
Kyaaaat! Kyaaat! Phoenix biru memekik kecil, seakan akan ia ingin mencoba mengetes kegigihan pemuda yang terduga mencari keberadaan majikannya.
"Baiklah baiklah, ingat kamu hanya bisa mengetesnya hingga batasan akhir, selain itu kamu dilarang membunuhnya. " ucap Pertapa sakti.
Phoenix yang cantik berwarna biru seketika mengepakan sayapnya. Lalu terbang lebih tinggi diatas langit. Setelah itu ia mengepakan sayapnya lebih pelan, tadinya udara yang dirasakan sudah dingin, kini udara semakin bertambah dingin. Membuat Cao Zhen Xin yang sedang mengumpulkan energi Qi langsung menghentikan aksinya.
"Kenapa hawa dingin semakin bertambah. " gumam Cao Zhen Xin yang telah berhasil mengumpulkan sedikit energi Qi.
Tak berhenti disitu saja, Phoenix biru kini membuka mulutnya dan menyemburkan bola bola salju yang sangat dingin mengarah pada Cao Zhen Xin.
"Aneh. " gumam Cao Zhen Xin merasakan tubuhnya bertambah dingin.
Cao Zhen Xin tidak berhenti melapisi tubuhnya dengan energi Qi untuk menghangatkan tubuhnya, namun ia tersadar bahwa semakin ia memperkuat Qi untuk melindungi tubuh, hawa dingin juga bertambah dingin, sehingga ia menatap kearah langit.
"Phoenix nakal. " gumam Cao Zhen Xin merasakan aura Hewan Suci yang berasal dari Phoenix diatas langit sedang membuatnya kedinginan.
Swuuuush! Sekali hentakan, Cao Zhen Xin melesat kearah sang Phoenix, namun sebelum sampai.
Swuuuuush! Kyaaaaatt! Sang Phoenix yang melihat Cao Zhen Xin mengetshui keberadaannya langsung menghilang dengan kecepatannya.
"Sial terlambat. " gumam Cao Zhen Xin.
Sang kakek tua tersenyum lembut melihat tingkah Phoenixnya yang telah membunuh banyak Kultivator karena keserakahan mereka.
"Hehehe mungkin kamu cocok dengannya. " ucap pelan kakek tua dengan nada sedikit terkekeh.
Sang Phoenix yang telah melesat dengan kecepatan puncaknya menatap Cao Zhen Xin dengan tajam.
Kyaaaaatt! Pekikan Phoenix kembali menggelegar diatas langit, sontak Cao Zhen Xin menatap kearah timur menghadap langit dengan tatapan tajam.
Mata mereka bertemu, kedua mata tajam terus bertatap tatapan, Cao Zhen Xin yang merasakan tatapan Phoenix yang sangat tajam tak merasa takut sedikitpun, bahkan ia mencoba memberikan tatapan lebih mengerikan pada sang Phoenix. Raut wajahnya menjadi datar tanpa ekspresi.
"Phoenix itu sepertinya sangat membenciku karena keberadaanku disini. " gumam Cao Zhen Xin.
Swuuuuush! Sebelum ia memikirkan hal lain, sang Phoenix merenggangkan sayapnya, kemudian setelah itu sang Phoenix mengeluarkan hawa yang dingin berasal dari sayapnya.
Wuuuuush! Cao Zhen Xin yang merasakan hawa dinginnya yang lebih dingin dari awal hawa dingin yang ia rasakan langsung jatuh ketanah dengan sikap berlutut. Dengan segala upaya ia mencoba mengalirkan seluruh Qi yang ia miliki, sedikit Qi terus berjalan menghangatkan tubuhnya. Namun tekanan hawa dingin tak berhenti disitu saja, sang Phoenix yang tiba tiba membuka mulutnya membuat Cao Zhen Xin harus melepaskan tekanan hawa dingin atau ia sendiri yang akan mengalami luka dalam, bahkan kematian. Karena sang Phoenix dengan jelas akan memberikannya serangan yang bisa saja siap dilancarkan.
"Apakah aku benar benar akan mati disini. " gumam Cao Zhen Xin mencoba melepas tekanan hawa dingin.
Namun sayangnya ia benar benar tidak bisa bergerak, perlahan darahnya pun membeku dari ujung kaki hingga kini merambat ke tulang tulangnya. Sang pertapa sakti terdiam melihat seorang pemuda mampu menahan serangan hawa dingin yang dilepaskan Hewan Suci yang telah menemaninya selama ia hidup.
"Pemuda itu." ucap sang Pertapa sakti.
Kyaaaaat! Swooooosh! Pekikan kembali menggelegar dengan munculnya bola es dari dalam mulut sang Phoenix dan melesat kearah Cao Zhen Xin. Tanpa daya, Cao Zhen Xin hanya bisa menatap bola sebesar kepala melesat kearahnya.
Kraaacckkk! Dhuaaaaar! Disaat itu juga, kalungnya bersinar dengan sendirinya dan membuat Cao Zhen Xin kembali dapat bergerak, namun sayangnya bola es yang dilesatkan oleh sang Phoenix tidak bisa ia hindari, dan akhirnya bola es tersebut benar benar menabrak tubuhnya. Terpental sejauh tiga puluh meter, Cao Zhen Xin mengelap darah kental yang keluar dari bibirnya, kemudian ia menatap pada Hewan Suci dengan tatapan amarah yang memuncak. Emosinya meledak dengan sendirinya, perlahan bola matanya berubah menjadi berwarna keemasan, namun tiba tiba ia tersadar akan sesuatu.
"She Luan. " gumam Cao Zhen Xin kemudian mencoba menanyakan alasan sang Phoenix menyerangnya.
Bola matanya kembali menghitam dengan perasaan yang sebenarnya ia sendiri ingin membunuh sang Phoenix, namun tiba tiba ia tersadar oleh sosok She Luan, dibarengi dengan keanehan pada sang Phoenix.
"Seharusnya serangan tadi dapat membunuhku tapi...."
Swoooooosh! Belum melanjutkan ucapannya, sang Phoenix kembali melancarkan bola es dari mulutnya mengarah pada Cao Zhen Xin. Dengan segenap tenaga biasa tanpa energi Qi ia harus menghindari serangan tersebut.
Dhuaaaaar! Ledakan dahsyat kembali terjadi, namun nyatanya Cao Zhen Xin yang telah memejamkan matanya merasa heran.
"Apakah aku telah mati. " gumam Cao Zhen Xin membuka matanya.
Terlihat sang kakek tua yang tak lain pertapa sakti berdiri didepannya dengan tangan yang membuat perisai menutupi tubuhnya dengan tubuh Cao Zhen Xin. Tubuh tanpa sisa energi Qi kini membuat Cao Zhen Xin jatuh berlutut sambil memandangi kakek tua didepannya. Senyum tampannya ia sunggingkan pada kakek tua tersebut. Dan setelah itu pandangan Cao Zhen Xin berubah menjadi gelap.
"Pemuda yang sangat luar biasa, meskipun aku tidak dapat mengetahui keunikanmu, namun dari daya tahan tubuhmu melawan hawa dingin dan serangan Phoenix milikku sungguh membuatku sangat kagum padamu. " ucap lembut kakek tua kemudian mengibaskan tangannya, lalu setelah itu ia menghilang bersama Cao Zhen Xin, dan sang Phoenix yang ada diatas langit.
****
Fusen terus memikirkan cara secara diam diam agar dapat mengeluarkan kekuatan Buddha satva milik Cao Xie atau namanya yang telah ia ubah menjadi Wangzy, walaupun ia dapat mematahkan segel dua belas Dewa utama, namun ia sendiri tidak dapat membangkitkan kekuatan yang sebenarnya.
"Kakek sebenarnya seberapa kuat para Dewa itu. " tanya Wangzy heran, karena setiap hari ia selalu melihat wajah Fusen sangat gelisah.
"Nak dengan kekuatanmu kini mungkin dapat mengimbangi beberapa ranah yang sama denganmu, namun aku tidak yakin bahwa kamu sendiri dapat mengalahkan mereka dengan mudah. Karena itu aku akan memikirkan cara yang matang untuk mengalahkan mereka."
"Sudahlah, lebih baik kamu lihat rencana kita...." ucap Fusen terpotong.
"Kek rencana telah siap, kita hanya tinggal menunggu benih iblis tumbuh ditubuh pada pemilik senjata buatanmu kek."
"Bagus jika begitu. Ingatlah kamu awasi pemuda yang wajahnya mirip denganmu, karena dia adalah ancaman bagimu. " ucap Fusen yang mewaspadai pada Cao Zhen Xin, karena ia merasakan kalung yang ada dileher Cao Zhen Xin memiliki rahasia yang sangat besar.
"Baik kek. " ucap Wangzy menghilang.
****
Naga hijau yang telah selesai dengan tugas yang diberikan oleh Kaisar Langit seketika bingung dengan keberadaan Cao Zhen Xin karena sampai saat ini ia tidak merasakan kehadiran aura Cao Zhen Xin.
***
Guyys mari kita perang, soalnya kontrak udah selesai. Doain lancar updatenya ya. Thx udah baca ampe sejauh ini.