Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 117 Sosok Asli Aver


Liyura baru terkejut saat dia melihat Permata yang bersinar terang. Aver terkejut namun tersenyum dalam sesaat. Semuanya menjadi putih silau hingga apapun tidak terlihat dengan jelas.


Liyura menutup matanya sekejap karena merasakan sakit pada matanya akibat cahaya yang begitu terang tiba-tiba. Tapi, matanya seakan beradaptasi dengan cahaya yang terang membuatnya bisa tetap melihat dengan perlahan.


Liyura segera memusatkan pandangannya, mungkin matanya bisa melihat dalam cahaya karena itu termasuk dalam Skill yang di dapatkannya.


Gadis itu melihat dengan mengerjap agar penglihatan nya dapat cepat segera beradaptasi. Dia melihat ke arah dimana pasukan Undead Aver berada.


Cahaya kemudian memudar perlahan-lahan dan menimbulkan suatu percikan di sekitar. Liyura mengerjap sambil mengeratkan agendongannya pada tubuh seorang anak. Dia merasakan aura yang sangat tenang membuatnya rileks dan menutup matanya kembali sambil menarik nafas dan menghembuskan nafasnya secara berulang.


Cahaya akhirnya benar-benar memudar, dan semuanya kembali dapat terlihat lagi. Liyura ikut membuka matanya dan melihat sekeliling.


Pasukan Aver berubah menjadi warna putih dengan di tambah Panji-panji berkibar dengan simbol yang rumit. Pasukan Aver menggunakan tudung yang menutupi seluruh tubuh mereka hingga menjuntai namun melayang seakan tak bisa menyentuh tanah.


Sedangkan Aver, Liyura mrasakan perasaan lega dalam dirinya saat melihat perubahan Aver juga. Liyura kali ini tersenyum dan menurunkan seorang anak dengan perlahan-lahan dari gendongannya.


Dia melihat perubahan Aver dengan seksama dan melihat betapa agungnya sosok Raja Undead yang sekarang. Berubah 180° derajat dari sosok Aver yang sebelumnya.


Aver dan pasukan putihnya serentak berlutut di hadapan Liyura membuat pemandangan di hadapan mereka terasa sangat mendebarkan.


"Kami bersumpah setia padamu, Liyura."


Liyura segera membantu Aver berdiri tegak kembali. Liyura melihat punggung Aver yang sekarang telah terdapat sepasang sayap berwarna putih bak Skill Wings Angel miliknya.


"Permata apa yang sebenarnya kau berikan, Aver?"


Aver menjawab, "Itu adalah permata yang menunjukkan kesetiaan mereka padaku. Tapi karena permata itu sekarang adalah milikmu maka mereka telah bersumpah setia menjadi pengikutmu, Liyura. Dan dalam permata itu juga ada sebagian jiwaku yang tersimpan jika seandainya kau dalam bahaya itu akan sangat membantu meskipun kau kuat."


"Dan Aver, kenapa tiba-tiba kau berubah seperti ini? Atau ini memanglah wujud aslimu?"


"Iya dan Tidak. Iya ini wujud asliku karena aku memang seperti ini sejak awal aku di ciptakan. Tidak karena aku mendapatkan hukuman dari Tuan ku yang sebelumnya dan menjadikanku Undead lalu melemparku ke Magic Forest."


"Lalu? Keempat Sang Dewa Kematian atau Pendekar Pedang Kembar adalah Tuanmu kan?"


"Benar. Tapi sesungguhnya Tuanku yang pertama adalah Pemilik lantai ini."


Liyura terkejut, 'System Alpha...' Katanya dalam hati.


"Tapi seperti yang kukatan tadi, karena aku melakukan suatu kesalahan aku di lempar dari lantai di mana Tuanku tinggal dan berada di Lantai 1. Aku mengarungi seluruh lantai dan akhirnya bertemu dengan Keempat Tuanku yang kedua. Mereka juga mengajakku pergi ke lantai tempat Tuan pertamaku berada membuatku bertanya-tanya maksud tujuan mereka."


Aver terlihat tidak mampu berucap, "Dan itu adalah karena ku. Mereka menemui Tuan pertamaku atau pemilik Lantai ini untuk menentukan yang terkuat dari mereka dan juga sebagai alasan karena Tuan pertamaku membuang diriku. Lalu, yang terjadi, mereka kalah."


Liyura akhirnya mengerti. Setidaknya Aver tidak berbohong seluruhnya padanya. Aver menyembunyikan beberapa hal yang memang belum saatnya untuk di katakan. Waktu yang tepat pasti segera datang.


"Jadi karena itu..."


Liyura tanpa sadar meletakkan jari telunjuknya di dagu seolah berpikir.


"Jadi karena itulah keempat Tuanmu di segel. Dan entah kenapa secara kebetulan aku menjadi orang terpilih saat kau ada di Magic Forest. Seakan itu sudah di takdirkan meskipun penungguanmu sangat lama."


Liyura mengatakannya sambil tersenyum dan tangannya menurun ke bawah. Dia merasa egois pada Aver, dia sangat kecewa pada Aver tapi saat membayangkan penderitaan Aver saat menunggu kehadirannya membuatnya merasa sangat bersalah. Meskipun Aver sangat mengkhwatirkan keempat Tuannya, dia tetap memprioritaskan dirinya dalam keadaan apapun.


Liyura sejak awal bertemu pun sudah merasakan kelegaan yang luar biasa dari diri Aver, meskipun Undead tidak maksudnya Malaikat jadia-jadian itu tidak menyadarinya. Liyura menyadari jika Aver bukan lagi menyandang nama Raja Undead, tapi sesuatu yang lain. Mungkin System Beta jika menurut dirinya karena Aver adalah bawahan utama dari System Alpha.


Tapi sayangnya sekarang tidak. Meskipun hubungan dengan System Alpha atau pemilik lantai ini sudah berakhir, tetap saja yang menciptakan Aver adalah dia, seperti andaikan kita di buang oleh orang tua kita tapi ikatan darah masih tetap terjalin apapun yang terjadi, jadi meskipun kita menganggap hubungan telah putus, jiwa kita masih mengklaimnya sebagai keluarga.


Liyura akhirnya menghampiri Aver dengan perlahan. Tatapan mata Liyura membuat Aver tidak mengerti. Liyura memeluk Aver yang jauh lebih tinggi darinya, itu membuat Aver kaku seketika.


"Kau sudah menunggu selama itu Aver untuk menunggu kebangkitan Keempat Tuan mu. Maafkan aku jika aku sudah egois dan tidak sabaran padamu. Aku menganggap mu keluargaku yang berharga di dunia ini, Aver. Aku tidak peduli siapa dirimu dan kau memanfaatkan ku sekalipun, aku tidak akan peduli lagi. Aku sudah terlanjur percaya padamu, dan lagi pun, aku tidak merasa rugi sama sekali, malahan aku merasa terbantu menjadi kuat berkat dirimu dan juga bertemu orang-orang baru selama perjalanan di Lantai ini. Serta aku mendapatkan sesuatu yang tidak bisa di dapatkan semua orang."


Liyura menutup matanya, dia merasakan Aver memeluknya balik dan menepuk punggung gadis itu pelan. Ryan yang melihatnya menjadi senang dan ikut memeluk Liyura dan Aver yang sedikit lebih tinggi darinya.


Seorang anak yang tadinya di turunkan oleh Liyura dari gendongannya kali ini juga memeluk kaki Liyura dengan kedua tangannya.


Sedangkan Arend hanya membuang pandangan ke samping melihat pemandangan menggelikan pertama kalinya dalam hidup. Dia hanya terdiam sambil menatap para pasukan berwarna putih di depannya yang sebelumnya adalah Undead.


Liyura hanya tersenyum dalam pelukan Aver yang ia anggap seperti keluarga keduanya beserta yang lainnya. Gadis itu mulai melihat pasukan putih yang masih tetap berlutut di depan Liyura dan Aver. Dia melepaskan pelukannya membuat yang lainnya juga melepaskan diri dari pelukan.


Sebelum itu, Liyura berjongkok sedikit dan menggendong kembali seorang anak yang di temukannya. Dia menatap para pasukan yang ada di depannya, Liyura dengan sengaja mengeluarkan aura nya membuat mereka terlihat makin menunduk dan bersujud akibat tidak kuat dengan aura yang di keluarkan Liyura.


Liyura tersenyum, "Kalian akan kunamakan Shiro's Squad. Artinya adalah pasukan Putih. Aku akan membuat kalian cepat naik ke level tertinggi kalian agar dapat berevolusi menjadi kuat agar membantuku dalam pertarungan ke depannya."


Aver terlihat bangga dan menegakkan badannya dan juga mengeluarkan aura kepemimpinannya. Itu membuat bukan hanya pasukan putih ya saja yang tertekan, Ryan dan yang lainnya terlihat seperti Patung karena tidak sanggup bergerak.


Liyura tertawa kecil dan menonaktifkan kembali auranya menbuat semuanya telihat lega. Aver terlihat bingung dan segera mengikuti Liyura untuk menonaktifkan aura nya.


Liyura kemudian berhenti tertawa dan melihat semuanya dengan serius, dia sangat senang hari ini, karena kesalahpahaman nya dengan Aver dapat teratasi tanpa waktu yang lama.


©©©


To Be Continued