Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Kisah Lampau


Ledakan dua benturan serangan tersebut sungguh membuat satu isi kota hancur. Cao Yuan terhuyung kebelakang sejauh sepuluh meter, sedangkan Hao Shi lebih dari empat puluh meter, darah dari bibirnya pun mulai menetes, tidak ada yang tidak bergerak saat merasakan daya hancur dua serangan yang bertemu tersebut. Bahkan para Kultivator yang dari kota lain mengurungkan niat mereka untuk melihat apa yang terjadi.


"Jika kamu bukan mengendalikan tubuh kekasih tuan muda mungkin aku sudah dari awal meledakanmu. " ucap Shen Huo An.


"Cih! sombong! " ucap Mei Chong Feng.


Swuush! Swuuush! keduanya kembali melesat untuk kembali bertukar serangan. Cao Yuan yang tak ingin hal yang tadi terulang segera membuat segel perisai dari mantra formasi.


Seorang Kultivator mampu membuat sebuah perisai dengan Qi mereka, namun berbeda dengan buatan para Master formasi. Karena mereka membuat perisai ataupun formasi lainnya dengan menggunakan keahlian mereka sebagai master formasi dari gerakan tangan mereka, sehingga perisai yang dibuat oleh master formasi lebih kuat dari buatan Kultivator yang menggunakan energi Qi.


Swuuung! sebuah perisai keemasan menutup area pertempuran Dua ranah Kaisar Dewa Puncak.


"Niu! Luo Luo! Meilan! Hao Shi! bantu aku memperkuat segel! " teriak Cao Yuan.


Swuush! Swuuush! Swuuush! Swuuush! empat bawahannya muncul disamping Cao Yuan dan segera melaksanakan perintah majikan mereka. Ledakan didalam perisai terus saja terdengar. Hingga tak terasa Shen Huo An telah bertukar seratus serangan.


"Jika aku tak melukainya maka tidak ada yang keluar sebagai pemenang, namun.." ucap dalam hati Shen Huo An kemudian menatap Cao Yuan dengan kebingungan.


Cao Yuan yang kini melihat pertempuran keduanya dan melihat Shen Huo An yang menatap bingung padanya membuatnya segera mengirim pesan pada Shen Huo An melewati pikirannya.


"Shen Huo An! lukai saja jika tidak bisa maka segel saja agar dia tidak memberontak." ucap Cao Yuan dalam pikiran Shen Huo An.


Shen Huo An mengangguk setuju namun tiba tiba sebuah tangan lembut menyapu wajahnya.


Baaaams!! Dhuaaar!


"Masih berani mengalihkan perhatianmu disaat bertarung denganku! " ucap Mei Chong Feng dengan nada marah.


Shen Huo An yang terkena tinjuan tangan Mei Chong Feng segera menyeimbangkan tubuhnya.


"Hehehe aku sebenarnya tidak meremehkanmu, namun tadi aku sangat ingat bahwa kamu menyebut dirimu sangat agung? " ucap Shen Huo An kemudian merapal sebuah mantra.


Swuuung! tubuhnya bergetar, disaat yang bersamaan muncul sebuah hologram bergerak dibelakang punggungnya yang menggambarkan seorang Phoenix yang lebih agung dari Mei Chong Feng.


Seketika Mei Chong Feng tubuhnya langsung bergetar melihat siapa lawan didepannya.


"Kakak Hao Tian Shi! " ucap Mei Chong Feng yang kini mengenal siapa Shen Huo An.


***$


Flash Back!


Di sebuah Dunia Hewan Suci. Dunia yang didiami oleh ras hewan yang berbeda, di Dunia tersebut memiliki tiga ras terkuat yang dianggap sebagai Legenda.


Ketiga ras terkuat tersebut tidak lain, Ras naga, Phoenix, Singa. Namun ketiga ras tersebut tidak pernah akur karena persaingan dalam memperebutkan kekuasaan.


Kejadian yang sangat pait terjadi saat Dewa Naga pada masa kecilnya belum menjadi seorang Dewa yang disegani dialam Dewa, walaupun ranah Kultivasinya masih di ranah Kaisar Dewa.


"Siapa yang sedang bertempur secara mengerikan? " gumam Dewa Naga penasaran.


Ledakan dan getaran yang terus terjadi membuat banyaknya Ras Hewan Suci yang lebih lemah berlarian diri untuk kabur. Karena rasa penasaran, Dewa Naga yang belum menjadi seorang Dewa yang disegani dialam Dewa segera mencari sumber pertarungan tersebut.


Sesampainya.


"I..n..i pembantaian." ucap dalam hati Dewa Naga melihat banyaknya mayat para Phoenix, dan terlihat seekor Phoenix melawan tiga bawahan Dewa yang memiliki ranah Kaisar Dewa Puncak.


Baams! Dhuaar! Dhuaar! karena kalah dalam jumlah, pemimpin Phoenix terdahulu yang bernama Hao Tian Shi terluka cukup parah, Dewa Naga yang melihat itupun seketika melesat dengan tubuh Naganya untuk membantu Hao Tian Shi bertarung.


"Terimakasih! Ucap Hao Tian Shi melihat kedatangan Dewa Naga. "


Dewa Naga hanya mengangguk dan kemudian mengaum sejadi jadinya karena apa yang dilakukan para Dewa telah kelewat batas.


Roaaarh!


"apakah para Dewa hanya bisa memburu kaum kami. " ucap Dewa Naga marah.


"Hahaha ada kadal besar, sepertinya cukup untuk meningkatkan kultivasi Penguasa. " ucap salah satu pria yang sepertinya melihat mangsa yang lebih besar didepan mereka.


Dewa Naga terdiam, dia kini menatap Hao Tian Shi.


"Apakah ada Rasmu yang masih hidup. " ucap Dewa Naga.


"A-ada dan terimakasih telah menolongku. " ucap Hao Tian Shi.


Setelah itu Dewa Naga meminta Hao Tian Shi untuk membawa pergi jauh sisa rasnya yang disembunyikan, dan ia juga meminta pada Hao Tian Shi untuk tidak kembali ke tempat pertarungan. Hao Tian Shi menyetujui keputusan Dewa Naga, namun dirinya tidak menyetujui keputusan tentang Dewa Naga yang akan menghadapi sendirian melawan bawahan para dewa. Singkat cerita Hao Thian Shi atau pemimpin pertama pada jaman Ras Phoenix mengikuti perintah Dewa Naga dengan baik, namun setelah membawa kabur rasnya untuk disembunyikan kembali, dirinya kembali ke pertempuran Dewa Naga yang bertambah kacau.


Hingga pertempuran tersebut diakhiri kemenangan oleh Dewa Naga dan Hao Thian Shi, karena merasa hutang Budi, Hao Tian Shi kemudian meminta Dewa Naga untuk menjadikannya bawahan.


Singkat cerita lagi, Hao Tian Shi berpamitan pada rasnya, namun dirinya melupakan Mei Chong Feng yang sedang berkultivasi tertutup untuk menembus ranah Kaisar Dewa. Dan setelah selang beberapa puluh tahun, akhirnya ras Phoenix perlahan bangkit, Mei Chong Feng selaku junior atau penerus Hao Tian Shi kelak yang akan memimpin Ras Phoenix telah selesai dalam pelatihan tertutupnya. Namun saat melihat ketidak adanya ras Phoenix disaat pelatihannya selesai, ia mencari rasnya hingga beberapa tahun akhirnya bertemu. Namun hal yang membuatnya terkejut hilangnya kabar Hao Tian Shi, seniornya sendiri. Karena tak ada kabar yang pasti, atau yang ia dengar hanyalah kabar yang diada ada membuatnya salah berpikiran bahwa Hao Tian Shi tewas saat pertempuran melawan bawahan para Dewa. Seketika iapun marah dan keluar dari dunia Hewan Suci menuju Benua Dewa atau alam Dewa.


Singkat cerita lagi, Mei Chong Feng telah tewas karena kekuatannya masih lemah dibandingkan dengan para Dewa, dan yang membuatnya menjadi sehelai Bulu Ratu Phoenix untuk mengingatkan para rasnya untuk segera membalas perbuatan para Dewa atau memerangi para Dewa. Disaat kematiannya ia juga memberi setengah kekuatan jiwanya yang tersisa pada bulu Phoenixnya yang membuat bulu Phoenix tersebut kini menjadi senjata ataupun pelindung.


*****


Shen Huo An mengangguk dan kemudian tersenyum pada juniornya sendiri.


"Maafkan kesalahanku adik. " ucap Shen Huo An merasa bersalah.


Tiba tiba air mata Mei Chong Feng menetes, entah apa yang ia rasakan kini, yang pasti sebuah rasa menyesal yang telah menyesatkan rasnya. Karena akibat ambisinya ras mereka kembali diserang oleh para bawahan Dewa kembali, hingga menyisakan Meilan yang hidup.


Mereka berdua akhirnya dipersatukan kembali, namun hanya sementara. Cao Yuan, Hao Shi, Luo Luo, Niu dan Meilan yang tidak mengerti kisah mereka hanya diam, namun mereka seperti mengikuti alur sedih dari cerita tersebut.