
Liyura melihat seluruh pasukan yang ada di hadapannya. Dan juga terdapat 4 orang Vampir yang berada dalam barisan terdepan untuk memimpin pasukan di belakangnya.
"Kita tidak akan membiarkan kalian menemui Raja dan menyelamatkan para Merpati. Jika kita mengalahkan kalian, dan membunuh para Merpati itu, tidak akan ada lagi yang bisa menghalangi kami untuk memangsa semua manusia di Lantai ini."
Mata Ryan sekejap berkilat marah, senyuman terlihat telah hilang sepenuhnya dari bibirnya. Matanya menyiratkan kekosongan dengan satu pikiran saja---Membunuh.
Setelah melihat para Vampir yang terlihat di depan Liyura, mereka semua memecah formasi dan terlihat berdiri menyamping dan hanya melihat ke arah para Vampir itu.
Liyura melihat salah satu Vampir yang mengajak mereka bicara sedari tadi.
"Sepertinya, kita akan bertarung di sini. Tempat di sekitar Lembah lainnya, yang para manusia lemah itu sekarang telah hancur lebur oleh kami. Selanjutnya, setelah membunuh kalian, kami akan membunuh para Merpati yang ada bersama Raja kami saat ini."
Liyura tidak menjawab, Aver terlihat datar, dia sebenarnya tidak peduli apa yang terjadi pada para manusia, yang dia pedulikan hanya Ryan, dan beberapa manusia lainnya yang sekarang berada di Magic Forest, dalam Dunia Segel milik Liyura sekarang.
"Memangnya kami akan terpedaya olehmu? Ayo kita buktikan dengan kekuatan kita melalui pertarungan! Sudah cukup kalian mempermainkan kami sampai sekarang. Dengan membunuh dan membuat kalian hilang dari Mozart, maka masalah di Lantai ini akan selesai."
Liyura akhirnya menjawab dengan nada amarah dan ketidaksabarannya untuk membunuh semua Vampir yang ada di hadapannya sekarang juga.
Vampir yang melihat Liyura terlihat tersenyum miring, "Kau adalah gadis yang memimpin semua makhluk yang bersamamu, ya. Aku, Vampir Bulan Setengah Lingkaran, akan membuat kalian semua terbunuh."
Erza menggeram dan mengepalkan tangan, "Kalau begitu, aku menantang untuk berduel denganmu, Vampir Bulan Setengah Lingkaran, Varam!!"
Erza maju dan berada di depan Liyura. Dia melirik ke arah Celine sekejap kemudian untuk meminta persetujuannya. Celine hanya mengangguk, dia sedari awal memang tidak berniat untuk menghentikan Erza sekalipun.
Setelah melihat Celine mengangguk, Erza menatap Vampir Bulan Setengah Lingkaran di hadapannya yang bernama Varam. Liyura terlihat menghela nafas dan tersenyum, gadis itu tiba-tiba saja ambruk duduk di permukaan tanah yang kotor, dan di sekitarnya terdapat aliran darah para manusia yang di bunuh oleh Vampir.
Liyura duduk dengan bersila dan menunggu, membuat semuanya menatap dengan aneh.
"Pertarungan akan dimulai. Kalian harus memperhatikannya dengan baik, pertarungan antara Elder Ras Burung Hantu dan Vampir Bulan Setengah Lingkaran akan segera dimulai."
Ryan terlihat berekspresi datar, mendengar perkataan Liyura, pemuda itu tahu jika gadis itu memberikan aba-aba untuk menyerang setelah Erza dan Varam telah selesai bertarung.
"Sebagai gantinya, kalian harus berduel antara Hidup dan Mati untuk menentukan kemenangan."
Ucapan Liyura dapat di dengar oleh keduanya, Erza hanya tersenyum karena merasa tidak keberatan sedikitpun, karena sedari awal gadis itu menginginkan hal tersebut. Sebab, hari ini adalah hari yang di nanti-nantikannya untuk mencabik dan membunuh Vampir Bulan.
Erza bergerak maju untuk mempersempit jaraknya untuk bertarung, karena dia juga adalah petarung jarak dekat, meskipun dia menggunakan Sihirnya. Sederhananya Erza sama seperti Ryan yang dapat menggunakan Sihir dan menggunakan senjata secara bersamaan.
Erza akhirnya akan menunjukkan seluruh kemampuannya saat pertarungan itu dimulai. Mereka akan mengetahui, jika gelar 'Elder' dan 'Makhluk yang dicintai Mana' bukan hanya sekedar omong kosong belaka saja.
Erza berada dalam mode bertarung membuat insting pada ke-5 indranya otomatis aktif membuatnya sensitif dalam pergerakan sekecil apapun.
Varam hanya tersenyum, setidaknya dia terlihat percaya diri dapat menang dari Erza karena dulunya dia dan Vampir Bulan lainnya pernah mengobrak-abrik Ras Burung hantu untuk membuat Ras tersebut menjadi makanan Raja sebagai persembahan, karena hamya dengan meminum darah Ras tersebut, Vampir dapat hidup lama dan tidak akan membutuhkan darah lebih cepat. Bahkan mereka juga akan semakin kuat dengan insting dan indra mereka yang makin tajam.
Jika Varam berhasil membunuh dan meminum darah gadis Ras Burung Hantu tersebut, pasti akan cukup sulit untuk mengalahkannya. Tapi, Liyura tidak khawatir sedikitpun, karena dia juga percaya diri dengan kemenangan Erza dengan telak.
***
Erza mengeluarkan Belati berwarna putih dengan gagangnya berwarna hitam legam. Belati itu sangat indah seperti baru saja di tempa.
"Aku akan mengeluarkan seluruh kemampuanku untuk pertarungan kali ini, dan akan kutunjukkan semua hasil dari latihanku hanya untuk membunuh para Vampir seperti kalian!"
Erza memainkan dengan keren Belati di tangannya seperti pembunuh profesional hingga setelah seperkian detik kemudian, Belati itu berhasil menancap sempurna di tubuh Varam.
Vampir Bulan itu terkejut sesaat namun hanya tersenyum, "Kau mau meluikaiku dengan Belati mainan ini? Kau meremehkanku, Elder?"
Erza tersenyum membalasnya, "Jangan senang dulu. Aku tidak ceroboh untuk memyerangmu. Matamu dapat melihatnya kan, jika Belati itu bukanlah Belati biasa. Karena terdapat polesan Rune Sihir di sekitarnya---yang kubuat dengan susah payah."
Vampir itu merasakan gejolak aneh, tusukan yang berada apada dada kanannya segera saja terasa sakit.
"Kau tahu kenapa aku menusuk di dada kananmu? Karena para Vampir murni memiliki Jantung yang berada di sisi kanan, entah kenapa itu bisa terjadi, aku menganalisa kalian selama hidupku ini agar tidak terbuang sia-sia saat aku benar-benar akan menghadapi salah satunya. Jadi, aku membuat Rune Sihir berupa Kutukan, yang akan membuatmu menjadi Bonekaku."
Erza terlihat tersenyum mengerikan, semua yang melihatnya bergidik kecuali Liyura, Aver, Kenzie, dan Vyone.
"Apa untungnya membunuhmu jika aku bisa menjadikanmu Bonekaku?! Aku tidak butuh mrmbunuhmu sekarang, karena kematian tidaklah cukup untuk memabalas perbuatanmu!"
Liyira akhirnya berdiri, "Erza, duel ini di laksanakan dengan pertarungan Hidup dan Mati. Jika hanya begini saja, pasti tidak menyenangkan, ayolah, kau masih punya banyak waktu untuk bertarung. Apakah hanya dengan memberinya Kutukan saja akan cukup?"
Liyura terdengar seperti bosan dengan pertarungan Erza dan Varam. Dia melihat Erza seolah mengisyaratkan untuk bertarung dan membunuh, itu lebih baik daripada menunggu ketidakpastian tentang takdir para Vampir yang berada di genggaman tangan mereka saat ini.
"Bagaimana jika kau bunuh saja?"
Aver juga terlihat menunggu reaksi dari Elder Ras Burung Hantu tersebut. Sebenarnya sama dengan dengan Liyura, dia juga tidak setuju jika salah satu Vampir Bulan di biarkan hidup meskipun berada di bawah kendali sekalipun.
Erza menatap Aver yang terang-terangan menyuruh dirinya untuk membunuh Vampir Bulan yang berada di hadapannya.
"Ada alasan kenapa aku tidak membunuhnya sekarang. Karena ini alasan pribadi, Celine sekalipun tidak kuberitahu."
Celine yang mendengarnya terlihat terkejut, dia pikir hubungan mereka telah dekat dengan melakukan Kontrak Darah antara Tuan dan Dobutsu, hingga berpikir jika tidak ada rahasia lagi di antara mereka, tapi ternyata tidak.
"Dan sekarang, aku akan memberitahu kalian. Alasan aku tidak membunuhnya adalah karena, salah satu Vampir Bulan mengetahui rahasia tentang Ras Burung Hantu ku. Tapi aku tidak tahu apa yang mereka sembunyikan, maka aku akan membuat mereka membuka mulut semua rahasia Ras ku yang telah mereka ketahui."
Varam yang mendengarnya hanya tersenyum miring. Dia sebenarnya telah kalah telak dari Erza sebelum pertarungan sekalipun, tapi itu adalah alasan pribadinya kenapa dia bisa kalah semudah itu.
"Jadi dia tahu rahasia Ras mu?"
"Dia mengetahui rahasia besar yang sangat tidak boleh di ketahui oleh siapapun kecuali para Petinggi Ras dan Raja maupun Ratu Ras yang boleh tahu akan hal itu. Aku tahu semua rahasia Ras ku, tapi masalahnya aku tidak tahu dia tahu rahasia apa saja yang ia ketahui? Aku dapat mengetahui hal ini karena sebelum mati, Raja Ras memberiku perintah terakhir untuk menemukan siapa Vampir Bulan yang telah mengetahui rahasia Ras ku. Dan aku mengetahuinya saat aku bertemu langsung dengan Vampir Bulan ini! Meskipun yang telah mengalahkan dan membunuh Raja dan Ratu Ras adalah Vampir Bulan Sabit, tapi aku tahu jika Vampir yang ada di depanku ini lah yang mengetahui rahasia besar dari Ras ku!"
Erza segera saja mengacungkan belatinya pada leher Varam tapi Vampir itu tidak kelihatan sakit dan hanya terdiam saja.
"Katakan apa yang kau ketahui tentang Ras ku?! Jika jawabanmu salah, akan kubunuh langsung!"
Varam melihat ke arah Erza dan tersenyum miring, "Kau mau aku mengatakan semuanya di hadapan mereka semua? Jika begitu, maka hal ini bukan rahasia lagi, kan?"
Erza menggeram hingga ia melukai permukaan kulit leher Varam dengan belatinya dan segera menendang Vampir Bulan Setengah Lingkaran itu seperti Bola.
"S****n kau! Beritahu saja sekarang! Ras Burung Hantu sudah hancur dan tidak akan pernah bangkit lagi! Dan itu semuanya adalah kesalahan kalian! Sebagai perwakilan kemarahan dan balas dendam Ras Burung Hantu yang pernah menjadi Dobutsu Penyihir Pertama di Mozart, aku tidak akan melepaskanmu dan akan membunuhmu! Aku berjanji, Vampir Bulan Setengah Lingkaran, Anjing petarung Si Sialan Nuzan!"
Erza terlihat terengah-engah setelah selesai mengeluarkan semua perkataannya. Dia muak, sangat muak. Jika bisa, dia ingin sekali langsung mencabik, membunuh, dan menyiksa Vampir Bulan di hadapannya jika bukan karena dia harus mengetahui terlebih dahulu rahasia apa yang di ketahui Vampir Bulan itu? Serta mencari tahu siapa saja yang telah tahu rahasia tersebut selain Vampir Bulan itu sendiri. Karena kemungkinannya, Varam pasti telah membagikan informasi ini pada Petinggi Ras Vampir lainnya.
Erza menghampiri Varam yang telah di tendang olehnya hingga baju tempurnya kotor dengan tanah dan pedang besar yang terkait di punggungnya menjadi terlepas.
"Katakan! Aku tidak punya waktu untuk meladeni Vampir rendahan sepertimu!"
Erza sama sekali tidak terlihat menahan diri sekalipun. Kali ini Liyura pun tahu jika Elder Ras Burung Hantu, sedang sangat marah.
"Sepertinya ini tidak akan selesai. Bagaimana jika kita bersenang-senang dengan membunuh para Vampir yang ada di belakangnya saja? Itu lebih baik daripada bosan."
Aver terlihat berpendapat. Rasanya dia kembali mengingat Eden dan Ares yang tengah bertengkar saat di Dunia Segel. Tapi, sepertinya Undead itu mengerti dengan situasi Erza. Karena dia juga telah mengalaminya dan tahu betul bagaimana perasaannya. Tapi bedanya, Aver tidak tahu harus pada siapakah ia harus marah dan membalas dendam demi Tuannya.
Pada Roh Bunga Wisteria atau Penyihir Pertama di Mozart?
Padahal itu tidak ada kaitannya sama sekali jika pun orang yang bersangkutan adalah Penyebab Tuannya tersegel.
Aver menghela nafas, benar-benar hanya Liyura saja pilihan dan harapannya saat ini. Tapi, kira-kira seberapa seru kah jika ke-empat Tuannya bertemu dengan gadis yang siafatnya bertolak belakang dengan Tuannya tersebut?
Erza terlihat menunduk. Rasa marahnya tiba-tiba saja menjadi rasa sedih karena perasaannya saat ini mengingatkannya kembali ke saat-saat masa lalu ketika Raja Ras Burung Hantu memberinya perintah terakhir.
.
Flashback On
Erza adalah Ras Burung Hantu yang di angkat menjadi Elder karena dirinya adalah makhluk yang terpilih sebagai makhluk yang di cintai oleh Mana.
Tapi, itu bukan hal yang mudah seperti dirinya seorang pahlawan yang akan di hormati dan di elu-elukan. Saat dia mengetahuinya, Para Petinggi Ras Burung Hantu memerintahkannya untuk mengasingkan diri di tempat khusus untuk para generasi makhluk yang di takdirkan untuk di cintai oleh Mana.
Dan di dalamnya, ia akan memepelajari berbagai ilmu dasar tentang sihir melebihi teman-teman sebaya maupun Ahli sihir dalam Ras. Menjadi Elder, adalah suatu kebanggaan saat ia berhasil melewati semua penderitaan yang akan membuatnya sakit kepala dan berhasil melewati berbagai macam ujian dan tes kesabaran.
Tapi, hari itu, adalah hari yang di nanti-nantikannya untuk di lantik sebagai Elder Ras Burung Hantu secara umum di depan seluruh anggota semua Ras Burung Hantu.
Namun, saat itulah para Vampir datang sebelum ia datang ke Kerajaan Rasnya. Saat di perjalanan, dia menyadari situasi di sekitar kerajaan Ras yang telah ia tinggalkan selama bertahun-tahun untuk berlatih Sihir, benar-benar sangat buruk karena mereka di serang secara tiba-tiba.
Dan, Erza terlambat untuk sampai ke tempat Kerajaan Ras nya. Lalu, dia melihat semuanya sudah menjadi medan pertempuran dengan para anggota Ras yang telah gugur dengan tidak bernyawa dimana-mana. Tangisan kesedihan dan teriakan yang membuat hati menjadi ngilu dan teriris di dengarnya di setiap jalan yang seakan berduri ketika kakinya menyentuh tanah.
Kerajaannya telah hancur.
Tapi, ia melihatnya.
Dengan mata kepalanya sendiri,
Raja dan Ratu Ras yang ternyata masih hidup dengan luka yang benar-benar parah terlihat bersimpuh di hadapan sesosok makhluk cantik dengan mata merah menyala bagai seekor predator.
Dan, sosok itu adalah Vampir Bulan Sabit, Rena.
Dengan secepat kilat, seiring dengan kecepatan lari Erza yang melihatnya, dan bulir-bulir air mata yang jatuh entah sejak kapan ...
Rena membunuh mereka semua sebelum sempat ia menyelamatkannya.
Saat dia menyadari hal itu, Erza ambruk dan bersimpuh, setelah mempelajari Sihir dan menjadi lebih hebat dari seorang Ahli Sihir terbaik di Ras nya, ia berhasil memiliki bentuk manusianya.
Gaun putih kebanggaan yang di kenakannya menjadi kotor dengan darah yang menempel, tapi ia terlihat tidak memperdulikannya.
Dan, saat itulah, Mana nya benar-benar bergejolak tidak terkendali, hingga akhirnya ia meledakkan semua aliran Mana yang di simpannya selama ini dan membiarkannya mengamuk dan menghancurkan apapun di sekitarnya.
Erza hilang kendali sesaat, namun saat dia menatap Raja Ras yang terlihat sudah mati, dia melihat matanya, dan memahami apa yang di katakannya.
"Elder, salah satu ... Vampir menge ... tahui ... Rahasia Ras kita. Cari ... dia ... dan BUNUH ...!"
Erza terkejut, matanya membulat seketika, tapi ia mengangguk. Dengan tekadnya, ia menutup mata dan membiarkan aliran Mana yang telah meledak hampir sebagian dalam dirinya, menjadi masuk kembali ke dalam tubuhnya.
Lalu, ia tidak melihat siapapun lagi ketika membuka matanya, Rena, telah tiada dan menghilang.
Mulai saat itu, Erza bersumpah untuk melaksanakan perintah terakhir Raja Ras nya. Nyawa sekalipun akan ia korbankan demi menunaikan perintah itu.
Lalu, ia memilih membaur dengan para Ras lain hingga dia tau-tau sudah berada di dalam Hutan Palsu dalam Lembah Wiateria.
Flashback Off