Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 23 Boss Monster [2]


Saat mereka selesai mengalahkan tanaman rambat, mereka mendapatkan Notifikasi Layar Virtual masing-masing.


 


[ Selamat! Anda mengalahkan pasukan Boss Monster!


Anda mendapatkan Skill Light


Light Lv. 1


Skill ini di dapat karena anda dapat melihat kelemahan lawan, Skill ini dapat berguna untuk pasukan Boss Monster lain dan terutama Boss Monster itu sendiri. Skill ini dapat mengurangi HP lawan yang lemah pada cahaya sebanyak seluruhnya dan untuk Boss Monster -300 poin HP.


Int +40 ]


 


[ Level Up! ]


[ Level Up! ]


[ Level Up! ]


[ Level Up! ]


[ Level Up! ]


 


Liyura menatap puas Notifikasi dari System Alpha miliknya. Dia menoleh ke arah Sky dan yang lainnya yang kelihatan senang dengan Notifikasi yang ditampilkan.


Sky memberi komando pada anggota yang tersisa untuk masuk menyusuri kedalaman Castle.


Mereka berbondong-bondong masuk melewati lorong-lorong gelap secara berkelompok dan saling bersama.


Mereka sama sekali tidak menurunkan kewaspadaan barang sekalipun. Liyura meneliti semua dinding yang ada di samping lorong yang kesemuanya ditutupi oleh tanaman rambat dan juga dicelah-celahnya terdapat lukisan yang berjejer seperti cerita dalam komik.


Liyua meneliti setiap gambar dengan menebas tanaman rambat menggunakan pedangnya yang diaktifkan Skill Light.


Liyura melihat gambar pertama yaitu adalah sebuah Castle megah yang sangat bercahaya jika diartikan, semua penduduknya hidup damai karena semua orang tersenyum dalam lukisan itu.


Liyura lanjut melihat lukisan kedua yaitu sebuah tanaman rambat yang menempel dan menjarah dinding kastil diikuti dengan semua penduduk yang panik dan takut, sangat berbeda dengan gambar pertama.


Saat melihat gambar ketiga, Liyura melihat suatu keluarga kerajaan yang memimpin Castle ini di kurung dalam sebuah lukisan dan tersebar di seluruh Castle.


Liyura mulai berpikir lukisan gadis cantik tadi adalah putri yang terkurung dalam lukisan. Liyira mulai berpikir dan akhirnya dia mendapatkan Notifikasi.


 


[ Anda sangat berpikiran jauh dan teliti!


Anda mendapatkan misi spesial!


Quest : Bebaskan semua keluarga penghuni Castle yang terkurung (A)


Keluarga castle terkurung karena dijajah oleh Boss Monster, kamu harus mengembalikan Castle mereka yang dijajah! Cara untuk membebaskannya adalah dengan mengalahkan Boss Monster dan menghancurkan permata dari Bunga Darah.


Reward : All stat +50, Gelar Marquis, Title "The Hero", Level up +5


Failed : Mati HP mu diserap oleh Boss Monster


Time : -- ]


 


Liyura mengernyit, jadi benar yang ada di pikirkannya, mungkin hanya dia yang memikirkan hal tersebut diantara kelompok ini.


Liyura melihat berbagai lukisan yang ada di dinding dan berusaha menerjemahkannya. Lukisan itu terlihat seperti mengisahkan kembali kejadian dimana Boss Monster berhasil menjajah Castle mereka.


Sky melihat ke arah Liyura dengan pandangan meneliti, berusaha menebak apa yang dipikirkan gadis itu. Sky akhirnya juga melihat ke arah lukisan dan melihat sesuatu yang aneh tapi dia mengabaikannya.


Akhirnya mereka sampai di sebuah ruang tamu mungkin, karena Liyura melihat sebuah kursi yang berjejer dan meja di hadapannya tapi kursi dan meja itu dihancurkan berkeping-keping dan disingkirkan ke sisi ruangan.


Liyura hanya melihat kursi dan meja itu tapi tidak melihat sesuatu yang ada di hadapannya, sesosok yang mengawasi mereka dari kegelapan.


Liyura merasakan punggungnya terasa dingin. Perasaan itu terasa sangat nyata, dia menoleh ke arah sekitar tapi tidak bisa melihat apa-apa bahkan tangannya sendiri dia tidak bisa melihatnya.


Liyura menarik pedang Bulan Sabit nya dan menggunakan Skill Light. Saat dia mengarahkan cahaya ke hadapannya, dia terkejut dan mundur hingga membentur tubuh seseorang membuat mereka semua terjatuh beriringan.


"Siapa yang mendororong?"


Suara seseorang menggema tapi tidak ada yang menjawab. Kemudian Liyura mengaktifkan kembali Skill Light nya dan menyinari sekitar mereka.


"Harap waspada! Kita sedang berada di hadapan Boss Monster!"


Gadis itu berteriak membuat mereka semua meningkatkan kewaspadaan mereka lagi. Liyura segera menggunakan Skill pedangnya.


"Fly Guns!"


Liyura mengontrol pikirannya untuk menggerakkan pedang ke atas langit-langit dan menggunakan Skill Light.


"Light! "


Pedang bulan sabitnya bercahaya di atas langit-langit hingga mereka semua dapat melihat sosok tanaman yang sangat besar.


Pedang yang terbang di atas mereka bagaikan lampu atau matahari buatan untuk mereka agar dapat terbebas dari kegelapan. Cahaya itu juga memberikan Damage yang membuat Boss Monster mengeluarkan suara pilu karena tubuhnya terkena cahaya.


"Serang Boss Monster dengan elemen cahaya!"


Mereka akhirnya memilih mendengarkan perkataan Liyura hingga mengaktifkan skill berelemen cahaya masing-masing. Liyura menarik pedang Excalibur dari sarungnya untuk menyerang Boss Monster.


Karena pedang emas itulah yang hanya memiliki elemen cahaya diantara senjatanya yang lain. Liyura dan yang lainnya bersiap menyerang dengan teknik masing-masing.


"Serang!!!"


Mereka semua menggemakan kata yang sama bersama dan menyerang secara berbondong-bondong ke arah Boss Monster.


Boss Monster yang masih terpengaruh dengan Skill Light milik Liyura tidak bisa melawan. Pasukan tanaman miliknya yang ingin membantu hanya bisa menghilang menjadi debu ketika cahaya menyentuh mereka.


Liyura naik ke tubuh tanaman besar itu dan menggunakan Skill pedang Excaliburnya.


"Light Movement!"


Liyura menjadi siluet emas dan menghilang entah kemana, dia menebas batang tanaman yang besar itu dengan mudahnya terus-terusan secara bertubi-tubi.


"Gold Wave!"


Gelombang pedang sekali lagi menghantam tubuh tanaman besar yang diserangnya dan menimbulkan tanaman itu bergetar.


Yang lain juga tidak ketinggalan, mereka juga menggunakan serangan berelemen cahaya hingga tubuh tanaman Boss Monster itu mengelupas seperti terbakar oleh api tak kasat mata.


Ada juga yang menyerang dengan elemen api untuk membakar Boss Monster dan ternyata api itu berhasil membakar sebagian tubuhnya hingga Boss Monster benar-benar tidak berdaya selain hanya bisa menerima serangan mereka.


Liyura yang melihat sebuah permata berwarna hitam di tengah kelopak bunga berwarna merah darah yang menjadi perwujudan dari Boss Monster.


Liyura memilih menyerang dengan terbang ke arah langit-langit untuk menghancurkannya. Tapi sebelum itu, akar-akar melilit kakinya hingga dia merasakan HP nya terisap.


Liyura meronta kuat dan mengguanakan Skill nya untuk terbebas.


"Fly Guns!"


Liyura menggunakan teknik pikirannya untuk menggerakkan pedang Excalibur dengan sendirinya. Pedang Excalibur terlepas dari tangan Liyura dan terbang bebas seakan memiliki jiwa dan menebas tumbuhan yang memililit tubuh Liyura menggunakan Skill Light nya.


Akar-akar yang melilit tersebut berubah menjadi debu dan menghilang, Liyura segera mengambil kembali pedangnya dan menancapkan ujung pedang emas yang tajam itu ke permata berwarna hitam yang ada tengah kelopak bunga darah.


Permata itu hanya retak, tapi Liyura selalu menancapkan pedangnya berulang-ulang juga dengan tenaga fisiknya yang kuat hingga permata itu retak seluruhnya dan hancur.


Boss Monster mendesis keras dan pilu. Akhirnya tumbuhan itu mejadi butiran cahaya dan menghilang seluruhnya.


Seiring tanaman itu menghilang, seluruh tanaman rambat yang ada di sekeliling Castle mejadi butiran debu dan menghilang, membuat Castle terlihat bersih dari tumbuhan rambat.


Pedang bulan sabit milik Liyura terbang turun dengan perlahan dengan Cahaya yang meredup sedikit demi sedikit. Sampai akhirnya Liyura menggenggam kembali pedang putih itu.


Liyura memasukkan kembali pedang Excalibur ke dalam System Room setelah memasukkannya ke dalam sarung.


Liyura melihat sekitarnya yang kelihatan bercahaya kembali dan lukisan yang tadinya terpajang akhirnya terbang menuju tempat Liyura berada dan bercahaya bersamaan di hadapannya.


Sekitar ada 5 lukisan yang bercahaya dan akhirnya meredup mengeluarkan 5 orang yang terjebak dalam lukisan.


Mereka berlima adalah Raja, Ratu, 2 putri kembar, dan 1 orang Pangeran.


"Terima kasih Nona pahlawan karena telah membebaskan kami."


Raja berucap dengan tulus, Liyura hanya mengangguk mengiyakan.


Liyura memasukkan pedang Bulan Sabitnya ke dalam sarung karena melihat suasana telah kembali normal.


"Kami akan memberikan sesuatu pada Nona pahlawan karena telah menyelamatkan kami."


"Tidak usah, lagipula aku hanya menolong saja. Lagipula aku harus minta maaf karena menghancurkan langit-langit di aula Castle. "


"Tidak apa-apa, Nona pahlawan. Kami akan tetap memberikan sesuatu padamu."


Kata Ratu dengan nada lemah lembutnya membuat orang akan sulit menolak. Raja langsung membuat segel tangan dan mengeluarkan sebuah pedang berwarna hijau yang sangat cantik.


"Para Monster tanaman itu mengincar pedang ini karena didalamnya terdapat sebuah roh pemimpin mereka. Jika sampai mereka merebutnya, mungkin dunia ini akan tertutupi dengan tanaman rambat karena kekuatan pedang ini sangat besar hingga menjadi pusaka Cstle secara turun temurun. Sekarang Nona pahlawan dapat memilikinya karena Raja ini yakin Anda adalah orang yang baik dan kuat untuk menjaga pedang ini jika dilihat pedang putih di pinggang Anda juga adalah pedang yang hampir setara dengan pedang ini."


Raja itu menyodorkan pedang panjang berwarna hijau kepada Liyura membuat Liyura tidak punya pilihan lain selain menerimanya. Pedang hijau itu bercahaya saat tersentuh dengan Liyura membuat ruangan diterangi dengan cahaya dan lama kelamaan pun meredup dengan sendirinya.


Liyura mengetahui artinya, seperti kata pemilik toko jika ada pedang yang bercahaya artinya adalah pedang itu memilih orang yang menyentuhnya menjadi tuannya.


Liyura hanya menghela nafas, untunglah dia mempunyai System Room karena dia dapat menyimpan pedang ini di dalamnya tanpa kelihatan mencolok.


"Terima kasih, aku akan menjaga pedang ini."


"Yah, syukurlah pedang itu sudah ada di tangan yang tepat." Kata Raja.


"Kita tidak perlu khawatir pedang itu akan direbut sekarang karena Nona pahlawan telah menjaganya!" Kata salah satu gadis kembar.


"Kalian semua terima kasih karena telah mengalahkan Monster Tanaman yang menjajah Castle kami, kalian kuangkat sebagai Baron. Dan untuk anda nona pahlawan, kuangkat kau sebagai pahlawan kerajaan kami. Apapun jika kau butuh bantuan, kami akan membantumu apapun yang terjadi."


"Terima kasih, Raja."


Liyura hanya mengangguk, mereka akhirnya mengadakan jamuan spesial dan malam itu diakhiri dengan canda tawa juga kemeriahan.