Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 22 Boss Monster [1]


Mereka berjam-jam berjalan tanpa henti dan berburu Magic Animal selama di perjalanan. Liyura akhirnya memilih menggunakan Magic Map sebagai penunjuk jalan.


"Apa yang ada di tanganmu itu, Liyura?" Kata Chris melihat sebuah gulungan aneh di tangan gadis itu.


"Ini adalah item yang aku dapatkan dari menerima misi ini. Magic Map ku pasti dapat mengantar kita menemui tujuan dari tempat Boss Monster berada."


"Yah itu mungkin membantu. Aku sudah menggunakan petaku sendiri untuk melacaknya tapi sepertinya aku harus meningkatkan kembali levelku untuk melacaknya."


Liyura segera mencari tempat persembunyian Boss Monster hingga Magic Map bercahaya terang dan memperbesar suatu wilayah. Magic Map menampilkan sebuah gambar pada mereka di atas peta itu.


Di dalamnya terlihat sebuah Castle yang berada diantara hutan dengan tanaman rambat yang menutupi Castle itu. Magic Map tidak bisa melihat ke dalamnya tapi suatu cahaya keluar dari dalam peta dan menunjukkan jalannya menuju tempat tersebut.


Liyura dan yang lainnya memutuskan untuk mengikutinya hingga mereka sampai di tempat yang ada di gambar.


"Apakah semudah ini kita menemukannya?"


Kata Sky yang merasa aneh. Diikuti yang lainnya yang berpikiran serupa. Liyura juga terlihat berpikir dan merenung.


"Kalian! Awas jika ada jebakan!"


Liyura menyadari hal itu karena Administrator tempat tidak akan semudah itu ditemukan, apalagi dikalahkan.


Mereka yang mendengar perkataan Liyura menjadi waspada dan meneliti sekitar. Liyura memberanikan diri membuka pintu Castle setinggi 2 meter itu hingga terdengar bunyi berderit keras.


Liyura melihat ke dalam diikuti yang lain di belakangnya dengan perasaan waspada. Liyura melihat sesuatu bergerak.


Dia menoleh ke tempat sesuatu itu dan tidak melihat apa-apa. Liyura menarik pedangnya tanda dia mengantisipasi serangan musuh.


"Administrator tinggal di sini?"


Dia berpikir dan menelisik sekitar Castle yang terlihat kotor dan penuh tanaman rambat. Tapi bangunan dan instrukturnya masih kokoh dan bertahan lama.


Bahkan jika diteliti, tidak ada lumut sekalipun yang menjarah di dinding Castle hanya tanaman rambat saja yang menutupinya.


Liyura dan yang lainnya masuk ke dalam aula Castle dan meningkatkan kewaspadaan mereka. Liyura melihat sebuah kursi tahta di hadapannya dan beranggapan mungkin ini adalah istana yang penghuninya dijajah oleh Adiministrator.


Liyura melihat sesosok berjalan dengan cepat dari suatu ruangan bagaikan labirin itu. Liyura ingin mengejarnya tapi berpisah dari kawanan itu dia rasa tidaklah tepat.


"Sky, jangan menurunkan kewaspadaan. Aku yakin musuh sedang mengintai kita. Aura yang kurasakan terasa berbeda membuatku merinding. Apa kau merasakan jika ada yang mengawasi kita?"


Liyura berkata sambil meneliti suatu hal yang mencurigakan. Sky melihat ke segala arah dan juga setuju dengan kesimpulan Liyura.


"Kita harus bagaimana, Liyura? Apa kita harus mencari Administrator ini?"


"Entahlah, kupikir tidak baik jika kita terpencar. Apalagi anggota Guild sekarang sedang masa yang bisa dibilang belum cukup baik karena kita menerima serangan dari Goblin yang menurunkan jumlah orang dan tentu saja kekuatan kita."


"Itu benar, baiklah kita tidak akan berpencar. Mungkin Administrator akan muncul sendiri."


Dari pintu tempat mereka masuk, yang tadinya tertutup sekarang terbuka kembali. Liyura meningkatkan kewaspadaannya dan menajamkan ke-5 indranya.


Saat pintu terbuka, muncul beberapa orang yang terlihat kaget dengan anggota Guild yang telah ada di dalam.


"Jangan-jangan kalian juga ada di misi yang sama?"


"Iya itu benar. Apakah Administrator telah muncul?"


Sky menggeleng, "Bagaimana jika kita bekerja sama?"


"Ide bagus, aku hanya membawa Party ku di sini, sangat tepat jika aku bergabung dengan kalian karena misi ini adalah Rank S. "


"Baik, kalian bergabunglah. "


Liyura memperhatikan Palyer yang berbicara dengan Sky, seorang laki-laki dengan rambut berwarna hitam berantakan dan mata birunya yang menyala. Di pinggangnya terdapat beragam pisau yang terkait di pinggangnya.


Pakaiannya adalah Equip tingkat rendah tapi memiliki ketahanan yang sangat kuat dari serangan panah maupun pedang.


Mereka terdiri dari 5 orang, ada seorang gadis sepertinya tapi mereka kembar dan sama-sama mengambil ras Fairy atau Peri. Itu bisa terliahat karena mereka mempunyai sayap transparan di punggung mereka masing-masing.


Di Chronicle Online, adalah dimana keajaiban berada. Di sini memang seperti ada di dunia mimpi. Tapi seperti legenda Yin dan Yang, dimana ada kedamaian pasti juga ada kehancuran.


Ras yang tersedia di CO ini sangat beragam dan tak terbatas. Jika disebutkan mungkin tidak akan ada habis-habisnya. Di sini memang disebut dengan dunia seribu warna.


Yang dua orang lagi adalah laki-laki yang mungkin memilih ras Dwarf dan Human seperti pemimpin mereka.


Pemimpin mereka melihat Liyura dan tersenyum, Liyura hanya mengernyit dan menatap tajam pemimpin Party itu.


Liyura nengalihkan pandangan dan meneliti sekitar kembali. Liyura berjalan ke arah lukisan yang ada di berbagai dinding aula tak jauh dari sana.


Liyura melihat lukisan itu dengan obor yang berjejer mengelilingi dinding castle. Liyura melihat lukisan seorang putri yang sangat cantik di lukisan itu. Dia tidak menemukan sesuatu yang aneh.


"Liyura, jangan sampai terpencar."


Liyura mengalihkan pandangan ke Sky dan mengangguk, dia melihat lukisan itu lagi dan melihat keanehan.


"Eh?!"


Sky yang tak sengaja mendengar suara Liyura mulai menghampirinya.


"Ada apa? Apa kau menemukan sesuatu?"


"Ini, lukisan ini sangat aneh."


"Ada apa dengan lukisannya?!"


"Tadi aku melihat ekspresi putri ini datar, tapi kenapa sekarang jadi menyedihkan? Seperti minta tolong."


"Apa? mungkin kau salah lihat, Liyura."


"Aku tidak mungkin salah lihat."


Sesuatu bergerak dari dinding ke arah mereka hingga salah satu anggota Guild yang tidak menghindar menjadi terlilit dan terserap HP nya begitu saja sampai kulitnya mengelupas dan akhirnya menjadi tulang belulang oleh tanaman rambat itu.


"Arghhh!"


Yang lainnya yang melihat menjadi berteriak membuat Sky dan Liyura kembali ke posisi mereka dan melihat apa yang terjadi. Liyura yang melihatnya hanya meringis ngeri dan akhirnya menggunakan Skill nya untuk menebas tanaman rambat yang mengelilingi dinding Castle.


Tanaman itu terpotong tapi kemudian menyatu kembali.


"Tanaman rambat ini bukan tanaman biasa! Kita memang diawasi sejak awal karena mereka berada di dekat kita."


Liyura menyuruh Sky memberikan komando untuk menyerang akar dan berusaha menghindari akar yang melilit mereka.


Tanaman rambat yang melihat jika Liyura mengetahui rahasianya menjadi marah dan meluncurkan beberapa tanaman rambat untuk menyerap HP mereka.


Liyura menebas semuanya menggunakan Skill dari pedang Bulan Sabitnya. Tapi hasilnya tetap sama, tanaman itu menjadi utuh kembali dan menyerang mereka secara bertubi-tubi.


Kali ini korban dari anggota Guild sudah lumayan banyak yang menjadi korban menyisakan tulang belulang.


Bau anyir darah tercium di seluruh Castle hingga Liyura menutup hidungnya dengan satu lengannya. Sky berusaha menebas tanaman rambat yang menjadi utuh kembali akan tetapi semua tidak berhasil.


Mereka mundur dan melingkar di tengah-tengah aula dengan tanaman rambat yang bersiap menyerap HP mereka.


"Gawat! Jika begini kita akan mati juga menyusul mereka!"


Para anggota Guild gemetaran dan terasa sangat putus asa ketika mereka berada dalam ambang kematian yang pasti.


Liyura akhirnya mengeluarkan pedang Excalibur nya dan menggunakan Skill nya.


"Gold Wave!"


Gelombang pedang tercipta dari pedang Liyura ke arah tanaman rambat yang menyerang mereka. Saat tanaman itu diliputi cahaya pedang dari gelombang, mereka berubah menjadi abu dan menghilang.


Liyura tersenyum dan akhirnya menggunakan Skill nya untuk menghancurkan langit-langit aula yang tertutup dengan Skill yang sama membuat langit-langit nya seketika ambruk dan puing-puingnya jatuh ke bawah.


Langit-langit akhirnya hancur membuat mereka kali ini juga kewalahan oleh dua serangan. Ada yang menyumpahi Liyura karena perbuatannya yang tidak berguna.


Tapi ketika tanaman rambat hampir menyerap HP mereka, tanaman rambat menghilang mejadi butiran debu akibat mereka terkena cahaya matahari.


Mereka sangat takjub dengan Liyura yang mengetahui kelemahan lawan dengan sangat cepat. Mereka yang menyumpahi Liyura akhirnya menuji gadis itu.


Dua gadis kembar yang melihatnya hanya menatap Liyura dengan pandangan yang sulit diartikan. Sedangkan Lucia yang daritadi bersama Chris sekali lagi berdecak kagum dengan semua yang dilakukan Liyura.


Tanamana rambat yang ada di dinding semuanya menghilang dan menjadi butiran debu, tapi mereka tidak tau jika ada bahaya menguji mereka dan menunggu mereka untuk gagal dan mati.