
Setelah menemukan satu-satunya Ras Turkien yang menjadi kunci untuk membuka Portal Sihir sebagai tali penghubung untuk menemukan para Jenderal Wisteria, Liyura merasa tidak harus mengorbankan pemuda ber-Ras Turkien itu hanya untuk membuka Portal Sihir.
Liyura menatap Vyone yang masih bertarung. Memang dari awal mereka ingin sama-sama membantu pertarungan Vyone melawan Vampir itu namun Liyura menyuruh mereka untuk menunggu saja sesaat setelah Liyura mulai akrab dengan pemuda ber-Ras Turkien beberapa saat yang lalu.
Bahkan meskipun umur mereka---Liyura dan Pemuda itu hanya terpaut satu tahun saja, dan pemuda itu lebih tua dari Liyura. Gadis itu merasa sedang menjaga adik laki-lakinya saat melihat tangan pemuda itu tidak mau lepas darinya.
"Bisa kau lepaskan sebentar?"
Pemuda itu terlihat menggeleng dan malah semakin mengeratkan tautan tangannya membuat Aver menoleh ke arah mereka berdua.
"Apa perlu ku paksa untuk melepaskan tangannya?"
Liyura menghela nafas dan menggeleng, dia menyuruh Aver untuk membiarkannya saja. Lagipula, akan bahaya jika waktu-waktu tertentu Vampir yang melawan Vyone akan merebutnya lagi. Jadi, untuk sekarang menurut Liyura, gadis itu tidak keberatan untuk berpegangan tangan...
Melihat pertarungan terlihat berimbang, Liyura terlihat lesu hingga ia berjalan ke arah ujung tebing dengan ketinggian 15 meter dari atas permukaan tanah, dimana di sampingnya mengalir air terjun yang mengarah ke bawah.
Liyura melihat pemuda itu masih mengikutinya kemanapun gadis itu pergi membuat Liyura merasa agak jengkel sebenarnya. Namun dia tidak mempermasalahkan hal itu.
"Siapa namamu?"
Liyura merasa tenang mendengar suara deburan air terjun yang mengarah ke bawah mereka dengan ketinggian ekstrem. Pemuda itu menatap Liyura yang berdiri di sampingnya dengan tatapan seolah berpikir.
"Namaku?"
Liyura mengangguk, "Aku yakin kau punya nama, jadi katakan saja padaku."
Pemuda itu menatap Liyura lama, "Kenzie."
Liyura menoleh ke arahnya saat mendengar sebuah nama. 'Kenzie' sangat berbeda dengan pemuda itu sendiri.
"Namaku Kenzie."
Liyura tersenyum. Dia akhirnya mengangguk mengerti, "Mulai saat ini, kita akan selalu bersama."
Liyura melihat pertarungan telah selesai dengan Vyone memenangkannya. Tentu saja dia bisa menang karena gelar nya sebagai Vampir Bulan Purnama dan sebagai Elder Ras Vampir, juga sebagai Vampir terkuat setelah Raja itu bukan omong kosong berarti jika dia tidak bisa mengalahkan Ras Vampir yang gelar nya lebih rendah darinya.
"Nona Rena pasti akan mengadukanmu pada Raja karena telah berkhianat!"
Setelah itu, Vyone menebasnya dengan kukunya yang tajam hingga darah bercecer dan menodai taman bunga di sekitar mereka. Yang lainnya terlihat biasa melihat hal itu, tidak terkecuali Kenzie dan Celine bersama Erza yang ikut dengan Ryan dan Arend.
Mungkin mereka menyaksikan pandangan di depannya seperti pandangan yang biasa saja. Liyura pun juga sama meski awalnya saat ia Log In ke dalam Game Chronicle Online ini dia merasa sangat takut dengan perang dan menyaksikan pembunuhan di depan matanya.
Namun, karena gadis itu telah beradaptasi dengan lama, dia memandangnya dengan tatapan datar saja, tanpa ekspresi apapun yang menggambarkan perasaannya.
Liyura masih merasakan tangan hangat Kenzie bertautan dengan tangannya. Ryan yang tiba-tiba sadar akan hal itu menjadi cemberut dan menghampiri mereka.
"Lepaskan tangan Nona Liyura!"
Ryan memaksa melepaskan tautan tangannya membuat Kenzie semakin mengeratkan tangannya pada tangan Liyura. Ryan dengan susah melepaskan tangan mereka yang bertautan namun akhirnya gagal bahkan dengan tenaga dan Sihir nya sekalipun.
"Siapa kau sebenarnya? Aku hanya tahu jika kau adalah Ras Turkien yang di juluki dengan nama 'Nephilim' tapi kekuatanmu itu abnormal."
Liyura juga merasa ingin tahu. Dia menunggu jawaban dari Kenzie dengan menatapnya lama. Aver pun juga begitu, dia melirik ketiganya seolah juga ingin tahu jawaban Kenzie.
"Bukan apa-apa. Kamu saja yang lemah."
Perkataan Kenzie terlihat membawa kemarahan besar bagi Ryan yang selalu tenang. Tidak seperti saat dia bersama Zayn.
"Kau menantangku?"
Kenzie terlihat diam. Liyura baru menyadari jika dia tidak banyak bicara. Dan Kenzie menyimpan sesuatu yang tidak ia ketahui. Namun, saat melihat Kenzie, Liyura menjadi kosong, seakan dirinya hanya menatap bayangan air.
Melihat Kenzie tidak menjawab, Ryan hanya menghela nafas, dia merasa tidak bisa mengontrol dirinya dengan baik saat berkaitan dengan Liyura maupun adiknya.
Lagipula Ryan tersadar jika Kenzie lebih tua darinya jadi dia harus lebih hormat. Itulah peraturan yang dimilikinya dan akan terus berpegang teguh pada peraturan tersebut.
"Maaf, sepertinya perkataanku keterlaluan. Aku hanya tidak ingin jika Nona Liyura nerasa tidak nyaman karenamu."
Mendengar ucapan Ryan, Kenzie masih diam seribu bahasa dan sekalipun tidak menoleh ke arahnya. Ryan berbalik dan menghampiri Arend yang terlihat menatapnya sejak tadi.
"Dia.. punya aliran Mana yang sama sepertimu. Tapi aku yakin jika dirinya masih tidak di berikan Twilight."
Arend merasa curiga membuat dia melangkahkan kakinya mendekat dari posisi Liyura dan Kenzie agar dapat mengawasi mereka.
Sedangakan Vyone yang sudah selesai akan pertarungannya segera mendekat ke arah Liyura dan melihat tangannya bertautan dengan Kenzie, satu-satunya Ras Turkien yang tersisa.
Vyone memicingkan matanya melihat pemuda dengan rambut berwarna putih itu. Sejurus kemudian, wajahnya menjadi sangat dekat dengan wajah Kenzie bahkan Liyura terlihat terkejut.
"Kau... adalah setengah Ras Turkien dan setengah Ras Iblis, jadi, jika aku memberimu Twilight ku kau akan menjadi semakin kuat."
Pemuda itu diam. Dia tidak mengidahkan ucapan Vyone sedikitpun.
"Jika kamu sudah tahu, maka kamu tidak perlu memberinya padaku."
Kenzie balas menatap Vyone dengan tajam. Berbeda saat dia melihat Liyura.
"Ras Vampir sepertimu tidak akan kuampuni karena aku telah bebas. Tapi, karena kamu telah menjadi pengikut Liyura, kamu akan ku biarkan hidup. Kalian, para Ras Vampir sebentar lagi akan merasakan kemarahan Ras Turkien kami."
Vyone menjauhkan wajahnya dan menatap Liyura yang mendengar semuanya. Liyura merasakan jantungnya berdetak kencang seolah ia habis berlari. Gadis itu merasakan kesungguhan kata-kata dari Kenzie, bahkan dengan nada tenang sekalipun itu mengandung kemarahan yang besar, tinggal menunggu kapan kemarahan tersebut meledak menjadi kekuatan untuk membuat para Vampir hancur.
Bahkan setelah memberi kutukan pada para Vampir, sepertinya Ras Turkien masih merasa kurang untuk membalas perlakuan Ras itu pada Ras mereka. Dan yang mewakili dendam seluruh Ras Turkien adalah Kenzie, pemuda satu-satunya yang tersisa dari Ras tersebut.
"Tunjukkan kekuatanmu saat waktunya tiba. Dan meskipun kau menolak Twilight ku, aku tetap akan memberinya padamu. Karena itu adalah janjiku pada Liyura sebagai pengikutnya."
Kenzie mendongak kembali dan menatap Vyone. Dia merasakan aliran Mana yang seolah membuatnya benci dan ingin mencabik-cabik Vampir Bulan Purnama tersebut sekarang juga.
"Sampai kapanpun, aku tidak akan menerima hal yang tidak kubutuhkan itu."
Pemuda itu mendekat ke samping Liyura dan mengangkat tangannya yang bertautan dengan Liyura.
"Aku bersumpah, akan menjadi pengikutnya dengan segenap jiwa dan ragaku. Janji ini bukanlah Kontrak Darah, namun adalah Kontrak Nyawa, yang artinya jika aku melanggar, bukan hanya mati, tapi aku tidak akan pernah bereinkarnasi lagi selama-lamanya. Orang yang telah menyelamatkanku dari segala makhluk menjijikkan seperti Vampir adalah hal yang istimewa karena Ras Turkien masihlah menjunjung tinggi balas budi. Dan, meskipun aku adalah setengah nya saja dari Ras Turkien, aku mewakili dendam mereka pada Ras Vampir!"
Vyone hanya tersenyum, tangannya memegang tangan Liyura dan Kenzie yang masih bertautan.
"Kuberkati kalian. Maka bukan hanya kau saja lah yang menerimanya, tapi Liyura juga."
Liyura yang mendengarnya menjadi terkejut, gadis itu menggeleng keras, "Tidak bisa, Vyone. Jika kau berikan semua Twilight mu pada kami, kau akan mati karena kehilangan Energi Kehidupanmu! Apalagi kau masih tidak meminum darah setetes pun selama beberapa hari ini! Aku tahu kau sedang menderita! Meskipun aku membenci para Vampir yang menyakiti semuanya, hanya dirimu yang kumaafkan."
Liyura memegang erat tangan Vyone yang memegang tangan mereka yang bertautan. Vyone sekali lagi tersenyum, kali ini mata merahnya tiba-tiba muncul seolah menjadi alarm bahwa dirinya sedang menginginkan darah sekarang, seperti yang di katakan Liyura.
"Maaf dan selamat tinggal. Jika memang ada reinkarnasi, aku ingin menjadi manusia dan berpetualang bersamamu, Liyura. Mungkin sebagai Gadis Peramal lagi dengan menjadi penunjuk jalanmu."
Dengan cepat, Vyone menutup matanya dan menangis, cara satu-satunya untuk mengeluarkan Twilight yang di sebut sebagai air mata datah adalah dengan Rela berkorban, Hampir mati, dan... Jatuh cinta.
Dia mengalami semuanya. Dia rela berkorban demi gadis di hadapannya itu mengalahkan Nuzan Kyoro yang menjadi akar dari penderitaan setiap makhluk. Dia hampir mati karena selama beberapa hari ini tidak meminum darah lagi dan menahan hasratnya. Dan, dia jatuh cinta karena... dia merasakan suatu hidup yang sebenarnya saat bersama Liyura dan yang lainnya.
Rasanya dia menyesal telah menjadi Vampir, karena dulunya dia adalah Manusia. Namun, waktu tidak dapat terulang kembali membuatnya hanya pasrah dengan hidupnya yang telah berlangsung lama itu. Seakan dia memang menjadi Vampir dan hidup dengan lama hanya untuk bertemu dengan Liyura dan yang lainnya.
Mata Vyone mengeluarkan air mata berwarna merah pekat membuatnya terlihat mengerikan. Mulutnya mengatakan sesuatu yang tidak Liyura mengerti.
"Luna Sidera Cum Auctore Duos Benedicat Nobis Lacrimis Sanguine Novum."
Air mata berwarna darah yang mengalir di pipi Vyone terlihat mengambang dan menyiram ke arah tubuh Liyura dan Kenzie secara otomatis. Awalnya tidak terasa apa-apa, namun beberapa saat kemudian, mereka merasakan sakit yang teramat sangat membuat mereka sama-sama berteriak kencang.
Sesaat setelah itu, Vyone ambruk ke taman bunga dengan darah bercecer kemana-mana dari arah tubuhnya. Liyura terlihat merasa segar bugar setelah merasakan dirinya di kuliti hidup-hidup.
Dia menjadi ambruk di samping Vyone dan menggenggam tangan Vyone yang se-dingin es. Liyura kemudian menerima Notifikasi System membuatnya terkejut.
--
[ Apakah Anda ingin berkontrak darah dengan Vampir Bulan Purnama; Vyone?
Dampak :
- Vyone akan hidup kembali menjadi Slave Anda namun dia akan meminum darah Anda setiap seminggu sekali untuk membuatnya tetap hidup sebagai jaminan kontrak darah.
- Vyone akan menjadi lebih kuat dan senantiasa melindungi dan mematuhi perintah Anda, dan dia akan selama-lamanya berada di sisi Anda. Jika Anda / pengguna mati, maka Vyone juga akan mati.
Apakah Anda ingin menghidupkan Vyone kembali?
( Ya / Tidak) ]
--
Liyura langsung saja memencet tombol 'Ya' hingga cahaya menyinari tubuh mereka membuat Aver dan yanga lainnya terkejut. Hanya Celine dan Ryan saja yang tidak mengerti akan situasi.
Sedangkan Kenzie terlihat tersenyum, dia merasa telah memilih orang yang tepat untuk membantunya membalaskan dendam Ras Turkien pada Ras Vampir.
Dan dengan sumpahnya itu juga, dia benar-benar akan menjadi pengikut Liyura setelah Vyone di bangkitkan kembali.
Saat cahaya menyinari semuanya, hanya Liyura saja yang dapat melihat Vyone membuka mata dan darah yang menggenang di sekitar Vampir itu juga mulai menghilang.
Vyone terlihat menatap Liyura dengan mata merah menyalanya. Liyura yang mengerti segera memberikan pergelangan tangannya ke arah Vyone membuat Vampir itu menggigit dan menghisap darah gadis itu.
Liyura merasakan sakit, namun dia melihat HP nya terus berkurang sedikit dimi sedikit.
[ HP : 29. 500 ]
Memberi darahnya pada Vyone membuat HP nya menghilang 500 poin. Liyura terlihat kelelahan namun dia terkejut saat melihat poin HP nya kembali.
--
[ Anda menerima Twilight dari Vampir Bulan Purnama; Vyone
Dampak :
- Anda tidak akan kekurangan HP dan MP sedikitpun
- Level Up +5
- Mendapatkan Skill Arise!
Arise Lv. ????
Anda dapat men-Summon berbagai Ras yang telah mati hanya 5 pertarungan. Arise hanya berguna bagi Ras yang kuat maupun lemah, Skill ini tidak memiliki batasan Level.
Cooldown : 1 hari
Bonus : Anda mendapatkan Summon
1.Valery - Queen of War
Lilith - Elder Elf
Untuk Summon bonus, Anda dapat men-Summonnya berapa kalipun yang Anda mau tanpa batasan. ]
--
[ BUG TERDETEKSI! SYSTEM DI MATIKAN SECARA OTOMATIS! SYSTEM AKAN KEMBALI SAAT ANDA MENGALAHKAN ADMINISTRATOR LANTAI!!! ]
--
Liyura terkejut. Jika System di matikan... bagaimana caranya dia men-Summon dua Ras tadi? Setelah itu, System benar-benar menghilang dan jendela layar virtual juga tidak muncul kembali.
Cahaya akhinya meredup membuat mereka melihat pemandangan yang membuat mereka terkejut. Mereka melihat Vyone terlihat membungkuk hormat di depan Liyura.
"Master, terima kasih telah menyelamatkanku."
Liyura terlihat menghela nafas, dia melihat ke arah Aver dan yang lainnya. Aver yang mengerti tatapan Liyura menjadi terkejut.
"Kau menjadikannya Slave mu?"
Liyuua mengangguk, "Hanya ini cara satu-satunya agar Vyone tidak mati. Aku menyadari, jika aku terlalu banyak terikat dengan semua makhluk."
Liyura memegang pundak Vyone dan mensejajarkan tingginya, "Perintah pertamaku, hiduplah bersamaku dan lawanlah musuh ku jika aku memerintahkannya."
Vyone mengangguk dengan mantap, "Perintah Master adalah kewajibanku."
Liyura terlihat sedih karena Vyone terlihat tidak ingat dengan masa lalu dan apa yang terjadi padanya. Kata-kata terakhir Vampir itu terngiang begitu saja di pikiran Liyura.
Kenzie menghampiri Liyura dan menggenggam tangannya kembali yang sempat terlepas tanpa gadis itu sadari karena sangat terpukul akibat kehilangan Vyone.
Vyone yang melihatnya menatap tajam. Bagaimanapun juga, seorang Slave akan sangat melindungi Masternya dan Vyone bisa merasakan melalui insting Vampirnya.
Kali ini, bisa di bilang, Vyone telah menjadi Vampir murni karena telah di bangkitkan kembali, hanya insting Vampir nya lah sekarang yang menguasai seluruh tubuh dan pikirannya. Vyone yang dulu mereka kenal, telah tiada.