namun alangkah terkejutnya saat melihat puluhan penjaga berjaga didalam goa.
"Siapa kamu. " ucap salah satunya menunjuk Cao Yuan.
"Malaikat maut. " ucap singkat Cao Yuan menarik pedang dari sarungnya, setelah itu ia melesat dengan kecepatan tak kasat mata.
Slaaash! Slaaaash! Puluhan penjaga tewas tanpa perlawanan. Setelah membunuh semua penjaga, Cao Yuan berjalan lebih dalam ke goa itu, hingga ia terkejut melihat ratusan manusia yang terkurung di dalam jeruji besi.
"De-dewa. " ucap mereka yang masih mengetahui wajah Cao Yuan.
Cao Yuan tak mempermasalahkan mereka menyebutnya dengan sebutan Dewa. Cao Yuan tersenyum kearah mereka, lalu ia mendekat dan menghancurkan jeruji besi dengan api Ilahinya.
"Te-terimakasih De-dewa. " ucap mereka hormat.
"Sudahlah, sekarang kalian ceritakan kenapa kalian ada didalam sini." ucap Cao Yuan ramah.
Salah satu dari mereka menjelaskan dengan detail, raut wajah Cao Yuan berubah ubah mendengar hal tersebut, namun yang membuatnya marah mendengar ucapan Jing Yin.
Dhuaaaar! Cao Yuan merentangkan tangannya dan kemudian bola kecil melesat kearah dinding goa yang menyebabkan getaran, dan suara ledakan didalam goa. Seketika para warga asli benua rendah tersebut ketskutan, mereka kira mereka salah menjelaskan ccerita yang menyebabkan Cao Yuan marah.
"Maaf semuanya, aku hanya tidak menyangka para iblis memanfaatkan dunia ini dikarenakan para Kultivator telah tewas akibat serangan iblis yang lalu. " ucap Cao Yuan.
Semuanya hanya bisa mengangguk, dan setelah itu mereka berlutut setelah mendengar Cao Yuan meminta mereka untuk segera mengikutinya untuk mengambil hak mereka kembali. Swuuuung! Segel tangan ia buat muncul perisai transparan yang menutupi tubuh mereka semua.
"Kalian tenang saja, aku telah memasangkan pelindung ditubuh kalian, sehingga tidak ada satupun siluman yang dapat melukai kalian. " ucap Cao Yuan.
"Baik Dewa! " ucap mereka hormat.
Setelah itu Cao Yuan membawa mereka keluar dari dalam goa, lalu menuju kota Huge dengan santai, didalam perjalanan untuk menghilangkan rasa canggung mereka, Cao Yuan bertanya pada mereka atau lebih tepatnya berbasa basi untuk menghilangkan rasa canggung mereka.
Hingga tak terasa mereka telah sampai didepan kota Huge atau gerbang utama kota Huge. Tak ingin berbasa basi pada siluman yang berjaga, Cao Yuan mengeluarkan tapak Ilahinya.
Swuuuush! Swuuuush! Swuuuuush! Ribuan penduduk muncul didepan Cao Yuan dengan tatapan membunuh. Masih dengan sikap tenangnya, Cao Yuan menunggu Jing Yin sang ratu rubah ekor sembilan datang.
"Kenapa kau merusak gerbang kota dan membunuh penjaga kota Huge dengan semena mena. " ucap salah satunya.
"Menurutmu bagaimana? " tanya Cao Yuan yang membuat mereka geram.
Swuuuush! Tanpa banyak kata mereka melesat sambil menyarangkan pukulan mereka kearah wajah Cao Yuan, namun anehnya pemuda tampan tersebut tak bergerak dan hanya menatap mereka dengan santai, hingga tangan mereka mengenai wajah, perut, dan anggota tubuh lainnya Cao Yuan. Tiba tiba saja raut keterkejutan yang melihat itu segera terjadi, setelah semua siluman yang menghantam Cao Yuan meledak menjadi kabut darah.
"Ba-bagaimana bisa. " ucap mereka semua.
Cao Yuan masih tenang menatap mereka semua,, ia memang tak ingin membunuh mereka semua, namun ia hanya ingin kejelasan dan meminta hak pada mereka tentang para manusia biasa yang dikurung oleh mereka.
Swuuuush! Jing Yin dan pengawalnya muncul diatas langit, melihat kehadiran Jing Yin, Cao Yuan menghentakan kakinya dan melayang didepan Jing Yin. Reaksi Jing Yin melihat pemuda yang ia kagumi dapat melayang layaknya seorang kultivator yang memiliki ranah kultivasi tinggi membuatnya terkejut.
"Ka-kamu.." ucap Jing Yin tak percaya.
"Aku? Jujur saja aku sebenarnya sudah mengetahui identitas kalian dari awal, namun saat itu aku tak ingin membuat masalah. Tapi sayangnya kalian telah membuat masalah yang mengharuskan aku meminta pertanggung jawaban pada kalian. " ucap Cao Yuan tenang.
Jing Yin kemudian menatap lekat wajah Cao Yuan, setelah itu ia menatap kearah bawah dimana ratusan manusia biasa menatapnya dengan perasaan benci.
"A-aku...." ucap Jing Yin menundukan kepalanya, ia sendiri sudah tau kesalahannya.
"Apa? Sudah tau kesalahanmu. " ucap Cao Yuan.
Melihat pemuda didepan Jing Yin tak sopan, beberapa prajurit langsung melesat menyerang Cao Yuan, Jing Yin ingin menghentikan aksi prajuritnya sayangnya ia terlambat, karena prajuritnya telah ada dihadapan Cao Yuan.
Baaaamsss! Dhuaaaar! Enam prajurit yang melesat ingin memberi pelajaran pada Cao Yuan seketika meledak menjadi kabut darah. Hal tersebut membuat mata Jing Yin melebar, karena ia tahu prajuritnya memiliki ranah dewa tingkat satu, melihat Cao Yuan hanya mengibaskan tangannya langsung membuat prajuritnya meledak, dapat diartikan pemuda tampan didepannya bukanlah manusia biasa.
"Tu-tuan muda, si-siapa sebenarnya kamu. " tanya Jing Yin.
Cao Yuan tidak menjawab, namun tangannya mengarah pada patung yang dibuat oleh para manusia. Seketika Jing Yin melihat patung yang menjulang tinggi dan menatap kemiripan wajah patung dengan pemuda didepannya.
"Cao Yuan. " ucap Jing Yin, kenapa ia tahu karena dibawah patung tersebut terdapat nama Cao Yuan, dan diberikan penjelasan kenapa patung tersebut bisa berdiri.
"Jika kalian ingin bermain denganku, aku akan melayani dengan baik, jujur saja kedatanganku ingin mencari tahu alasan kalian mengurung mereka. " tanya Cao Yuan.
Tak bisa berbuat apa apa lagi, Jing Yin kemudian menjelaskan semuanya dengan jelas kenapa ia tinggal di benua rendah. Cao Yuan mendengarkan dengan tenang, raut wajahnya kembali berubah ubah.
"Jika kalian merasa bukan penduduk asli benua rendah, tapi kenapa kalian harus mengurung penduduk asli benua rendah. ' ucap Cao Yuan.