Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 93 Inti Bunga Wisteria


Di sebuah tanah yang tandus, bagai di dalam planet Mars di luar angkasa, Liyura terlihat berlari mengikuti cahaya putih kecil yaitu Sihir milik Ryan. Melihat Ryan menggunakan Sihirnya, itu berarti Ryan telah menemukan sesuatu lebih dulu.


Sedangkan yang lainnya juga berpikiran sama dengan Liyura dan memilih untuk mengikuti cahaya putih kecil itu juga.


***


Liyura samapai lebih dulu di tempat Ryan. Dia melihat inti bunga Wisteria di hadapan pemuda itu dan juga sesosok Burung Elang Harpa yang sangat besar yaitu Arend.


"Inti Bunga Wisteria..."


Liyura melangkahkan kakinya untuk berada di bawah pohon tersebut. Liyura merasakan ketenangan saat berada di dekatnya. Rasanya hatinya menghangat, dan beban serta rasa sakitnya menghilang.


Rasanya benar-benar damai dan tenang. Pohon ungu itu bercahaya terang saat Liyura menyentuhnya, itu membuat Arend dan Ryan terkejut.


Tiba-tiba saja dari pohon tersebut tebentuk suatu sosok yang transparan namun berwujud cahaya yang sangat terang. Sosok itu melayang dan menyentuh pipi Liyura dengan kedua tangannya.


Mereka sama sekali tidak mengetahui sosok tersebut yaitu Roh Bunga Wisteria yang pernah mendatangi Liyura di Lembah Wisteria. Roh Bunga Wisteria terlihat senang, namun hanya Liyura saja yang mendengar tawa lembutnya.


Wajahnya sangat bercahya, dia menatap Liyura tanpa di ketahui jelas ekspresinya.


"Kau datang lagi, Sang Takdir. Kita akhirnya bertemu lagi..."


Liyura hanya terdiam. Dia merasakan sesuatu yang hangat saat sosok itu menyentuh pipinya.


"Roh Bunga Wisteria..."


Liyura mengetahui dirinya karena dia pernah bertemu dengan sosok tersebut. Sedangkan Arend yang mendengarnya menjadi sangat terkejut.


"R-Roh Bunga Wisteria?! Penyihir Putih pertama di Mozart!"


Ryan juga terkejut. Dia menatap lekat sosok yang sangat dekat dengan Liyura. Jika di lihat lagi, sosok transparan dan bercahaya itu terbentuk seperti wujud seorang gadis yang mungkin hanya terpaut beberapa tahun lebih tua dari Liyura.


"Kau sudah mendapatkan Tongkat Sihir ku, kan? Ambillah Tongkat itu dan terangilah kegelapan. Sebentar lagi, Penjaga-Mu akan datang dan bangkit, jadi kau harus lebih kuat dari mereka. Semoga kau di berkati oleh Sihir Cahaya."


Roh Bunga Wisteria mengehembuskan nafas hangatnya pada Liyura membuat gadis itu menatap terkejut saat merasakan aliran Mana murni masuk begitu saja dalam dirinya.


Roh Bunga Wisteria tiba-tiba saja masuk ke dalam tanda di segel Liyura membuat gadis itu langsung merasakan pusing luar biasa karena Roh Bunga Wisteria tersebut berusaha masuk ke dalam Dunia Segel tanpa se-izinnya.


Aver yang merasakannya di dalam Dunia Segel segera saja bangkit dan berusaha menghalau sesuatu yang masuk, namun saat dia menyadari sebuah Mana yang sangat Familiar, dia memperbolehkan sosok itu masuk.


"Penyihir Putih Pertama yang menyegel Sang Dewa Kematian, terimalah Hormatku..."


Aver menunduk dan tidak berani menatapnya, saat merasakan aliran Mana yang sangat murni dalam sosok tersebut membuat Undead itu tidak berkutik. Sedangkan Ares dan Eden juga terlihat bertekuk lutut seperti Aver dengan gemetaran.


"Penantian lamamu akan segera berakhir, Anak Kegelapan. Tuan-Mu akan datang lagi padamu, aku hanya ingin mengatakan jangan pernah melanggar sumpah di dalam Prasasti yang telah kalian buat sendiri. Untuk gadis yang menerima Takdir yang berat ini nantinya, temanilah dia dalam pertarungan tiada akhir yang sempat kalian hentikan. Semoga Sihir Cahaya Memberkati kalian semua."


Roh itu menghilang dan akhirnya masuk ke dalam Tongkat Cahaya. Saat melewati Evol, Jaquin yang tadinya tidur itu menjadi terbangun saat merasakan aliran Mana murni seorang Penyihir Putih.


Namun, Jaquin itu memilih tidur lagi saat aliran Mana yang di rasakannya tersebut menghilang. Sedangkan Aver, Ares, dan Eden akhirnya berdiri kembali saat Roh Bunga Wisteria telah menghilang dan masuk ke dalam Tongkat Cahaya yang ada di dalam System Room milik Liyura.


"Tadi itu... apakah mimpi? Bukankah Penyihir Putih sudah mati saat menyegel 'Sang Dewa Kematian'?"


Eden terlihat sangat serius dan tidak tertawa, dia mengingat sesuatu yang sangat ingin di lupakannya.


"Jangan beritahu apapun pada Liyura tentang dia. Tapi aku yakin jika Penyihir Putih itu telah menemui Liyura lebih dulu daripada menemui kita. Saat Liyura menanyakannya, kita tidak boleh memberi tahu dia apapun. Nanti, saat waktu yang tepat, gadis itu akan mengetahuinya sendiri."


Ares dan Eden hanya mengangguk. Mereka akhirnya kembali beraktivitas di Dunia Segel seakan tidak ada satupun hal yang terjadi.


Liyura juga termenung di Dimensi Vampir. Saat Roh Bunga Wisteria telah pergi, Pohon ungu di hadapannya terlihat meredupkan sinar terangnya.


Liyura melihat yang lainnya telah datang, termasuk Kenzie dan Vyone. Anehnya mereka tidak mau dekat-dekat dengan pohon ungu di hadapan Liyura, itu mungkin karena pohon itu akan membuat mereka terbakar dan langsung menjadi abu.


Bukan hanya berlaku pada Vampir, namun semua makhluk kegelapan dan Under World lainnya. Kecuali seseorang yang memiliki Sihir Cahaya seperti Ryan meskipun dirinya juga memiliki Sihir Kegelapan.


"Aku akan memindahkan Pohon ini ke Dunia Segel, kuharap pohon ini akan segera pulih kembali hingga semua pohon dan Bunga Wisteria di manapun dapat memulihkan dirinya untuk menjadi sebuah kelemahan bagi para Vampir. Mungkin alasan tidak ada keberadaan Vampir di sekitar sini karena adanya pohon Bunga Wisteria yang membuat mereka tidak nyaman. Tapi aku yakin jika kita mencarinya lagi, para Vampir itu tidak berada jauh dari sini."


Liyura melihat ke-semuanya mengangguk dan membenarkan ucapannya. Mereka semua masih tidak bisa berkata apa-apa saat melihat pohon Bunga Wisteria yang terlihat bercahaya terang seolah Bunga itu memancarkan kedamaian.


Liyura menutup matanya dan memfokuskan pikirannya untuk memasukkan Pohon Wisteria di hadapannya ke Dunia Segel. Secara perlahan, pohon Bunga Wisteria bagai terhisap ke dalam tanda di dahi Liyura yang bercahaya terang.


Semua yang melihatnya sekali lagi takjub. Bahkan mereka melihat berapa kalipun tidak akan pernah bosan melihatnya. Pohon Bunga Wisteria terlihat masuk ke dalam tanda kecil di dahi Liyura saat gadis itu menutup matanya dan tidak mengetahui apa yang terjadi.


Saat pohon Bunga Wisteria telah masuk sepenuhnya dan menghilang secara tiba-tiba, gadis itu membuka matanya perlahan dan melihat pohon itu telah menghilang seluruhnya.


Dia menatap yang lain lagi yang melihat dengan pandangan melongo dan tercengang dengan apa yang di lakukan Liyura. Ini sih bukan Sihir, tapi lebih menabjubkan!


Bisa di bilang, Liyura menyegel pohon ungu itu ke dalam Dunia Segelnya. Liyura tersenyum dan menghampiri semuanya. Dia berharap jika mereka dapat menemukan Ras Vampir dengan cepat karena gadis itu nerasakan suatu perasaan yang buruk akan dunia luar di mana Lembah Wisteria telah di kuasai dari dalam oleh para Vampir. Dia mengkhwatirkan semua manusia yang berada di dunia luar, tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka ketika Vampir itu benar-benar serius untuk menyerang saat mereka haus akan darah.