
Liyura tersenyum sekali lagi. Saat berada dekat dengan Pohon Bunga Wisteria, hatinya menjadi tenang dan rasa untuk membunuh dalam dirinya menghilang dalam sekejap.
Gadis itu melihat jika pohon Wisteria yang ada di sekitarnya terlihat mekar kembali menjadi hidup. Liyura mengeluarkan kembali sayap berwarna Putih yang di milikinya yaitu berupa Skill Angel Wings yang ia dapatkan saat melawan Magic Animal di Magic Forest sebelumnya.
Liyura kembali melesat terbang dengan kecepatan penuh menuju ke posisi Aver terlebih dahulu. Prioritas utamanya saat ini adalah melihat keadaan para Pengikutnya yang bertarung melawan Vampir yang jumlahnya hampir ribuan.
Untuk mencari keberadaan Raja Ras Vampir, Liyura berpikir, ada baiknya jika mencari bersama-sama, kecuali Ryan, Arend, dan Celine yang mencari terlebih dahulu ke arah Selatan tadi.
Tanpa menunggu waktu lama, Liyura sampai di tempat Aver dan mendarat dengan sempurna di permukaan tanah membuat semuanya menatap ke arah gadis itu.
"Kita harus mencari bersama-sama keberadaan Raja Ras Vampir dan para Jenderal Wisteria yang saat ini masih belum di ketahui lokasinya. Jika kita berpencar itu akan memudahkan kita mencarinya, namun itu tidak efisien jika kita menemukan Vampir yang kuat yang masih tersisa. Dan, dimana keberadaan para Vampir Bulan saat ini?"
Liyura bertanya pada semuanya yang ada di tempat itu setelah mereka berkumpul mengelilinginya.
"Untuk Vampir Bulan, mereka semua kabur karena merasakan Aura dari Pohon Bunga Wisteria. Lalu, untuk Vampir Bulan Setengah Lingkaran, dia juga berhasil kabur membawa Erza yang ternyata tidak sadarkan diri. Karena kami sibuk dengan para Vampir, kami tidak menyadarinya. Ada kemungkinan besar jika para Vampir Bulan yang tersisa yang membawa mereka."
Vyone mengangguk mendengar perkataan Aver. Kenzie hanya diam, sedangkan Amon langsung terduduk dengan kelelahan akibat melawan para Vampir tanpa henti bersama Aver.
"Aku setuju dengan Master. Jika kita berpencar, itu akan lebih memudahkan kita mencari Raja Ras. Aku bisa saja mencari tahu dimana keberadaannya saat ini, namun aku kehilangan kontak dengannya membuatku tidak bisa merasakan kehadirannya lagi. Tapi aku yakin, Raja tidak akan kembali ke Tahta Emas-Nya."
Liyura berpikir sejenak.
"Ada baiknya jika kita memperluas pencarian dengan berpencar dan membentuk kelompok masing-masing 2 orang, satu diantaranya tidak boleh sama-sama kuat, tapi salah satunya yang lemah dan satunya lagi adalah yang kuat dan mampu bertahan dari serangan untuk melindungi yang lemah agar jika kita menemui Vampir yang lebih kuat, kita masih punya kesempatan untuk menang. Itu lebih mudah daripada berpencar dengan individu. Ini hanya berjaga-jaga saja, bukan berarti aku meremehkan kemampuan kalian semua, karena semua pengikutku adalah orang-orang terpilih."
Liyura menjeda perkataannya sesaat dan mengangguk-anggukkan kepalanya, "Tidak ada waktu untuk berpikir, aku punya firasat buruk lainnya tentang suatu hal yang tidak kuketahui. Kita harus cepat-cepat menemukan keberadaan Raja Ras Vampir beserta para Jenderal Wisteria lalu menyelamatkan para manusia yang tersisa yang saat ini di tangkap oleh para Vampir."
Vyone terkejut sesaat kemudian membuat semuanya menatapnya dengan tanda tanya.
"Aku ... menemukan keberadaan Raja."
***
Ryan, Celine, dan Arend masih tetap terbang di atas langit dengan kecepatan normal dan terlihat memperhatikan sekitar dengan serius. Itu membuat suasana terlihat canggung dan mencekam.
"Ryan ..."
Sontak saja Ryan menoleh ke arah asal suara yang bersumber dari belakangnya yaitu Celine.
"Apakah kau terluka? Jubahmu terdapat noda darah."
Ryan menatap jubah yang ia kenakan. Itu bukan darahnya. Karena terlalu serius daritadi, ia sampai tidak menyadari jika jubahnya telah basah oleh darah kental yang sangat meyesakkan hidungnya.
"Tidak. Ini bukan darahku dan aku tidak terluka. Jangan khawatirkan diriku, Celine. Kita harus mencari keberadaan Raja Ras Vampir. Itulah prioritas utama kita sekarang."
Arend akhirnya menghela nafas mendengar percakapan Ryan dan Celine.
"Baiklah. Aku akan mengawasi sekitar. Jika tidak salah lihat, aku melihat sesuatu tadi."
Celine mempersiapkan panahnya untuk menembak jika benar yang di lihatnya sebagai target adalah musuh.
Celine menutup salah satu matanya dan memfokuskan tangannya untuk membidik dengan Busur dan alat panah yang telah siap untuk di luncurkan.
Celine menarik senar Busur dengan perlahan dan segera melepasnya dengan cepat saat targetnya terkunci dengan pendangan matanya.
"Kena."
Saat mereka berhasil mendarat, mereka terkejut dengan sesosok yang terkena panah emas Celine.
"Seorang gadis?"
***
"Aku ... menemukan keberadaan Raja."
Liyura menegakkan tubuhnya, Aver dan yang lainnya menjadi terdiam.
"Raja---"
"Tunggu."
Aver memotong perkataan Vyone dengan cepat. Semua kali ini menatap Undead itu beserta Liyura dengan tatapan bertanya-tanya.
"Jangan bilang jika ia kembali ke Tahta Emas?"
Vyone tidak menjawab.
Liyura menatap keduanya membuat yang lain terlihat bingung.
"Tidak. Raja berada jauh dari area Lembah Wisteria, dan sekarang ia berada di Perbatasan Wilayah Lembah Wisteria dengan Lembah Malam. Sepertinya Raja di sembunyikan di dalam Portal oleh seseorang yang memiliki kemampuan Sihir seperti kau dan muridmu."
Liyura menatap tajam Aver. Tapi Undead itu terlihat serius.
"Kalau begitu, apa Raja ada di sana untuk kembali ke Tahta Emas?"
Vyone terdiam, dan sekejap kemudian menggeleng.
"Raja berada di sana untuk sesuatu---melakukan Ritual Pembangkitan sebagai Raja Ras Vampir Darah. Itu satu tingkat di atas Raja Ras Vampir biasa. Biasanya, ketika seorang Raja Ras Vampir melakukannya, maka para Vampir Bulan akan mempersembahkan darah yang sebanyak-banyaknya padanya, karena hasrat haus akan darah, akan meningkat di masa pembangkitannya ini. Jika kuingat kembali, Raja akan melakukan Ritual Pembangkitan dirinya menjadi Raja Ras Vampir Agung. Tingkatan terakhir menjadi pemimpin Ras seluruh Vampir di Lantai manapun."
Liyura merasakan masalah menjadi rumit, jadi, jika sampai Ritual yang di laukan oleh Raja Ras Vampir ini berhasil, maka dia sepertinya akan sulit untuk menang melawannya.
"Jadi dia sudah menjadi Raja Ras Vampir Darah?! Itu saja adalah tingkat tertinggi saat ini untuk pemimpin Ras Vampir."
Aver terlihat terkejut. Sepertinya ia mengetahui suatu hal namun memilih untuk menyembunyikannya dari semua orang, bahkan dari Liyura sekalipun.
"Kita harus membatalkan Ritual itu. Jika tidak, aku tidak tahu kita akan memiliki kesempatan untuk menang atau tidak. Tapi, aku yakin jika Ritualnya akan segera di mulai, jadi kita tidak punya banyak waktu. Sekali Ritual itu di jalankan, meskipun mati sekalipun, para Vampir Bulan akan melindungi Raja mereka sampai Ritual tersebut selesai."
Liyura akhirnya memutuskan.
"Kita berangkat sekarang. Untuk masalah Ryan dan yang lainnya yang masih mencari keberadaan Raja Ras Vampir saat ini, aku yang akan membawa mereka ke Wilayah Perbatasan."
Mereka semua serempak mengangguk. Ketika Vyone, Kenzie, dan Amon akan pergi berlari menuju Perbatasan, Aver menghentikannya.
"Kita gunakan Teleportasi."
Aver mengucap mantra dan langsung mengirim Vyone dan yang lainnya kecuali Liyura menghilang pergi ke Perbatasan sebagai tujuannya.
Lalu, untuk Liyura sendiri, gadis itu tersenyum sesaat dan kembali mengepakkan sayapnya untuk pergi ke posisi dimana Ryan, Arend, dan Celine berada saat ini ke lokasi terakhir yang ia ketahui.