
Melihat pemuda yang bernama Yuan terkejut membuat Jendral Huangsi menaikan sebelah alisnya.
"Sepertinya kau sangat terkejut? " tanya Jendral Huangsi.
Cao Yuan tiba tiba salah tingkah ketika jendral Huangsi melihat raut wajahnya yang terkejut.
"Paman! hehehe aku hanya merasa aneh dengan sekte tersebut. " ucap Cao Yuan sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"Aneh? " ucap Jendral Huangsi masih menaikan sebelah alisnya.
"Sudahlah paman tak usah kau pikirkan! apakah aku boleh meminta satu permintaan? " tanya Cao Yuan.
Melihat raut wajah pemuda yang bernama Cao Yuan serius, jendral Huangsi segera menanyakan permintaan tersebut.
"Peermintaan apa Yuan? " jawab Huangsi.
"Jika boleh semua prajurit dan para jendral yang tadi berperang, jangan menyebarkan tentang kematian Jendral Haotie dan Tihao, karena aku memiliki rencana. Tolong kerjasamanya jendral! " ucap Cao Yuan kemudian melesat dengan kecepatan puncaknya.
Jendral Huangsi yang belum menjawab hanya diam melihat tubuh pemuda tersebut telah pergi tanpa meminta imbalan ataupun Cincin ruang milik prajurit kekaisaran Meiga.
***
Cao Yuan terus melesat menggunakan kecepatan puncaknya hingga tiba disebuah hutan yang sangat lebat, karena merasakan aura yang aneh, Cao Yuan segera menghentikan langkahnya.
"Ini aura apa." gumam Cao Yuan menatap ke depan hutan yang sangat lebat.
"Tuan muda! menurutku ini aura milik Kultivator peri. " ucap Roh Naga dikepala Cao Yuan.
Cao Yuan seketika terdiam. Tiba tiba sebuah pikiran terlintas dipikirannya akibat ilmu sejuta pengetahuan tiba tiba berfungsi.
"Kultivator peri adalah Kultivator yang memiliki wujud manusia, namun dibagian telinga mereka runcing. Ranah kultivasi mereka sama dengan para Kultivator lainnya. Peri juga memiliki sepasang sayap, dan mereka dapat berkembang biak jika pejantan memiliki energi Qi sebanyak dua puluh ribu lingkaran."
Cao Yuan terkesima dengan penjelasan yang diberikan ilmu sejuta pengetahuan. Namun dirinya juga memiliki rasa penasaran terhadap ras peri tersebut. Dengan santainya Cao Yuan kembali melangkahkan kakinya menuju kedalam hutan tersebut.
Swuuuush! tiba tiba Cao Yuan tubuhnya lenyap dan memasuki sebuah dunia kecil yang ada di hutan tersebut. Tak berselang lama dua tombak yang mengarah padanya membuat Cao Yuan segera bersalto kebelakang.
"Huh! hampir saja. " gumam Cao Yuan kemudian melihat dua peri wanita yang menatap tajam Cao Yuan.
"Siapa anda! " ucap sang peri.
"Galak sekali. " ucap dalam hati Cao Yuan.
"Kenapa diam? ras kami tidak menerima ras manusia! " ucap sang peri tersebut masih menatap tajam Cao Yuan.
Cao Yuan menaikan sebelah alisnya mendengar ucapan sang peri, namun dengan tenangnya Cao Yuan memberi sebuah alasan.
"Maafkan aku, aku hanyalah pemuda yang tersesat saat memasuki hutan yang tidak aku ketahui. " alasan Cao Yuan namun sedikit masuk akal.
Dua peri tersebut yang mendengar alasan Cao Yuan menaikan sebelah alisnya. Namun tiba tiba aura yang sangat kuat menerpa tubuh Cao Yuan.
"Aura apa ini! " ucap dalam hati Cao Yuan yang merasakan aura tersebut semakin mendekat.
"Hormat ratu peri Cyla! " ucap penjaga gerbang.
"Siapa manusia itu? " ucap sang ratu menunjuk wajah Cao Yuan.
Cao Yuan yang ditunjuk wajahnya sedikit menahan kekesalan, namun dia tak ingin menghakimi peri tersebut hanya karena masalah sepele tersebut.
"Kami tidak tahu ratu! kami juga terkejut ketika pemuda ini dapat memasuki gerbang dunia kecil kita. " ucap penjaga gerbang.
Cao Yuan yang mendengarkan menaikan sebelah alisnya.
"Dunia kecil? " gumam Cao Yuan yang ternyata tak sadar ternyata dirinya telah memasuki dunia kecil milik peri.
"Pemuda! katakan! bagaimana kamu bisa memasuki dunia kecilku? " tanya ratu Cyla menatap tajam Cao Yuan.
Cao Yuan dengan tenang mencoba menenangkan dirinya sendiri, karena Cao Yuan takut bisa lepas kendali jika sang ratu terus memprovokasi dirinya.
"Aku hanya tersesat. " ucap Cao Yuan tenang.
"Tersesat! " ucap semua peri terkejut.
"Enak sekali alasanmu! dunia kecil ini hanya dapat dimasuki oleh ras kami, dan ras manusia tidak akan bisa memasuki gerbang Dunia kecil peri karena darah kami yang berbeda " ucap sang Ratu tersebut.
Cao Yuan menaikan sebelah alisnya, karena dirinya juga tak mengetahui bagaimana dia bisa memasuki Dunia kecil tersebut. Sang Ratu yang melihat Cao Yuan kebingungan membuatnya langsung menyimpulkan bahwa pemuda tersebut menggunakan trik licik untuk memasuki dunia kecil serta menghancurkan ras peri.
"Tangkap hidup hidup pemuda tersebut! dan bawa dia ke istana peri! " ucap Ratu Cyla.
Cao Yuan yang baru saja bertempur dan energi Qinya telah terkuras saat membantu kekaisaran Hayla membuatnya menggerutu.
"Kesialan apa lagi ini! " gerutu Cao Yuan yang melihat para peri mengepung dirinya.
"Aku tidak boleh membunuh mereka, namun jika aku ditangkap bisa jadi aku yang terbunuh. " ucap dalam hati Cao Yuan bimbang.
Belum sempat berpikir untuk menyusun rencana, para pasukan peri tersebut memulai penyerangan mereka. Tombak dan pedang yang mereka genggam segera mengarah ke tubuh Cao Yuan. Dengan sisa energi Qi yang dimiliki, Cao Yuan segera menghindar tanpa membalas serangan mereka.
Para peri yang menyerang Cao Yuan dengan cepat hanya bisa menganga melihat pemuda tersebut dapat menghindar tanpa kesulitan, bahkan untuk menyentuh baju pemuda tersebut saja mereka tak mampu. Disela sela pertarungan tanpa membalas serangan tersebut Cao Yuan tak memiliki ide untuk menjelaskan kehadirannya, dan akhirnya aura Naga milik Cao Yuan keluar dari tubuhnya, aura Naga juga seketika menyebar sejauh satu kilometer dari tubuh Cao Yuan, namun aura Naga tersebut hanya dikeluarkan setengah dari aura Naga yang sebenarnya.
"A...u..ra Na..g..a yang agung! " ucap terbata bata sang ratu peri.
Semua peri yang berada di area satu kilometer didekat Cao Yuan kini tak bisa bergerak, bahkan untuk melangkahkan kakinya mereka pun tak bisa. Karena terpaksa Cao Yuan menggunakan aura Naga tersebut, dan setelah melihat semua peri kini hanya diam, banyak juga mereka yang kini tengah berlutut karena ranah kultivasi mereka yang rendah.
Sang Peri yang mengenal aura Naga tersebut segera berlutut dihadapan Cao Yuan.
"Mo-mohon ampun Dewa Naga! " ucap sang Ratu memberanikan diri.
Cao Yuan terkejut sang ratu yang mengenali aura Naga milik Dewa Naga segera menghilangkan auranya. Tiba tiba ratu serta semua kaum peri yang mengenal aura milik Cao Yuan segera berlutut dihadapannya.
"Ho-hormat kami Dewa Naga! maaf atas kelancangan kami yang tak mengenal Dewa! " ucap kaum peri kompak.
Cao Yuan hanya diam, kini ia malah merasa bersalah akibat mengeluarkan aura Naganya, sehingga para kaum peri menganggapnya seorang Dewa Naga.