Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 110 Mencari Keberadaan Raja Ras Vampir


"Katakan padaku, dengan apa kau akan membalas satu nyawa yang menggantikan dirimu terbunuh. Jika kau tidak menjawab sekarang juga, aku bersumpah demi Guru dan Adikku, kau tidak akan pernah mati dengan tenang dan hidupmu sebagai Vampir akan lebih menyakitkan daripada manusia yang kelaparan dan kehausan."


Ryan saat ini di kuasai oleh amarahnya. Dan dia mulai berpikir bukannya menggunakan logikanya lagi, namun menggunakan perasaaan dan nalurinya sebagai manusia.


Dalam sekejap, Ryan mengambil kembali Katana nya yang terjatuh---yang masih bersimbah akan darah kental dari wanita setengah baya yang saat ini telah kehilangan nyawanya dengan sia-sia demi melindungi Vampir bodoh di hadapannya.


"K-kau yang membunuhnya! Kenapa aku yang di salahkan!"


Vampir itu mencoba kabur, dia menyadari akan serangan Ryan yang memang bukanlah tandingannya. Jika pemuda itu lebih serius lagi, maka Vampir itu yakin, nyawanya akan melayang dalam sekejap tanpa ia sadari.


"Masih berdalih. Meskipun itu memang aku, tapi sebenarnya kau lah yang membunuhnya. Tapi, karena ia, aku tidak akan membunuhmu ... hanya demi perasaan Cinta, aku tidak yakin jika seseorang akan dapat mempertaruhkan nyawanya demi orang lain, bahkan Vampir sekalipun maupun orang yang telah meninggalkannya."


Dan dalam sekejap, Ryan memotong salah satu pergelangan tangan dari Vampir tersebut dengan cepat tanpa Vampir itu sadari sedikitpun.


"Aku sudah memutuskannya. Jika kau tidak boleh mati, maka kau akan menjadi cacat seumur hidupmu. Dengan regenerasi Setengah Vampir sepertimu, akan sulit untuk menumbuhkan bagian tubuh yang terpotong. Itu sudah cukup sampai kau meminta kematianmu sendiri."


Ryan berbalik dan menggali tanah sedalam mungkin dengan Katananya yang bercampur akan darah. Saat beberapa menit kemudian, ia meletakkan dengan hati-hati tubuh wanita setengah baya yang sudah tidak bernyawa.


Dengan cepat, pemuda itu langsung saja menguburnya dan meletakkan semua tanah yang ia gali ke tempat semula hingga tanah yang tadinya datar, menjadi sebuah Makam.


Ryan melihat sebuah pohon ungu dengan Bunga Wisteria yang menggantung, membuatnya langsung memetik bunga tersebut dan meletakkannya di atas gundukan tanah Makam wanita setengah baya yang terbaring abadi di dalamnya.


Ryan mengenakan kembali jubah berwarna hitam yang menandakan identitas dirinya yaitu seorang Pemburu Vampir dan kembali berbalik untuk melihat Vampir yang ada di belakangnya.


Pemuda itu tidak berkata apa-apa dan hanya pergi begitu saja setelah melihat kondisi mengenaskan dari Vampir yang terlihat hampir mati karena darah yang keluar dari tangannya yang terpotong membuat tanah itu menjadi ternodai oleh darah kental yang amis.


***


Sedangkan Liyura saat ini sedang menyerang habis-habisan para Vampir yang ada di sekitarnya, yang memang terlihat tidak berkurang sama sekali jumlahnya sedari tadi.


"Aver, kuserahkan semuanya padamu. Aku akan menyusul ke tempat Ryan."


Aver terlihat tidak setuju, karena masih banyak Vampir yang harus di bunuh di sekitar mereka meskipun ia di bantu oleh Vyone, Kenzie, dan Amon.


"Kalau begitu baiklah. Jika bisa, jika kalian menemukan Raja Ras Vampir, akan ada baiknya ia di bawa ke sini bersama para Jenderal Wisteria."


Liyura mengangguk dan mengeluarkan sayap berwarna putih dari punggungnya yang berupa Skill Wings Angel dan terbang tinggi meninggalkan pertarungan setelah memasukkan pedang emas Excalibur dan pedang hijaunya ke dalam sarungnya kembali.


***


Celine terlihat khawatir dengan Ryan. Sedangkan Arend menguap bosan karena Tuannya tidak kunjung kembali. Raja Ras Elang Harpa itu sepertinya sangat yakin jika Ryan akan menang dalam pertarungan jika memang terjadi, karena pemuda itu memiliki Sihir pada dirinya, dan kemampuan berpedangnya juga lumayan untuk seorang Ahli Sihir.


"Kapan Ryan kembali?"


Arend menyadari kekhawatiran dari Celine, tapi ia tidak mencoba untuk menenangkan gadis itu dan malah menatap ke depan, dimana lewat jalan itulah Ryan meninggalkan mereka.


Samar-samar Arend melihat siluet bayangan sesuatu, saat ia mengeceknya dengan Mata Naga, ia tersenyum dengan keberadaan Ryan yang terlihat berjalan menghampiri posisi mereka, namun dengan ekspresi yang murung.


"Dia datang."


Mendengar perkataan Arend, Celine terlihat menghela nafas. Pegangan pada Busur yang ada di tangannya menjadi mengerat tanpa ia sadari.


Ryan terlihat dari kejauhan dan berjalan santai, namun Katananya terlihat tidak di masukkan kembali ke dalam sarung hingga ia menyeretnya menimbulkan suara bising saat senjata itu bergesekan dengan tanah.


Celine dan Arend hanya terdiam saat melihat Katana Ryan bersimbah darah hingga menimbulkan jejak-jejak di belakang jalan pemuda itu tanpa di sadari.


"Kita lanjut mencari keberadaan Raja Ras Vampir, jika kali ini ada gangguan lagi, tidak perlu kita mengubrisnya."


Tapi sebelum Arend dengan wujud Burung Elang Harpa besarnya terbang setelah Ryan naik ke punggungnya dan duduk di depan Celine, Liyura mendarat tepat waktu di hadapannya membuat tanah terlihat tersapu oleh angin yang di ciptakannya.


"Aku akan ikut bersama dengan kalian. Meskipun Arend bersama kalian, kemampuan kalian mungkin tidak cukup untuk melawannya, dan Arend mungkin hanya akan fokus melindungi kalian tanpa melakukan perlawanan yang maksimal. Setidaknya jika kita telah menemukannya, maka akulah yang akan menghadapinya seorang diri, tugas kalian adalah menyelematkan para Jenderal Wisteria ke tempat yang aman dan pergi sejauh mungkin."


Ryan yang biasamya membantah karena berpikir dengan logikanya kali ini diam. Liyura melirik ke arah Ryan yang terlihat berekspresi dengan pandangan kosong.


"Pergilah lebih dulu."


Liyura mengkode Arend untuk mengawasi Ryan melalui tatapan matanya membuat Raja Ras Elang Harpa itu menghela nafas lalu mengangguk.


Mereka terbang dan melesat secepat mungkin meninggalkan Liyura yang mulai menyusul mereka tepat di belakang.


Mereka memperluas pencarian dengan berpencar ke berbagai arah agar menemukannya lebih cepat. Liyura terbang ke arah Selatan sedangkan Arend ke arah Barat.


"Aku yakin, jika Raja Ras Vampir tidak ada di Tahta Emas, maka ia ada di sekitar Lembah Wisteria saat ini. Dan mungkin ia berada bersama para manusia lain yang di tangkap oleh para Vampir."


Liyura menduga, para Vampir tidak akan mungkin membunuh semua manusia setelah memporak-porandakan wilayah di dekat Lembah Wisteria. Karena tujuannya adalah untuk mempersempahkan darah mereka pada Rajanya.


Liyura melesat terbang ke arah area Lembah Wisteria terlebih dahulu. Ia terhenti di sebuah pohon di mana ia selalu menenangkan diri di sana dan bertemu pertama kali dengan Roh Bunga Wisteria beberapa minggu yang lalu.


Liyura menitup mata dan mengeluarkan inti dari Pohon Bunga Wisteria yang ia simpan dalam Magic Forest atau Dunia Segelnya hingga pohon itu tertanam dengan sendirinya ketika akarnya menyentuh tanah.


Liyura membuka matanya saat ia berhasil membuat pohon itu keluar dari Dunia Segelnya. Ketika ia membuka mata, pemandangan menabjubkan seolah menjadi suatu kesenangan tersendiri baginya hingga tersenyum melihatnya.


Liyura melihat pancaran aura ungu yang terlihat menyebarkan Aura ke seluruh tempat di sekelilingnya menjadi padang rumput dengan akar dari Pohon itu yang menjadi pusat dan sumber terciptanya. Liyura tidak sengaja melihat Vampir yang berjalan ke arahnya hingga saat ia menyadari keberadaan Inti Bunga Wisteria, ia lari terbirit-birit karena merasakan suatu penderitaan saat dekat dengan pohon tersebut, namun tidak berselang beberapa detik, Vampir itu menjadi abu seutuhnya diiringi padang rumput yang tumbuh menghilangan jejak keberadaannya.


Liyura berharap dengan ini, para Vampir yang menyerang Aver dan yang lainnya menjadi musnah.


***


Aver terlihat terkejut merasakan pancaran Aura dari suatu tempat, suatu Aura suci yang ia kenal yang dapat menetralisir kekuatan jahat maupun Sihir Hitam. Tidak salah lagi jika Aura ini merupakan pancaran Aura Suci dari Penyihir Pertama di Mozart yaitu Roh Bunga Wisteria.


Aver diam sedetik kemudian karena melihat Vampir yang merasakan Aura yang sama menjadi berhenti menyerang dan menyadari jika Aura itu membuat mereka menjadi abu yang tidak bersisa tulang sedikitpun.


Aver terlihat baik-baik saja karena meskipun pohon ini menetralisir segala Sihir Hitam, Aura Pembunuh, dan Monster sepertinya, Aura ini di peruntukkan untuk makhluk yang berniat buruk dan mengacaukan keseimbangan di Lantai 2.


Aver tersenyum saat ia merasakan kakinya menyentuh sesuatu yang lembut, yaitu padang rumput dan bunga berwarna-warni yang tercipta di tanah yang tadinya tandus akibat terpecahnya pertempuran dan pertumpahan darah.


"Kali ini semua penantianku ... benar-benar akan terwujud."


Aver berjongkok dan duduk di atas padang rumput itu dan mengambil beberapa bunga yang tumbuh mekar secara tiba-tiba.


"Liyura. Kau lah harapanku satu-satunya, tidak akan kubiarkan Inkarnasi Roh Bunga Wisteria yang melepas Segel Tuanku."


***


Ryan terkejut dalam sekejap saat Aura berwarna ungu melewatinya dan menyebar ke sekelilingnya. Arend berhenti melesat dan terhang dengan kecepatan normal saat menyadari Aura yang menenangkan tersebut.


"Para Vampir telah musnah karena Inti Bunga Wisteria telah berada di tempat yang seharusnya sekarang. Lalu, masalahnya adalah keberadaan Raja dan para Jenderal Wisteria yang masih belum di ketahui."


Mata Ryan yang redup dan kosong menjadi lebih bersinar kembali seolah tersadar dan terhilang dari sebuah hasrat untuk membunuh, hingga perasaan negatifnya pun sirna dalam sekejap tidak berbekas sedikitpun.


"Ya, kali ini adalah masalah keberadaan Raja Ras Vampir dan para Jenderal Wisteria. Tapi tidak lama lagi, Kegelapan yang Menyeruak akan terganti dengan Cahaya Harapan yang mulai bersinar."


Arend tersenyum, mata Celine berbinar. Semuanya menjadi lega. Pertarungan akan segera berakhir dengan mereka menghadapi biang masalah yang sesungguhnya selama ini. Sumber dari penderitaan yang tertoreh entah sudah berapa lama, kini akan sirna dengan berakhirnya seluruh keputusasaan yang melanda. Juga, akhir dari sebuah pertarungan tiada akhir untuk menyambut Musim Yang Baru.