Chronicle Online

Chronicle Online
Ch. 58 Kompetisi Pemburu Vampir [2]


Liyura terlihat menunggu serangan yang akan diarahkan padanya. Dia menunggu para calon Pemburu Vampir menyerangnya dan mengalahkannya.


Saat angin berhembus dengan kencang, diikuti itu pula mereka melancarkan serangan yang lebih kuat dari sebelumnya hingga membuat Liyura langsung mempersiapkan Skillnya.


"Gold Wave!"


Liyura meneriakkan nama Skill dan gelombang pedang berwarna emas muncul dari pedangnya dan meluncur ke arah Skill lawan yang diarahkan padanya.


Liyura menunggu hasil Skillnya menang akan tetapi Skill gabungan itu sekali lagi dapat mengalahkan Skillnya yang sudah lumayan kuat membuat Skill gabungan itu menyerang telak padanya tapi gadis itu masih tidak mau kalah.


"Light Movement!"


Liyura lari secepat kilat karena sudah tidak dapat membalas serangan lagi hingga Skill gabungan itu hampir mengenainya. Tapi tak disangka dia tetap terkena Skill gabungan itu tapi tidak terlalu menghabiskan jumlah poinnya. Tapi itu cukup untuk memberinya luka dalam.


Liyura juga langsung menyerang kembali membuat semuanya tidak percaya jika Liyura dapat menghindari Skill itu yang ternyata gadis itu tidak berhasil menghindarinya.


Mereka yang terkena serangan dari Liyura langsung terpental lagi tapi ada juga yang masih berdiri tegak seperti Ryan yang menggunakan Sihir pelindungnya.


Tanah yang ada di sekeliling mereka hancur dan terlihat retak akibat pertukaran Skill keduanya. Liyura tidak terluka sama sekali tapi dia mendapat luka dalam yang lumayan berakibat fatal.


Gadis itu melihat sekeliling yang sudah hancur lebur karena Skill gabungan dan juga Skillnya. Mereka bersepuluh ada yang masih tetap berdiri tegak dan ada juga yang telah pingsan setalah menerima serangan dari Liyura.


Liyura tersenyum meremehkan, "Lumayan, tapi kalian harus berusaha lebih keras untuk mengalahkanku. Bagaimana bisa kalian dapat menghadapi Vampir Bulan, jika kalian sama sekali tidak bisa menghadapiku?"


Perkataan Liyura membuat semangat mereka berkobar, "Tunjukkan kekuatan kalian! Tunjukkan jika Ras manusia tidak mudah untuk ditindas dan diperlakukan seperti ternak! Aku tahu jika sebagian dari kalian ini mengikuti Kompetisi Pemburu Vampir karena ingin membalaskan dendam atas kematian orang-orang berharga yang dihisap darahnya oleh para Vampir di luar sana! Tapi jika kalian ingin membalas dendam, kalian harus menjadi kuat! Tidak peduli apapun cara yang dapat diambil! Ayo hadapi aku, dan menangkanlah kompetisi ini! Tunjukkan jika kalian ini tidak lemah!"


Mereka yang terlihat sekarat menjadi berusaha berdiri, mereka seakan memiliki semangat tersendiri saat mereka mendengar perkataan Liyura.


Liyura tersenyum miring, "Kita, manusia memang lemah, tapi apa tidak pantas jika kita melampaui batasan yang kita miliki, Tunjukkan jika kalian kuat, dan hadapi aku!"


Liyura berteriak sekuat tenaga untuk mengajak para calon Pemburu Vampir itu dapat menyelesaikan kompetisi ini.


Mereka semua bangkit berdiri dengan perlahan, luka yang di derita mereka semuanya cukup parah jika dilihat, entah darimana mereka mendapatkan kekuatan sebesar itu untuk masih berdiri setelah terpental dua kali akibat pertukaran serangan Skill.


Mereka berdiri dan memegang senjata masing-masing dan berteriak sekuat tenaga membuat pancaran suatu aura menyelimuti diri mereka masing-masing dan segera menyerang Liyura sekuat tenaga.


Liyura akhirnya tersenyum lembut, dia menyambut serangan mereka semua tanpa rasa takut tapi melainkan rasa bangga. Liyura sangat benci seseorang yang hanya bermulut besar tapi tidak bisa apa-apa setelah menemukan lawan yang lebih kuat darinya.


Liyura juga tidak suka orang yang pengecut, orang yang penakut akan sulit untuk mempertahankan tekadnya dan akan terus ragu untuk maju.


"'Untuk tetap berada di tempat yang sama, kau harus berlari sekuat tenagamu, Jika ingin pergi ke tempat lainnya, kau harus berlari dua kali lebih kuat.' Adalah Hipotesis Ratu Merah. Kalian harus ikuti kata-kata ini jika ingin menjadi lebih kuat. Jika kalian pintar, pasti dapat mengerti maksudku. "


Liyura kali ini tidak melawan, dia tetap tenang dan hanya menancapkan pedang emasnya di tanah sambil menutup matanya. Liyura tiba-tiba mengeluarkan aura berwarna emas diiringi pedang emasnya yang bercahaya dan meluncur bertabrakan dengan Skill gabungan dari calon Pemburu Vampir.


Saat gadis itu membuka matanya, dia melihat pemandangan luar biasa. Pergolakan Skill berwarna-warni terjadi di hadapannya, Skill itu kelama-lamaan bercahaya dan meledak akan tetapi kali ini tidak berdampak apapun pada sekitarnya.


Liyura juga baru merasakan jika dari dirinya terpancar aura berwarna emas di sertai pedangnya yang bercahaya di tangannya.


Tapi beberapa saat kemudian, cahaya itu memudar dan menghilang bagai tidak pernah ada sebelumnya. Pergolakan Skill tadi membuat kabut menyelimuti area pertarungan, saat kabut menghilang diterpa angin, mereka sekali lagi terlihat terkejut dengan Liyura yang masih baik-baik saja tanpa luka lecet sedikitpun di tubuhnya.


Mereka terlihat gemetar, mereka menelan salivanya kuat-kuat dan memandang Liyura yang terlihat seperti Kesatria Sejati di hadapan mereka.


Sudah 3 Skill gabungan diarahkan padanya tapi gadis itu entah memiliki keberuntungan apa dapat menghindari semuanya dengan begitu mudahnya meskipun sebenarnya mereka tidak tahu akan luka dalam Liyura yang disebabkan oleh Skill gabungan mereka tadi.


"K-kita, kita gagal."


Mereka semua bersimpuh dengan menjatuhkan senjatanya masing-masing, kecuali Ryan.


"Tidak, kita tidak gagal, lihatlah."


Ryan berkata dengan diiringi mereka semua menatap Liyura, Liyura terlihat terpojok akibat serangan mereka! Alasan dia menancapkan pedangnya di tanah itu adalah karena dia tidak kuat lagi menerima serangan gabungan mereka dan hal unik pun terjadi yaitu aura dari pedang emas muncul pada dirinya untuk melindungi tuannya yang dalam bahaya.


Liyura tersenyum sebelum dia ambruk. Yah, perkataan Ryan memang benar, meskipun mereka tidak melukai fisik Liyura, mereka melukai organ dalamnya dan juga membuatnya mendapatkan luka dalam.


Liyura tidak sadarkan diri sejenak sebelum dia membuka matanya kembali menatap ke arah langit. Diiringi para calon Pemburu Vampir menghampirinya.


Pikiran mereka mengenai gadis itu salah. Liyura memang kuat tapi diatas langit masih ada langit, sekuat-kuatnya dia, tetap ada yang bisa mengalahkannya, jadi kita tidak boleh sombong dengan kekuatan yang kita punya.


Liyura menatap satu persatu dari kesepuluh calon Pemburu Vampir. Yang berhasil melawannya ternayata hanya 4 orang termasuk Ryan sedangkan yang lainnya pingsan.


Mereka semua terlihat bingung tapi Liyura tetap tersenyum meskipun dia merasakan pusing yang sangat hebat di kepalanya seakan ingin pecah rasanya.


Liyura menatap mereka semua, "Kalian berhasil mengalahkanku. Kalian haruslah berusaha melawan Vampir di luar sana nanti dan jangan sampai ada yang mengecewakanku. Jika bisa, aku harap kalian yang lolos ini dapat menjadi Jenderal Wisteria berikutnya... Ingat saja kata-kataku pada kalian tadi, aku hanya ingin kalian menjadi karakter yang baik dan..."


Liyura tersenyum, kepalanya berdenyut menbuat gadis itu meringis, apa yang sebenarnya terjadi??


"Nona tenanglah dulu, kami akan membawa Nona ke tempat peristirahatan."


Kata seorang gadis dengan khawatir, dia menatap Liyura dengan ekspresi panik melihat gadis itu. Bahkan gadis itu seakan tidak merasakan sakit pada luka yang dideritanya di sekujur tubuh akibat dari pergolakan Skill dan malah mengkhawatirkan Liyura.


Liyura tersenyum sebelum akhirnya dia kehilangan kesadaran karena tidak kuat dengan rasa pusing yang melandanya.