
Kaisar Langit tersenyum mendengar hal tersebut, Dewi Lianhua kini juga sedang mengobati Cao Yuan dengan energi Qinya membantu untuk memulihkan luka dalam yang dialami, setelah itu Dewi Lianhua mengibaskan tangannya dan menarik semua tubuh bawahan Cao Yuan didepannya.
"Terimalah energi yang memasuki tubuh kalian. " ucap Dewi Lianhua mengobati mereka semua dengan memberikan energi Qinya.
"Baik Dewi. " ucap mereka hormat sambil menahan rasa sakit.
Kaisar Langit yang masih tersenyum kepada Dewa Halilintar belum melakukan serangannya, karena ia tahu anaknya serta bawahannya sedang diobati oleh istrinya, karena itu ia belum ingin membunuh Dewa Halilintar, namun mereka tak menyadari Dewa Pengawas telah melaporkan kemunculan serta kekalahan Dewa Halilintar pada Xao Li.
"Dewa Halilintar jika kamu tidak mengikuti perintah Xao Li mungkin aku tidak akan membunuhmu saat ini, tapi karena kamu telah mengikutinya apalagi berniat membunuh anaakku maka hukuman terberat bagimu adalah kematian. " ucap Kaisar Langit dingin kemudian memunculkan formasi bintang diatas langit yang membuat perubahan fenomena.
***
Para Kultivator yang ada di Benua Tengah yang merasakan getaran serta mendengarkan ledakan dahsyat, dan kini munculnya bintang yang bersinar di siang hari membuat mereka penasaran, banyak juga yang mulai mendekat kearah kerajaan Tao.
Beberapa aliran sekte kecil hitam maupun besar putih juga sama, mereka mengirimkan beberapa tetua untuk menyelidiki pertempuran yang mengakibatkan fenomena aneh dilangit kerajaan Tao.
***
Setelah memunculkan formasi bintang, langit bergetar lalu bintang terbesar dan bersinar paling cerah memancarkan sinarnya sangat terang. Dewa Halilintar yang masih merasakan sakit ditubuhnya hanya bisa diam melihat Dewa Cao Lian akan mengeluarkan salah satu jurus hebatnya.
"Cao Lian mungkin jika aku mati Xao Li akan mengejarmu sampai didunia manapun. " ucap Dewa Halilintar mencoba memberikan ancaman.
"...." Dewa Bintang atau kaisar langit hanya diam, namun tangannya ia angkat keatas dengan mengacungkan jari manis diatas.
"Terima saja kematianmu. " ucap Kaisar Langit kemudiaj menunjuk tubuh Dewa Halilintar.
"Arghhhhh aku tidak bisa diam saja. " ucap Dewa Halilintar menyempatkan diri membuat segel tangan rumit.
Bintang yang bersinar terang menembakkan sinarnya kearah tubuh Dewa Halilintar, namun petir yang berasal dari tubuh Dewa Halilintar menyatu dan setelah itu petir yang telah bersatu menembakan petir kearah sinar dari bintang yang melesat kearahnya.
"Naif. " ucap Kaisar Langit kemudian mengibaskan tangannya kearah Dewi Lianhua dan Cao Yuan serta bawahannya setelah itu ia menghilang dan muncul diatas langit bersama Dewi Lianhua, Cao Yuan dan lainnya. Melihat dua energi yang akan berbenturan, Kaisar Langit membuat perisai yang menutupi seluruh kerajaan Tao dengan kekuatannya.
Swoooosh! Blaaaar! Jdaaar! Dhuuuaaaar! Seketika saat energi petir dengan formasi bintang bertabrakan ledakan yang sangat dahsyat terjadi, untungnya kaisar langit sigap langsung membawa semua orang untuk menghindari dari daya kejut dua serangan energi yang bertemu.
Selang beberapa menit setelah ledakan yang dahsyat didalam kerajaan Tao, mereka semua menatap kearah dimana Dewa Halilintar berada. Karena kini masih banyak debu yang berterbangan sehingga mereka ingin memastikan Dewa Halilintar telah mati ataupun masih bisa bertahan.
Cao Yuan dan bawahannya yang sudah sembuh bergidik ngeri dengan daya hancur formasi bintang, untung Kaisar Langit menutup kawasan kerajaan Tao dengan energi Qinya, jika tidak bisa bisa kehancuran dari Benua Tengah bisa terjadi saat dua benturan yang sangat dahsyat terjadi.
Selang beberapa menit menunggu debu beterbangan menghilang akhirnya debu tersebut hilang terbawa angin, terlihat bahwa tidak ada keberadaan sang Dewa Halilintar, hanya ada kawah sangat besar terlihat ditengah tengah kerajaan.
"Untunglah aku segera mengetahui maksud Dewa bodoh itu. " ucap Kaisar Langit kemudian membuat segel tangan.
"Yuaner, Kalian semua akan ikut kami kealam salah satu Budha, kalian semua tentunya sudah tau ranah kultivasi para Dewa, karena itu aku meminta kalian semua untuk segera berlatih. Karena kehadiranku sudah diketahui oleh para Dewa. " ucap Kaisar Langit menatap langit, ia merasakan beberapa aura yang memiliki ranah kultivasi kaisar dewa empat menuju kearah mereka.
"Baik Yang Mulia! " ucap bawahan Cao Yuan dengan hormat.
Setelah itu mereka secara bergantian memasuki portal dimensi yang menghubungkan dunia Buddha dengan Benua Tengah yang diciptakan oleh kaisar langir.
****
Xao Li bersama Dewa Pengawas segera menuju Benua Tengah saat Dewa Pengawas melaporkan keberadaan Cao Lian masih hidup, dan tentunya ia sendiri yang harus mengurus Cao Lian, karena hanya dia yang dapat mengimbangi ranah kultivasi Cao Lian, jika pada peperangan pengambil alih kekuasaan yang dulu, namun mereka tak mengetahui bahwa ranah kultivasi Cao Lian saat ini berada dipuncak kultivasi dan Xao Li masih berada di tingkat empat.
Swuuung! Muncul portal dimensi diatas langit kerajaan Tao yang telah porak poranda. Mereka berdua yang membawa sejumlah bawahan para Dewa mengitari pandangan kesegala penjuru kerajaan Tao setelah keluar dari portal dimensi.
"De..w.a Halilintar." ucap Xao Li terkejut karena tak merasakan keberadaan Dewa Halilintar.
Mereka semua hanya melihat puing puing bangunan yang telah hancur berantakan, terdapat kawah yang sangat besar membuat mereka memiliki kesimpulan.
"Jadi kita terlambat. " ucap Dewa Pengawas.
Xao Li terdiam mencoba mencerna semua yang terjadi, walaupun sulit diterima namun kenyataannya ia telah mengedarkan kekuatan jiwanya tak menemukan sama sekali jejak aura Dewa Halilintar.
"Ti-tidak mungkin. " ucap Xao Li tak percaya.
Xao Li menatap langit, dengan kebencian yang mendalam karena kematian Dewa Halilintar.
"Cao Lian tunggu pembalasanku. " ucap Xao Li kemudian membuat portal dimensi yang menghubungkan dunia Dewa dengan Benua Tengah.
Setelah itu Xao Li memerintahkan semua bawahan para Dewa untuk memberitahu para Dewa segera berkumpul di istana Dewa yang saat ini dipimpin oleh Xao Li, atau sebutan para Dewa menyebutnya Kaisar Langit.
Selang beberapa menit para Dewa segera menuju istana Dewa, dengan rasa heran dipikiran mereka karena baru kali ini Xao Li meminta kembali mereka untuk berkumpul. Xao Li membahas terkait kematian Dewa Halilintar dan kemunculannya Kaisar Langit Cao Lian bersama Dewi Lianhua, ia juga memberi tahu bahwa Cao Lian memiliki seorang anak bernama Cao Yuan, semua yang ia ketahui diberikan pada para Dewa jika mereka menemukan Cao Yuan dimanapun maka mereka harus menangkapnya hidup hidup.
****
Dialam yang entah dimana kakek berjubah hitam menyesap minuman anehnya dengan tenang sambil menatap cermin yang memperlihatkan kejadian yang terjadi diseluruh alam.
"Hahahahaha Kwan In, Shu Lai, Hao Xiang lihatlah kekacauan yang ku buat, dengan begini maka alam semesta akan hancur, dan itulah yang harus kalian terima karena telah mengasingkanku. " ucap tawa kakek misterius.
***
Xao Li juga memberikan tugas pada mereka untuk mencarikan darah Phoenix murni untuk meningkatkan kultivasinya agar ia dapat mengalahkan Cao Lian dengan mudah, karena ia masih mengira ranah kultivasi Cao Lian masih berada di Kaisar Dewa Puncak empat sama dengannya.