
Para peserta yang tersisa dua puluh lima orang pun kembali mengambil nomor undian mereka. Kini Chu Lei lah yang mendapat nomor undian satu sehingga membuatnya langsung lolos ke babak selanjutnya.
Pertandingan pertama kini Guo Jing melawan seorang wanita cantik, tapi tatapan wanita itu sangat dingin dan datar yang membuat Guo Jing sendiri ciut nyalinya padahal kekuatannya sendiri lebih tinggi tiga tingkat diatas wanita itu.
"Kakak! semangat aku mendukungmu! " tiba tiba teriakan Cao Yuan membuat Guo Jing mengumpulkan nyalinya kembali.
Para penonton terdiam mendengar teriakan pemuda yang sedang menyorakan suaranya untuk mendukung Guo Jing. Tiba tiba saja suara murid wanita pun menggema memberikan dukungan pada lawan Guo Jing.
"Chi kami mendukungmu! " teriakan kompak para murid wanita.
Sang wasit pun memulai pertandingan itu.
"Maaf nona jika aku melukaimu! " ucap Guo Jing kemudian menggenggam erat pedangnya.
"Silahkan jika mampu! " ucap wanita itu merasa percaya diri padahal dirinya tak mampu mengukur kekuatan pemuda lawannya.
Pertukaran serangan dari senjata mereka pun tak terhindarkan, wanita yang terlihat dingin dan datar itu, ternyata sangat cantik yang membuat para penonton terpana, apalagi ketika wanita itu memutarkan tubuhnya membuat gaun yang ia kenakan terlihat berkembang dan terlihat sangat anggun.
Dua puluh pertukaran serangan menggunakan pedang telah mereka lalui, wanita dingin dan datar itu sedikit merasa kewalahan ketika kecepatan lawannya terus meningkat hingga sebuah pedang menempel dilehernya.
"Nona! Anda telah kalah! " ucap Guo Jing.
Wanita itu terkejut, sedikit rasa tak terima menerima kekalahannya, tapi ketika melihat wajah Guo Jing yang sepertinya berbeda dengan wajah orang lain. Sedikit tampan dan juga seperti memiliki aura yang berbeda dari murid laki laki di sektenya membuat ia langsung diam dan saling bertatapan.
"Apakah kakak saling menyukai? " tanya Cao Yuan dibenaknya sendiri.
"Mungkin pandangan pertama" timpal Niu membuat ia terkejut .
Penonton yang disebelah Cao Yuan mengkerutkan kening mereka saat melihat pemuda disamping mereka seperti terkejut dan melotot.
"Woy kenapa kamu seperti terkejut? " tanya pemuda disamping Cao Yuan dengan tatapan bengis.
"Emm tidak senior, tadi aku tergigit semut " alasan Cao Yuan.
Sang wasit pun akhirnya memberikan suara kemenangan pada Guo Jing dan memerintahkan mereka berdua untuk kembali ke bangku mereka masing masing.
Sesampainya sepasang mata mereka kembali bertemu.
"Kak! kenapa kamu memandanginya seakan akan kamu menyukainya? " tanya Cao Yuan membuat Guo Jing salah tingkah.
"Ehhh... adik apa yang kau katakan, aku hanya mengagumi kecantikannya, dan walaupun wajahnya dingin serta datar, tapi sepertinya dia wanita yang baik baik" ucap Guo Jing yang kemudian disetujui Cao Yuan, ia juga tak merasakan aura membunuh yang terkumpul dari wanita lawan kakaknya.
"Kak! jika kamu menyukainya ketika kekacauan terjadi, aku harap kamu membawanya pergi dan ini berikan dua penawar padanya, ucapkan saja tadi ia terkena racun yang tak sengaja terdapat dibajumu " ucap Cao Yuan serius.
Tanpa sadar ia segera menerimanya dengan cepat, entah datang dari mana kepeduliannya terhadap wanita yang dingin dan cantik itu, yang pasti ia merasa jatuh cinta pada pandangan pertamanya. Dengan semangat ia pun menghampiri wanita yang telah ia kalahkan.
"Hei nona! " panggil Guo Jing sambil menepuk bahu wanta lawannya tadi.
Wanita itu hanya melirik Guo Jing dengan tatapan dingin yang membuat ia bergidik ngeri. Karena wanita itu melihat lawan pemuda yang tadi ia lawan, tiba tiba raut wajahnya berubah menjadi biasa dan sedikit sopan.
"Iya kenapa? "
"Emm aku ingin berbicara padamu! " ucap Guo Jing serius.
"Katakanlah! "
"Tapi sebaiknya jangan disini karena terlalu berisik! " ucap Guo Jing mencari alasan.
Sesampainya ditempat yang sedikit sepi akhirnya Guo Jing mengeluarkan dua Pill yang berwarna berbeda.
"Emm ini pill apa? " tanya wanita itu.
Guo Jing melihat sekelilingnya dahulu dan kemudian ia menjelaskan seperti perintah adiknya.
"Kamu tadi tak sengaja terkena bajuku saat bertarung, yang mengandung racun sedikit berbahaya, jadinya aku ingin memberi penawar untukmu"
"Hemm tapi aku rasa tak terluka sedikitpun" tanya wanita itu heran.
Guo Jing kini kehabisan kata kata dan tiba tiba saja ia memiliki alasan.
"Apakah kau ingat ketika tangan kirimu tadi menyentuh bajuku? dan kamu memecahkan sebuah racun asap yang dimiliki bajuku sehingga membuat kamu menghirupnya "
"Heem jika begitu terimakasih telah jujur padaku " ucap wanita itu langsung menelan dua Pill sekaligus tanpa pikir panjang.
"Oiya nona! jika boleh tau nama anda siapa? " tanya Guo Jing mencoba mendekatkan diri.
"Chi Yue! dan kamu siapa? " Chi Yue kini menanyakan identitas Guo Jing.
"Guo Jing! salam kenal nona! " ucap Guo Jing sambil mengulurkan tangan sebagai tanda pengenalan.
Chi Yue pun menerima uluran tangan Guo Jing, tak terasa jantung mereka berdua berdegup kencang dan membuat wajah mereka berdua memerah seperti tomat matang.
"Kakak! lebih baik kakak membawa gadis kakak untuk jalan jalan, jangan memasuki kembali area turnamen ini! jika bisa kalian berdua keluar dari dunia kecil ini! " tiba tiba suara Cao Yuan menggema dipikirannya membuat ia khawatir pada adiknya.
"Tenanglah kak! aku tau apa yang kamu pikirkan, tapi aku meminta hal kecil ini terakhir untukmu! karena aku akan memulai kekacauannya sekarang!" ucap tegas Cao Yuan.
"Nona Chi, bagaimana jika kita berjalan jalan di area sekte? " tanya Guo Jing membuat Chi Yue heran.
"Bukankah kamu harus bertarung kembali? " tanya Chi Yue heran.
"Hehehe, sebenarnya aku hanya ingin melemaskan ototku saja! dan tentu saja aku tak memikirkan kemenangan yang tak terlalu bearti bagiku. " ucap Guo Jing mencari alasan.
Entah angin apa akhirnya Chi Yue menerima ajakan pemuda yang baru ia kenal, dengan santainya mereka berjalan jalan di area sekte itu.
Sedangkan Cao Yuan kini tengah mengumpulkan energi Qi semampunya untuk membantai para murid hingga tetua serta Ketua sekte nanti. Turnamen pun masih berlanjut hingga tak terasa babak terakhir dimana dua orang akan tereliminasi dan sepuluh orang akan melanjutkan pertandingannya.
"Babak keempat akan segera dimulai, peraturan masih sama, kini dua belas orang yang telah lolos harap menaiki panggung dan saling bertarung. Setelah itu dua orang yang terjatuh dari panggung maka akan tereliminasi" ucap Chu Tai.
Kini sebelas orang pun menuju panggung, para murid dan tetua kebingungan ketika yang menuju panggung hanya sebelas orang.
"Kemana pemuda jenius yang ranah kultivasinya sama dengan tuan muda? " tanya salah satu tetua sambil mengedarkan kekuatannya untuk mencari Guo Jing.
Sedangkan Chu Lei sendiri merasa sangat geram, karena masa masa saat ini ia akan menghajar lawan yang seharusnya ia bunuh, karena kekuatan yang menyainginya serta yang tak menghormatinya di waktu kewaktu lalu.
Karena menunggu kedatangan Guo Jing tak muncul muncul selama lima belas menit, akhirnya Guo Jing tereliminasi dan turnamen segera dilanjutkan.
Cao Yuan diam diam terus mengumpulkan Qinya dengan tenang hingga ia merasakan sebuah aura kuat seperti memanggil dirinya.
"Aura apa itu! " gumam Cao Yuan penasaran dan mencoba mencari cari asal aura itu.
Pertarungan kembali terlihat, Chu Lei yang terkenal jenius nomor satu di sekte Teratai Hitam dengan mudahnya menumbangkan satu lawannya sehingga sepuluh orang yang tersisa menuju babak selanjutnya.
Like Like Like