
Sekitar 2 jam mereka berjalan tidak mempunyai tujuan, akhirnya Liyura memutuskan untuk beristirahat bersama yang lainnya di bawah pohon yang menjulang tinggi dan rindang.
Awalnya memang tidak ada yang aneh, tapi kali ini, mereka semua dikejutkan dengan teriakan dari dalam hutan yang tidak jauh dari posisi mereka hingga mereka akhirnya memutuskan untuk menemui seseorang yang berteriak.
Liyura dengan kecepatannya dapat sampai ke tempat tujuan lebih cepat. Tapi dia kalah cepat dengan Zayn karena pemuda itu menggunakan teknik teleportasinya yang langsung mengirimkan tubuh pengguna kemanapun penggunanya mau.
Liyura akhirnya sampai nomer 2 di tempat tujuan disusul Ryan dan Evol yang ada di belakang bersama.
Liyura melihat ke arah sekitar dan mencoba mencari tahu keberadaan seseorang tadi. Mereka akhirnya memilih untuk berkumpul dan melingkar mengelilingi arah.
Liyura mendengar suara dari semak-semak membuat dirinya refleks melihat ke arah itu dan segera mempersiapkan kuda-kudanya untuk mengantisispasi serangan dari musuh.
Bukan cuma Liyura, yang lainnya seperti Ryan, Zayn, serta Evol menjadi waspada pada sekitarnya, terutama semak-semak yang bergerak.
Saat suara di semak-semak semakin nyaring diiringi sesuatu yang berjalan mendekat membuat mereka semakin mengeratkan pegangan pada pedangnya, seperti Zayn dan Ryan. Sedangkan Liyura langsung mengeluarkan pedang emasnya atau disebut dengan pedang Excalibur dari dalam System Roomnya.
Dan saat sesuatu keluar dari semak-semak membuat mereka menghela nafas lega.
Yang keluar dari semak-semak hanyalah seekor Berang-berang kecil yang sedikit aneh. Karena Berang-berang itu memiliki semacam pola berbentuk aneh di punggungnya saat berjalan.
Liyura memiringkan kepalanya saat melihat Berang-berang yang baru saja lewat itu. Sedangkan Ryan dan Zayn terlihat berdiskusi tentang sesuatu yang bersifat pribadi.
"Apa!? Kau telah menjadi Pemburu Vampir!?"
Suara nyaring Ryan membuat Liyura menoleh.
"Ya, itu benar. Kau selama ini ada di mana? kenapa tidak pernah muncul? Katanya kau ada bersama Liyura."
"Aku memang selalu bersama dengan Nona Liyura. Katanya sih aku ada di dalam dunia segelnya."
"Oh, begitu ya, Pantas saja."
"Hah? Kau mengerti tentang dunia segel?"
"Hmm, bukankah dunia segel itu adalah dunia yang berbeda dari dunia yang kita injak sekarang? Apakah aku salah?"
Zayn terlihat memandang ke atas sambil memikirkan istilah tentang dunia segel dengan mendeskipsikan apa yang di pikirkan otaknya.
Liyura mendengarnya terlihat tertarik karena mereka berdua membicarakan mengenai dirinya. Akhirnya gadis itu menghampiri keduanya dan menjelaskan secara rinci.
"Dunia segel memang adalah dunia yang berbeda dari dunia tempat kita berada. Tapi dunia segel adalah tempat yang seseorang segel agar tempat itu tidak diketahui siapapun. Entahlah ya, aku sebenarnya juga tidak begitu mengerti tentang dunia segel tapi ketika berada di dunia itu, ketika serasa ada di dunia lain dan waktunya berbeda dari tempat kita berada sekarang. Seperti Ryan, dia sudah ada di dunia segelku selama 5 hari di dunia ini tapi di sana telah berlangsung selama 5 bulan."
Ryan yang mendengarnya menjadi sangat terkejut, "Bukankah artinya Nona punya shir ruang dan waktu seperti yang pernah di ceritakan oleh guru Eden?"
Liyura terlihat berpikir dan menjawab, "Tidak, yang ini berbeda. Sebenarnya aku mendapatkan dunia itu karena Aver memberikannya padaku tempat tinggal Magic Animal dengan membawanya bersamaku dengan menyegelnya di dalam tubuhku. Dan hal ini tidak bisa dibilang jika aku menguasai sihir ruang dan waktu."
"Lalu kenapa perbedaan dunia ini dan dunia segel terpaut sangat jauh? Seperti waktunya yang lebih lama daripada dunia luar. "
"Nama artian dari kata 'Segel' adalah menyegel atau menyimpan, mengunci, dan menghentikan segala sesuatu. Aku memang tidak begitu paham garis besarnya seperti Aver, aku hanya menyimpulkan kata-kata yang ada di otakku. Alasan waktu di dunia luar dan dunia segel terpaut jauh karena dunia itu sama saja berada di luar dunia kita berada."
"Atau mungkin bisa diartikan apakah kalian tahu pelajaran tentang alam semesta?"
Ryan dan Zayn saling tatap-menatap dan menggeleng polos bersamaan. Liyura yang melihat gelengan mereka menjadi sedikit lesu karena dia sama saja sia-sia harus menceritakan semua hal yang cukup panjang.
"Baiklah, kalau kalian tidak mengerti aku tidak akan menjelaskannya karena pengetahuanku tentang dunia ini sangat minim daripada dunia yang lebih aku kenal."
Liyura tidak mengatakannya bukannya dia tidak tahu, tapi dia tidak bisa bilang jika dunia tempatnya berada hanya Palsu.
Gadis itu hanya mengetahui arti dari dunianya sendiri---yaitu Bumi. Dia tidak tahu-menahu tentang dunia CO atau Chronicle Online yaitu Mozart.
Ryan hanya mengangguk, diiringi Zayn yang masih tetap melamun. Liyura beralih pada Evol yang kelihatan bosan kembali.
Liyura membelai lembut surai bulu keemasan Evol, membuat Jaquin itu merasakan ketenangan.
Liyura pamit kepada yang lain untuk berpatroli di sekeliling posisi mereka untuk mencari siapa yang membutuhkan pertolongan.
Evol yang melihat Liyura pergi juga mengikuti gadis itu, tapi Liyura menolak Evol untuk mengikutinya karena dia tidak ingin meninggalkan Ryan dan Zayn tanpa penjagaan.
Liyura tersenyum seakan mengatakan jika dirinya baik-baik saja dan akan kembali tidak lama, Evol yang melihat senyuman itu hanya pasrah dan berbalik untuk segera berada di posisi di dekat kedua orang berisik itu.
Liyura sekali lagi tersenyum dan mengelus Evol dan segera melesat bagai angin yang berhembus dan menghilang seketika.
***
Kali ini Liyura sendiri, meskipun begitu, gadis itu merasa percaya diri dengan kemampuannya. Liyura menatap sekitar dan berusaha mencari sesuatu yang aneh.
'Tidak mungkin aku tadi salah dengar seseorang berteriak karena yang lainnya juga mendengar hal itu. Tapi kemana perginya suara itu?'
Liyura melesat lebih cepat dan segera meneliti sekitar lebih jelas dan akhirnya melihat seseorang berteriak kembali.
Suara pilu segera menyambut indra pendengaran Liyura. Liyura dengan perlahan segera mendekati asal suara itu dan melihat seorang perempuan berambut hitam pekat sedang berlutut dengan bersimbah darah di bawah seorang anak remaja yang kelihatannya juga seumuran dengan Ryan dan Zayn.
Liyura mengintip dibalik semak-semak semua yang dilakukan oleh anak remaja itu yang sedang mencambuk seorang perempuan yang terlihat seumuran dengan Liyura.
'Sangat tidak tahu sopan santun sekali pada yang lebih tua. Apakah mereka adalah Vampir?'
Liyura terlihat sangat penasaran, kenapa jika mereka adalah sesama Vampir masih saling menyakiti? Apa ini adalah sesuatu bentuk dari dinamakan hobi? Apa karena mereka bukan manusia lagi jadi mereka tidak merasa simpati sedikitpun ketika saling menyiksa dan membunuh?
Liyura terlihat dengan pandangan datar melihat perlakuan seorang perempuan yang dicambuk oleh seorang remaja dengan kejam.
"Akhh! Tolong, Qin. Aku tidak akan membuatmu marah lagi---Akhh!! Kumohon! Bukankah kita adalah kakak dan adik!"
Seorang remaja itu akhirnya meluncurkan cambuk terakhirnya membuat seorang perempuan itu menjadi tidak sadarkan diri.
"Memangnya ini adalah tontonan? Apakah kau hanya ingin bersembunyi saja? Keluarlah!"
Liyura menatap terkejut ke arah remaja itu, dia akhirnya memberanikan dirinya untuk keluar dari pesembunyiannya.
Qin, remaja yang melihat Liyura hanya menatap gadis itu dengan pandangan datarnya.
"Jangan-jangan kau lah yang menyusup ke Lembah Malam ini bersama kelompok lemahmu itu?"
"Kelompok lemah? Maaf saja! Tapi kami tidak selemah yang kau lihat."
Qin menatap datar dan tersenyum miring, "Heh, jika mereka tidak lemah, kenapa mereka terlihat kesulitan hanya dengan menghadapi bawahanku?"
Qin memunculkan sebuah gambar pertarungan antara Ryan dan yang lainnya sedang menghadapi Kelelawar yang berubah menjadi manusia.
Liyura mengernyit melihat siatuasi yang terjadi.
"Apa maksudnya ini?!"
"Heh, temanmu ternyata tidaklah kuat, dan bagimana denganmu? Apakah kau akan menyusul mereka dan membantunya?"
Liyura terlihat bimbang, dia sebenarnya ingin menolong Ryan dan yang lainnya, tapi dia tidak bisa membiarkan Qin tanpa melawannya.
Liyura memiliki suatu firasat mengenai pemuda di hadapannya, dia merasakan jika Qin bukanlah seorang Vampir biasa.
"Tidak! Aku sudah mengatakan jika mereka akan selamat, jika mereka tidak kuat menghadapi makhluk jadi-jadian itu, maka aku akan membantu mereka."
"Hmm, baik, dan sekarang kau di sini ingin melawanku?"
Liyura terlihat langsung menarik pedangnya, seakan menjawab bahwa dia siap untuk menghadapi Qin.
"Tidak masalah, tapi jika kau kalah, aku akan membuatmu menjadi santapan malamku bersama kakak."
Liyura tidak mengubris perkataan Qin dan langsung menyerangnya. Sejauh ini, perasaan gadis itu tidak pernah salah dalam berbagai hal.
Liyura yakin dengan naluri nya untuk menghadapi Qin, dia tidak bisa membiarkan pemuda itu.
Liyura dengan kecepatannya mampu sampai di hadapan Qin dalam beberpa detik saja dari jarak mereka yang sekitar 3 meter.
Liyura menyerang Qin menggunakan pedangnya dan langsung dihindari dengan mudah oleh pemuda itu.
Liyura tidak menyerah dan semakin menyerang Qin lebih cepat, tapi keadaan tetaplah sama. Bahkan dia tidak bisa melukai pemuda itu segorespun.
Liyura kali ini yang merasa terancam menggunakan berbagai tekniknya.
"Gold Wave!"
Liyura memunculkan gelombang pedang berwarna emas dari pedang Excaliburnya. Kali ini, Qin tidak sempat menghindar, membuat dirinya terkena dampak serangan itu dan mementalkan tubuh pemuda itu jauh beberapa meter.
Liyura melihat keadaan Qin, pemuda itu terluka cukup parah, tapi perlahan-lahan luka itu meregenerasi. Akan tetapi, tidak semua luka yang ditimbulkan Liyura dapat disembuhkan.
"Kau... Pedang itu? Pedang apa itu? Tidak ada yang bisa melukaiku sedikit saja sejak aku menjadi Vampir. Siapa kau sebenarnya?"
Qin terlihat berdiri kembali sambil memegangi tubuhnya yang terdampak serangan Liyura.
Sedangkan Liyura tidak menjawab pertanyaan pemuda itu. Liyira hanya menatap pedang yang ada di genggamannya dan tersenyum miring.
"Darimana kau berasal?"
Qin juga terlihat seperti sangat penasaran dengan Liyura membuat gadis itu akhirnya menjawab.
"Aku bukan dari dunia ini. Aku berasal dari tempat yang jauh, dan pedangku ini memang istimewa. Qin, siapa sebenarnya kau? Apakah kau Vampir Bulan seperti yang pernah kudengar?"