Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 57 Kompetisi Pemburu Vampir [1]


"Bagaimana Liyura?"


Liyura melihat semua Jenderal Wisteria menatapnya dan menunggu keputusannya.


"Tentu, baiklah aku akan membantu calon para Pemburu Vampir dalam berkompetisi. Tapi apa yang harus kulakukan?"


"Kau hanya perlu bertanding dengan mereka sebelum mereka di uji untuk melawan para Vampir di luar Lembah ini. Kami tidak mau ada yang mati dalam kejadian ini jadi kau akan memilih mereka sebagai Pemburu Vampir dan mereka akan menghadapi para Vampir di luar Lembah."


"Mereka ada berapa orang?"


"Hanya 10 orang per 1 minggu. Jika mereka ada yang tidak lolos, mereka bisa ikut kompetisi lagi setelah seminggu."


"Kenapa harus menunggu? Kenapa mereka harus diuji dulu sebelum menghadapi Vampir. Kompetisi itu tidak akan seru jika mereka tidak berjuang untuk bertahan hidup."


"Jangan salah Liyura, kami hanya ingin memilih orang yang berkemampuan dan memanglah pantas disebut Pemburu Vampir. Kami juga tidak mau populasi manusia memurun jika orang lemah seperti mereka langsung diuji menghadapi Vampir di luar Lembah."


Ray terlihat menatap tajam sekali lagi. Tapi Liyura menanggapinya dengan tersenyum, seakan aura penekanan yang dimiliki Ray tidak mempan padanya.


"Baik, aku akan menguji mereka sesuai peraturan yang ada."


Rachel mengangguk, "Kami mohon bantuanmu, karena besok kompetisi dimulai, kami berada dalam misi yang berbeda untuk mencari Vampir Bulan ini. Jadi tentang anak-anak itu kami serahkan padamu."


"Hmm, baik. Aku akan berusaha semampuku."


Mereka akhirnya membubarkan diri dan Liyura berjalan ke ruang tamu yang di sana terdapat Ryan yang sedang menikmati teh hijau.


Liyura ikut duduk di hadapannya. Ryan yang melihat Liyura merasa penasaran dari mana gadsi itu tadi.


"Nona Liyura, kau dari mana pagi-pagi ini? Apa kau menemui Jenderal Wisteria?"


"Yap, itu benar. Oh ya, Ryan. Kau tidak mau ikut kompetisi menjadi Pemburu Vampir besok?"


"Hm? Kompetisi? Baik aku akan ikut jika Nona memerintahkan aku ikut."


"Oh ya aku belum bertanya pada Zayn."


Liyura menutup matanya dan tanda di dahinya bercahaya terang sampai sesuatu keluar yaitu adalah Zayn.


"Eh, tiba-tiba aku di sini. Kita sudah sampai di Lembah Wisteria? Kapan?"


Zayn terlihat bingung, tapi dia sama sekali sudah baikan sejak kemarin muntah darah akibat memasuki portal.


"Zayn, apa kau tahu tentang kompetisi Pemburu Vampir?"


"Besok diadakan ya? Ryan harus ikut besok jika dia ingin menjadi Pemburu Vampir. Sedangkan Kei pasti harus berlatih lagi untuk sekarang."


"Hm? Jadi begitu. Tapi akulah besok yang akan menjadi penguji kompetisinya."


"Hah?! Kau besok yang jadi pengujinya? Besok pasti akan sulit untuk calon Pemburu Vampir."


"Maksudmu?"


"Jika kau jadi pengujinya, mereka pasti akan bertarung denganmu, karena kau kuat pasti akan sangat sulit bagi mereka untuk menang darimu."


"Begitu ya. Aku akan memberikan ujian pada mereka besok."


Liyura tersenyum penuh rencana hingga dia kembali ke kamarnya. Sedangkan Ryan terlihat menelan salivanya, semoga dia dapat menghadapi gadis itu besok.


***


Keesokan harinya tiba, Liyura kali ini bangun lebih awal dan menggunakan Gold Equipnya. Dia terlihat semangat untuk bertanding melawan para calon Pemburu Vampir.


Liyura keluar dari kamarnya dan disambut oleh Rachel dengan senyuman manisnya itu. Rachel menuntunnya ke arah kompetisi akan berlangsung yaitu di lapangan luas yang ada di pintu masuk Lembah Wisteria.


Liyura melihat Ryan dan yang lainnya sedang berkumpul. Tidak lama, Rachel menuntunnya ke depan para calon Pemburu Vampir.


"Hari ini kompetisi akan dimulai, tapi bukan aku lagi yang akan menjadi pengujinya tapi dia lah yang akan jadi pengujinya, namanya kalian sebut saja Liyura."


Semuanya berbisik-bisik satu sama lain karena mereka terlihat meremehkan Liyura, tapi gadis itu hanya diam tidak menanggapi.


"Liyura kau bisa mulai sekarang, aku akan menyelesaikan misiku dulu."


Liyura mengangguk dan Rachel menghilang bagai tersapu angin dalam sekejap. Keadaan menjadi tenang.


"Bagaimana bisa seseorang seperti kau menjadi penguji?!"


Salah seorang dari mereka tidak terima akan hal itu, Liyura tersenyum miring.


"Aku tidak mau menjawab sebelum kalian mengalahkanku. Peraturannya dalam kompetisi kali ini, siapapun yang dapat menyerangku dan membuatku terpojok, maka kalian akan lulus dan akan langsung menghadapi para Vampir."


Mereka semua mengeryit. Liyura langsung memberi aba-aba untuk menyerang.


Saat aba-aba itu selesai, kesepuluh murid langsung menyerangnya bersamaan.


Liyura menangkis semua serangan mereka dengan mudah dan dapat menghadapi semuanya. Liyura memperhatikan pola serangan mereka semua yang tidak bekerja sama dan selalu menyerang secara individu.


"Jika kalian ingin mengalahkanku, kalian harus bekerja sama. Jika tidak, maka kalian semua akan kalah."


Mereka tetap tidak mendengarkan perkataan Luyura dan tetap menyerang dengan individu atau secara sendiri-sendiri. Liyura berdecak dan mengeluarkan Skill Gold Wavenya membuat mereka terpental ke segala arah bersamaan.


"Kan sidah kubilang jika kalian harus bekerja sama!"


Liyura diam, dia menunggu mereka semua berdiri dan menyerangnya lagi.


"Kali ini saja kalian mengandalkan kerja sama tim sebelum kalian menghadapi Vampir di luar sana secara individu."


Liyura melihat ke arah Ryan, Ryan terlihat baik-baik saja menghadapi serangan Liyura karena dia memakai Sihir Shield atau Sihir Pelindung yang pernah diajarkan ketiga pengikut Liyura.


Mereka semua berdiri perlahan dari posisi masing-masing dan akhirnya menyerang secara bersamaan ke arah Liyura.


Kali ini mereka juga menggunakan Skill yang dimiliki masing-masing dan mengarahkannnya ke arah yang sama yaitu menuju Liyura. Liyura tersenyum dan segera membalas dengan Skill nya.


"Swing Breaker!"


Skill gelombang muncul dan akhirnya menimbulkan suara ledakan. Liyura tidak percaya jika Skill nya tidak bisa membalikkan serangan yang diarahkan padanya.


Skill Swing Breaker berguna untuk memecah Skill musuh dan membalikkan serangan yang tertuju pada pengguna nenjadi berbalik menyerang musuh dengan Skill yang lebih kuat.


Skill itu tidak berhasil mungkin karena Skill gabungan itu terlalu kuat atau karena Skill Liyura masihlah rendah level.


Liyura tersenyum dan mengkode mereka untuk meneruskan, "Skill yang bagus, dengan bersama-sama semua yang dijalani pasti akan mudah. Seharusnya kalian berterima kasih padaku karena dengan bekerja sama, kalian akan lebih kuat dan akan dapat mengalahkanku."


Mereka akhirnya mengangguk, mereka semua kemudian mengandalkan kekuatan tim karena mungkin mereka sudah menyadari jika seperti ini tidak ada salahnya juga.


Meskipun mereka akan menghadapi Vampir sebagai ujian terakhirnya, mereka setidaknya dapat melawan mereka dengan lebih efisien dengan cara seperti ini.


Liyira mulai kewalahan dengan setiap serangan yang selalu datang ke arahnya dari segala macam arah. Bahkan Ryan juga menyerangnya dengan pedang Putih atau Bulan Sabitnya dialiri Mana.


Saat Ryan menyerang, Liyura hampir kehilangan keseimbangan dan mundur selangkah karena kuatnya beban yang ditahannya.


Liyura hampir terpojok tapi dia tetap menjaga keseimbangannya dan juga berhasil melindungi dirinya dari serangan mereka.


"Ini pasti akan sulit."


Kata mereka semua berdecak dalam hati karena mereka akui jika Liyura lebih kuat daripada Rachel.