
Ratu siluman rubah ekor sembilan, Jing Yin yang sedang duduk di belakang gazebo istana miliknya tiba tiba terkejut setelah merasakan adanya dua aura kehidupan manusia didekatnya.
Swuuuush! Tubuhnya menghilang dan muncul tepat didepan Cao Zhen Xin serta She Luan yang pingsan.
"Siapa mereka. " gumam Jing Yin, dengan segera ia mengecek kondisinya, dua alis berkerut merasakan racun yang sangat ganas mencoba merusak organ dalam Cao Zhen Xin.
Tak hanya Cao Zhen Xin saja yang ia periksa, She Luan pun ia periksa dengan teliti, racun yang sama ia rasakan saat tangannya menyentuh nadi mereka berdua.
"Racun yang sangat ganas. " gumam Jing Yin kemudian mengibaskan tangannya kearah mereka.
Swuuuush! Tubuhnya lenyap membawa tubuh Cao Zhen Xin, She Luan kedalam kamar miliknya. Sebuah segel tangan ia peragakan mencoba menyembuhkan luka keduanya. Namun tiba tiba racun yang ada ditubuh mereka berdua menekan energi Qi yang ia berikan.
"Ra-racun yang sangat aneh. " ucap terkejut Jing Yin, karena racun tersebut malah menyerang balik dirinya.
"Jika aku membiarkannya maka aku sama saja halnya dengan para iblis, karena itu mau tidak mau aku harus membekukan tubuh mereka. " gumam Jing Yin karena ia tidak memiliki ide sama sekali.
Swuuuush! Ia kemudian mengeluarkan elemen es yang ia miliki mengalirkan kearah tubuh She Luan untuk membekukan peraliran darahnya. Setelah selesai, ia akan melakukan hal yang sama pada Cao Zhen Xin, namun tiba tiba aksinya terhenti setelah melihat wajah Cao Zhen Xin yang sangat mirip dengan seorang yang sangat ia cintai.
"Di-dia." ucap Jing Yin terdiam.
"Ti-tidak mungkin, De-dewa Naga tak mungkin bisa terluka, mungkin saja pemuda ini memiliki wajah yang mirip. " ucap Jing Yin kemudian membekukan tubub Cao Zhen Xin.
Setelah itu, ia kembali menatap wajah Cao Zhen Xin, perasaan aneh menggerumuti hatinya.
"Tapi sepertinya aku merasa dekat dengannya. " gumam Jing Yin.
Memikirkan hal yang tidak mungkin membuatnya sedikit pusing, karena itu ia segera keluar dari kamarnya. Kepergian Jing Yin tak disadari bahwa kalung yang menempel dileher Cao Zhen Xin tiba tiba bersinar. Aura kehidupan yang sangat kentara menyebar dan menghilangkan es yang menyelimuti tubuh Cao Zhen Xin, setelah itu aura tersebut berubah menjadi kabut keemasan yang dibaluti warna biru dan hijau. Kabut tersebut memaksa masuk ketubuh Cao Zhen Xin hingga tubuhnya bergetar.
Dua hari berlalu, Jing Yin mengecek keadaan mereka berdua dengan perasaan bingung, karena ia tidak memiliki solusinya, karena itu ia mencoba menanyakan racun yang dialami mereka berdua pada tabib yang ia kenal.
Nyatanya saat Jing Yin mengecek, kalung tersebut berhenti bersinar, dan tepatnya membungkus tubuh Cao Zhen Xin kembali dengan es, sehingga Jing Yin tidak menyadari bahwa luka Cao Zhen Xin sebenarnya sedang disembuhkan perlahan.
Ketiga harinya, kalung tersebut kembali melakukan tugasnya menyembuhkan Cao Zhen Xin tanpa sepengetahuan Jing Yin.
"Ughhhh! " disaat semua racun akan sembuh, Cao Zhen Xin sadar dari pingsannya, setelah itu ia memuntahkan darah hitam dari mulutnya.
"Ka-kamu.." ucap Jing Yin terkejut.
Cao Zhen Xin yang merasa bahwa dirinya disembuhkan oleh wanita cantik didepannya kemudian memberikan hormatnya.
"Terimakasih senior telah menyembuhkan saya." ucap Cao Zhen Xin menangkupkan tinjunya.
Jing Yin terdiam, mencoba mencerna apa yang terjadi.
"Senior, kenapa anda hanya diam saja. " ucap Cao Zhen Xin heran, namun keherannya menghilang setelah sadar bahwa She Luan tidak bersama wanita tersebut.
"Senior, dimana temanku yang saat itu..." ucap Cao Zhen Xin terdiam setelah melihat Jing Yin menunjuk kearah She Luan yang ada disebelahnya terbungkus es yang sangat dingin.
"Luaner! " ucap panik Cao Zhen Xin ingin menghancurkan es tersebut.
"Tu-tunggu tuan muda! "
Sontak Cao Zhen Xin menghentikan aksinya dan menatap heran wanita tersebut.
"Jika tuan muda menghancurkannya, bisa bisa racunnya akan menyebar kembali dan membunuh wanita manis itu. " penjelasan Jing Yin.
"Ta-tapi seharusnya aku..." ucap Cao Zhen Xin.
"Entahlah aku juga tidak mengerti tiba tiba kamu terbangun, dan biarkan aku memeriksa racun yang ada ditubuhmu. " ucap Jing Yin kemudian mengecek nadi Cao Zhen Xin.
Sontak raut wajahnya berubah ubah, dari pemeriksaannya tidak ada satu titik racun yang menyerang organ dalamnya, hal tersebut membuatnya menggelengkan kepalanya.
"Entah aku tidak tau pasti, tapi yang jelas kamu telah sembuh dari lukamu tanpa aku sendiri tau penyebabnya. Mungkin ini berkah dari langit. " ucap lirih Jing Yin.
Mata mereka bertemu, tiba tiba Jing Yin melihat sosok Cao Yuan dimata Cao Zhen Xin.
"Se-senior kenapa anda menatapku seperti itu. " ucap Cao Zhen Xin terkejut.
"Ehhh maaf maaf. " ucap Jing Yin salah tingkah kemudian berdiri dan melihat darah hitam disampingnya .