
Setelah menjelaskan semua cerita, Cao Yuan, Kaisar Langit memutuskan untuk kembali kealam Budha. Sesampainya.
"Pasukanku, serta semuanya terimakasih telah datang dan membantuku, dan untuk Shen Huo An dan kesebelas dewa lainnya, aku harap kita segera melakukan rencana penyerangan kealam dewa secepat mungkin. " ucap Cao Yuan.
"Baik tuan muda! " ucap mereka hormat.
Setelah itu pasukan sekte Abadi segera kembali ketempatnya berlatih, dan Shen Huo An serta lainnya memasuki aula istana untuk membahas penyerangan kealam dewa. Semuanya telah duduk dikursi masing masing dengan perasaan yang tak sabar mengenai keputusan Cao Yuan dan kaisar langit.
"Aku memutuskan untuk melakukan penyerangan kealam dewa satu bulan lagi, dan mengenai kekuatan para dewa utama aku rasa kita tidak terlalu kesulitan." ucap Kaisar Langit.
"Sekarang aku meminta kalian semua untuk mengenalkan diri kalian dengan gelar dewa yang telah kalian dapatkan. " ucap Kaisar langit.
"Aku Shen Huo An, pengganti Dewa Halilintar yang telah tewas. " ucap Shen Huo An menangkupkan tinjunya.
"Aku Niu, sebagai pengganti Dewa Pengawas yang masih hidup. " ucap Niu.
"Aku Jaoyang sebagai Dewa Cahaya." ucap Jaoyang.
"Aku Jaoying sebagai Dewa Bumi. " ucap Jaoying.
"Aku Xing, sebagai Dewa Awan. " ucap Xing.
"Aku Luo Luo, sebagai Dewa Angin. " ucap Luo Luo.
"Aku Lylia sebagai pengganti Dewi Phoenix yang telah lama gugur. " ucap Lylia.
Kedua belas dewa pengganti dewa yang lama memperkenalkan diri mereka masing masing. Setelah itu Cao Yuan mencoba mengukur ranah kultivasi mereka semua dengan tenang. Terlihat kesebelas dewa baru memiliki ranah kultivasi kaisar dewa puncak tiga, dan satu hal yang membuat Cao Yuan tak bisa mencerna ranah kultivasi Lylia.
"Lier, kultivasimu. " ucap Cao Yuan.
"Gege, aku tidak tahu, hanya saja walaupun aku tidak berkultivasi energi didalam kalung ini terus memasuki dantianku, sehingga aku kini berada di kaisar dewa puncak empat. " ucap Lylia.
Cao Yuan, Kaisar Langit, dan Dewi Lianhua saling berpandangan sejenak, mereka bertiga tidak mengetahui alasan tiga Buddha utama memberikan kalung yang nyatanya sumber daya tersebut pada Lylia.
"Baiklah, semuanya telah mengenalkan diri, kini giliranku. Aku Cao Yuan aku menggantikan tugas Dewa Naga. " ucap Cao Yuan memberi hormat kepada semuanya.
Setelah itu Kaisar Langit memberikan rencananya, beberapa rencana tidak disetujui karena resiko yang ditanggung sangat besar. Hingga rencana kesimpulannya akibat usul dari Cao Yuan tersetujui tanpa ada yang meragukan.
"Bagaimana jika kita hanya menyerang para Dewa lama, sedangkan untuj prajurit atau bawahan Dewa yang mau menyerah, biarkan mereka hidup. Dan yang memberontak bunuhlah mereka. " ucap Cao Yuan.
Mereka semua telah sepakat, dan kini mereka membuat formasi penyerangan untuk pasukan sekte Abadi melawan bawahan para dewa. Tidak memungkinkan bawahan para dewa akan menyerah semuanya, bahkan bisa saja mereka tidak ingin menyerahkan diri semua. Maka dari itu mereka menyiapkan strategi perang untuk sekte Abadi agar meminimalisir kerugian yang akan terjadi.
"Bagaimana jika kita menggunakan formasi bintang? " ucap Kaisar Langit.
Mantan bawahan Dewa Naga tentu mengetahui formasi perang tersebut. Namun hal itu segera ditolak halus oleh Shen Huo An.
"Maaf Yang Mulia, formasi bintang mungkin sudah tidak terlalu berdampak bagi para bawahan Dewa, karena tentunya mereka mengenal jelas seluk beluk formasi tersebut. " ucap Shen Huo An.
"Yuaner, apakah kamu memiliki usul? " tanya Kaisar Langit.
Cao Yuan terdiam sejenak, kemudian ia memutar otaknya agar usul yang diberikan padanya tidak membuat kerugian dipihaknya terlalu banyak. Dan tentunya ia tahu tidak ada strategi formasi yang sempurna, sehingga ia harus membuat formasi yang setidaknya tidak membuat banyak kerugian dipihaknya.
"Emm bagaimana dengan formasi penyergapan, dengan dibarengi formasi serangan jarak jauh. " ucap Cao Yuan.
Semua Dewa baru, bahkan Kaisar Langit menaikan alisnya mendengar usulan Cao Yuan.
"Dewa Naga bisakah kau jelaskan secara terperinci. " ucap Shen Huo An.
Cao Yuan kemudian menjelaskannya secara detail, hingga kesimpulan strategi formasi serangan tersebut jelas, dan kesimpulannya. Pasukan sekte Abadi akan mengepung seluruh sudut istana yang ada dialam dewa dengan formasi lingkaran, setelah pasukan berada diposisi mereka masing masing. Cao Yuan akan menjadikan umpan, membuat istana atau kekacauan di alam dewa, sehingga para Dewa dan bawahan para dewa akan berkumpul menjadi satu.
Setelah bawahan para dewa berkumpul, serangan jarak jauh segera mereka lancarkan. Tentunya dengan berharap setengah pasukan bawahan para Dewa telah berkurang minimal seperempat pasukan seluruhnya, Dan tentunya jika mereka dapat memblokir semua serangan, seluruh pasukan sekte Abadi akan menggempur dengan serangan jarak dekat melawan bawahan para dewa.
Dan hal tersebut dibarengi dengan beberapa diantara mereka akan membuat segel pelindung untuk mengurung bawahan para dewa yang ingin kabur, dan ia juga menyampaikan untuk memberikan kesempatan pada bawahan para Dewa, memberontak hasilnya hanyalah kematian. Cao Yuan juga meminta beberapa dari mereka untuk menjaga pasukan sekte Abadi atau menjadi pimpinan pasukan.
"Apa ada yang keberatan? " tanya Cao Yuan.
Semua orang berpikir keras, hingga semuanya menyetujui usulan Cao Yuan.
"Dewa Naga! Tapi siapakah pemimpin pasukan sekte Abadi itu? " ucap Niu.
"Tetua Lu Ye. " ucap Cao Yuan singkat.
Mereka semua terdiam, dan kemudian ia mememberikan pesan pada tetua Lu Ye yang sedang berlatih, untuk segera hadir diperencanaan penyerangan kealam dewa tersebut.
"Hormat pada para dewa. " ucap Tetua Lu Ye hormat.
"Bangunlah! " ucap Kaisar Langit.
Setelah itu kaisar langit memberikan arahan pada tetua Lu Ye dengan rencana yang diberikan oleh Cao Yuan dengan jelas. Tetua Lu Ye mendengarkan dengan baik hingga akhir rencana.
"Hamba siap menerima tugas ini, namun apakah pasukan milik Tuan Muda akan menerima hamba jadi pemimpin mereka. " ucap Tetua Lu Ye.
Kaisar Langit tersenyum bersama Cao Yuan.
"Untuk jadi pemimpin pasukan memang harus terkuat dari pasukannya, namun yang harus kamu ketahui. Nyawa pasukanmu adalah nyawamu sendiri, jadi walaupun pemimpin pasukan adalah yang terkuat terkuat, tapi apa artinya jika ia meminta pasukannya untuk bunuh diri sedangkan ia berusaha kabur dari peperangan. " ucap Cao Yuan menegaskan kembali.
Kaisar Langit hanya bisa kagum dengan pola pikir anaknya, begitu juga dengan dewa baru lainnya. Terutama pada tetua Lu Ye yang terus dibuat kagum oleh Cao Yuan sejak berada disekte Pedang Naga Langit.
"Baiklah hamba akan mengingat ucapan Tuan muda! Terimakasih telah mempercayakan berkah ini padaku. " ucap Tetua Lu Ye hormat.
"Baguslah, mari kita kabarkan pada pasukan sekte Abadi, karena mereka harus tahu siapa pemimpin pasukan mereka. " ucap Cao Yuan.