Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Ketua Kelompok Pembunuh Bayangan


Komandan prajurit serta prajurit kota Taichi hanya diam, mereka sendiri tidak mengerti pemuda yang memiliki ranah Baja lima mampu mengalahkan ranah emas tingkat dua.


"Sungguh mengerikan! " gumam Komandan tersebut.


Cao Yuan tiba tiba memiliki sebuah ide yang mungkin akan memuaskan para warga yang kini saling memberikan ejekan dan hinaan pada Thai Hao.


"Tenanglah! " ucap Cao Yuan dengan suara keras membuat semua orang menatapnya dan membuat mereka diam.


Setelah semua orang terdiam Cao Yuan kemudian menghampiri Thai Lu dan Thai Hao.


"Bagaimana jika kalian memilih walikota Taichi yang baru. Dan aku meminta kalian pilihlah seorang yang dapat memimpin kota dengan baik, setidaknya memiliki sifat yang baik, ramah dan juga perhatian pada orang disekitarnya. Tak hanya kekuatannya saja yang tinggi, namun wawasannya juga harus mendalam agar membuat kota Taichi ini makmur. " ucap Cao Yuan.


Semua orang kembali saling berpandangan, karena mereka semua tak bisa mencari spesifikasi yang diucapkan bocah cilik tersebut. Walaupun bocah cilik, namun semua orang menyetujui keputusan bocah tersebut. Tiba tiba para warga menatap Komandan prajurit yang bernama Lu Cheng.


"Hormat kami pada walikota Taichi yang baru! " ucap mereka kompak.


Lu Cheng sang komandan prajurit sungguh terkejut, ketika semua orang langsung memilihnya tanpa ia sendiri mengajukan dirinya.


Cao Yuan kemudian menghampiri Lu Cheng.


"Komandan! karena semua orang sepertinya memilih anda, jadi sekarang keputusan ditangan anda sendiri. " ucap Cao Yuan tenang sambil menatap wajah Lu Cheng lekat lekat.


Lu Cheng benar benar masih tak percaya dengan keputusan para warga, sehingga dirinya hanya diam tanpa bersuara dan juga bergerak.


"Komandan! " ucap Cao Yuan mengejutkan Lu Cheng.


"Ehhh.. " ucap Lu Cheng sambil menggaruk kepala belakang yang tidak gatal.


"Bagaimana komandan? apakah anda mau menjabat sebagai Walikota? " tanya Cao Yuan serius.


"Ta..p.i pengangkatan walikota secara resmi seharusnya berada di Kerajaan Shao Ming. " ucap Lu Cheng.


Cao Yuan kemudian mengangguk.


"Baiklah, jika komandan benar benar bisa menjaga amanahku tadi, lebih baik kita segera menuju kerajaan Shao Ming atau kota Shao Ming. " ucap Cao Yuan.


Lu Cheng kembali terdiam, dia sungguh tak percaya. Walaupun dulu dia pernah bermimpi ingin menjadi pemimpin disebuah kota. Tiba tiba penjaga gerbang kota berlari menghampiri mereka.


"Komandan! Komandan! " ucap penjaga gerbang sambil ngos ngosan.


Semua orang menyatukan alisnya karena heran melihat wajah penjaga gerbang yang terlihat panik.


Lu Cheng kembali tersadar dari lamunannya dan segera menanyakan masalah apa pada penjaga gerbang tersebut.


"Ada apa Li Tie? " ucap Lu Cheng heran.


"Komandan! sekelompok orang berjumlah ratusan, dan sepertinya mereka pembunuh bayangan berada di depan gerbang berusaha untuk masuk ke kota, mereka mengatakan mencari seorang pemuda berumur lima belas tahunan yang telah membantai anggota mereka. " ucap Penjaga gerbang tersebut panik.


Lu Cheng seketika terdiam dan mencoba mencerna kata kata sang penjaga gerbang tersebut. Seketika para warga langsung menjadi panik ketika mendengar pembunuh bayangan.


Cao Yuan sendiri heran, dia mengira pembunuh bayangan dipimpin oleh dua saudara kembar yang ia bunuh, namun kini telah hadir ratusan orang kelompok pembunuh bayangan kembali membuatnya penasaran.


Karena itu masalahnya sendiri, membuatnya segera melesat dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya menuju gerbang kota. Lu Cheng dan prajurit yang berada di depan kediaman Thai Hao kemudian menyusul Cao Yuan yang melesat mendahului mereka.


Disela sela melesat mereka berdua berdecak kagum melihat kecepatan Cao Yuan yang hanya terlihat bayangannya saja.


"Komandan aku rasa pemuda itu bukanlah orang sembarangan, mana mungkin diumur sebegitu mudanya dia memiliki kekuatan yang tak diakal, bahkan para jenius di usia semudanya mungkin tak bisa mengalahkannya. " ucap Prajurit yang melesat disebelah Lu Cheng.


Cao Yuan yang tak ingin melihat korban dari prajurit kota segera melesat dan mengibaskan tangannya untuk mengeluarkan teknik telapak Ilahi.


Swuuush! Swuuush! Swuuush!


Baams! Baams! Baams! munculnya telapak tangan dari langit yang secara tiba tiba membuat pasukan pembunuh bayangan tak sadar dan alhasil mereka yang terkena tangan tersebut langsung menjadi kabut darah saat itu juga.


Aksi Cao Yuan membuat para prajurit kota segera mundur dan melihat seorang pemuda yang terus membantu mereka melawan pembunuh bayangan tersebut, hingga sebuah suara menggema terdengar.


"Berhenti Bocah! " ucap suara itu dengan unsur kemarahan didalam setiap huruf yang di ucapkan.


Cao Yuan hanya dapat merasakan aura ranah kultivasi alam tiga, namun dirinya tak dapat mengetahui sumber suara yang menggema itu.


Swuuush! Swuuush! Swuuush! seuliet bayangan hitam melesat zig zag kearah Cao Yuan, dengan matanya yang jeli dan tajam, dengan cepat ia segera menghindari bayangan yang melesat kearahnya.


"Cepat sekali! " gumam Cao Yuan yang terus menghindar dari bayangan tersebut.


Ia sendiri terkejut karena kecepatan bayangan itu sama cepatnya dengan ilmu meringankan tubuhnya.


Tiba tiba Cao Yuan merasakan sebuah tinju yang hampir mengenai punggungnya, namun lagi dan lagi ia bersalto dan membalikan tubuh, lalu tinju kecil miliknya ia benturkan dengan tinju bayangan tersebut.


Baaamss! ledakan dua pengguna Qi terdengar, daya kejut yang dihasilkan dua benturan Qi mereka membuat pasukan bayangan dan kota terpental, banyak juga yang memuntahkan darah dari bibir mereka.


Komandan Lu Cheng yang baru tiba dan melihat sambutan awal dengan dua benturan Qi dahsyat juga membuatnya diam, rasa takut kini tengah melanda hatinya. Karena ia kini tau didepan Cao Yuan, atau tepatnya yang berbenturan tinju dengan Cao Yuan adalah seorang Ketua kelompok pembunuh bayangan.


Ketua kelompok pembunuh bayangan yang melihat pemuda lawannya yang terlihat berumur lima belas tahunan, benar benar membuatnya terkejut setengah mati.


Karena kekuatannya sendiri bisa dikatakan sama rata dengan Ketua Sekte di Benua Rendah.


"Ku akui kamu memang kuat, namun mohon maaf, kuat saja tak bisa untuk mengalahkanku! " ucap Ketua kelompok pembunuh bayangan kembali mundur dan melesat Zig Zag.


"Mungkin sedikit repot dan membuang banyak tenaga! " gumam Cao Yuan tersenyum kecut.


Karena lawannya sungguh menyamai kecepatannya yang bisa dibilang hampir menyentuh tingkat kesempurnaan dari teknik meringankan tubuh.


"Apakah kau tau kenapa aku disebut sang bayangan hitam? " suara menggema dan bayangan dari ketua kelompok pembunuh bayangan masih saja melesat kesana kemari seperti sedang pamer dengan kecepatannya.


Cao Yuan yang mendengar ucapan lawan sedikit menahan tawa.


" Hehehe, memang kamu saja yang mampu? " ucap Cao Yuan.


Swuuush! dengan cepat Cao Yuan mengejar ketua kelompok pembunuh bayangan. Para prajurit dan komandan Serta anggota kelompok pembunuh bayangan hanya terdiam ketika melihat satu bayangan hitam dan satu bayangan sedikit keemasan kejar kejaran.


Hingga bayangan hitam tersebut tiba tiba berhenti dan membalikan badannya untuk memberi serangan kejutan.


Namun siapa sangka Cao Yuan sejak tadi tak menurunkan kewaspadaannya. Dengan cepat ia memblokir serangan kejutan tinju dari ketua kelompok tersebut.


Bammms!


Hari ini hanya bisa satu episode, dikarenakan author sibuk kerja di dunia nyata. Jika besok banyak waktu renggang pasti author nulis semaksimal atau mungkin dua episode dan bisa lebih.


Terimakasih.


Note : Like setelah membaca agar author tetap semangat walaupun cape selalu melanda tubuh asli author.