
"Saatnya pembantaian. " ucap dingin Cao Zhen Xin.
Wajah yang tadinya tampan berubah menjadi datar tanpa ekspresi. Swuuuush! Pedangnya terbang sendiri seperti memiliki pemikiran untuk membunuh lawan Cao Zhen Xin. Cao Zhen Xin yang melihat pedangnya terus membunuh keluarga Tao segera menatap tajam kakek tua yang kini tersenyum kearahnya.
Swuuuush! Satu hentakan kaki Cao Zhen Xin melayang dan muncul didepan kakek tua.
"Anak muda, serahkan She Luan, maka hidupmu tidak akan menderita. " ucap kakek tua.
"Cihhh! Langkahhi dulu mayatku. " ucap Cao Zhen Xin yang tak gentar merasakan aura dewa sejati tingkat tiga yang keluar dari tubuh kakek tua tersebut.
Baaaamss! Dhuaaar! Saat itu juga keduanya menyerang dengan tinju mereka, sehingga setelah benturan, daya kejut terjadi yang membuat Cao Zhen Xin terpental sejauh sepuluh meter. Namun kakek tua tersebut tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya.
"Apapun usahamu dalam menyelamatkannya itu tidak akan pernah bisa, jadi menyerahlah. " ucap kakek tua yang tidak ingin membunuh Cao Zhen Xin.
"Ciih! " hanya itu saja yang keluar dari mulut Cao Zhen Xin. Setelah itu, Cao Zhen Xin kembali melesat menyerang kakek tua sambil menyarangkan serangan tinjunya.
Kecepatan yang lambat bagi kakek tua yang bernama Tao Lifu membuat semua serangan Cao Zhen Xin sangat mudah dihindari.
"Satu juta kali mencoba pun kamu tidak akan pernah berhasil melukaiku, jadi menyerahlah. " ucap Tao Lifu.
"Kenapa menyerah jika aku belum mencoba teknikku. " ucap Cao Zhen Xin menambah kecepatannya.
"Seribu telapak Ilahi. " teriak Cao Zhen Xin.
Swuuuush! Tiba tiba kecepatannya sangat cepat, tiap serangan yang mengarah titik vital Tao Lifu membuat Tao Lifu mau tidak mau harus serius dalam menghindari serangan Cao Zhen Xin.
****
She Luan sedikit merasakan lega setelah adanya pedang emas milik Cao Zhen Xin yang membantunya, karena pedang emas terus bergerak dan membunuh anggota keluarga Tao.
***
Cao Zhen Xin terus melakukan teknik seribu tapak Ilahinya, bahkan kini Tao Lifu merasa kesal, karena ia sendiri tidak bisa membalas serangan Cao Zhen Xin yang sangat cepat.
Baaaamss! Dhuaaaar! Akhirnya Tao Lifu yang menganggap remeh Cao Zhen Xin terpental setelah hantaman tangan yang cepat menghantam perutnya. Terpental sejauh lima meter kebelakang, Tao Lifu tidak melihat sama sekali keberadaan Cao Zhen Xin.
"Kamu mencariku? " ucap Cao Zhen Xin dibelakang Tao Lifu.
Baaaamsss! Dhuaaar! Seketika Tao Lifu terpental kedepan saat menyadari suara dan dibarengi hantaman tangan Cao Zhen Xin.
Swuuuush! Cao Zhen Xin menghilang dan kembali melakukan hal yang sama, menghilang kesisi yang dimana Tao Lifu tidak akan pernah menyangka keberadaannya sambil menghilangkan auranya.
Baaaaamsss! Tao Lifu kembali terpental, namun ia terpental kesamping, darah yang kental keluar dibibirnya.
"Kauuu membuatku marah. " ucap Tao Lifu kemudian mengeluarkan seluruh auranya membunuhnya, berharap Cao Zhen Xin akan terkena dampaknya.
Sleeeep! Swuuuuush! Baaaaamsss! Cao Zhen Xin yang terlepas dari aura membunuh, seger melakukan hal yang tadi sempat tertunda. Tao Lifu yang terkejut kakinya tertarik dan melesat kearah tanah hanya bisa diam merasakan sakit saat tubuhnya membuat kawah besar ditanah yang ia tabrak.
"Mungkin aku tidak bisa membunuhmu secara langsung, namun jika bertarung menggunakan pikiran, aku bisa mengalahkanmu. " ucap Cao Zhen Xin.
Karena sejak awal bertarung ia sempat memikirkan cara kotor agar dapat melukai Tao Lifu yang ranah kultivasinya dua tingkat diatasnya. Tao Lifu yang kini telah bangkit menatap Cao Zhen Xin dengan kebencian yang mendalam.
"Akan kubunuh kau! " Swuuuush! Tao Lifu langsung melesat kelangit sambil mengeluarkan pedangnya dari dalam cincin ruang miliknya.
Cao Zhen Xin tak ingin mati konyol dengan cepat memanggil pedangnya. Swuuuung! Pedang emas yang telah membunuh puluhan keluarga Tao bergetar dan kemudian melesat kearah Cao Zhen Xin.
Ctiiiiing! Baaaamsss! Dhuaaaar! Saat pedang Tao Lifu akan menyentuh tubuh Cao Zhen Xin, pedang emas segera memblokirnya. Wajah keterkejutan Tao Lifu terlihat setelah pedangnya patah menjadi dua setelah berbenturan dengan pedang yang tidak Cao Zhen Xin genggam.
Swuuuung! Pedang masih berdengung hingga Cao Zhen Xin menggenggam pedangnya. Kini ia menatap Tao Lifu yang wajahnya terkejut setengah mati. Pedang tingkat tinggi yang selalu menemaninya telah patah.
"Kek buang raut wajah terkejutmu itu. " ucap Cao Zhen Xin kemudian melepas tebasan kearah Tao Lifu.
"Perisai Tao." ucap Tao Lifu cepat.
Baaaamsss! Dhuaaaar! Ledakan dahsyat kembali terjadi dilangit, Tao Lifu yang telah menggunakan perisai andalan milik keluarga Tao terpental menuju tanah dan menabraknya. Hingga tanah tersebut berlubang membentuk tubuh Tao Lifu.
"Pedang apa itu. " ucap Tao Lifu merasakan luka dalam yang sangat berat.
"Tanyakan dineraka saja kek. " suara Cao Zhen Xin membuat Tao Lifu terkejut.
Jleeeeb! Saat ditengah keterkejutannya, pedang emas menancap di jantungnya. Cao Zhen Xin mengela napas sejenak setelah berhasil membunuh Tao Lifao, Pill penyembuh tingkat dewa yang tersisa ratusan kembali ia telan.
Dalam benturan tangan kosong memang Cao Zhen Xin terlihat baik baik saja akibat kualitas tulangnya ditingkat Dewa, namun kekuatan jiwanyalah yang kacau, sehingga ia harus menelan Pill penyembuh untuk menyetabilkan kekuatan jiwanya. Mata tajamnya dan raut wajah datarnya kini menatap She Luan yang terlihat banyak luka disekujur tubuhnya.
Swuuuush! Tanpa banyak kata, Cao Zhen Xin melesat dan menebas tubuh keluarga Tao dengan pedang emasnya, setiap tebasan satu nyawa melayang. Cao Zhen Xin yang telah berhasil membunuh salah satu tetua keluarga Tao juga membuat nyali anggota keluarga Tao menjadi ciut, banyak dari mereka yang mencoba kabur, namun pedang emas yang telah dialiri Qi kembali melesat mengejar mereka hingga membuat mereka yang ingin kabur tewas. Tiga menit berlalu akhirnya tidak ada satupun keluarga Tao yang masih hidup.
"Luan bagaimana kabarmu. " ucap Cao Zhen Xin kemudian menyandarkan She Luan yang akan pingsan.
"Aku baik baik saja. " ucap She Luan mencoba melepas pelukan Cao Zhen Xin.
"Tenanglah, makanlah Pill milikku agar lukamu cepat sembuh. " ucap Cao Zhen Xin.
Gleeek! Pill tingkat Dewa segera ditelan oleh She Luan, seketika manfaat segera beraksi beberapa detik setelah She Luan menelannya. Wajah keterkejutan She Luan terlihat.
"Ini..." ia tak menyangka Pill penyembuh yang diberikan Cao Zhen Xin sangat cepat bereaksinya dalam menyembuhkan luka miliknya.
"Sudahlah, lebih baik kita mencari tempat istirahat. " ucap Cao Zhen Xin merasa sangat lelah, karena ia harus menggunakan banyak energi Qinya untuk membuat pedang emas miliknya bergerak sesuai keinginannya.