
Ryan terlihat bersemangat untuk bertarung, Serigala yang mendengar ucapannya terlihat menegakkan tubuh dengan angkuh.
Ryna terlihat menarik Katana dari sarungnya. Singa yang terluka terlihat terbaring di tanah, darah mengalir di punggungnya akibat jejak dari taring Serigala itu.
Ryan terdiam, dia mengeratkan pegangan pada Katananya. Serigala terlihat menatap Ryan menyelidik.
"Aku akan memyerangmu terlebih dahulu!"
Ryan dengan percaya dirinya langsung mencoba menyerang Serigala dengan Katana nya. Saat Ryan hampir menebas Serigala itu, Serigala itu langsung menyingkir terlebih dahulu membuat Ryan berbalik arah untuk menyerangnya.
Serigala terlihat jengkel karena Ryan mengganggu pertarungannya membuat Serigala itu mengaum dengan keras hingga Ryan hampir terpental jika dia tidak menggunakan sihir perisainya.
Serigala terlihat tertarik saat Auman yang memuat gelombang ultrasonik yang dimiliki Serigala itu tidak mempan pada Ryan.
Serigala terlihat meladeni Ryan untuk bertarung membuat Ryan kali ini serius. Ryan menyiapkan kuda-kuda yang di milikinya dan segera menyerang kembali Serigala itu, tapi kali ini Katana nya di aliri Mana sihir.
Serigala langsung menahannya dengan cakar yang ada di kaki depannya, Serigala itu berhasil menahan Katana Ryan membuat Ryan terkejut.
Ryan terlihat tersenyum miring, dia tetap menyerang Serigala itu msleskipun Serigala berhasil menahan Katana nya tapi Ryan menggunakan cara licik.
Ryan menggunakan sihir kegelapan yang meningkat akibat menyerap aura pedang pekat yang di pegangnya.
Ryan menggunakan sihir untuk melapisi pedang pekatnya yang sudah kuat. Ryan tidak ingin curang dalam pertarungan itu, entah kenapa.
Ryan ingin benar-benar bisa mengalahkan Serigala yang akan menjadi Dobutsu nya. Serigala merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan Ryan selanjutnya.
Serigala mendorong Ryan dengan tenaga yang dia punya hingga Ryan termundur paksa akan tetapi dia masih bisa mempertahankan keseimbangannya.
Ryan melihat Katana nya bersinar berwarna putih dan hitam yang bercampur tidak beraraturan karena Mana yang berbeda menjadi menyatu.
Ryan melihat reaksi akan hal itu, Katana nya tiba-tiba bercahaya dan warna dari Katana itu berubah.
Ryan menutup matanya karena silau dan yang lainnya, Serigala dan beberapa Dobutsu lain terkejut.
Cahaya itu menerangi seluruh hutan palsu yang ada di sana bahkan Celine yang melihatnya dari jauh pun juga terkejut.
Tapi itu hanyalah sebentar. Cahaya tadi akhirnya meredup dan menghilang, Ryan terkejut melihat seekor Dobutsu lain berupa seekor Elang Harpa sedang terbang di atas mereka.
"Hah?"
Ryan terlihat bingung dengan situasinya. Sedangkan Serigala dan para Dobutsu lain segera menunduk hormat ke arah Ryan dan juga Elang Harpa itu.
"Akhirnya aku bebas~"
Elang Harpa terlihat tidak memedulikan yang lainnya dan segera terbang ke segala arah menikmati kebebasannya.
"Siapa yang membebaskanku?"
Elang Harpa melihat ke arah Ryan dan Katana nya itu.
"Oh jadi kau? Anak Adam yang membuatku bebas? Baiklah terima kasih kalau begitu. Aku akan mengabulkan satu permintaanmu."
"Hah? Maksudmu? Kau dari mana sebenarnya? Kenapa kau tiba-tiba muncul?"
"Aku tersegel dalam Katana yang ada di tanganmu. Sekarang aku sudah bebas aku akan mengabulkan satu permintaanmu."
"Oh begitu? Bagaimana jika kau menjadi Dobutsu ku?"
"Oh jadi itu permintaanmu? Permintaan kecil itu tentu dapat kukabulkan. Lagipula aku juga tidak bisa jauh-jauh dari Katana yang ada di tanganmu."
"Baik, kalau begitu ayo lakukan kontrak darah denganku!"
"Hmm... serahkan Kertas Mistis nya."
Ryan sengan semangat mengeluarkan kertas yang terlipat di sakunya. Ryan terdiam dan terlihat berpikir.
"Aku lupa bagimana cara menggunakannya..."
Ryan melakukan apa yang di katakan oleh Elang Harpa itu.
"Selanjutnya, kau bisa membuat Rune."
"Apa? Kau tahu juga tentang sihir?! Bukankah di sini tidak ada yang tahu tentang yang namanya sihir?!"
"Kau pikir aku hidup berapa lama?! Jika saja Vampir itu tidak datang ke sini dulu mungkin aku tidak akan terkena kutukan segel itu!"
"Oh jadi itu semua karena Vampir, ya?"
"Bukan sembarang Vampir! Dia menyebut dirinya adalah Raja! Namanya jika tidak salah adalah Nuzan. Dia bilang jika aku mau menuruti semua perkataannya, dia akan membuat hidupku dan Rasku tentram dan damai, tapi aku tidak setuju akan hal itu!"
"Kami, Ras Elang Harpa tidak mau di perbudak oleh siapapun! Tapi lain hal nya jika kami terpaksa melakukannya. Aku juga terpaksa menjadi Dobutsu mu tapi aku punya alasan untuk itu!"
"Karena kami tidak mau menjadi budaknya, Vampir itu marah dan membunuh semua Ras Elang Harpa tapi hanya aku dan beberapa Petinggi Ras saja yang di segel olehnya di senjata yang berbeda-beda."
"Aku tidak akan mengampuni Vampir itu sampai kapanpun! Aku bersedia menjadi Dobutsu mu agar aku bisa balas dendam atas apa yang di lakukannya!"
Ryan terlihat mengangguk-angguk, "Aku setuju denganmu, mereka para Vampir memang tidak pantas untuk hidup."
Ryan terlihat berekspresi mengerikan. Bagimana tidak? Dia masih bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi pada orang tuanya dan saudaranya yang di bunuh dan di ubah menjadi Vampir seperti adiknya. Meskipun Ryan pernah ragu untuk membunuh para Vampir yang menghisap darah manusia, perkataan Liyura ada benarnya juga mengenai Vampir yang tidak pantas hidup.
"Bagus, kita punya tujuan yang sama, aku akan senang hati menjadi Dobutsu mu tanpa enggan."
Elang Harpa terlihat melukai tubuhnya sendiri hingga luka itu menyebabkan darah mengalir keluar dan tetesan darah itu membasahi Kertas Mistis yang ada di tanah.
Kertas itu tidak basah sama sekali, seakan kertas itu anti air maupun darah. Elang Harpa menyuruh Ryan juga melukai tangannya.
Ryan menggangguk dan mengiris salah satu jarinya dengan Katana hingga darah mengalir dan Ryan meneteskannya ke Kertas Mistis itu.
"Bagaimana cara membuat Rune sihir? Aku masih belum mempelajarinya, yang aku tahu hanya membuat Pentagram."
"Kau tahu membuat Pentagram tapi tidak tahu membuat Rune! Baiklah, aku yang akan membuatnya."
Ryan mengangguk karena dia sungguh tidak mngerti cara membuat Rune sihir. Elang Harpa membuat suatu pola seperti Pentagram akan tetapi sangat berbeda setelah dia selesai menggambarnya.
"Kita tidak usah membaca mantra, Rune sihir itu akan bereaksi secara mandiri."
Seperti yang di katakan oleh Elang Harpa, Ryan melihat sebuah pola itu bercahaya dan akhirnya membakar kertas berisi darah Ryan dan Elang Harpa yang telah tercampur.
Saat sinarnya meredup, tidak ada apapun. Ryam terlihat mengernyit, "Apakah kau sudah menjadi Dobutsu ku?"
"Itu benar, aku telah terikat denganmu. Kita tidak usah bersumpah setia karena bentuk dari darah tadi adalah ungkapan bahwa kita akan selalu bersama sampai ajal menjemput. Itupun jika salah satu dari kita mati, kita juga akan mati, seperti kita bertukar darah dan jiwa. Dan sebagai peresmiannya, kita membuat Rune itu agar menjadi sebuah kesempurnaan."
Elang Harpa menegakkan tubuhnya, sayapnya yang sangat lebar sangat anggun. Elang itu memiliki mata berwarna biru dengan sekujur bulu-bulu nya memiliki 3 warna, putih, hitam, dan merah. Dan di bagian kakinya berwarna kuning keemasan menandakan keagungan. Bentuknya bahkan lebih besar dan lebih tinggi dari Elang Harpa biasa.
"Baiklah, aku telah selesai menyelesaikan ujian ini."
"Ujian? Apa maksudmu, Anak Adam?"
"Hmm... yah sekarang adalah era baru, sejak Vampir ada makhluk bernama manusia telah membuat organisasi yaitu Pemburu Vampir. Jika ingin menjadi Pemburu Vampir haruslah menyelesaikan keempat ujian. Dan ujian terakhir adalah ujian untuk memilih Dobutsu."
"Ternyata begitu, ya. Sepertinya sudah berabad-abad aku tidak melihat dunia."
Elang Harpa menatap langit dengan ekspresi sedihnya. Dia kemudian menatap Ryan.
"Aku akan membantumu untuk mengalahkan Vampir, Anak Adam."
"Oh ya namaku adalah Ryan. Kau bisa memanggilku begitu. Dan namamu?"
"Dobutsu sepertiku tidak punya nama."
"Aku akan namakan dirimu Arend, aku suka nama itu~"
"Terserahmu saja."