
Kenzie terlihat berjalan dengan tenang mengikuti pengurus lelang yang akan membawanya untuk membayar gadis ber-Ras Demi-Human.
Sehelum pergi, Vyone memberikan uang pas 600 Gold pada Kenzie untuk membayar. Kenzie tersenyum sekilas dan pergi ke belakang podium.
Kenzie melihat gadis ber-Ras Demi-Human diikat seperti anak laki-laki yang di pilih Vyone untuk di beli sebelumnya. Kenzie langsung saja memberikan 600 Gold begitu saja dan membawa gadis itu.
"Hey, kau tampan sekali. Apakah kau adalah Ras Vampir? Tapi rambutmu berwarna putih, atau jangan-jangan kau adalah setengah Ras Vampir dan setengah Ras Turkien? Kudengar Ras itu sudah punah meskipun Ras Turkien pernah kami kalahkan tapi kali ini sepertinya Ras Vampir juga membuat kehancuran pada Ras Turkien. Lalu, aku sangat sedih karena hanya satu bocah laki-laki saja yang kukenal. Tapi dia sudah di beli oleh gadis Vampir tadi dan pastinya dia telah mendapatkan Tuan yang baru."
Kenzie terdiam, dia hanya menyeret gadis Ber-Ras Demi-Human itu tanpa memperhatikan dan mendengarkan semua ucapannya. Dia membawa gadis itu pada Liyura dan mendudukkannya di samping Vyone.
"Lho?"
Gadis itu menatap terkejut pada anak laki-laki yang ada di samping Liyura.
"Amon? Kau juga ada di sini?"
Anak laki-laki yang merasa namanya di panggil segera menatap gadis itu dan juga terkejut.
"Kak Fiona?"
Mereka memang saling mengenal karena mereka pernah saling tolong menolong untuk lolos dari Vampir, namun tetap gagal.
"Kau juga ada di sini rupanya. Kupikir kita tidak akan bertemu lagi. Aku sangat khawatir padamu."
Fiona dengan sekejap melepaskan tali yang masih mengikat pergelangan tangannya dengan mudah.
"Kalian sebenarnya siapa? Aku yakin kalian bukanlah Vampir biasa."
Fiona juga mulai curiga dengan Vyone, Kenzie dan Liyura. Liyura yang mendengarnya hanya tersenyum.
"Kau tahu dimana keberadaan Raja Ras Vampir?"
Fiona terkejut, "Jangan bilang jika mereka adalah orang yang kau sebut, Amon?"
Amon yaitu anak laki-laki berumur 15 tahun terlihat menaikkan alisnya, saat berada dekat dengan Fiona, rasa takutnya menghilang begitu saja. Mungkin karena mereka memiliki perasaan seperti kakak adik.
"Entahlah. Jika itu benar maka baguslah. Vampir seperti mereka akan mendapatkan ganjaran atas perbuatan mereka yang semena-mena."
Liyura tidak tahu apa yang mereka bicarakan namun dia hanya mendengarkan. Vyone terlihat saling berpandangan dengan Kenzie.
"Kalian sudah menjadi milik Master. Kalian harus sopan dalam bertingkah laku."
Vyone berniat untuk memberi pelajaran namun Liyura menghentikannya.
"Katakan apa yang kalian inginkan?"
Liyura mencoba membuat mereka berada di pihaknya. Saat melihat sosok dan wajah Liyura, entah kenapa Fiona ingin tunduk pada gadis itu. Sedangkan Amon menjadi gelagapan dan salah tingkah.
"Kami ingin membalaskan dendam kami pada Vampir."
Setelah memgatakan itu, Liyura memasukkan mereka semua dalam Dunia Segelnya bersamaan dengan dirinya sendiri. Vampir yang melihat mereka menghilang dalam sekejap, menjadi heboh.
***
Liyura dan yang lainnya kali ini duduk di atas rumput yang sangat banyak di atas mereka. Fiona dan Amon langsung waspada pada Liyura.
"Kau adalah Ras Penyihir?!"
Fiona terkejut, dia menyadari jika sosok Liyura adalah sosok yang misterius. Dia menyadarinya saat dia melihat dua Vampir yaitu Vyone dan Kenzie yang sampai menadi Slave nya.
Amon juga merasa merinding dengan tatapan Liyura yang seolah tidak menerima penolakan dan jawaban yang tidak jelas. Dia ingin sesuatu yang di inginkannya.
"Siapa... sebenarnya kau?"
Fiona mengatakannya dengan lirih namun Vyone terlihat marah dan hampir mencekik leher gadis itu dalam tarikan nafas, namun Liyura langsung menghentikannya dalam sekejap.
"Tidak apa. Biar kujelaskan. Kalian tidak akan bisa menghadapi para Vampir untuk membalas dendam jika kalian tidak punya apapun yang dapat menjadi perantara untuk melawan mereka. Bukan hanya sekedar kekuatan saja yang kita butuhkan, tapi semua kemampuan yang kita miliki. Nah, di sini aku ingin bekerja sama dengan kalian. Karena kita memiliki persamaan dan tujuan yang sama untuk melawan Vampir, maka tidak ada salahnya kan bekerja sama?"
Fiona dan Amon terlihat saling memandang, mereka akhirnya mengangguk, "Kami akan bekerja sama, namun ada syaratnya."
Liyura mengangguk, "Katakan, kalian bisa menginginkan apapun."
"Pertama, kami tidak ingin di anggap sebagai budak, tapi karena kau berbaik hati membeli kami dalam lelang, maka kami akan mematuhi perintahmu."
Fiona menatap Liyura, Kenzie, dan Vyone, dan Amon melanjutkannya, "Kedua, kita hanya akan bekerja sama sampai Vampir musnah dan menghilang dari Mozart. Saat dendam kita telah terselesaikan, kami akan pergi dan kalian harus membiarkan kami pergi. Lalu setelah itu, kita tidak akan memiliki hubungan apa-apa lagi seolah tidak pernah saling mengenal."
Liyura terlihat berpikir, "Aku akan membiarkan kalian pergi jika kalian melunasi hutang kalian padaku. Aku telah membeli kalian dengan 700 Gold, di tambah untuk melawan Vampir pasti kalian butuh biaya untuk melawannya dariku seperti senjata dan juga bantuanku. Jadi semua nya di total kalian akan membayarku dengan 1 Blue Dice. Apakah kalian dapat membayarnya? Jika kalian dapat membayarnya maka aku akan senang hati melepaskan kalian seolah kita tidak pernah saling kenal."
Liyura tersenyum saat melihat ekspresi Amon dan Fiona yang terlihat merinding dan berkeringat dingin.
"Ada satu cara untuk kalian dapat membayarnya dengan gratis."
Fiona dan Amon menatapnya dengan pandangan ingin tahu membuat Liyura segera saja mengatakannya langsung.
"Kalian harus menjadi pengikut setia ku. Itu akan membuatku senang karena kalian akan bersumpah setia. Maka kalian tidak perlu membayar apapun, kalian hanya akan menaati perintahku. Selain hal itu, kalian akan mendapatkan apapun yang kalian inginkan. Dan bukan hanya mereka saja yang menjadi pengikutku, di sana masih banyak jika kalian ingin tahu."
Fiona terlihat mengerjapkan matanya, dia terkejut saat melihat berbagai macam jenis Magic Animal yang akhirnya terlihat sedang berjalan-jalan dan memakan buah yang tumbuh di antara pepohonan.
"Magic Animal? Bukankah katanya Magic Forest telah berpindah tempat? Apakah Magic Forest sekarang adalah milikmu?"
Liyura mengangguk, "Lebih tepatnya Magic Forest adalah Dunia Segelku. Penjaga Magic Forest mengangkatku menjadi pemilik hutan ini."
Setelah mengetahui sedikit identitas Liyura, Fiona bertekuk lutut di hadapannya.
"Maafkan hamba karena tidak mengenali Anda. Kami Ras Demi-Human akan bersumpah setia untuk pemilik Hutan Magic Forest! Karena Hutan ini adalah tempat tinggal Ras Peri. Bagi kami, Ras Demi-Human akan menaati semua perintah dari pemilik dan penjaga Magic Forest sampai akhir hayat kami!"
Liyirwa tidak terkejut, dia hanya takjub jika identitas dirinya senagai pemilik dari Hutan Magic Forest yang telah menjadi Dunia Segel ini akan sedemikian besarnya bagi Ras seperti Demi-Human.
"Namamu Fiona, kan? Apakah masih ada Ras Demi-Human lain selain dirimu?"
Fiona mengangguk, "Maaf jika hamba tidak memperkenalkan diri, nama hamba Fiona dan hamba adalah Putri dari Ras Demi-Human. Karena beberapa alasan, hamba terpisah dari Ras saat Ras Demi-Human di serang oleh Vampir hingga hanya beberapa saja yang selamat. Tapi, Ras Vampir berhasil mengalahkan kami hingga Raja dan Ratu Ras kami terbunuh. Ras Demi-Human sekarang, hanya tinggal nama saja, karena Ras kami mungkin sudah hampir punah."
Fiona terlihat sedih, dia menunduk untuk menyembunyikan ekspresi nya. Amon juga terlihat bertekuk lutut di hadapan Liyura.
"Aku juga akan bersumpah setiap pada pemilik Magic Forest seperti Kak Fiona. Sebagai setengah Ras Turkien dan setengah Ras Vampir."
Liyura tersenyum, "Kalau begitu kita impas. Kalian akan menjadi pengikutku mulai sekarang."
Meskipun Liyura terlihat senang, dia masih khawatir dengan keadaan di dunia luar yaitu tempat manusia tinggal di Lembah Wisteria. Gadis itu memiliki firasat jika hal yang sangat buruk akan terjadi.
"Kalau begitu, ayo kuantarkan kalian pada yang lainnya."
Liyura dan keempatnya berjalan ke arah goa di mana Aver dan yang lainnya sedang melakukan aktivitas seperti biasa.