Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 102 Liyura & Followers VS the Vampires


Waktu sekarang, 1 jam kemudian dan sudut pandang Liyura....


.


Liyura terlihat kesal untuk kedua kalinya, ini sama saja ketika dirinya, Ryan, dan Zayn mengunjungi Lembah Malam. Gadis itu terlihat tenang meskipun telah melihat beribu-ribu Vampir yang mengepungnya.


"Apa mau kita habisi, Nona? Semuanya akan mendengarkan perintahmu."


Ryan terlihat bersiap jika Liyura memerintahkannya bertarung. Sedangkan Liyura sendiri, dia melihat ke yang lain yang terlihat juga bersiap untuk menyerang setelah aba-aba gadis itu.


Liyura tersenyum miring, "Kita akan bertarung, meskipun di luar sana adalah Manusia yang di ubah menjadi Vampir sekalipun. Kita akan membunuh mereka semua dengan kalian yang akan memberikan jalan padaku untuk ke Dunia Luar. Kita akan bersama-sama memenangkan perang tiada akhir ini dan membebaskan semua Ras Manusia di Lantai 2 terbebas dari jajahan para Vampir di Dunia Luar sana."


Liyura menarik pedang Excalibur dari sarungnya dan terlihat sangat siap untuk bertarung saat itu juga. Matanya masih berwarna semerah darah membuatnya terlihat lebih menyala mengharapkan sebuah perang dengan pedang emas di tangannya di aliri darah musuh yang tiada jumlahnya.


Liyura merasakan detak jantungnya lebih cepat dari biasanya---dengan percaya diri ia memimpin semua pengikutnya dan berucap, "Semoga Sihir Cahaya memberkati kita di jalan yang terang di antara kegelapan yang menyeruak," Liyura juga mengeluarkan pedang yang masih tidak tersentuh sedikitpun olehnya, yaitu pedang berwarna hijau bernama pedang Green Earthlight yang di miliki oleh salah satu Keempat Pendekar Pedang Kembar seperti pedang Excalibur. Liyura mendapatkannya saat dia telah menghabisi Boss Monster di Lantai 1.


Meskipun Liyura baru pertama kali menggunakan dua pedang ini secara bersamaan, dia merasakan ada gejolak yang sangat kuat dari arah dua pedang di kedua tangannya.


"Serang semuanya!! Buka lah jalan pada Master dan Tuan kalian ini! Bersihkan semua halangan di depan tanpa menoleh ke belakang!"


Mereka semua sama-sama tersenyum, kecuali Celine, Amon, dan Fiona. Seketika gairah bertarung mereka semua menjadi bangkit saat Liyura mengatakan untuk menyerang.


Mereka semua tidak peduli dengan apa yang akan mereka hadapi, mereka butuh untuk bertarung sekarang, apapun itu kali ini mereka akan membuktikan jika mereka bukan Manusia.


Aver terlihat sangat gembira, jika saja Eden dan Ares juga ikut dalam perang ini pasti akan lebih seru lagi.


Mereka akhirnya menyerang dan menjadi satu padu dalam peperangan dengan jumlah Vampir yang entah tidak di ketahui berapa jumlahnya yang pasti. Liyura terlihat berjalan dengan anggun menggunakan dua pedang yang ada di kedua tangannya yang terlihat bersinar kembali seperti baru saat merasakan gelombang perang tiada akhir, tepat ketika Ryan memberikan jalan untuk Liyura dengan pemuda itu menebas para Vampir yang menghambat jalan gadis itu membuat darah merembes dan muncrat kemana-mana dan membasahi tanah tandus yang mereka pijak.


Teriakan dan seruan perang terdengar dari arah pengikut Liyura saat ini yang berjuang mati-matian untuk membuat jalan bagi Master dan Tuan mereka---yaitu Liyura sendiri seperti yang di perintahkan oleh gadis itu.


Bahkan Vyone dan Kenzie terlihat sangat bersemangat dengan pertarungan mereka seolah tidak khawatir dengan jumlah dari semua Vampir yang menyerang dan berkerumun untuk membunuh mereka semua sehancur-hancurnya.


Liyura hanya berjalan pelan sedangkan mereka semua memberikan jalan pada gadis itu. Saat akhirnya Ryan terdiam melihat Vampir yang lebih besar ukurannya dari tubuh pemuda itu membuat Liyura turun tangan membantunya mengalahkan Vampir tersebut.


Liyura menggunakan Skill Fly Guns untuk membuat pedangnya bergerak dengan sendirinya untuk menebas leher Vampir itu membuatnya langsung mati seketika karena tidak berdaya dengan daya hancur dan tajamnya sebuah pedang dari salah satu Sang Dewa Kematian yang di agung-agungkan selama berabad-abad.


Seperti menanti-nantikan saat ini, mereka semua sangat menikmati pemanasan saat bertarung. Aver juga terlihat santai dalam mencabik-cabik dan menusuk musuh tepat di jantung menggunakan pedang hitam pekat seperti milik Ryan.


Lalu Celine dan Erza juga terlihat sangat sibuk membersihkan para Vampir yang mengerumuni diri mereka di garis terdepan, sedangkan yang lainnya sekarang ini sedang membantu Liyura untuk memberinya jalan dengan membunuh para Vampir yang menghalangi mereka.


Amon dan Fiona saja yang hanya mengawal Liyura tepat di depan gadis itu sekarang, saat Vampir ingin menyerang Liyura maka otomatis mereka dulu lah yang akan terkena imbasnya.


Amon melindungi Fiona dan Liyura yang ada di samping dan belakang dirinya, kekuatan dari setengah Ras Vampir Dan setengah Ras Turkien masih berada dalam satu padu di dalam aliran darah di tubuhnya.


Fiona terlihat menggunakan kemampuannya saat dia melihat Vampir yang lebih kuat dari pada yang lain. Amon juga dalam pertarungan yang serius dan sangat mustahil untuk membantu gadis itu sekarang. Sedangkan Liyura sibuk menghalau para Vampir yang menyerangnya dan juga menyerang Ryan dari segala arah.


Ketika di lihat dari atas, Arend yang berubah wujud menjadi Burung Harpa kecil lagi terlihat terbang tinggi di udara dan di atas kepala mereka semua yang sedang bertarung, gunanya Raja Ras Elang Harpa tersebut adalah untuk mencari hal yang mencurigakan dan dia menemukan sebuah Portal di seberang lautan Vampir yang menyerang mereka.


Liyura akhirnya memilih untuk menggunakan pedang berwarna hijau yang ada di tangan kirinya, sedangkan Pedang emas Excalibur berada di tangan kanannya.


"Sebenarnya apa kekuatan dari pedang berwarna hijau ini, ya? Karena ini adalah salah satu pedang dari Keempat Pendekar Pedang Kembar maka pedang ini pasti bukan pedang biasa." Liyura melihat pedang hijau yang berkilau tajam dan mendesah, "Ahh... andaikan System Alpha tidak Bug sekarang, aku pasti bisa mengecek statusnya meskipun kemungkinannya akan terlihat status dengan di penuhi tanda tanya seperti biasanya..."


Liyura menghela nafas, "Kalau begitu, Keluarlah Skill Pedang! Tunjukkan jika dirimu masih berguna!"


Liyura mengangkat pedang berwarna hijau itu tinggi-tinggi hingga pedang tiba-tiba bercahaya membuat Liyura memutup matanya karena silau.


Dari pedang tersebut langsung saja keluar sebuah butiran cahaya yang bercahaya terang dan terpisah dari pedang dan terlihat membentuk sesuatu.


Mereka semua yang sedang bertarung juga terlihat memejamkan matanya karena melihat pedang berwarna hijau milik Liyura yang bercahaya, tidak terkecuali Arend yang ada di atas awan yang sedang terbang.


Butiran cahaya dari pedang tersebut membentuk sesuatu hingga cahaya perlahan menghilang dengan Liyura membuka matanya dan melihat pemandangan yang Familiar.


Liyura melihat siluet hijau yang bergerak---entah itu apa, tapi Liyura tidak bisa menebaknya dengan jelas karena matanya yang tidak terbuka dengan sempurna.


Liyura merasakan pedangnya menjadi lebih ringan, seolah telah mengeluarkan sesuatu yang ternyata adalah... sebuah tanaman raksasa!


Mata Liyura membulat seketika ketika melihat tanaman yang sangat besar telah menyerang semua Vampir dan memakan serta menyerap Mana dari Monster Haus Darah yang mereka lawan.


Wujud tanaman itu sama seperti Boss Monster yang ada di Lantai 1, untuk itulah Liyura merasa jika pernah melihatnya karena gadis itu lah yang mengalahkan Boss Monster seorang diri.


Liyura dan yang lainnya juga terkejut, apalagi Aver. Aver yang sedari tadi memang merasakan perasaan yang sangat di ingatnya karena merasakan kekuatan dari Tuan nya. Tidak di ragukan lagi jika Liyura memang orang yang ia cari dan tunggu-tunggu sampai saat ini.


Liyura melihat tanaman rambat berkumpul setelah muncul dari tanah yaitu yang berasal dari akar-akar dari tanaman raksasa tersebut. Tanaman-tanaman itu mengecil dan bergerak sendiri untuk menyerap Mana dari para Vampir yang menyerang mereka hingga Vampir itu seketika menjadi abu saat tanaman kecil itu menyentuh kulit mereka.


Sedangkan tanaman raksasa yang tingginya sekitar 10 meter terlihat menangkap semua Vampir yang ada di dekatnya dan memakan Vampir tersebut seperti tanaman pemakan serangga namun dengan wujud yang sangat besar.


Anehnya, tanaman raksasa itu berada di dekat Ryan, namun pemuda itu terlihat baik-baik saja bahkan tanaman rambat yang muncul dari tanah yaitu akar-akar tanaman raksasa terlihat sangat melindungi pemuda itu seolah mengenali jika Ryan bukanlah musuh.


Liyura hanya terdiam dan membiarkan tanaman rambat kecil yang muncul dari tanah memberinya jalan untuk lewat dari sekumpulan Vampir yang tidak ada habisnya.


Aver menghampiri Liyura dan berjalan di belakangnya---ikut mengawal gadis itu dengan Ryan yang berada tepat di samping gadis itu.


Lalu, mengenai Kenzie dan Vyone mereka terlihat sangat terbantu dengan adanya tanaman rambat kecil yang terus-menerus keluar dari dalam tanah membuat Kenzie dan Vyone dapat menang melawan para Vampir yang menyerang dari segala arah.


Kemenangan terlihat sangat berpihak pada Liyura, apalagi para Vampir yang ada di hadapan mereka semua ini awalnya hanyalah manusia saja, untuk itulah mereka tidak mempunyai kemampuan khusus seperti Vampir murni. Atau itu mungkin karena mereka sama sekali tidak punya keinginan untuk menjadi Vampir membuat mereka semua tidak akan mempunyai kekuatan atau keistimewaan karena jiwa mereka menolak eksistensi nya sendiri.


Pertarungan dengan kemenangan pengikut Liyura semakin mendominasi saat tanaman rambat berhasil menyerap semua Mana dan Energi Kehidupan dari para Vampir yang menyerang mereka dan mentransferkan Mana atau Energi Kehidupan tersebut pada Liyura.


Liyura melihat seluruh pertarungan di hadapannya yang terlihat akan selesai dengan jalan yang ada di depannya terbentang lurus tanpa ada Vampir yang menghalanginya lagi seperti sebelumnya.


Kenzie dan Vyone terlihat menghampiri Liyura setelah bertarung di garis terdepan bersama Celine dan Erza tepat di depan Amon dan Fiona serta Liyura dan yang lainnya.


Erza dan Celine juga telah selesai dengan pertarungan mereka dengan formasi Erza yang berfungsi untuk menjaga Celine karena gadis itu hanya menyerang dengan memanah.


Sedangkan Ryan, dia melihat Arend telah bertengger kembali di pundaknya setelah mengubah wujudnya menjadi Burung Elang Harpa kecil dan menemukan sebuah Portal di ujung jalan mereka saat ini.


Mereka semua bagai prajurit yang mengawal Tuannya segera berbaris mengelilingi Liyura membuat gadis itu berada di tengah-tengah mereka semua.


Liyura hanya tersenyum, tapi dia masih tetap tidak mengabaikan serangan para Vampir yang tersisa. Jalan untuk mereka ke Dunia Luar semakin dekat, karena tadinya mereka masuk ke dalam area itu menggunakan Portal yang di buat, kali ini Vampir Bulan itu sendiri telah membuat Portal bagi mereka di depan sana yang terhubung dengan Dunia Luar.


"Apakah yang membuat Portal itu adalah Vampir Bulan Sabit?"


Ryan terlihat menanyakannya meskipun sudah tahu jawaban dari pertanyaannya tersebut. Aver yang berjalan di dekatnya mengangguk sebagai jawaban.


Mereka semua kali ini terlihat berjalan santai dan tidak khawatir lagi akan serangan Vampir yang tersisa karena tanaman rambat kecil di sekeliling mereka masih bergerak dan aktif menyerang para Vampir dengan merampas paksa Energi Kehidupannya.


"Semua Vampir ini adalah Manusia? Bagaimana bisa mereka begitu tega memaksa semua Manusia ini menjadi Vampir?"


Celine terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya, dia serasa sangat sesak ketika menyadari jika semua Vampir yang di bunuhnya tadi adalah Manusia yang di ubah paksa menjadi Vampir.


Liyura hanya mengangguk membenarkan perkataan Celine, "Itu benar. Tapi jangan di kira karena mereka semua adalah Manusia dulunya membuat kita akan ragu untuk membunuh. Sedari awal, kita memang datang ke sini untuk membasmi para Vampir, apapun Vampir yang berbahaya dan akan menghambat jalan kita maka kita tidak boleh sedikitpun ragu dan menjatuhkan senjata kita begitu saja. Apapun itu, yang akan kita hadapi, akan lebih berat dari sekarang."


Liyura mengelus pedang berwarna hijau di tangan kirinya yang terlihat sangat tajam karena pedang tersebut pedang yang tajam dua arah.


"Pedang hijau dari salah satu Sang Dewa Kematian, dengarkan Tuan sementaramu dan nonaktifkan Skill yang kau miliki sekarang!"


Pedang hijau itu bercahaya diiringi semua tanaman rambat yang ada di sekitar mereka juga ikut bercahaya dan masuk kembali ke dalam pedang setelah mentransfer Mana dan Energi Kehidupan para Vampir yang mereka ambil kepada Liyura.


Liyura merasakan jika aliran Mana dalam dirinya bertambah dan mengalir deras membuat gadis itu merasa sangat segar dan bugar seolah terlahir kembali.


Mereka semua berjalan dengan cepat dan tidak membuang-buang waktu lagi untuk mencapai posisi Portal yang sekarang tidak lagi berada jauh dari posisi mereka berada.


Tidak butuh waktu lama, mereka akhirnya masuk ke dalam Portal tanpa berbikir panjang dengan secara bergiliran masuk ke dalamnya.


Aver, Ryan, dan Arend terlihat memimpin dan masuk terlebih dulu, di susul oleh Celine dan Erza lalu Kenzie dan Vyone, serta, Amon dan Fiona. Liyura menjadi yang paling terakhir memasuki Portal seperti sebelumnya.


Setelah mereka semua masuk, Portal itu menghilang dalam sekejap bagai tidak pernah ada sebelumnya dengan membawa semua orang yang masuk ke dalamnya melewati perjalanan antara waktu dan tempat dengan perputaran yang cepat dan singkat.


***


Like... Like... Like...!


Comment... Comment... Comment...!


Vote... Vote... Vote...!


Rating... Rating... Rating...!


^^^Jangan Lupa ya~^^^