Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 71 Perdebatan Kesetiaan


Sore hari di kediaman para Jenderal Wisteria, Liyura terlihat mengantuk karena seharian dirinya meluangkan waktu di bawah pohon Wisteria.


Liyura melihat ke segala arah karena mulai tadi dia merasakan jika ada yang melihatnya dari jauh namun dia tidak tahu siapa itu.


Liyura akhirnya memilih bangun dari duduknya di bawah pohon itu dan meregangkan tubuhnya yang kaku.


"Aku ingin tidur. Tapi sepertinya aku harus melihat Ryan dulu."


Liyura dengan langkah gontainya akhirnya berjalan menuju Aula dimana dia melihat Sena dan Rachel sedang berbincang ria.


"Eh? Liyura? Ada apa ke sini?"


"Aku ingin melihat Ryan, apakah dia telah lulus?"


"Yah dia tadi sudah ada di sini tapi dia kembali ke kediamanku untuk beristirahat."


Mendengar perkataan Rachel akhirnya Liyura mengangguk dan berjalan menuju ke tempat Ryan berada.


Entah kenapa Liyura merasa penasaran, Dobutsu seperti apa yang di pilih Ryan. Liyura dengan semangat akhirnya berjalan ke arah kamar Ryan.


"Ryan~"


Ryan terlihat membuka pintu dari dalam ketika dia mendengar suara Liyura.


"Hmm, ada apa, Nona?"


"Bagaimana? Kau sudah lulus ujiannya, 'kan? Kau mendapat Dobutsu apa?"


"Sebaiknya kau masuk dulu, ada yang ingin kubicarakan."


Liyura mengeryit tapi dia mengangguk dan masuk ke dalam ruangan. Setelah masuk, Liyura melihat seekor Elang menatapnya dengan tajam.


Tapi tatapan itu bagikan angin jika di lihat oleh Liyura. Bahkan gadis itu tidak terkejut sama sekali.


"Elang ini begitu angkuh, kenapa dia menatapku menyelidik?"


"Itu, dia adalah Elang Harpa, kekuatannya hampir setara dengan Naga."


"Dia? Hewan kecil ini? Bahkan mungkin dia hanya akan jadi mainan untuk Evol."


"Evol? Siapa Evol?"


Arend menyela pembicaraan Liyura dan Ryan membuat Liyura menatapnya.


"Oh jadi begitu, ini hanyalah sosok penyamaranmu saja, ya. Di lihat kau bisa berbicara, levelmu sepertinya tidak main-main tingginya."


Arend menatap Liyura sedemikian tajam lagi, tapi Liyura menatapnya sambil berpikir.


"Kau ingin membicakan apa, Ryan?"


"Arend tahu hal mengenai 4 pelindungmu."


"Arend? Jadi namanya Arend, ya. Kau cocok memberikan nama. Mengenai 4 pelindungku, kita bicarakan di Magic Forest bersama Aver dan yang lain."


Ryan hanya mengangguk sedangkan Arend masih tidak bergeming. Liyura membawa mereka masuk ke dalam tanda segelnya dengan teknik pikiran membuat Ryan dan Arend terkirim ke dunia segel.


Sedangkan Liyura terlihat langsung berbaring di kasur Ryan dan juga masuk ke dalam tanda segel melalui alam bawah sadarnya.


***


Saat tiba di dalam area Magic Forest, Arend terlihat takjub dan bertengger di pundak Ryan dengan tertib. Sedangkan Liyura tiba-tiba muncul di samping mereka melalui sebuah portal.


"Ayo kita masuk ke dalam Goa."


Ryan dan Arend mengikuti langkah Liyura hingga mereka memasuki ke dalam mulut Goa yang di dalamnya terdapat suara yang ramai.


Saat mereka masuk, Aver dan yang lainnya langsung tidak bersuara. Aver menatap tajam ke arah Ryan, tapi dia melihat ke arah Elang Harpa di pundaknya.


"Salah satu Ras Elang Harpa? Kenapa kau ada di sini?"


Saat Arend menatap Aver, dia berubah menjadi manusia dengan wajah yang tampan dan terlihat seumuran dengan Liyura.


Rambutnya berwarna hitam dan matanya berwarna emas. Arend terlihat lebih tinggi dari Ryan dan Liyura.


"Kupikir kau sudah mati, Raja Undead ternyata kau ada di sini."


"Kau mengenalku? Apa jangan-jangan kau adalah Raja dari Ras Elang Harpa? Karena hanya dia lah yang memiliki Mata Naga dan dapat melihat sesuatu yang tidak dapat di lihat."


"Ya, kau benar, aku baru saja keluar dari segel di Katana milik Ryan yang sudah menjadi Tuanku untuk saat ini."


"Heh? Aku baru tahu Raja sepertimu mau menjadi Dobutsu?"


Aver terlihat mengejek Arend, hubungan keduanya di masa lampau memang tidak begitu baik.


"Hah? Memang kenapa daripada aku di tinggalkan oleh Tuanku sendiri sepertimu."


"Kau!!"


Aver terpancing emosi karena Arend menyebutkan keempat Pendekar Kembar.


"Kau Ras Elang Harpa sungguh wajar kalah dari para Vampir, kalian begitu angkuh seperti Ras Naga."


"Dan kau? Apakah kau sudah pensiun melayani Tuanmu itu?"


"Oh? Jika kau ingin mengejeknya, ejek saja di depan mereka karena mereka juga akan muncul nantinya. Lagipula aku tidak hanya melayani keempat Tuanku saja, Liyura mulai sekarang juga adalah Tuanku."


"Begitu? Terserah padamu. Aku akan menunggu legenda seperti keempat orang itu muncul kembali."


"Tunggu saja, Sang Dewa Kematian akan ikut berperang lagi."


Arend berdecih, Liyura dan yang lainnya terlihat bingung.


"Berhenti! Di Magic Forest dilarang untuk berperang seperti ini!"


Liyura menghentikan aura penekanan dari Arend dan Aver. Meskipun dia tidak terkena efek aura itu, tapi area sekitarnya mengalami efek aura yang sangat buruk.


Bahkan Evol terlihat meringkuk. Perkataan Liyura membuat keduanya terdiam.


"Jika kalian ingin bertarung, sebaiknya kalian tidak di dunia segelku!!"


Liyura juga mengaktifkan Aura yang di milikinya untuk menahan aura milik Aver dan Arend.


"Ini?! Ini adalah level terendah dari Skill Legendaris Death World. Apakah kau menguasai Death Aura?"


Arend terlihat memandang Liyura menelisik, aura yang di milikinya sebagai Raja dari Ras Elang Harpa tidak akan mungkin di kalahkan begitu saja oleh aura seperti Liyura.


"Tidak, aku tidak menguasainya, masih belum."


Liyura tidak terkejut sama sekali jika Arend mengetahui hal itu. Karena di lihat keduanya saling mengenal maka Arend juga termasuk Legenda seperti Aver dulunya? Karena dia di sebut Raja.


"Jadi kau punya Skill Note dari Skill Aura itu, ya? Sangat beruntung."


Liyura terlihat waspada melihat tatapan dari Arend yang menunjukkan tergiur dengan Skill Note yang di milikinya.


"Arend, jangan sampai kau membuat ulah lagi. Jika kau sampai mengaktifkan aura lagi, kau akan tahu akibatnya. Bukannya aku mau mengancammu, aku mengetahui rahasia mengenai Kontrak Darah. Dobutsu harus patuh pada Tuannya."


Ryan terlihat berekspresi mengerikan karena Arend terlihat ingin melakukan sesuatu pada Liyura membuatnya segera bertindak.


"Baik, lagipula siapa yang menginginkan Skill Note itu? Jika kau tidak memerintahkanku. Lagipula sekarang aku sudah terikat denganmu, aku tidak akan jadi buas lagi sekarang."


"Baguslah, jika kau sudah menjadi Elang yang jinak. Memiliki seorang Tuan, pasti akan membuatmu terkekang seperti diriku yang dulu."


Aver terlihat tersenyum seperti mayat hidup, tapi tidak ada yang takut padanya sama sekali. Sedangkan Arend hanya berdecih dan menatapnya tajam.


Liyura menghela nafas, "Namamu adalah Arend, 'kan? Kau tidak boleh melanggar batas di wilayah orang lain."


Liyira berekspresi menyeramkan dengan memberikan peringatan pada Arend.


"Meskipun kau adalah Raja, pemilik Magic Forest beserta isinya sekarang di miliki oleh gadis yang sudah menjadi Tuanku sekarang. Jadi kuharap kau tidak mengacau di sini jika tidak aku akan menendangmu keluar paksa karena aku adalah Penjaga di Hutan ini."


Aver terlihat memandang Arend dengan pandangan menusuk seperti Liyura. Arend terlihat terpojok karena dia mengusik para Monster ini.


"Baik, aku lupa jika aku tidak di wilayahku sendiri sekarang, aku tidak akan mengacau."


Liyira menghampiri Evol dan mengelus kepalanya agar tenang akibat pertukaran aura dahsyat tadi.


Arend melihat ke arah Evol dan terkejut, "Bagimana bisa Ras Jaquin masih hidup?! Aku yakin Ras Jaquin tidak pernah menunjukkan batang hidungnya sama sekali pada manusia, dan di nyatakan punah beberapa milyaran abad yang lalu. Bahkan keberadaan Jaquin untuk sekarang tidak lebih hanya sekedar kebohongan saja."


Aremd menatap takut pada Evol karena Ras Elang Harpa dulunya pernah hanya bisa di jadikan sebuah boneka oleh Ras itu.


Arend masih mengingat ketika Ras Jaquin dan Ras Naga masih bermusuhan untuk memperebutkan peringkat paling atas dari Ras terkuat.


Ras Naga dan Ras Jaquin adalah Ras yang terkuat di Mozart pada masa jayanya dulu. Sekarang karena Raja dari Ras Naga yaitu Raios sudah terbunuh karena kudeta di haremnya sendiri membuat Ras Naga terpecah belah dan melemah selama beberapa abad terakhir.


Sedangkan untuk Ras Jaquin sendiri, mereka tiba-tiba hilang bak di telan bumi setelah beberapa tahun sejak Ras Naga melemah membuat Ras lainnya dapat menghela nafas lega karena tidak akan ada pertarungan besar lagi untuk sesaat.


Ras Jaquin hilang secara misterius dan Ras Naga yang melemah membuat Ras lainnya sangat bersyukur. Kedamaian itu pun terjadi sampai sekarang.


Ras lain mengira jika Ras Jaquin sekarang sudah punah karena beberapa abad tidak muncul batang hidungnya pun.


Sedangkan Ras Naga telah bagaikan 'kekuatan yang tertidur' selama beberapa abad, itulah julukannya oleh para Ras lain.


Sedangkan Ras Elang Harpa, di nobatkan menjadi yang terkuat setelah Ras Naga karena hilangnya Ras Jaquin secara tiba-tiba.


Ras Elang Harpa sebanarnya tidak terlalu kuat, tapi karena mereka saling mengandalkan sebagai tim maka kekalahan dari Ras Naga tidak bisa di hindarkan.


Hingga akhirnya Arend menduduki tahta sebagai Raja dari Ras tersebut karena dia berhasil mendapatkan Mata Naga yang dapat melihat segala hal yang tidak terlihat. Seperti isi hati seseorang.


Arend menatap takut pada Evol, meskipun untuk sekarang Evol masih di bilang belum dewasa, keagungannya sudah dapat di rasakan oleh Arend melalui Jaquin itu.


Sedangkan Evol terlihat biasa saja dengan tatapan Arend dan terlihat sangat menikmati elusan Liyura.


Arend terlihat takut melihat Evol dan Liyura. Dia sepertinya memiliki kenangan kelam tentang Ras Jaquin.


Aver terlihat menikmati suasana sedangkan Ryan dan yang lainnya seperti Ares dan Eden hanya diam seperti patung.


"Jadi, katakan padaku mengenai kau tahu sesuatu tentang keempat pelindungku?"