Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Sampai di kota Shao Ming


Sesampainya di sebuah resto yang ramai akan pengunjung Cao Yuan bersama Lu Cheng memasuki resto tersebut.


Banyak pasang mata yang menatap seorang bocah cilik yang dibelakangnya terdapat sosok komandan prajurit kota, membuat semua pasang mata menuju kearah mereka. Karena Cao Yuan merasa risih ditatap terus membuat ia mempercepat langkahnya menuju pelayan yang sedang bersantai.


"Pelayan! apakah ada ruang VIP? " tanya Cao Yuan.


"Ada tuan muda! " jawab pelayan cepat sambil mengarahkan mereka kelantai dua.


Sesampainya sang pelayan kemudian menunjuk meja kosong.


"Tuan muda, dan komandan prajurit, silahkan anda duduk dimeja kosong tersebut. " ucap sang pelayan sambil memberikan daftar menu.


Cao Yuan dan Lu Cheng kemudian memesan beberapa makanan, disela sela memesan makanan, beberapa pelanggan VIP yang melihat Cao Yuan yang di jaga oleh seorang komandan prajurit, beramsumsi bahwa pemuda tersebut bukan orang biasa.


"Sebegitunya sampai komandan prajurit kota harus menjaga, apakah dia anak walikota lain? " ucap salah satu pelanggan VIP.


Walaupun suaranya tak keras, namun pendengaran Cao Yuan sangat tajam, jadi ia mendengar apa yang mereka bicarakan. Setelah memesan beberapa makanan, Cao Yuan kembali mendengar kata kata yang kurang enak didengarnya.


"Aiyo.. Lihat lah pantas saja dia dijaga oleh seorang komandan prajurit, nyatanya ranah Kultivasinya saja baja lima. " ucap salah satu pelanggan dengan nada sedikit keras.


Cao Yuan hanya melirik orang yang meremehkannya, walaupun mereka berani menyinggungnya secara langsung. Namun Cao Yuan sendiri tak mau ambil pusing untuk bertengkar dengan mereka yang menurutnya perlu diberi pelajaran.


Lima menit berlalu pesanan telah siap di meja Cao Yuan dan Lu Cheng. Sejak tadi mereka berbincang bincang kecil, dan para pelanggan VIP kini tak membicarakan Cao Yuan, sehingga Cao Yuan sendiri merasa nyaman.


Makanan telah habis, Cao Yuan bersama Lu Cheng turun dari lantai VIP menuju tempat pembayaran resto tersebut. Setelah membayarnya Cao Yuan dan Lu Cheng melanjutkan perjalanannya untuk menuju kota Shao Ming.


Hari mulai gelap, dan Cao Yun telah melewati beberapa bukit, setelah perjalanan empat jam menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, dan disela sela mereka melompat sana kemari mereka juga saling berbincang bincang kecil. Hingga tak sadar kini telah berada didepan gerbang Kota Shao Ming.


"Emm besar juga kota Shao Ming. " ucap Cao Yuan sambil melihat lihat benteng pertahanan kota.


"Tuan muda, aku harap kita tak bertemu dengan salah satu anak petinggi kerajaan yang arogan. " ucap Lu Cheng sambil melangkahkan kakinya menuju pemeriksaan identitas untuk memasuki kota Shao Ming.


Cao Yuan menghentikan langkahnya dan menatap Lu Cheng yang menurutnya terlalu berlebihan.


"Kenapa sepertinya paman takut? " tanya Cao Yuan.


"Tuan muda! bukannya takut, hanya saja pernah terjadi komandan prajurit kota lain memiliki masalah dengan anak dari petinggi kerajaan Shao dan akhirnya komandan tersebut tiba tiba tewas dengan luka yang menurutku mengerikan. " ucap Lu Cheng sambil bergidik ngeri.


Cao Yuan hanya menggelengkan kepalanya, ia sudah menduga bahwa komandan yang tewas tersebut di bunuh oleh seorang suruhan dari anak petinggi kerajaan.


Setelah itu mereka berdua melanjutkan langkah kaki menuju pemeriksaan identitas.


"Indentitas! " ucap penjaga gerbang dengan raut wajah acuh tak acuh, wajahnya juga seperti orang malas.


Komandan Lu Cheng segera memberikan identitasnya sebagai komandan prajurit kota Taichi.


"Silahkan masuk! " ucap Penjaga gerbang tersebut.


Cao Yuan ingin memukul wajah penjaga gerbang tersebut karena ketidak ramahannya, namun dia sendiri tak ingin membuat masalah dengan kota Shao.


Mereka berdua akhirnya bisa memasuki kota tanpa kendala yang membuat mereka menghentikan langkah mereka. Karena kini malam telah tiba, Cao Yuan dan Lu Cheng mencari sebuah penginapan untuk tempat mereka beristirahat.


"Hormat kami tuan muda! " ucap Niu, Hao Shi, dan Luo Luo kompak.


Cao Yuan hanya mengangguk, dan dia kini sedang memandangi harta yang menggunung dibelakang mereka bertiga.


"Tuan muda! ini semua harta rampasan yang waktu lalu kami kumpulkan, dan kami bertiga sedang memisahkan sumber daya serta koin emas." ucap Niu menjelaskan.


Cao Yuan kemudian menghampiri tumpukan harta tersebut senyumnya yang manis membuat semua orang merasa gemas pada Cao Yuan.


"Banyak juga harta dan sumber daya yang kita ambil. " ucap Cao Yuan senang.


Luo Luo dan Niu serta Hao Shi segera menyetujui ucapan majikan mereka, dan Luo Luo segera memberikan laporan yang membuat hati Cao Yuan bertambah senang.


"Tuan muda! kami juga telah menanam sebuah sumber daya yang berharga bagi tingkat alam.


Cao Yuan langsung saja menghampiri Luo Luo dan langsung menanyakannya.


"Apa itu Luo Luo? " tanya Cao Yuan tak sabar.


Melihat Cao Yuan seperti bocah pada umumnya membuat Luo Luo, Niu serta Hao Shi sedikit menahan tawa. Pada akhirnya mereka semua menuju ditempat penanaman bahan untuk dijadikan sebuah Pill.


Sesampainya.


Mata Cao Yuan terbuka lebar melihat daun akar langit yang banyak tumbuh disekitar pohon Buah Dewa. Dengan sigap ia segera melihat daun akar langit, dan aroma khas dari tumbuhan itu membuat Cao Yuan ingin segera cepat cepat membuat Pill untuk menembus ketingkat Alam.


"Kalian dapat menanam daun akar langit ini dari mana? " tanya Cao Yuan heran.


"Emm, itu dari salah satu Cincin ruang yang ditemukan dulu. " ucap Niu.


"Emm, baguslah jika begitu, maka lebih baik kalian tanam saja sebanyak banyaknya didunia jiwa ini. Karena aku sendiri membutuhkan banyak Pill untuk anggota sekte ku. " ucap Cao Yuan.


"Baik tuan muda! " jawab Niu, Luo Luo, dan juga Hao Shi.


Setelah itu Cao Yuan memetik lima buah daun akar langit, dia jug telah mengeluarkan beberapa bahan lainnya untuk membuat Pill kultivasi agar dirinya dapat menerobos ranah alam satu.


Cao Yuan kembali memperlihatkan aksinya ketika membuat sebuah Pill Tilong. Sebuah Pill hanya bisa di gunakan oleh ranah alam hingga alam lima.


Hao Shi yang baru pernah melihat Cao Yuan membuat sebuah Pill atau menjadi alchemist membuatnya kagum. Dia juga bersyukur karena telah mau mengikuti Cao Yuan.


Satu jam membuat Pill Cao Yuan berhenti membuat Pill, Niu, Luo Luo, serta Hao Shi menghampiri Cao Yuan yang kini tengah menimang nimang Pill buatannya sendiri.


"Tuan muda! lalu harta dan sumber daya yang telah kami pisahkan kita apakan? " tanya Luo Luo, karena mereka sendiri tak membutuhkan semua hal duniawi.


Cao Yuan mendengar pertanyaan Luo Luo kemudian terdiam, dia sedikit heran pada Luo Luo.


"Pasti butuh lah, kan aku memiliki tanggung jawab sebagai ketua sekte, dan tentunya sumber daya itu untuk sekteku sendiri. Lalu harta itu tentunya aku gunakan untuk membantu orang yang membutuhkannya. " ucap Cao Yuan tersenyum.


Niu, Luo Luo, Hao Shi terdiam mendengar penjelasan Cao Yuan.