Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 21 Menentukan Pilihan


Setelah Aver mengatakan itu, Liyura merasakan tubuhnya bercahaya dan seakan ditarik paksa ke lubang hitam hingga di terbangun.


Dia membuka matanya dan melihat tidak ada yang berubah, Lucia masih tertidur padahal dia sangat lama di tempat Magic Forest. Liyura bangun dan menghampiri Sky.


Saat masuk ke celah gua, dia melihat pemuda itu masih terbaring tidur dengan posisi yang sama seperti semalam, Liyura menatapnya bersalah dan segera keluar dari Goa dengan mengendap-endap.


Liyura merasakan hawa dingin menusuk di tubunya setelah merasakan hembusan angin yang menerpa tubuhnya meskipun masih memakai Gold Equip nya yang cukup tebal untuk melindunginya dari tusukan pedang maupun panah.


Liyura memeluk dirinya sendiri dan melihat ke arah matahari yang muncul setengahnya di ufuk timur. Liyura kali ini tidak langsung membuat sarapan bagi para anggota Guild karena dia masih lelah atas semua yang menimpanya dan masih bingung pilihan apa yang akan dipilihnya untuk menyelamatkan Sky.


Liyura nengehala nafas dan tidak menyadari jika ada yang menghampirinya diam-diam dan akhirnya menepuk pundaknya membuat gadis itu terkejut dan langsung berbalik ke belakang.


Liyura nelihat sosok cantik dengan telinga yang runcing di hadapannya dan mempunyai paras yang cukup cantik. Dia menghela nafas karena itu ternyata adalah Lucia.


"Kau bangun sepagi ini ada apa? Dan kau melamun sampai tidak waspada, apakah kau mempunyai suatu masalah? Jika kau punya kau bisa menceritakannya padaku."


Liyura tidak menjawab dan kembali menatap matahari.


"Hah, susah sekali menentukan pilihan yang pasti hasilnya akan tetap sama. Aku bingung ingin memilih sesuatu yang mungkin berisiko satu nyawa yang ingin kulindungi dapat mati karena pilihanku yang salah."


"Begitu ya? Kenapa kau tidak memilih apa yang menurutmu benar? Meskipun hasilnya akan sama tapi pasti pilihannya berbeda, jika kau merasa tidak puas dan tidak ingin memilih bagaimana jika kau membuat pilihan tersendiri? Yang benar-benar caramu dan mungkin dapat berhasil menyelamatkan satu nyawa yang berharga bagimu."


Liyura tersentak kaget, dia tidak memikirkannya karena dia terus terpaku pada resiko sehingga tidak berpikir lebih jernih, dimana idenya yang selalu ada seperti saat menentukan strategi untuk kakaknya yang bermain Game ini?! Apakah berpikir sederhana saja dia tidak mengerti?!


Liyura tersenyum dan tercerahkan. Dia tidak pernah diarahkan maupun dinasihati apalagi diberikan jawaban dalam kesusahan karena dia selalu memendamnya sendiri.


Liyura akhirnya berbalik dan bersiap untuk memasak masakan yang sama dengan daging yang diburunya kemarin dengan Lucia dan Chris di sekitar Goa ini.


Sekitar 3 jam, akhirnya semuanya selesai. Dan Lucia pun juga sudah makan dengan lahap seperti tidak ingin berbagi. Bahkan gadia Elf itu menambah 2 mangkuk Sup daging hingga poin statusnya bertambah dan HP nya telah teregenerasi.


Liyura yang melihatnya hanya menggelengkan kepala. Dia memang tidak makan sedari kemarin meskipun dia sedikit lapar, Dia bisa menahannya karena jumlah poin HP nya yang dalam jumlah fantastis yang membuatnya sangat sulit mati dan kelelahan apalagi kelaparan.


Liyura kagum dengan Lucia yang memakan banyak sekali makanan akan tetapi tidak sama sekali belum merasakan kenyang. Dilihat dia nenambah 1 mangkok lagi ketika mangkok kedua telah habis.


Liyura tidak menghentikannya karena anggota Guild telah mendapatkan jatah mereka dan juga tidak berniat menambah lagi.


Liyra teringat sesuatu dan segera mengambil mangkok terpisah yang sudah disiapkan jauh dari Lucia agar gadis itu tidak memakannya.


"Lucia, bilang pada Chris maupun anggota yang lain untuk tidak ada yang pergi ke tempat Sky, Aku akan menyembuhkannya hari ini agar dia dapat ikut dan bilang saja pada Chris untuk memundurkan keberangkatan karena aku yakin Sky akan pulih besok. Jangan ada yang pergi ke tempatnya sebelum aku keluar."


Lucia mengangguk polos dan segera memakan makanannya lagi. Setelah Lucia mengangguk, Liyura pergi. Sedangkan gadis Elf itu langsung menemui Chris setelah makanannya habis.


Liyura masuk dari celah celah gua dan menutup pintu masuknya dengan batu besar kedap suara yang ada di samping luar ruangan.


Dengan jumlah poin Str nya yang lumayan banyak, tenaganya serasa seorang pegulat maupun yang lebih kuat lagi hingga menggeser batu sebesar apapun dia dapat mengangkatnya dengan mudah, dan mungkin hanya seperti menenteng orang kurus saja.


Saat selesai,dia segera menghampiri Sky dan meletakkan mangkuk Sup daging di sebuah batu datar di samping batu yang ditiduri Sky.


"Sky, bangun. Aku ingin menyembuhkanmu."


Sky mengerjap-ngerjap dan membuka matanya perlahan. Dia melihat siluet bayangan seorang gadis hingga dia dapat melihat dengan jelas gadis itu yang ternyata adalah Liyura yang menatapnya sangat dekat.


Sky terbangun seketika dan melihat ke arahnya.


"Ap-apa yang kau bilang tadi?"


"Aku ingin menyembuhkanmu. Makanlah satu lagi kelopak bunga ini. Percayalah padaku, aku akan menjagamu di sini."


Sky menatap Liyura dengan teliti dan akhirnya mengiyakan. Dia mengambil 1 kelopak bunga dan akhirnya memakannya.


Liyura menghela nafas dan segera menjauh dari Sky setelah yakin Sky menelan kelopak bunga nya.


Saat Sky selesai mengunyah dan menelannya, dia melihat Liyura menjauh sedikit mengernyitkan dahi. Apa yang salah dengannya?


Liyura yang melihat tidak terjadi apa-apa menjadi bingung sendiri, dia menatap Sky sekali lagi untuk melihat apakah pemuda itu berada dalam halusinasi.


"Sky, kau masih dapat melihatku? Atau kau merasakan hal aneh?"


Sky semakin mengernyitkan dahi. Apakah bunga itu mengandung unsur yang berbahaya untuknya? Tapi kenapa Liyura memberikannya padanya?


Sky menggeleng sebagai jawaban, tapi sesuatu akhirnya terjadi. Tubuh Sky bercahaya mengeluarkan aura berwarna hijau dan dia terlihat bingung. Liyura masih ada di tempat yang sama yaitu di sebelah celah-celah gua menuju keluar ruangan Sky.


Sky merasakan energinya kembali pulih dan HP nya juga bertambah seiring berjalannya waktu hingga bertambah sampai sekitar 3000 poin HP.


Pemuda itu jelas terkejut karena poin HP nya tidak sebanyak itu sebelumnya. Karena sebelumnya Sky memiliki poin HP sebanyak 1000.


Bisa dibilang itu juga karena bantuan Liyura yang mentransfernya poin HP dalam jumlah seluruh poin HP yang milikinya.


Liyura melihat HP Sky kembali pulih hingga dia menghampiri pemuda itu.


"Bagaimana perasaanmu? Apakah kau sudah merasa sembuh?"


Sky hanya mengangguk dan berjalan turun dari batu datar yang ditidurinya selama beberapa hari ini. Dia sedikit oleng ke depan akan tetapi Liyura segera membantunya untuk tetap berdiri.


Liyura membantu Sky berjalan dengan perlahan kembali ke batu datar tempatnya tidur. Liyura meletakkannya kembali dan mengambil mangkuk sup daging yang disiapkannya untuk pemuda itu.


Liyura menyerahkan Sup nya pada Sky dan langsung memakannya dengan lahap seakan tenaganya pulih kembali.


Liyura tersenyum dan segera membuka kembali batu yang menghalangi jalan keluarnya dengan mengangkat batu itu kembali ke depan ruangan dengan mudahnya.


Sky yang melihatnya terpana, dia kagum dengan Liyura. Gadis itu masih menjadi misteri baginya karena gadis itu tidak selemah yang dilihat.


Sky masih merasakan perasaan yang sama pada gadis itu tapi dia berusaha menguburnya dalam-dalam. Sky menghela nafas setelah menghabiskan semangkok penuh Sup yang dimasak Liyura dan menerima notifikasi layar virtual.


Liyura akhirnya berjalan ke arah Sky kembali untuk memeriksa pemuda itu dengan teliti dan dia mengangguk ketika melihat poin HP Sky bertambah 2000 dan mungkin itu juga karena 2 kelopak seribu warna yang dimakan Sky.


Memikirkannya membuat dia jengkel dengan Aver, benar-benar tua bangka! Liyura menarik ucapannya saat dia memuji Aver, sungguh pria itu kelihatan setengah baya tapi umurnya begitu tua dan mungkin jika dia memang ada di Real World dia pasti akan berusia 5000 tahun lebih seakan umurnya tak dapat diukur.


Sky hanya memandang Liyura yang sejak tadi melamun dan menyadarkannya dengan tepukan lembut di bahu gadis cantik itu hingga membuatnya tersadar.


"Maaf aku melamun, apa kau sudah benar-benar sembuh total, Ketua?"


Sky mengangguk dan mencoba berdiri lagi, dia kelihatnnya telah bisa berjalan dengan lancar tanpa kehilangan keseimbangan seperti tadi.


Sky akhirnya menbawa Liyura keluar. Saat berjalan, Liyura menceritakan semua yang terjadi akhir-akhir ini saat dia terbaring dengan sangat detail tanpa suatu peristiwa terlewatkan termasuk kedatangan Lucia bersamanya saat bertemu di Death Dungeon.


Sky hanya mengangguk-angguk dan akhirnya mereka sampai di gua yang sangat dekat dengan jalan keluar hingga cahaya dapat terlihat.


Sky kelihatan senang saat melihat cahaya matahari lagi, dia segera keluar dari mulut gua dan melihat pemandangan indah hutan di pagi hari.


Lucia tidak sengaja melihatnya hingga dia tidak merasa jika di merona melihat Sky dengan tatapan berbinar. Sedangkan Liyura hanya memandang Sky dari balik punggung pemuda itu dan tersenyum senang melihat temannya dapat merasakan apa yang dia lewatkan.


Hari ini memang bebar-benar hari yang indah bagi semuanya hingga mereka memutuskan untuk berangkat sekarang juga karena batas waktu misi tinggal 3 hari lagi.


Mereka akhirnya berangkat menyusuri hutan ke tempat Boss Monster atau Administrator dari tempat pertama dalam System Snake & Stairs ini.


-------


**Chapter selanjutnya Up adalah pengumuman penjelasan istilah dan lanjutan chapter ini akan di Up besok


Jangan lupa dujungannya dengan meninggalkan jejak di novel ini dengan Like dan komen bila suka dan berikan Vote serta rating 5 bagi yang sudah menjadi pembaca setia Novel Chronicle Online**.