
Swuuuush! Tiba tiba sang kakek menghilang dan muncul dibelakang Pangeran Kegelapan, namun kakek tua wajahnya terlihat masih sangat tenang, tidak ada rasa takut ataupun gentar pada pangeran kegelapan.
"Sepertinya kau ingin mencoba kekuatanku. " ucap sang kakek tua kemudian melayang dan menatap Pangeran Kegelapan dengan tenang.
Swuuush! Pangeran kegelapan menghentakan kakinya dan melayang didepan kakek tua dengan rasa yang sedikit dongkol.
"Jangan terlalu percaya diri dulu kek. " ucap Pangeran Kegelapan.
"Segel penciptaan! Lava neraka! " teriak Pangeran Kegelapan, tiba tiba dibelakangnya muncul lava yang berbentuk seperti naga dengan tingkat kepanasan yang sangat tinggi.
Sang kakek tua dengan tenang dan senyum dibibirnya terlihat melihat Pangeran Kegelapan mengeluarkan segel penciptaan.
"Segel penghapusan! Cermin air! " ucap sang kakek tua.
Sedikit terkesima mendengar segel yang dikatakan sang kakek tua, namun Pangeran Kegelapan masih melancarkan serangan gelombang lava mengarah pada kakek tua.
Swoooosh! Gelombang lava langsung melesat mengarah ke arah kakek tua dengan kecepatan yang sangat cepat. Setelah itu saat gelombang lava yang akan menabrak cermin, tiba tiba gelombang lava menghilang secara mendadak dan selang beberapa detik cermin yang menyerap gelombang lava dirubah menjadi gelombang air.
Swoooosh! Pangeran Kegelapan yang terkejut seketika tidak bisa menghindari gelombang air tersebut, namun anehnya saat gelombang tersebut telah menabrak tubuhnya air tersebut tidak membuat tubuhnya merasa sakit ataupun tterluka. Hanya tubuhnya saja yang basah kuyup, kakek tua yang misterius hanya tersenyum.
"Apakah kau ingin menjadi muridku? " tanya lagi sang kakek.
"Jangan harap! " balas Pangeran Kegelapan.
"Segel Penciptaan! Pasukan kelelawar muncul! " teriak Pangeran kegelapan.
Selang beberapa detik muncul ribuan kelelawar dibelakang Pangeran kegelapan, setelah itu kelelawar tersebut melesat cepat kearah kakek tua dan bersiap mencakar ataupun menggigit dengan giginya yang tajam. Namun wajah keterkejutan pangeran kegelapan terlihat.
"Segel Penghapusan! " ucap kakek tua mengibaskan tangannya dan kelelawar ciptaan pangeran kegelapan menghilang dari kehampaan.
Masih belum mengakui kehebatan kakek didepannya, Pangeran kegelapan mengeluarkan seluruh segel penciptaannya. Namun seluruh segel ciptaannya tidak mampu melukai bahkan menyentuh baju kakek tua, bagaimanapun baru sampai hadapan kakek tua seluruh ssegel penciptaan Pangeran Kegelapan selalu menghilang.
"Segel Penciptaan! Ribuan Naga! "
"Segel Penciptaan! Gelombang Lava!"
"Segel Penciptaan! Angin ribut! "
Ucap sang kakek tua memperlihatkan segel penciptaan membuat Pangeran Kegelapan bergetar tubuhnya. Tak berselang lama, tiba tiba ia berlutut didepan sang kakek tua.
"Terima aku menjadi muridmu kek. " ucap Pangeran Kegelapan.
"Turunlah dahulu. " ucap kakek tua kemudian mendarat diatas tanah diikuti oleh Pangeran Kegelapan.
Setelah itu Pangeran Kegelapan segera menatap para penjaga istana dengan nada tinggi.
"Sekarang kalian lanjutkan tugas kalian! Cepat!" ucap Pangeran Kegelapan.
Setelah itu Pangeran Kegelapan bersama Fusen memasuki istana, jamuan untuk Fusen pun dihidangkan dengan mewah, daging serta makanan lainnya tersaji diatas meja Fusen.
****
Cao Yuan terus menyerap dan mengedarkan semua energi batu naga keseluruh tubuhnya menjadikan energi tersebut melapisi setiap daging, otot dan tulangnya. Tak terasa waktu tujuh hari telah berlalu, dan semua orang dialam milik Budha masih melakukan hal yang sama yaitu berkultivasi kecuali Kaisar Langit dan Dewi Lianhua. Waktu tujuh hari tersebut juga waktu dimana kenaikan tingkat Cao Yuan terjadi, ranah Kultivasinya yang tadinya berada di tingkat lima kini menjadi tingkat alam dewa satu.
Waktu terus berputar hingga tepatnya satu tahun, ranah kultivasi Cao Yuan berada di tingkat Kaisar Dewa Puncak tingkat tiga dan energi yang meledak ledak didalam tubuhnya tidak kembali ia rasakan yang diartikan penyerapan telah selesai. Perlahan ia membuka matanya, yang pertama ia lihat adalah kedua orang tuanya .
"Selamat Yuaner! Karena kamu telah menjadi Dewa seutuhnya, namun kekuatanmu masih belum cukup untuk ikut berperang dengan para dewa lainnya. Maka dari itu, ayah sarankan kamu harus membuka gerbang keabadian didalam tubuhmu. " ucap Kaisar Langit.
Cao Yuan terdiam, dirinya menatap ayah dan ibunya bergantian dengan hangat. Setelah itu ia sebentar melihat sekelilingnya dan terlihat semuanya masih melakukan kultivasi dengan tenang.
"Ayah apakah aku harus membuka gerbang keabadian? dan bagaimana caranya? " tanya Cao Yuan.
Kaisar Langit tersenyum dan kemudian membuat perisai yang menutupi tubuh Cao Yuan.
"Ikuti apa yang ayah katakan. " ucap Kaisar Langit dipikiran Cao Yuan.
"Fokuskan pikiranmu kedalam tubuhmu, temukan takdirmu, takdirmu adalah menjadi seorang Dewa Naga yang berani, melindungi manusia yang lemah maupun keluargamu sendiri. " ucap Kaisar Langit dipikiran anaknya.
Cao Yuan mengikuti semua yang diperintahkan ayahnya, tak berselang lama Cao Yuan langsung mengikuti apa yang diarahkan oleh ayahnya. Dan setelah itu tiba tiba Cao Yuan menemukan keanehan pada dirinya, dimana ia mendapat gambaran yang selalu terjadi pertumpahan darah entah membantai para iblis ataupun para dewa. Cao Yuan tiba tiba merasa kepalanya sakit dan melihat itu kaisar langit serta Dewi Lianhua langsung saling pandangan.
"Apakah Yuaner akan gagal. " ucap Kaisar Langit, karena membuka gerbang keabadian tidak memerlukan waktu lebih dari lima menit.
Cao Yuan yang melihat gambarannya sendiri membantai pasukan para iblis dan dewa kini berganti pada sosok orang berwajah tampan dan memiliki aura naga yang sangat kental.
"Apakah itu diriku..." gumam Cao Yuan.
Swuuuush! Tubuhnya langsung bersinar ditubuh nyatanya, Kaisar Langit serta Dewi Lianhua yang melihat keberhasilan anak mereka dalam membuka gerbang Keabadian yang pertama membuat mereka tersenyum puas. Cao Yuan membuka matanya perlahan dengan senyumnya yang tampan ia kembangkan.
"Selamat Yuaner! Kamu telah berhasil membuka gerbang keabadianmu yang pertama." ucap Kaisar Langit dipikiran Cao Yuan.
Cao Yuan hanya menatap mereka berdua dengan hangat, namun anehnya ia tak merasakan perbedaan apapun pada tubuhnya.
"Yang kedua, fokuskan pikiranmu pahami tentang semua elemen yang kamu ketahui. Siapakah terkuat dari semua elemen tersebut. Jawablah didalam hatimu. " ucap Kaisar Langit.
Cao Yuan langsung memfokuskan pikirannya untuk menjawab pertanyaan ayahnya namun ia harus menjawab didalam hatinya sendiri. Selang beberapa menit ia memfokuskan pikirannya.
Swuuuush! Tiba tiba roh Cao Yuan muncul di tempat dimana terdapat enam bola yang mengambang dengan lambang berbeda. Cao Yuan menunjuk bola bola yang memiliki lambang dan arti sendiri. Saat ia menunjuk tiba tiba bola yang ia tunjuk mengikuti arah yang ia inginkan.
"Aku harus mengetahui elemen terkuat dari keenam elemen yang ada didepanku. " ucap Cao Yuan kemudian menabrakkan bola elemen air ke elemen api, dan hasilnya elemen air yang bertahan dan api tersebut padam. Cao Yuan terus melakukan hal yang sama hingga ia memiliki kesimpulan.
"Semua elemen saling melengkapi, tidak ada yang terkuat namun saling melengkapi. " ucap Cao Yuan menjawab dihatinya.
Swuuungg! Tiba tiba tubuh nyatanya bergetar dengan sinar yang keluar dari tubuhnya. Kaisar Langit dan Dewi Lianhua tersenyum melihat hal tersebut. Perlahan bola mata Cao Yuan terbuka dengan matanya yang masih keemasan dan rambutnya yang terurai karena ia sendiri masih mengaktifkan darah naga emas dan armor perang atau Jirah dewa naga yang masih menutupi tubuhnya juga ikut bersinar.