Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Roh Dewa Naga lama yang dibangkitkan.


Keduanya kini mulai menyerang menggunakan elemen yang dimiliki mereka. Ledakan dahsyat kembali terjadi saat api hitam, dan api yang dibaluti petir bertabrakan. Kaisar kegelapan yang merasa tidak dibutuhkan memutuskan untuk membantu Xao Li dengan melesat kembali kearah istana dewa. Namun Cao Yuan yang melihat hal itu tak tinggal diam, sehingga ia membuka mulutnya, dan api yang dibaluti petir melesat cepat kearah Kaisar kegelapan.


Baaaamsss! Dhuaaaaar! Kaisar kegelapan meledak menjadi kabut darah, terlihat jelas bahwa mode Naga Cao Yuan bukan tandingan Kaisar kegelapan, karena sekali serangan telak dapat meledakan tubuhnya. Mata kedua naga kini bertatap tatapan tajam, namun tatapan aneh terlihat dimata naga hitam. Sehingga Cao Yuan sedang berpikir keras.


"Siapa sebenarnya, kenapa seperti sedikit mengenalnya namun aura iblisnya sangat kental. " gumam Cao Yuan.


Baaaamsss! Dhuaaaar! Cao Yuan yang teralihkan perhatiannya tak merasakan bahwa ekor naga hitam mengibaskan kearah tubuh Naganya, sehingga daya kejut terjadi, dan Cao Yuan terpental sejauh sepuluh meter dengan ukuran raksasanya itu.


Tanpa berpikir panjang siapa sebenarnya naga hitam tersebut, Cao Yuan melesat dan pertarungan antar naga pun terjadi, Fusen yang merubah bentuknya menjadi naga terus menyembur dan mengibaskan ekornya kearah Cao Yuan, begitu sebaliknya dengan Cao Yuan yang memblokir dan membalas serangan pada Fusen.


****


Kaisar Langit Cao Lian, yang melawan Kaisar Langit Xao Li juga tak kalah sengitnya, mereka bertukar serangan dengan cara melakukan segel yang mereka kuasai. Namun formasi bintang yang baru, yang sedikit berbeda dengan formasi bintang yang lama, membuat Xao Li kewalahan.


Hingga luka dalam dialami oleh Xao Li, berbeda dengan Dewi Lianhua yang melawan Dewa pedang didepannya, dewa pedang memang seorang dewa, namun dewa pedang bukanlah seorang dewa utama yang membuat hujan, petir, bahkan awan dilangit alam fana, sehingga dewa pedang hanya disebut sebagai dewa biasa, namun kekuatannya sama dengan dewa utama lainnya. Pertarungan yang sengit terus terjadi, ledakan getaran bahkan sedikit guncangan terjadi.


****


Setengah penduduk, atau bawahan para dewa yang digempur oleh pasukan sekte Abadi yang dipimpin oleh tetua Lu Ye, dan hewan suci yang di pimpin oleh naga hitam pun berakhir dengan sedikit kerugian dipihak mereka. Karena sejak gempuran awal serangan jarak jauh, seperempat pasukan bawahan para dewa tewas sia sia. Setelah itu Hewan Suci dan pasukan Abadi yang bekerja sama menggempur bawahan para dewa dengan serangan dekat, mereka juga memberikan kesempatan pada mereka yang mau tunduk, namun terdapat seperempat lainnya menolak dan memberontak. Hal tersebut membuat pasukan sekte Abadi dan juga Hewan Suci membunuh pemberontak tersebut, dan kini tersisa lah setengah dari bawahan para dewa yang mau tunduk pada mereka.


****


Cao Yuan dan Fusen yang merubah bentuknya menjadi naga kini melilit satu sama lain, serangan mulut kemulut dengan dua elemen yang mereka miliki pun terjadi, sehingga luka dalam dialami oleh keduanya, Cao Yuan merasakan kekuatan Fusen terus bertambah, hingga kekuatannya sama dengan pertempuran awal, sehingga kini ia menyimpulkan Fusen menyerap energi dewa atau bawahan para dewa yang telah tewas untuk dijadikan kekuatannya.


Lilitan yang terlepas, mereka bertarung kembali dengan cara mengibaskan ekor, semburan api yang keluar dari mulut mereka juga terus bertabrakan, hingga tiba tiba Cao Yuan mengerahkan seluruh kekuatannya menyerang Naga hitam dengan semburan api yang dibaluti petir menabrak tubuh naga hitam.


Baaaaamsss! Dhuaaaaar! Naga hitam terpental dan mendarat deras kearah tanah, sehingga membuat kawah berbentuk naga sepanjang seratus meter terlihat. Naga hitam tak berkutik, namun Cao Yuan terkejut melihat siapa yang telah ia kalahkan.


"Gu-guru! " ucap Cao Yuan merubah bentuknya menjadi pemuda tampan.


Dewa Naga yang lama kemudian mencoba bangkit, setelah bangkit Dewa Naga yang lama, atau biasa disebut dengan nama Zhou Xiang menatap Cao Yuan yang sepertinya meminta padanya untuk segera mengakhiri semuanya. Namun tanggapan Cao Yuan berbeda, ia mengira gurunya sangat kecewa padanya.


Namun mata Zhou Xiang yang melihat Cao Yuan berlutut berubah menjadi hitam.


Jleeeeeb! Setelah berlutut Cao Yuan kembali berdiri, namun yang membuatnya terkejut, mata gurunya menjadi hitam dan langsung menusukkan pedangnya kearah Cao Yuan.


"Arghhhh! " Cao Yuan memegangi pedang tersebut yang akan menembus tubuhnya, darah yang banyak juga keluar dari mulutnya. Matanya masih menatap gurunya dengan tatapan bingung.


"Ti-tidak guruku sudah mati! " ucap Cao Yuan meyakinkan dirinya.


Dhuaaaaaaaaaar! Ledakan yang sangat keras saat Cao Yuan melepas seluruh energinya, sehingga guncangan serta fenomena alam yang membuat alam dewa terjadi, langit yang mendung diakibatkan banyaknya yang melepas energi, serta petir menggelegar kini ditambah dengan guncangan gempa bumi yang kencang setelah Cao Yuan melepas energinya.


Hal tersebut ia lakukan karena ia sendiri sudah tidak bisa berbuat apapun, sehingga ia mengerahkan seluruh energinya dengan menyalurkan kearah pedang dan menjalar kearah Fusen lalu meledakan tubuh Fusen yang berubah menjadi gurunya.


Kini Cao Yuan berlutut dengan memegangi perutnya yang keluar darah banyak, darahnya pun sedikit berwarna keemasan, ia memandangi depannya dimana Fusen meledak, namun tiba tiba air matanya menetes melihat sosok gurunya yang mungkin benar ataupun hanya tiruan, walaupun ia merasa sedih, ia mencoba berdiri dan tidak menurunkan kewaspadannya karena ia tak ingin hal yang tadi terulang.


"Yuaner. " ucap Gurunya tersenyum. Namun wujudnya hanya seperti roh.


"Selamat telah menjadi Dewa Naga, sebenarnya aku dibangkitkan kembali oleh seorang bercadar hitam, dan setelah itu tubuhku dikendalikan olehnya. Aku dapat melihatmu, namun aku sama sekali tidak bisa berbuat apapun, sehingga terimalah energi sedikit yang tersisa dariku untuk mengobatimu. " ucap Zhou Xiang.


Cao Yuan terdiam, dan kemudian sinar keemasan melesat kearah luka bagian perut Cao Yuan, darah yang keluar perlahan terhenti, dengan tidak adanya rasa sakit yang ia rasakan.


"Gu-guru. " ucap Cao Yuan jatuh berlutut.


"Yuaner, lawanmu yang sebenarnya masih bersembunyi, dan berhati hatilah disetiap mengambil langkah. " ucap Dewa Naga yang berupa kabut roh terpecah menjadi energi keemasan yang kemudian menghilang.


Cao Yuan terdiam, dan kemudian ia merasakan bahwa energinya yang telah ia keluarkan seluruhnya kembali terisi penuh. Sebuah pikiran terlintas dipikirannya.


"Fusen! Aku berjanji akan membunuhmu suatu saat nanti. " teriak Cao Yuan yang menduga, yang mengendalikan roh gurunya adalah Fusen.


Tentu saja ia sudah mengetahui hal tersebut saat roh gurunya yang sudah tidak dikendalikan, mengatakan bahwa rohnya dikendalikan, dan karena wujudnya yang menggunakan wajah Fusen, sehingga ia mengetahui pelaku semua itu hanyalah Fusen.