
Liyura frustasi dengan semua ini. Dia sama sekali tidak mendapatkan petunjuk apapun mengenai Vampir Bulan.
Sebenarnya berapa sulit lagi mereka berhasil menemukan kediaman yang dicari selama sehari penuh?!
Liyura akhirnya menghela nafas dan melihat ke arah Ryan yang masih pantang menyerah dengan menggunakan shirnya.
Liyura duduk di tangga yang ada di tengah jalan menuju Paviliun. Dia melihat ke arah sekitar dan merasa sangat tentram di tempat itu.
Dia masih dapat melihat ikan-ikan yang berenang ria di kolam yang sangat luas dan besar.
"Hah... berapa lama lagi kita akan menemukannya? Aku sangat bosan selalu merasa dipermainkan. Sebenarnya siapa ya Player yang berhasil masuk ke lantai 2?"
Liyura bicara sendiri membuat Ryan memandangnya aneh dari jauh karena dia tidak melihat siapapun yang dapat diajak bicara oleh gadis itu.
Ryan yang penasaran akhirnya menghampiri Liyura, dia memanggil gadis itu dan menjelaskan situasinya.
"Oh ya, Nona Liyura. Aku tidak mengerti kenapa bisa kita masih tidak menemukan kediaman Vampir Bulan. Aku sudah mendeteksinya berulang kali tapi tidak ada sihir maupun Glamor dan Ilusi di sini. Aku tidak tau harus apa, apakah kita akan kembali ke hutan di Lembah Malam?"
Liyura menoleh dan menatap wajah Ryan, dia akhirnya berdiri dari duduknya dan masuk sekali lagi.
"Aku akan lihat lagi, mungkin aku dapat menemukan petunjuk lagi."
Ryan hanya mengangguk dan sekarang gantian pemuda itu yang duduk di tangga menunggu Liyura.
Gadis itu masuk begitu saja ke dalam Paviliun. Dia berharap akan menemukan suatu petunjuk yang sangat penting.
Liyura melihat ke berbagai arah, di dalam Paviliun sudah tidak gelap lagi karena Ryan menggunakan sihirnya untuk menerangi ruangan.
Liyura melihat ke dalam Paviliun yang terlihat indah, tapi memang jelas tidak terawat. Dia melihat dan menjelajah dengan cermat di setiap sudut ruangan agar menemukan petunjuk.
Tidak ada apapun. Hanya sarang Laba-laba yang sangat banyak yang melapisi setiap sisi ruangan. Liyura kemudian melihat sebuah ornamen yang ada di dinding.
Liyura juga melihat sebuah tongkat berwarna emas yang sangat menyilaukan setelah dia membuka suatu peti kayu kuno. Liyura yang merasa tertarik segera menyimpannya di dalam System Room setelah dia mengecek tidak ada suatu hal yang aneh.
Liyura melihat barang-barang yang bertebaran di sepanjang ruangan. Dia juga melihat beberapa barang kuno yang tidak berguna.
Saat Liyura menggeser suatu barang, dia menemukan pola Pentagram di dinding ruangan yang cukup besar berwarna merah darah.
Liyura yersenyum dan segera memanggil Ryan, Ryan yang datang dengan tergesa-gesa langsung datang secepat mungkin sampai terengah-engah.
"Ada apa, Nona Liyura?"
Liyura melihat ke arah Ryan dan menunjukkan sesuatu di dinding tadi. Ryan terkejut dan segera menghampiri dinding.
"Ini!! Tidak salah lagi ini adalah Pentagram sihir level 5 ke atas! Siapa yang membuat ini? Guru Aver bilang jika ada yang membuat ini, pastilah orang terjenius!"
"Apa fungsinya ini Ryan?"
"Karena Pentagram inilah, aku tidak bisa menemukan jejek sihir yang tertutupi. Ternyata kita sudah dijebak. Memang kediaman Vampir Bulan ada di sini tadinya. Tapi karena tadi Vampir itu pasti mengetahui jika ada yang mengikutinya, dia cepat-cepat melapor dan menyuruh semua orang yang tinggal untuk pergi sedangkan Vampir tadi akan memancing kita dan mengulur waktu agar kita tidak bisa secepatnya ke sini."
"Sangat cerdik. Jadi, kau tahu dimana keberadaannya saat ini?"
Ryan menggeleng, "Sayangnya tidak semudah itu menemukannya. Mereka pasti kabur dalam sekejap karena bantuan dari seorang yamg membantu Vampir Bulan itu. Apa tadi namanya... Pyaler... hmm, tapi mungkin aku bisa menemukan jejak mereka jika Pentagram ini di hapus."
"Itu adalah Player, Ryan. Dan kenapa kau tidak menghapusnya?"
Ryan terlihat murung, "Aku masih tidak bisa, levelku masih rendah, coba panggil guru Aver ke sini. Aku yakin dia pasti bisa."
"Hmm, kalian memanggilku hanya untuk urusan menghapus Pentagram."
Aver terlihat kecewa tapi dia tetap merapalkan mantra hingga Pentagram itu bercahaya dan meledak.
"Magica Nigra - Dimittas!"
Pentagramnya menjadi menghilang setelah meledak, Aver terlihat tersenyum.
"Jika kalian ingin mencari kediaman seseorang yang kalian cari, ikutilah portal yang kubuat... aku sudah dapat melihat jejak-jejak sihir yang tertinggal setelah Pentagram itu menghilang."
Mereka mengangguk bersamaan dan segera bersiap masuk ke portal yang akan dibuat Aver.
"Magica Nigra - Ostende Nihi!"
Portal kemudian terwujud dari tangan Aver, portla itu berwarna hitam dengan pusaran yang tidak berdasar.
"Cepat masuk sebelum 1 menit berlalu, nanti portal itu akan menghilang."
Liyura terlebih dahulu mengirim Aver kembali ke Magic Forest dan segera masuk ke dalam Portal bersmaa Ryan secara bersamaan.
***
Mereka telah dua kali melewati portal, bahkan Liyura yakin dia sudah bosan selalu menggunakan sihir, dia merasa kemampuannya tidak perlu digunakan.
Pertama kalinya dia merasa sangat lemah, dia kemudian ingat dengan tongkat berwarna emas yang dibawanya dari Paviliun tadi, dia merasakan ada aura tertentu yang terpancar dari tongkat tersebut.
Dia akan menanyakannya nanti pada Aver karena prioritas utamanya sekarang adalah menemukan kediaman Vampir Bulan dan bertemu seorang Player sepertinya yang sama-sama ada di lantai 2.
Liyura menjadi semakin penasaran ingin melihatnya sendiri siapa yang mempunyai sihir sebesar itu sampai bisa membuat Pentagram level 5 ke atas.
Liyura dan Ryan akhirnya sampai di sebuah hutan. Tunggu dulu bukankah di sini adalah hutan yang ada di Lembah Malam?
Ryan juga merasakan hal yang sama, "Ha...hahahhahaha, kita dipermainkan lagi!! Ya ampun, aku tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya."
Liyura terlihat memijit kepalanya kesal, jadi buat apa mereka membunuh Vampir tadi untuk mencari tahu keberadaan kediaman Vampir Bulan, hah?! Dan buat apa mereka sampai datang ke Paviliun yang ada di sana terpasang Pentagram sihir dan menghancurkannya?! Jika Aver tahu, dia pasti akan mencekik si Penyhir yang bekerja sama dengan Vampir Bulan.
Kalian tahu? Untuk menghancurkan Pentagram sihir level 5 ke atas itu membutuhkan jumlah Mana yang besar? Tapi itu tidak ada gunanya!!
Liyura mengepalkan tangannya, dia tidak pernah merasa bodoh ketika di Real World, tapi dia merasa kepintarannya menghilang ketika dia sampai ke sini.
Liyura ingin sekali cepat-cepat menyelesaikan ini! Dia sudah cukup bermain-main! Jika benar dia bertemu dengan Vampir Bulan dan Penyihir yang membantunya, dia berjanji akan menebas keduanya karena membuat dia kesal dua kali!!
Dan yang lebih penting lagi, jika sampai Zayn tahu jika dirinya dijebak hingga dia mengorbankan dirinya untuk masuk ke dalam portal yang membuatnya muntah darah gara-gara itu pasti pemuda itu akan menyumpah serapahi Vampir Bulan.
Liyira membayangkan ekspresi si Penyihir dan Vampir Bulan sendiri, pasti mereka sekarang terlihat berekspresi geli dan tertawa terbahak karena mereka berhasil memasukkan ikan ke dalam jaring dengan mudah (Mereka masuk dalam perangkapnya).
Liyura terlihat menggeram marah, dia tidak pernah semarah ini sebelumnya. Dia segera mendudukkan dirinya di bawah pohon untuk mendinginkan kepalanya.
Ryan terlihat menggeleng-geleng, dia tidak menyangka dirinya dan yang lain akan di jebak oleh trik murahan seperti ini.
Ryan menghela nafas dan ikut beristirahat, dia merasa hari ini adalah hari paling sial, dia akhirnya membaringakan tubuhnya dan tidur dengan tangan sebagai bantalnya.
Liyura juga ikut merasa sangat tidak berguna dan kecewa, mereka yang tadinya penasaran selama ini perasaannya kini berubah menjadi marah dan kesal setengah mati.
Lain kali, Lain kali jika gadis itu menemukan mereka, dia pasti tidak akan mengampuni siapapun, dia berjanji akan hal itu.