
Liyura terkejut dengan kecepatan Zayn, yang mungkin setara jika Liyura menggunakan kecepatan penuhnya. Tapi kecepatan Zayn masih kalah jauh jika dia menggunakan Skill Light Movement nya.
Meskipun kecepatan Zayn sangat cepat bahkan hampir melebihi kekuatan penuhnya tapi Liyura juga lincah dalam menghindari serangan.
Zayn yang melihat serangannya dapat di hindari semudah itu menjadi terkejut. Kali ini, Zayn menjadi sedikit serius juga dan tidak meremehkan Liyura.
Lagipula dia juga sudah melihat dan merasakan bagimana istimewanya pedang putih yang ada di tangan gadis itu.
Pedang putih yang dilihat Zayn terasa sangat indah bahkan pemuda itu menginginkannya sesaat sebelum dia tersadar karena tersihir oleh keindahan pedang itu.
Liyura juga mulai serius karena dia merasakan jika dia tidak boleh meremehkan Zayn.
Liyura akhirnya memutuskan untuk menggunakan salah satu Skill yang dimilikinya.
"Crescent Slash!"
Gelombang pedang mirip dengan bentuk bulan purnama timbul keluar dari pedang yang akhirnya bertubrukan dengan pedang Katana milik Zayn.
Gelombang pedang yang di hasilkan Liyura membuat Zayn terdorong mundur beberapa langkah dalam posisi bertahan.
Saat gelombang pedang itu berhasil ditahan dan hilang karena telah kalah dengan pertahanan milik Zayn, Liyura menjadi semakin tertarik untuk bertarung secara serius seperti lawan dengan Zayn.
Sedangkan Zayn juga berpikir serupa, dia tidak pernah memiliki rekan latihan yang tepat untuk menguji kekuatannya karena dia terlampau kuat sampai dia juga telah di nobatkan menjadi pengganti para Jenderal yang gugur.
Zayn tersenyum sedemikian rupa saat melihat berbagai macam teknik yang dikeluarkan oleh Liyura.
Liyura juga merasa sangat tertantang karena Zayn seperti meremehkannya dengan terus menghindar dan selalu dalam posisi bertahan, seakan mengatakan jika Skill Liyura bukan apa-apa baginya.
"Light Movement."
Kali ini mereka beradu kecepatan. Jika dilihat dengan mata, gerakan mereka bahkan lebih cepat dari kilat, Liyura menjadi senang karena menemukan lawan kecepatan, yang bahkan hanya sedikit saja seseorang yang dapat mengimbanginya.
Liyura bergerak lebih cepat dengan Skill khusus yang tefokus pada kecepatan seperti Light Movement. Sedangkan Zayn juga menggunakan teknik khusus melarikan diri miliknya.
Jika dilihat, Zayn seperti berteleportasi membuat Liyura tidak bisa menebak pemuda itu akan muncul ke arah mana.
Liyura juga meningkatkan instingnya jika dia tidak bisa melihat ataupun merasakan keberadaan musuh dengan ke-5 indranya maka dengan indra pengganti yang disebut insting lah yang dapat melacak keberadaan Zayn untuk saat ini.
Liyura juga berpikir jika Zayn benar-benar hanya seorang mata-mata karena itu sangat terlihat dengan tekniknya.
Karena menjadi mata-mata itu meskipun pekerjaan yang terlihat gampang karena hanya menguping informasi dari musuh (Yah mungkin sejenis itu lah).
Tapi, jika kita ketahuan memata-matai, tentu saja kita harus segera kabur dan tidak melawan, kenapa? Kenapa kita tidak boleh melawan? Tentu saja jika kita melawan, belum tentu kita akan menang dan jika kita kalah dan mati terbunuh, kita akan memberitahu informasi yang kita dapatkan melalui apa dan darimana? Dari alam baka?
Liyura terlihat geli memikirkannya membuat Zayn sekali lagi berpikir aneh tentang gadis hingga pemuda itu terpikir kewarasan gadis yang ada di hadapannya, menyerangnya dengan agresif.
Zayn awalnya tidak khawatir tentang Liyura yang tentu saja tidak akan pernah bisa menemukan dan melacak keberadaannya dengan berpindah-pindah posisi tempatnya.
Tapi, Zayn melihat Liyura yang menutup matanya dan berhenti bergerak cepat menemukannya membuat Zayn tetap dalam teknik teleportasinya.
Zayn yang berpindah-pindah tempat dapat dirasakan oleh Liyura. Dia menajamkan pendengarannya dan melihat melalui insting.
Bukannya Liyura sok tau dengan indra insting tapi dia memang benar-benar belajar mengenai ini.
Bahkan Liyura telah berhasil menguasainya di umur terbilang muda yaitu 13 tahun. Liyura membuktikannya dengan memukul balon yang tergantung dengan matanya yang tertutup oleh kain.
Dan pada usia tersebutlah dia dapat merasakan apa yang di namakan sebuah insting. Liyura kali ini mencoba kembali peruntungannya.
Dia mendengar angin yang sangat kencang mengelilinginya. Angin itu tentu saja adalah dampak teknik Zayn yang masih berpindah-pindah tempat yang tidak jauh darinya.
Awalnya Liyura merasa sangat bimbang dimana keberadaan Zayn yang terlihat berpindah-pindah tempat secara acak tapi Liyura mulai menyadari jika Zayn selama ini berpindah-pindah mengelilinginya dalam suatu pola yang membuatnya hampir terkecoh.
Bahkan mungkin Zayn tidak mengetahui hal itu. Liyura dengan senyum miring menandakan kemenangannya telah ada di depan mata.
Dia menunggu waktu yang tepat untuk menyerang Zayn dalam salah satu pola yang dibuatnya sendiri dan menyerangnya menggunakan Skill andalannya.
Saat Zayn berada di posisi yang Liyura ketahui, dia dengan kecepatan kombinasi antara Skill dan poin Agility nya hingga akhirnya dia menyerang dengan kecepatan maksimal dari batas kecepatan cahaya sekalipun.
Zayn yang sedari tadi terlihat santai berpindah-pindah tempat dalam kurun waktu yang juga lumayan cepat menjadi terkejut dengan kecepatan Liyura yang melebihi kecepatannya.
"Swing Breaker!"
Liyura meneriakkan dua nama skillnya membuat Liyura akhirnya dengan telak mengenai tubuh Zayn hingga membuat pedang putih Liyura mengiris dengan cepat lengan Zayn membuat darah muncrat begitu saja ke tubuh Liyura.
Dia menggunakan Swing Breaker karena Skill ini berfungsi sebagai pemecah Skill maupun teknik lawan dengan fungsi Skill itu sendiri. Jadi dia dapat menang dari Zayn karena Skill ini membuat kemampuan teknik teleportasi Zayn menjadi tidak beraturan dan tidak berfungsi lagi jika Liyura mengetahui kunci kelemahannya dan membobol kelemahan itu sendiri. Ditambah dengan Skill Gold Wave nya yang menimbulkan gelombang berwarna emas yang dapat berdampak lebih dari Skill milik pedang Bulan Sabitnya membuat dia telah menggores lengan Zayn tanpa masalah dan sangat mudah.
Karena kecepatan serangannya, membuat Zayn tidak berkutik, bahkan dia tidak merasakan lengannya tergores oleh pedang Liyura sampai dia menghentikan Skill nya, dia dapat merasakan sakit yang luar biasa.
Liyura juga membuka matanya dan melihat jika Zayn terluka karena pedangnya. Liyura jadi merasa bersalah.
Dia juga melihat Gold Equipnya tersiram oleh cairan merah pekat yang masih segar dan terasa anyir di hidung.
Sedangkan Zayn terlihat berlutut sambil memegang lengannya yang teriris pedang Liyura. Untungnya lengannya sempat menghindar lebih dahulu dari Liyura karena jika tidak, dia tidak bisa membayangkan jika tubuhnyalah yang akan tertebas menjadi dua karena kecepatan pedang Liyura lebih tinggi darinya dari segi manapun.
Ini adalah pertama kalinya pemuda berambut emas itu kalah. Tapi dia malah seperti terinspirasi dan merasa sangat lega. Entah berapa banyak lagi orang yang akan Liyura kalahkan tapi Zayn memiliki suatu firasat jika gadis di hadapannya memiliki takdir yang istimewa, mungkin karena kehebatannya.
Liyura juga berlutut dan terlihat khawatir. Padahal, dia tadinya tidak ingin melukai Zayn sedikitpun tapi dia merasa bersalah saat melihat Zayn terluka meskipun tidak parah karena lukamya tidak terlalu dalam.
Tapi masalahnya, yang dikhawatirkan Liyura adalah mengenai darah yang terus merembes kuar tanpa henti di lengannya. Jika Zayn tidak cepat di berikan pertolongan pertama, dia pun juga bisa mati karena kehilangan banyak darah.
Liyura terlihat bingung, dia bukan Alchemist, dan dia juga tidak pernah belajar mengenai ilmu pengobatan. Yang dia tahu hanyalah ilmu untuk berpikir dan berkrearivitas.
"Berikan saja Bunga Seribu Warna padanya, maka dirinya akan sembuh seketika, Liyura."
Liyura akhirnya terdiam saat mendengar suara Aver yang terlihat seperti penolong baginya.
Liyura segera mengeluarkan Bunga Seribu Warna dari System Room nya dan menyuruh Zayn untuk memakan bunga tersebut.
Zayn awalnya tidak mau tapi Liyura akhirnya memasukkannya dengan paksa hingga pemuda itu menelan bunga berwarna pelangi dengan utuh membuatnya terbatuk-batuk karena tersedak.
Tapi, apa yang terjadi selanjutnya membuat takjub, bahkan Liyura sendiri. Luka yang tadinya terdapat di lengan Zaun menjadi bercahaya terang dan meregenerasi luka di lengannya.
Tidak membutuhkan waktu lama, luka itu sembuh dengan cepat dan cahaya memudar di gantikan lengan Zayn yang kembali mulus seakan tidak pernah terluka.
Zayn merasa takjub hingga melongo. Biasa lah ya, di lantai ke-2 biasanya dinamakan dengan lantai tanpa Sihir.
Untuk itulah mungkin Liyura tidak bisa menaikkan level di sini dan di lantai ini penghuninyapun sama seperti orang-orang di Real World.
Sihir yang mereka tahu jika di lantai ini hanyalah energi alam. Atau bisa disebut dengan tenaga dalam. Liyura tidak begitu mengerti karena teknik bertarung di lantai ini begitu unik.
Zayn yang melongo akhirnya tersadar, dan langsung mengubah ekpresinya.
"Terima kasih. Bunga apa yang kau berikan padaku?"
"Namanya adalah Bunga Seribu Warna. Berguna untuk menyembuhkan luka dan mengobati Racun sihir."
"Racun sihir? Sangat aneh, aku tidak pernah mendengar tentang hal itu."
"Ini dari negeriku yang jauh. Bunga ini juga berasal dari sana. Oh ya, Zayn, maukah kau ke Lembah Malam bersamaku?"
Zayn terlihat berpikir sambil melirik Liyura sesekali dan melihat ke arah Evol yang memandang jengah karena pertarungan mereka yang cukup lama membuatnya bosan.
Zayn akhirnya mengangguk, dia berdiri dari posisi berlututnya di iringi dengan Liyura.
Liyura membersihkan sisa darah dari Gold Equipnya dengan menghilangkannya menggunakan sihir umum yang biasanya di gunakan sebagai pengganti mencuci sebuah Equip dan Zirah.
Saat Equipnya bersih seperti sedia kala, dia menatap Zayn yang sedari tadi berbinar melihat semua yang Liyura lakukan yang biasanya di sini dianggap ajaib.
Liyura hanya tersenyum canggung dan dia menghampiri Evol. Evol yang melihat tuannya telah menyelesaikan pertarungannya akhirnya beranjak berdiri dari duduknya.
Liyura mengelus kepala Evol dan segera memerintahkan Evol untuk melanjutkan perjalanan. Dan kali ini, Zayn juga ikut bersama mereka membuat beban massa Evol bertambah.
Tapi demi tuannya tentu saja Evol tidak boleh merengek, mereka akhirnya sama-sama menaiki punggung Evol di iringi Jaquin itu terbang ke langit dengan kecepatan rata-ratanya seperti tadi.
Zayn yang tidak pernah terbang sangat bahagia dan sesekali melihat ke arah sekitar, dia melihat rindangnya pohon yang menutupi jalan setapak.
Liyura terlihat menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya. Kecepatan terbang Evol yang lambat membuatnya mengantuk karena menikmati suasana alam.
Hari itu memang aslinya benar-benar indah bagi semuanya....