
Liyura terlihat sedang menatap jendela dan melihat pemandangan yang ada di luarnya. Dia menghela nafas di setiap dia mengedipkan matanya. Rasanya dia ingin mengurangi bebannya lagi yang muncul kembali tanpa ia sadari.
Liyura merasa sangat frustasi. Dia merasa sangat tidak berguna jika dia tetap tidak bisa mengalahkan para Vampir. Selain itu, dia merasa tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini. Liyura kemudian tiduran di di kasurnya dan menatap langit-langit kamar.
Dia menutup matanya untuk sampai ke Dunia Segelnya. Rasanya dia merasa masuk ke dalam mimpi, dan langsung saja dirinya berada di sebuah pemandangan yang hijau dengan di hadapannya terdapat goa yang di tinggali oleh Aver dan yang lainnya.
Liyura tadinya setelah pulang dari berziarah ke dalam makam remaja yang gagal mengikuti Ujian kedua menjadi Pemburu Vampir, langsung saja memasukkan Ryan ke dalam Dunia Segel untuk berlatih lagi bersama Aver agar mengasah kemampuan sihirnya.
Liyura berjalan dengan santai dan memasuki daerah goa dengan tenang. Saat sampai di dalam, dia melihat semuanya sedang bersenang-senang dengan aktivitas masing-masing. Saat melihat kedatangan Liyura, langsung saja semuanya terdiam.
"Liyura, kita harus mendiskusikan sesuatu mengenai Vampir ini."
Aver langsung membicarakan hal yang membuatnya menunggu-nunggu saat yang tepat saat kedatangannya. Liyura hanya mengangguk karena dia merasa harus menyelesaikan hal ini secepatnya.
"Baiklah."
Liyura mengangguk dan duduk di samping Aver yang sedang menagajari Ryan. Ryan merasa menaikkan alis karena tidak mengerti apa yang mereka bicarakan mengenai gadis Vampir yang di bawa Liyura ke dalam Dunia Segelnya.
Liyura menatap tajam ke arah gadis Vampir yang sedang menatap lekat Naomi yang tertidur lelap entah sudah berapa lama. Saat merasakan tatapan Liyura, sontak dirinya menatap balik gadis itu.
"Oh? Sepertinya sudah mau di mulai, ya."
Gadis Vampir itu beranjak dari duduknya di samping Naomi dan menghampiri Liyura yang duduk bersama Aver.
"Apakah kau menerimaku menjadi bagian dari kelompok kalian?"
Liyura masih menatapnya, "Siapa dirimu? Siapa namamu? Dan apa tujuanmu? Lalu, katakan semuanya tentang keberadaan para Jenderal."
Liyura malah tidak menjawab dan menanyakan balik membuat gadis Vampir itu mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu akan kuperkenalkan diriku. Namaku Vyone. Dan aku adalah Vampir Bulan Purnama yaitu yang paling kuat setelah Rajaku, Nuzan Kyoro. Lalu, keberadaan para Jenderal terletak di antara Surga dan Neraka, bertepatan di ujung dunia dan di Lembah yang tidak terjamah, di antara bunga-bunga ungu yang bernuansa agung. Tempatnya adalah suatu hal yang bahkan tidak di ketahui oleh siapapun dan apapun."
Liyura menatapnya lagi, seolah mengkode untuk melanjutkan.
"Di antara itu, Mereka ada di sebelah Tahta yang bertahtakan emas, di penjara suci yang mengekang erat roh mereka. Tapi, ada suatu hal yang membuatmu dapat ke sana yaitu, Kunci Air Mata Darah dengan mengalahkan salah satu P**etinggi Ras**."
Liyura mengernyit. Gadis Vampir itu menyengir pelan dengan suara yang lembut.
"Maaf aku harus membuat teka-teki agar semuanya menjadi sulit dan agar nyawaku tidak melayang hanya karena mengatakan semuanya."
Aver merasa sangat frustasi, teka-tekinya sulit sekali sepertinya. Dan lelaki itu berusaha untuk membantu Liyura memecahkannya agar para Jenderal segera di temukan.
"Aku akan katakan sekali lagi..."
Gadis Vampir itu mengucapkannya kembali dan kali ini dengan suara yang nyaring dan kata-kata yang hampir sangat lambat namun perkataanya sama sekali sangat sulit untuk di cerna oleh otak.
Liyura kemudian menjawab, "Tempat di antara Surga dan Neraka, adalah tempat di antara Lembah Malam dan Lembah Wisteria. Bertepatan di ujung dunia dan di Lembah yang tidak terjamah, bertepatan di antara Lembah Malam dan di sebuah Portal Sihir."
Kemudian Ryan juga ikut menjawab, "Di antara bunga-bunga ungu yang bernuansa agung. Adalah di mana tempat Rahasia Bunga Wisteria karena bunganya berwarna Ungu. Tempatnya adalah suatu hal yang bahkan tidak di ketahui oleh siapapun dan apapun, itu bertepatan dengan tempat di dalam Portal di Lembah Malam, karena tempatnya tidak terjamah oleh siapapun dan apapun kecuali kalian, Ras Vampir sendiri dan sosok yang membantu kalian."
Liyura mengangguk dan berkata lagi, "Mereka ada di sebelah Tahta yang bertahtakan emas, itu artinya para Jenderal berada di sebuah tempat di mana Nuzan Kyoro berada. Di penjara suci yang mengekang erat roh mereka, dan mereka tidak bisa meloloskan diri karena ada suatu hal yang membuat mereka tidak bisa lolos dari kekangan Nuzan. Berarti mereka di jaga oleh sosok Nuzan Kyoro itu sendiri."
Aver kemudian beranjak dari duduknya dan mengatakan, "Tapi, ada suatu hal yang membuatmu dapat ke sana yaitu, Kunci Air Mata Darah dengan mengalahkan salah satu Petinggi Ras, dan itu berarti kami harus mengalahkan dirimu, karena kau lah yang paling terkuat setelah Nuzan. Dan kau termasuk Petinggi Ras. Karena di sini tidak ada yang tahu itu adalah Ras Vampir atau tidak yang di maksudkan kata-katamu, tapi tidak ada Ras lain yang masih utuh selain Ras Vampir di Lantai ini."
Mereka semua menatap gadis Vampir itu. Gadis Vampir itu langsung saja tersenyum, "Kalau begitu, kalian tunggu apa lagi?"
Liyura sepertinya menyiapkan aba-aba. Evol juga bersiap untuk menyerang jika Liyura memerintahkannya. Aver dan yang lainnya segera mengepung gadis Vampir itu.
"Tapi sayangnya aku tidak mau melawan kalian. Dan aku akan memberikan Kunci air mata darah dengan senang hati. Setelah kalian merebutnya lebih tepatnya, karena benda itu sudah tidak di pegang olehku."
Liyura memicingkan mata, "Kunci Air Mata Darah, adalah Air mata darah yang hanya di miliki oleh Vampir. Dan itu bukanlah sebuah benda. Vampir bisa mengeluarkan Air mata darah saat mereka... rela berkorban, hampir mati, dan jatuh cinta."
"Dan air mata darah di sini di sebut Twilight." Aver menambahkan. "Twilight di jadikan sebuah kunci jika kita mempunyai wadah untuk menampungnya. Lebih tepatnya Air mata darah ini berguna untuk membuka Portal saat kita melakukan Altar Persembahan, dan Twilight ini adalah sesuatu yang akan di tumbalkan. Yaitu Air mata darahmu sendiri, Vyone."
Vyone merasa sangat senang karena Liyura dan yang lainnya dapat mengerti apa yang dimaksudkannya.
"Untuk itulah aku ingin kalian menemukan Vampir yang merebut wadah untuk menampung Twilight."
Liyura kemudian mengangguk, entah kenapa dia percaya dengan perkataan Vyone adalah karena dia merasa perasaanya sangat yakin jika masalah Vampir ini akan segera selesai. Tapi, yang akan membuatnya lama untuk menyelesaikannya adalah mencari Vampir yang merebut wadah untuk menampung Twilight.
Pertanyaan Ryan segera di jawab oleh Vyone, "Wadah Twilight adalah manusia ber-Ras Turkien. Yaitu manusia yang paling setia dan hanya mempunyai satu inti sihir, yaitu Sihir putih yang suci atau bisa di sebut Sihir Cahaya. Saat Air mata darah Vampir bergabung di dalam dirinya, dia akan berubah menjadi makhluk yang seperti Setengah Malaikat dan Setengah Iblis. Ras Turkien biasanya di juluki anak Nephilim, adalah makhluk yang paling setia di seluruh Lantai Mozart."
Aver terkejut, "Kau tahu tentang Mozart? Jangan-jangan kau manusia yang tidak tinggal di Lantai 2 ini dulunya?"
Vyone mengangguk, "Benar sekali. Dulunya aku adalah Peramal yang suka berpetualang, dan aku berpetualang ke manapun hingga aku tahu semua hal di dunia termasuk tentang Mozart ini yang di huni lebih dari 100 juta ras."
Sedangkan Ryan terlihat mengernyit, "Jangan bilang, jika ada dunia lain selain di sini?"
Liyura menelan salivanya, Ryan begitu mengerti apa yang terjadi dan perkataan Vyone dengan cermat, sedangkan Kei yang sudah lama ada di Dunia segel dan ada di dekat Nica menjadi bertanya-tanya tantang pembicaraan Vyone dan Liyura serta Aver. Lalu, Ares dan Eden hanya duduk dengan pandangan yang menunjukkan serius.
Vyone melanjutkan, "Dan sampai akhirnya, aku di jadikan Vampir oleh Nuzan Kyoro. Biasanya setelah menjadi Vampir, aku tidak akan ingat lagi dengan kehidupanku yang dulu. Namun, karena suatu hal, aku masih bisa mengingatnya. Dan hanya aku lah yang memiliki Twilight paling murni, se-murni milik Nuzan Kyoro sehingga aku di juluki Petinggi Ras atau sebut saja Elder."
Liyura dan Aver saling menatap, mereka sepertinya sudah percaya dengan Vyone dan akhirnya sepakat untuk mencari wadah yang akan menampung Twilight.
"Tunggu dulu, apakah yang kita lakukan ini benar dengan mengorbankan wadah itu di Altar persembahan?"
Ryan merasa simpati, Liyura menghela nafas, ini sih sama saja satu orang mati demi menyelamatkan beribu-ribu orang. Tapi apakah itu adil?
"Entahlah, Ryan. Ayo kita coba cari dia dulu."
"Dia hanya akan setia pada orang yang menolongnya, dan punya suatu aliran sihir yang menenangkan. Dia bisa mendeteksi kebohongan tapi tidak bisa membaca pikiran. Ras Turkien biasanya hidup dengan damai tapi Ras itu di hancurkan oleh Ras Demi-Human, lalu Ras itu hancur lagi karena Ras Vampir dan Ras kami mengambil semua Ras Turkien untuk di jadikan wadah Twilight. Tapi, sebagian ada yang bunuh diri karena mereka sama sekali tidak mau tubuhnya di nodai oleh hal yang menjijikkan. Dan hanya 2 orang Ras Turkien saja yang berhasil bertahan hidup. Mereka hanya anak laki-laki yang berumur 15 tahun dan 17 tahun."
Vyone menghela nafas, "Dan, kami sudah mengorbankan salah satu dari mereka untuk menghubungkan portal dan menguncinya. Jadi, hanya tinggal satu orang Ras Turkien saja. Aku tidak tahu apakah mereka masih ada yang hidup selain dirinya namun, sebelum mereka semuanya meninggal akibat bunuh diri, mereka mengutuk para Vampir dan untuk itulah kami tidak bisa bereproduksi untuk memperbanyak Ras."
Liyura kali ini merasa ingin mencekik para Vampir dan menebas mereka sekarang. Tapi dia menahannya dengan menundukkan pandangan.
"Kalau begitu, kita tidak boleh mengorbankan dirinya hanya untuk membuka portal, kita harus mencari cara lain untuk membuka portal tanpa mengorbankannya dan menyelamatkannya dari Vampir itu segera. Kita tidak bisa membiarkan Ras Turkien ini punah, karena kemungkinan mereka yang masih hidup tidak lebih dari 2%, jadi kita harus membuatnya menjadi bagian dari kita karena dengan ke-setiaannya, dia akan berguna dan lagipula dia juga memiliki inti sihir Cahaya yang pasti itu akan kita butuhkan nanti, lebih tepatnya aku lah yang membutuhkannya."
Liyura mendongak dan menatap mereka semua, "Kita tidak boleh menyia-nyiakan ke-setiaannya! Inilah keputusanku. Dan Vyone, kau ku terima sebagai bagian dari kami. Selamat datang di dalam kelompok kami."
Vyone tersenyum dan membungkuk hormat, "Terima kasih. Aku berjanji aku tidak akan menghianati kalian. Aku juga berjanji akan menjadi sumber informasi apapun. Aku yakin, ramalanku tidak akan salah."
Vyone menatap Liyura seolah dia menganggap Liyura adalah pemimpinnya, sama seperti saat dia melayani Nuzan Kyoro seumur hidupnya ini.
Liyura membantu Vyone untuk berdiri tegak dan tersenyum, Eden dan Ares merasa jengkel karena Liyura merekrut anggota baru lagi di antara mereka. Lama-lama goa ini akan menjadi tempat untuk menampung semua orang yang berguna namun di buang.
Sedangkan Aver terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya dan melihat Liyura sebagai 4 Pendekar Kembar. Entah apa yang membuatnya menjadi membayangkan keempat nya saat melihat Liyura namun, Aver yakin jika dia merasakan tidak lama lagi, keempat tuannya itu akan segera kembali.
***
Liyura akhirnya keluar dari Dunia Segelnya dan meninggalkan Ryan untuk tetap belajar teknik dari Aver. Liyura membuka matanya dan melihat dia masih ada di kamar di kediaman Rachel.
Gadis itu bangun dan berjalan keluar kediaman. Liyura menikmati pemandangan Lembah Wisteria saat sore. Rasanya dia masih tidak percaya jika di hapadannya ini hanyalah suatu rancangan sistem dalam permainan Virtual Reality?
Liyura menghela nafas karena dia merasa tertekan dengan hal yang dia hadapi mengenai cara menemukan keberadaan para Jenderal Wisteria. Tentang hal lain seperti Kunci air mata darah yaitu Ras Turkien sebagai wadahnya, dia merasa sangat bersimpati.
Meskipun rasanya agak berbeda dari rasa mengasihani itu sendiri, namun Liyura merasa jika dia tidak boleh mengorbankan satu-satunya pewaris Ras yang tersisa. Mereka di juluki Anak Nephilim, katanya? Nephilim itu berarti adalah anak dari malaikat dan manusia. Tapi julukan itu juga tidak terlalu berlebihan.
Ngomong-ngomong mengenai Keberadaan Ras tentang Malaikat, tidak pernah muncul sebelumnya, padahal Ras Iblis saja ada di dunia Mozart ini. Kenapa yang muncul malah Ras Turkien yang di juluki Anak Nephilim?
Liyura menghela nafas untuk yang kedua kalinya, satu-satunya Ras Turkien ini harus di cari kemana? Apakah dengan petunjuk dari Vyone akan ada kemungkinan menemukannya?
Sebenarnya, kenapa harus Ras Turkien yang menjadi wadah Twilight? Apakah karena hanya tubuh mereka saja yang cocok untuk menjadi wadah dari Air Mata Darah Ras Vampir? Atau karena hanya mereka yang dapat menekan eksistensi dari unsur Hitam di dalam tubuh para Vampir? Karena mereka mempunyai unsur cahaya atau bisa di sebut juga Sihir Cahaya yang bertentangan dengan para Vampir.
Namun, apa yang terjadi pada Ras Turkien yang telah menjadi Kunci Air Mata Darah? Kata Vyone mereka akan menjadi Setengah Malaikat dan Setengah Iblis. Lalu, kenapa mereka harus di korbankan di Altar persembahan? Apakah itu hanya karena untuk membuka Portal Sihir saja?
Bukankah dengan adanya mereka itu akan membantu salah satu pihak? Apalagi mereka kan masih menyandang nama 'Makhluk yang paling setia di seluruh Mozart.'
Liyurs memijit kepalanya. Rasanya dia harus mendiskusikan hal ini pada Vyone sendiri dan bukannya Aver. Karena hanya gadis Vampir itulah yang mengetahui seluk-beluk atau asal-muasalnya.
Liyiaa tersenyum memandangi langit dan masuk kembali ke dalam kamarnya.
•••
Catatan : Mereka membuka portal dengan cara mengorbankan Ras Turkien yang telah bercampur menjadi Twilight di dalam tubuhnya. Kenapa harus Ras Turkien yang di korbakan di dalam portal? Kalian bayangkan saja jika kalian memasang sandi pada ponsel kalian. Saat kalian memasangnya, kalian akan menentukan nama yang cocok atau pola yang cocok agar dapat membukanya dengan mudah. Saat kalian mencobanya di ponsel, kalian akan membuat pola atau memasukkan sandi untuk membukanya, maka sandi atau pola yang kalian tentukan itulah yang menjadi kunci untuk membuka ponsel... Mengerti kan maksudnya? Jadi ini juga sama seperti cerita ini... di mana si Nuzan Kyoro menentukan cara untuk membuka portal dengan cara mengorbankan Ras Turkien, maka dengan membukanya, harus dengan cara yang sama juga untuk setiap kali masuk ke dalam portal.