
Saat melihat Liyura sudah pergi, barulah Eden tertawa. Sekitar hutan seakan menjadi bergetar karena tawanya yang mengandung tekanan.
Qin tidak peduli tentang apa yang terjadi pada Eden. Dia langsung menyerang begitu saja tanpa aba-aba.
"Kau sudah berani menantangku! Aku tidak akan membiarkan kau hidup! "
"Kau mau membunuhku?"
Eden seperti menahan tawa dengan menutup mulutnya kemudian langsung tertawa lagi, lebih kencang dari sebelumnya.
"Kau ingin membunuhku?!! Bahkan kau tidak bisa mendekatiku!!"
Eden dengan senyum miringnya kali ini mengibaskan tangannya saat melihat Qin melesat ke arahnya.
"Mau berapa kali pun kau berusaha! Kau tetap lemah! Menyerahlah dan serahkan nyawamu padaku!"
Qin terlihat berwajah datar meskipun terpental beberapa kali. Mungkin otaknya sudah bergeser gara-gara dia menjadi Vampir sehingga dia tidak merasakan apapun yang namanya sakit.
Eden menjadi semakin tertarik dari balik tudungnya saat melihat Qin yang pantang menyerah menghadapinya.
Kali ini, Qin serasa lebih serius, mungkin karena dia baru saja menggeserkan otaknya kembali ke arah yang tepat membuat dia berpikir jernih.
Qin kali ini menggunakan sihir yang dimiliki oleh semacan bangsa Vampir. Dia bertaransfomasi menjadi Kelelawar seperti pengikutnya.
Melihat perubahan wujud Qin, Eden serasa bersemangat dan mengeratkan pegangan pada pedangnya
"Bagus! Kau mulai serius sekarang! Ayo hadapi aku dan bunuh aku jika kau bisa!"
Qin berteriak keras untuk menyempurnakan transformasinya. Dari tubuh seorang remaja biasa, kali ini dia memiliki sepasang sayap Kelelawar di punggungnya sebagai tambahan perubahan wujudnya.
"Aaaaarghh!!!!"
Suasana hutan yang mencekam sekarang di dominasi oleh dua aura yang membuat siapapun yang merasakannya akan merinding dan mejauh dari hutan.
Pertarungan keduanya sepertinya tidak akan terelakkan lagi. Qin yang sepertinya mulai tadi tidak menganggap serius kekuatan Eden dan malah mengatakan Kekuatan Absolut sekarang sepertinya menunjukkan kekuatan sebenarnya.
Eden melihat keanehan pada diri Qin, yaitu dia mempunyai tanda di mata kanannya yang berbentuk kelelawar, lebih tepatnya tanda itu berada pada bola mata Qin dengan warna hitam.
Eden mengernyit tidak mengerti tapi dia tetap tidak meperdulikannya.
"Kau berani memaksaku dalam mode ini! Aku sungguh tidak akan melepaskanmu!"
Qin dengan serius kali ini menggunakan kekuatan yang di milikinya dari perubahan wujudnya.
Qin berlari melesat seperti cahaya dan lebih cepat daripada kecepatannya sebelum berubah wujud.
Sedangkan Eden hanya tersenyum miring dan menerima serangan Qin, yaitu sebuah pukulan yang mengenai telak tubuhnya.
Qin sangat senang ketika Eden tidak menghindarinya membuat remaja itu tertawa gila. Sedangkan, dampak dari serangan pukulan Qin tadi menimbulkan gelombang kejut yang dahsyat sampai tanah yang ada di sekeliling mereka tersapu dan retak.
Asap mengepul akibat pukulan Qin membuat Qin tentu saja percaya jika dia berhasil mengalahkan Eden.
Tapi sungguh tidak mungkin, saat asap itu menghilang, Qin melihat kembali Eden yang tersenyum miring seperti sebelumnya.
"Tidak mungkin! Padahal aku sudah memukulmu dengan telak!"
Eden tertawa lagi, "Kau bilang berhasil mengalahkanku?! Jangan bercanda! Lihat kemana arah pukulanmu!"
Qin menjadi terkejut saat dilihatnya pukulannya yang tadi memang mengenai telak Eden tapi bagi Equip tempur milik Eden, pukulannya seperti angin saja.
"T-tidak mungkin! Aku sudah mengerahkan 80% kekuatanku untuk melawanmu! Kau... sebenarnya siapa!"
Eden sekali lagi tersenyum mengerikan, "Namaku Eden. Itulah yang harus kau tahu. Tentang hal lainnya mengenai diriku, ini bersifat pribadi."
Krik.. Krik...
Wajah Qin sekarang menjadi dongkol karena perkataan Eden. Qin sangat membenci seseorang yang tidak berterus terang seperti Eden.
"Heh, baru kali ini aku bertemu dengan orang se-menarik dirimu. Tapi karena kita ada di pihak yang berbeda, terpaksa aku akan membunuhmu. Aku tahu kau bukanlah manusia seperti gadis itu, tapi aku tidak tahu sebenarnya makhluk apa kau ini. "
"Sudah kubilang, 'kan. Aku sudah mengatakan namaku, dan terima kasih karena menganggapku menarik, akan tetapi sayangnya, aku tidak mengangaggapmu seperti itu. Dan kali ini, aku akan lebih serius karena kau sudah menyerangku terus-menerus maka, setidaknya aku lah sekarang yang akan menyerangmu, karena aku juga lama-lama bosan bertarung tanpa melawan. Dan juga kau itu tidak sama seperti orang-orang yang kukenal, atau lebih tepatnya kita ini musuh jadi aku tidak akan mengampunimu."
Eden berkata dengan wajah tidak berdosanya itu. Sedangkan Qin merasa jengkel setengah mati. Baru kali ini dia bertemu dengan makhluk yang cerewetnya minta ampun dan ditambah lagi sifat unik Eden yang selalu tertawa.
"Ohh, pertarungan hidup dan mati, ya? Kenapa tidak?"
Eden menodongkan pedang abu-abunya yang kelabu ke arah Qin, menantang pemuda itu.
Sedangkan Qin merasa bersemangat dan langsung menyerang lagi. Kali ini dia tidak menyerang seperti tadi, Qin menyerang lebih serius dan efisien serta berhari-hati.
Pemuda Vampir itu sepertinya mengakui kekuatan Eden sekarang, apalagi pemuda itu juga mengakui Kekuatan Absolut yang ada di dalam tubuh Eden yaitu Kekuatan Aura.
Eden dan Qin bertukar teknik bertarung mereka beberapa saat yang lama, pertarungannya bahkan menimbulkan goncangan yang menakutkan di hutan itu.
Eden menyerang dengan pedangnya sedangakan Qin menangkis dengan lengannya yang terlihat kekar dan menyerang balik Eden menggunakan kukunya yang panjang.
Bahkan sesekali Qin terbang dengan kedua sayap Kelelawar nya itu untuk menghindari serangan yang Eden berikan padanya.
Eden mendecih dan mendesah, "Kau tidak boleh terbang, jika seperti itu sama saja aku bertarung dengan seorang pengecut."
Perkataan Eden kali ini adalah yang paling membuat Qin kesal. Vampir itu dengan senang hati mendarat kembali agar Eden mengubah pendapatnya tentang pemuda itu.
Saat melihat Qin mendarat rurun ke darat mendengarkan perintahnya, Eden tertawa panjang dan segera menyerangnya.
Qin yang tidak sempat mengantisipasi serangannya akhirnya menerima tebasan dari Eden. Eden menebas Qin tanpa ragu dan berperasaan, bahkan dia terlihat tersenyum dari balik tudungnya.
Qin sempat menghindar ternyata karena teknik langkah kilatnya yang merupakan kekuatan dari perubahan wujudnya. Tapi sayangnya dia menggunakan tekniknya terlambat karena serangan yang dilancarkan oleh Eden lebih cepat.
Qin tertebas oleh pedang abu-abu milik Eden dengan telak mengenai bahunya yang sebelumnya diarahkan ke leher.
Bahu Qin langsung saja mengeluarkan darah segar berwarna hitam pekat membuat pemuda itu mundur beberapa langkah.
Qin memegangi bahunya lagi, dan kali ini tidak seperti terkena serangan Liyura yang membuat proses meregenerasinya lama, kali ini luka itu tidak dapat meregenerasi seutuhnya.
Qin menatap terkejut lagi, ini adalah hari sial baginya. Dia bertemu dengan seorang gadis aneh yang dapat melukainya dan memunculkan seseorang dari ruang hampa hingga dia dikalahkan oleh seseorang itu.
Qin melihat telapak tangan yang menutupi luka di bahunya kini di aliri oleh darah hitam pekatnya sendiri.
Qin merasa bingung karena darahnya tidak kunjung berhenti mengalir membuat tenaganya berkuras banyak akibat kehilangan banyak darah.
"Kau tahu? Ini di sebut pedang Haus Darah. Siapapun yang kutebas, akan mati menemui ajalnya, entah siapapun itu. Pedang ini juga dikenal dengan 'Penebas Keabadian'"
Eden mengoceh panjang mengenai pedangnya akan tetapi Qin sama sekali tidak fokus.
Selain itu, Qin merasakan tenggorokannya serasa panas sekali, dia merasa haus, tapi haus yang tidak biasa, dia ingin Darah.
Yah, dia ingin itu segera. Mata merah menyalanya menatap ke segala arah dan berusaha mencari keberadaaan manusia, akan tetapi tidak ada siapapun di hutan sana karena manusia dilarang memasukinya.
Eden yang melihat perilaku aneh Qin segera mengerti, dia segera menghampiri pemuda itu yang sedang tersiksa karen rasa hausnya yang tiba-tiba.
"Kau haus, heh? Bukankah kita nasih harus bertarung? Kau tunda dulu rasa hausmu itu. Atau kau ingin darahku?"
Eden dengan senyum liciknya kali ini menyerahkan lengannya yang tertutup jubah dan menarik jubah itu hingga lengan putih dan kekarnya terlihat. Tapi warna dari kulitnya bahkan lebih pucat dari Qin.
Qin yang merasa kehausan tanpa pikir panjang langsung menggigit lengan Eden dan meneguknya dengan sangat cepat.
Eden tidak merasa kesakitan sama sekali, bahkan dia semakin tersenyum dan kali ini tersenyum mengerikan.
Saat setelah 10 tegukan, tubuh Qin menjauh dan terlihat menegang. Dia gemetar hebat dan memegangi kepalanya dengan kedua tangan.
"Aaaaaaarghhh!!!"
Teriakan panjang dan pilu dikeluarkan oleh pemuda itu. Mata Qin yang semulanya merah bertransformasi menjadi warna hitam seutuhnya. Dan lagi, muncul urat-urat yang menjalar di seluruh tubuhnya.
Qin masih berteriak panjang, akan tetapi Eden berbeda, dia semakin tersenyum seakan teriakan pilu Qin adalah hiburan baginya.
*******
Terima kasih yang sudah mampir ke novel Chronicle Online dan memberikan dukungan pada Author Amatir ini.
Rencananya sih, Chronicle Online akan Up setiap minggu dengan beberapa Chapter tapi itu masih belum pasti.
Dan jika kalian tidak keberatan, boleh lah sempat mampir di cerita ke-2 dan ke-3 Author berjudul Thalasophobia Love yang begenre Romance, Fantasy, dan Drama. Ada juga yang berjudul The Eternal Bond yang bergenre Werewolf, Fantasy, Supernatural, dan Magic. Lalu, jangan lupakan tentang Chatt Story Author yang berjudul The Wild Princess yang bertema tentang Manhwa atau komik Korea dengan genre Romance, Fantasy, Drama, dan Misteri serta Harem~
Jangan lupa dukungannya, terima kasih~~