
Keesokan harinya telah tiba, Liyura bangun dari tidurnya dan segera mandi di ruangan yang tersedia di dalam Castle.
Hidup di alam bebas membuat dia tidak bisa mandi begitu saja dan mengistirahatkan tubuhnya.
Liyura merilekskan tubuhnya dan berendam cukup lama. Beberapa saat kemudian, dia akhirnya menggunakan Gold Equip nya kembali dan mengaitkan pedang Bulan Sabitnya di pinggang.
Liyura akhirnya membuka Notifikasi Layar Virtual yang tidak terbaca olehnya tadi malam dan memutuskan untuk melihatnya sekarang.
--
[ Selamat! Anda menyelesaikan misi Rank A dan Rank S bersamaan membuat Anda mendapatkan 1 Regular Dice! ]
--
[ Anda mendapatkan Title "The Hero"
Anda akan diakui sebagai pahlawan jika Anda menyelamatkan orang lain dan Anda akan sangat dihormati oleh anggota kerajaan.
- Jika Anda menyelamatkan 1 orang, Anda akan mendapatkan 1 Gold atau Koin Emas ]
--
[ Anda mendapatkan gelar "Marquis"
Marquis adalah gelar bangsawan yang melindungi Raja dan terkenal dengan segala teknik bertarungnya. Untuk itulah dijuluki "Pedang Raja"
Efek : Anda akan dihormati oleh siapapun dan dapat memiliki kediaman sendiri. ]
--
[ Tambahan All Stat +50, HP dan MP diregenerasi! ]
--
[ Level Up! ]
[ Level Up! ]
[ Level Up! ]
[ Level Up! ]
[ Level Up! ]
--
Liyura tersenyum sekali lagi dan hanya mengecek statusnya. Dia menggambar huruf C di hadapannya untuk melihat keterangannya.
--
Liyura / Lv. 30
Class : Knight / Human
HP : 30.000
MP : 30.000
Skill. : Charm (Lv1), Cooking (Lv4), Absorb Energy (Lv1), Gold Wave (Lv2), Light Movement (Lv2), Silver poison (Lv1), Wings Angel (Lv1), Bare Hand (Lv2), Crescent Slash (Lv1), Moon Wave (Lv2), Swing Breaker (Lv1), Death Chaos (Lv1), Light (Lv1)
Title : Talented Knight, Master Cooking, Plant Killer, Goblin slayer, The Hero
Status
STR : 300
VIT. : 205
AGI. : 210
INT. : 353
MON : 100 Bronze
DC. : 1 Siver, 2 Blue, 1 Reguler
- Aura pembunuh (10%) [ Untuk mendapatkan Skill Death Aura ]
- Title The Hero ( Menyelamatkan 1 orang +1 Gold )
- Resistance terhadap Racun apapun
--
Note : Jika salah hitung dan ada yang kurang, mungkin bisa beritahu Author
Liyura hanya mengangguk puas. Padahal dia hanya 6 hari di Dunia CO ini tapi dia telah mendapatkan status seperti ini. Mingkin ini keberuntungannya menjadi seorang Player yang tidak menggunakan alat khusus?
Tentang Aura pembunuh yang tertera tadi, Liyura menjadi mengernyit bingung, bukankah dia selama 6 hari ini terus bertarung dan selalu membunuh lebih dari 10 Magic Animal jika tidak salah dan mungkin sudah terhitung puluhan Magic Animal yang dibunuhnya.
Itu karena ditambah misi umum dan misi spesial yang dia dapatkan. Juga tambahan untuk mengisi stok makanan untuk Guild.
Dan karena dia telah menyelesaikan misinya, mungkin dia akan langsung melanjutkan perjalanan sebagai Solo Player, karena dia tidak ingin terus-terusan menempel pada Guild Black Knight.
Liyura akhirnya memutuskan menemui Sky pagi itu dan membicarakan hal yang ada di pikirannya.
***
"Maaf Sky, mungkin alasanku tidak ingin bergabung, aku ingin selalu bebas di alam liar ini tanpa terikat pada siapapun dan apapun seperti Guild. Aku tidak tertarik untuk masuk ke Guild manapun."
"Hah, jika begitu aku tidak akan memaksamu untuk bergabung tapi jika kau berubah pikiran, pintu Guild Black Knight akan selalu terbuka untukmu, apapun yang terjadi. Bukankah kita tetap teman dan dapat menghubungi satu sama lain?"
"Yah, lagipula jika aku senggang, mungkin aku akan mencarimu dengan Magic Map atau peta yang tersedia. "
"Baiklah, kapan kau akan memulai perjalananmu?"
"Hari ini aku akan pergi, dan Sky aku mohon satu permintaan padamu?"
"Hah? Apa itu? Akan kukabulkan."
"......."
--
Saat siang hari tiba, Liyura telah berkemas dan memasukkan barang-barang pentingnya kedalam System Room dan bersiap berangkat.
Dia segera turun melalui tangga dan menuju aula dekat dengan pintu keluar Castle. Saat di perjalanan, dia bertemu dengan Lucia dan juga Sky.
"Kata Sky kau ingin pergi, jadi aku ingin ikut denganmu. "
"Maaf Lucia, aku hanya bisa memberitahumu jika Liyura akan pergi tapi aku telah memasukkanmu dalam anggota Guild ku sekarang. Jadi kau tidak akan ikut dengan Liyura." Kata Sky
"Apa?! Tapi aku ingin ikut dengan Liyura!"
"Baiklah aku pergi dulu."
"Liyura!! "
Sky hanya memegangi Gadis Elf itu dan membiarkan Liyura pergi. Liyura akhirnya mengaktifkan Skill Wings Angel nya dan terbang ke atas langit hingga tidak terlihat.
Sky melepaskan genggamannya dari tubuh Lucia dan pergi begitu saja.
***
Diatas langit, Liyura hanya memandangi daratan di bawahnya dengan perasaan campur aduk. Dia tidak pernah terbang setinggi ini, seakan apa yang dilihatnya dari atas sini menuju daratan seperti melihat semut saja.
Liyura dapat melihat ke arah yang jauh dan dapat melihat ke mana saja jika dia terbang seperti ini. Rasanya... Bebas.
Liyura tidak pernah bahagia sebelumnya di Real World karena dia selalu berusaha keras untuk mempelajari teknik bertarung maupun bersenjata selama sisa hidupnya tanpa merasakan apa yang dialami oleh gadis remaja seusianya.
Ayahnya saat itu sama sekali cuek padanya, hanya kedua kakaknyalah yang selalu ada bersamanya ketika suka maupun duka.
Liyura sejak kecil selalu diperlakukan keras oleh ayah maupun kakeknya. Dia memang tidak seperti kakaknya yang memang langsung berbakat bela diri.
Liyura menangis saat mengingat kembali masa lalu kelamnya saat itu. Dia sangat membenci ayahnya tapi dia selalu tersenyum ketika disiksa.
Bagaimanapun bukankah mereka sedarah? Dan hubungan keluarga itu meskipun disangkal bukankah faktanya tidak akan pernah berubah?
Liyura menangis sendiri di atas awan sambil membayangkan apa yang mereka semua lakukan di Real World? Apakah mereka menyesal ketika dia kecelakaan?
Mungkin hanya kedua kakaknya saja yang peduli padanya sejauh yang dia rasakan. Liyura hanya menatap sedih dirinya sendiri ketika mengulangi memori yang sangat pahit.
Liyura menghapus air matanya saat dia rasa sudah baikan dan akhirnya terbang turun. Liyura turun ke daratan dimana masih berada pada tempat 1 atau lantai 1 tapi di daerah yang berbeda.
Liyura sampai di sebuah restoran dan dia akhirnya memilih untuk memesan makanan karena dia lelah akibat menangis tadi.
Liyura masuk kedalam restoran hingga pintu yang dibuka olehnya terdengar bel yang berbunyi.
Liyura tidak menghiraukannya dan segera duduk di dekat jendela. Liyura melihat menu dan memilih makanan kesukaannya.
Salah satu Maid mencatat makanannya dan segera melenggang pergi untuk menyiapkan makanan yang dipesan.
--
Beberapa saat kemudian...
Makanan telah siap dan disajikan di meja gadis cantik itu. Liyura memakannya dengan lahap dan cepat. Beberapa hari tidak makan membuatnya ingin menambah porsi makanannya.
Saat dia makan, tiba-tiba ada yang menggebrak mejanya tapi tidak dihiraukan oleh gadis itu karena rasa lapar mengalahkannya untuk melihat seseorang yang mengganggunya.
"Heh, gadis ini cantik juga. Bagaimana jika kita membawanya?"
Kata salah satu lelaki dengan tatapan nafsunya pada Liyura. Liyura masih tidak merespon sampai salah satunya menggebrak meja membuat masakannya jatuh menimpa lantai dan berhamburan kemana-mana.
"Heh, begini baru benar. Kau jangan pernah mengabaikan kami gadis kecil. "
"Hey lihat! Dia punya pedang yang bagus."
Laki-laki itu nelihat ke arah Pedang Bulan Sabit Liyura dan ingin mengambilnya tapi sebuah tendangan telak menghantam tubuh mereka hingga mereka terpental sejauh 10 langkah dan terhenti karena menabrak dinding restoran.
"Beraninya kalian menjatuhkan makananku?!"
Liyura melesat bagai cahaya dan menarik kerah salah satu dari mereka.
"Katakan alasan mengapa aku harus mengampuni kalian karena telah menjatuhkan makananku!"
Liyura mencekik salah satu dari mereka hingga kakinya tidak menyentuh tanah. Beberapa saat kemudian, laki-laki itu mati tidak sampai 30 detik akibat kekuatan fisik Liyura.