Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 88 Konsekuensi Membuka Portal


Sambil berjalan memasuki Portal secara bergiliran, Erza dan Celine masuk terlebih dahulu, dan di susul Arend yang tengah menggendong Ryan di punggungnya, tampaknya pemuda itu sangat kelelahan akibat membuka Portal tadi hingga Mana nya hanya bersisa sedikit saja, itu bisa di lihat saat Ryan tidur pun keringat sangat deras mengalir di wajahnya.


Sedangkan Liyura bersama dengan Kenzie sedang terlihat memapah pemuda ber-Ras Ras Turkien itu yang tadinya habis memuntahkan darah akibat membuka Portal dengan paksa.


Liyura menyadari ada yang salah saat mereka membuka Portal, yaitu saat mereka bertiga menyerahkan sesuatu untuk di korbankan. Liyura membawa Kenzie ke dalam Portal secara bersama hingga suasana di sekitar mereka berubah.


***


Liyura dan yang lainnya merasa ngeri dengan pemandangan di hadapan mereka. Tanah gersang di mana-mana, dan tidak ada pohon sekalipun. Dan lagi, suasana terlihat seperti malam hari dengan Bulan benderang berwarna merah darah di atas mereka membuat suasana sekitar makin mengerikan.


Liyura melihat nafas Kenzie menjadi tidak teratur, mungkin oksigen di dalam sini juga terlihat tidak baik untuk di hirup. Namun gadis itu merasa baik-baik saja di antara semuanya.


Sedangkan yang lain terlihat mendesah karena oksigen yang terasa membakar hidung mereka saat mereka menghirupnya. Liyura tidak mengerti, karena hanya dia saja yang merasa normal dan dapat menghirup oksigen di sekitarnya.


Liyura melihat Kenzie terduduk membuatnya ikut duduk di tanah yang gersang itu tanpa rumput sekalipun, tapi tempat mereka sekarang juga bukanlah padang pasir.


"Kenzie, ada apa denganmu?"


Kenzie tidak sanggup menjawab, tiba-tiba saja Liyura melihat tatto dengan warna hitam dengan pola rumit terbentuk di seluruh tubuh Kenzie secara tiba-tiba.


Liyura terkejut dan matanya terlihat membulat seketika. Dia melihat yang lainnya yang terlihat terduduk dengan nafas terengah-engah. Hanya Arend dan Erza saja yang masih dapat bertahan seperti Kenzie. Celine dan Ryan terlihat telah kehabisan tenaga dan sama-sama tertidur.


"Gawat. Aku lupa jika dimensi para Vampir tidak akan pernah membuat kita bisa bertahan."


Erza terlihat terengah. Mungkin karena mereka memang berbeda dimensi dan alam, maka akan sulit untuk beradaptasi di dunia Ras lain apalagi Ras kegelapan yang sejenis dengan Iblis dan Monster seperti Ras Vampir.


Dan itu sangat bertolak belakang dengan Ras Burung Hantu dan Ras Elang Harpa. Mereka kan tinggal di sebuah hutan dan mempunyai kediamannya masing-masing dan tentu saja alam mereka sangat berbeda dengan tanah yang mereka pijak sekarang.


Jadi, bagaimana cara menemukan para Jenderal Wisteria jika mereka saja tidak sanggup untuk bernafas apalagi berjalan?


Mungkin hanya Liyura seorang saja yang dapat bertahan. Dan itu juga masih menjadi misteri kenapa dirinya dapat bertahan dalam dimensi Ras Vampir. Ataukah mungkin itu karena esensi Twilight dari Vyone?


Jika memang benar, maka Kenzie juga pasti tidak akan terpengaruh, tapi pemuda di hadapannya? Bahkan Kenzie tidak dapat bertahan dan bernafas dengan teratur saat berada di tempat ini.


"Kenzie, apa yang terjadi denganmu?"


Kenzie tidak menjawab, lebih tepatnya dia tidak sanggup untuk menjawab dan bahkan untuk mendengar sekitarnya lagi. Rasanya kepalanya sangat berat dan matanya sangat mengantuk untuk tiba-tiba.


Dan akhirnya dia tertidur hingga ambruk ke arah Liyura. Liyura terkejut dan menidurkan Kenzie di lengannya. Dia juga melihat Arend dan Erza yang tadinya masih sadar akhirnya juga telah pingsan dan tidak sadarkan diri.


Liyura seorang diri.


***


Sedangkan hal itu, para Vampir yang menyamar menjadi para Jenderal Wisteria terlihat geram di dalam sebuah ruangan bermeja bundar dan duduk melingkar.


"Jadi mereka sudah menyadarinya? Dan Elder berkhianat?!"


Kata Ray, atau lebih tepatnya Vampir yang menyamar menjadi pemuda itu.


"Tidak bisa dibiarkan! Penghianat harus mati!"


Mereka semua terlihat geram dan mengepalkan tangan masing-masing.


"Kita lapor pada Raja Sekarang. Dan manusia di sekitar Lembah ini harus kita jadikan tawanan agar para makhluk bodoh yang menentang kita menyerah."


Mereka semua setuju dengan pendapat Vampir yang menyamar menjadi Sena. Kemudian, mereka melihat seseorang dengan tudung panjang yang menutupi seluruh wajah dan tubuhnya.


"Aku akan mengantar kalian pada Raja."


Mereka memasuki Portal yang di buat oleh seseorang itu dengan cepat dan bergiliran.


***


Saat di Magic Forest atau Dunia Segel, Liyura melihat Arend, Erza, dan Celine terlihat sadar. Namun hanya Kenzie dan Ryan saja yang masih tidak sadarkan diri.


"Apa itu yang ada di tubuhnya?"


Celine bertanya pada Erza membuat Erza menatapnya. Dan yang di tunjuk Celine adalah tubuh Kenzie yang di penuhi dengan pola hitam berbentuk rumit semacam tatto di seluruh tubuhnya.


Erza yang melihatnya terkejut, "Kutukan!"


Aver yang mendengarnya segera menoleh diiringi Ares dan Liyura.


"Ini...!"


Aver terlihat sangat terkejut melihat kondisi Kenzie, "Dia terkena kutukan. Apakah jangan-jangan Ras Turkien inilah yang bersedia berkorban untuk membuka Portal?"


Perkataan Aver membuat mata Liyura membulat, "Apa?! Bagaimana mungkin?!" Liyura melihat ke arah Erza dan Arend. Mungkin hanya mereka lah yang mengetahui alasannya.


Sayangnya Arend menggeleng dan Erza juga terlihat terkejut, "Kupikir saat kami terluka itulah konsekuensinya untuk membuka Portal. Tapi, jangan-jangan pemuda Ras Turkien ini bersedia berkorban dengan bersedia menanamkan kutukan pada dirinya sendiri?!"


Erza terlihat panik. Sedangkan Liyura terlihat menggenggam tangan Kenzie dan seolah berharap jika Kenzie akan bangun.


"Kutukan apa ini, Aver?!"


Aver terlihat menghela nafas, "Kutukan ini adalah yang terburuk. Tidak hanya membuat nyawanya berkurang, tapi nyawa orang yang selalu berada di sampingnya akan membuatnya ikut mati. Dan kutukan ini bernama 'Kutukan Kesendirian.' Orang yang terkena kutukan ini secara tidak langsung akan merasakan sakit yang teramat sangat di sekujur tubuhnya, dan Bunga Seribu Warna sekalipun sangat mustahil untuk menyembuhkannya hanya karena sama-sama akibat dari Sihir. Maaf Liyura, akan sulit untuk menyembuhkannya dan kita mulai sekarang harus menjauh darinya."


Liyura terlihat diam. Sedangkan Erza yang telah mengetahui kutukan itu terlihat bersimpati pada Kenzie dan Liyura yang terlihat sangat terpukul. Arend juga terlihat frustasi karena Ryan yang belum juga bangun.


Dia sudah bersumpah untuk menjadi Dobutsu pemuda itu seumur hidupnya, jika Ryan sampai mati, maka Dobutsu yang tidak bertuan juga akan mati.


"Aku tidak akan pernah menjauh dari Kenzie!"


Mata Liyura kembali menjadi merah darah. Sama seperti Vampir, saat emosinya meningkat ketika marah dan sedih, matanya akan berubah kembali ke bentuk aslinya.


"Kutukan ini... pasti ada cara untuk menyembuhkannya, kan?"


Aver duduk di samping Liyura yang menggenggam tangan Kenzie.


"Ada sebuah cara. Namun ini sangat berbahaya. Lebih berbahaya dari menghadapi Nuzan Kyoro nantinya."


Liyura menatap Aver dengan mata merahnya yang menyala. Aver hanya menceritakan detailnya bagaimana cara kutukan itu bisa sembuh.


"Caranya adalah---"


"Tidak! Tidak boleh! Liyura tidak boleh melakukannya!"


Kenzie terlihat menatap Liyura. Rupanya pemuda itu bangun dan mendengar perkataan Aver membuatnya segera saja memotongnya.


"Tidak boleh. Ini adalah keinginanku sendiri dengan menanamkan kutukan ini pada diriku sebagai bukti jika aku bisa diandalkan. Aku tidak mau usahaku sia-sia. Sebagai gantinya, Liyura harus menjauh dariku."


"Aver, katakan cepat. Jangan pedulikan Kenzie."


Aver terlihat bingung. Dia melihat Kenzie menatapnya dengan tajam seolah mengatakan 'Liyura akan mati jika menyelamatkanku!' lewat pandangan matanya.


Aver hanya menghela nafas. Sedangkan Ares tiba-tiba saja ikut duduk.


"Cara untuk menyembuhkannya adalah..."


***


Penasaran, kan? Jangan lupa dukungannya~