
Li Anlan membubuhkan stempel Ratu Agung Kerajaan Dongling pada dokumen pembebasan lima selir terakhir Raja, yang menandakan bahwa mulai hari ini kelima wanita tersebut adalah wanita merdeka yang berstatus sebagai janda dari Yang Mulia Raja.
Menurut kitab hukum Istana Kerajaan, mereka seharusnya menjadi wanita single selamanya. Tetapi karena berbagai pertimbangan dari Li Anlan dan Ibu Suri Han Yuemei, kelima wanita yang tersisa ini diberikan hak istimewa. Mereka diperbolehkan menikah lagi setelah mereka keluar dari istana.
Kelima selir tersisa yang sudah diceraikan itu adalah Xu Lingshu, Duanmu Shui, Da Lixia, dan dua selir tingkat rendah yang sudah lima tahun menetap di Istana Harem. Li Anlan tahu kalau hati Xu Lingshu dan dua temannya pasti seperti terbakar api. Tiga wanita yang selalu memusuhi Li Anlan pasti menaruh kebencian yang besar karena wanita yang selama ini berusaha mereka singkirkan justru berubah menjadi wanita kesayangan raja yang berdiri paling depan dan paling percaya diri.
Untuk pertama kalinya, janda dari Yang Mulia Raja memiliki kebebasan sebagai wanita merdeka layaknya wanita-wanita biasa keturunan bangsawan di kerajaan ini. Untuk pertama kalinya pula dalam perjalanan sejarah Kerajaan Dongling, seorang raja hanya memiliki satu istri!
Lantas bagaimana dengan tugas dan wewenang Permaisuri jika tidak ada harem yang harus diurusi?
Tugasnya tetap mengurusi harem. Meskipun tidak ada istri lain, di istana ini terdapat banyak wanita termasuk para putri dan istri-istri para pangeran yang berada di bawah pengaturan Istana Harem. Maka, urusan harem tetap ada dan kewenangan Permaisuri tidak hilang.
Kewenangan Li Anlan tidak hanya sekadar menjalankan tugas sebagai seorang Permaisuri dan Ratu, tetapi juga sebagai Permaisuri Bangsawan. Karena itulah, dia menjadi figur wanita karir yang menjadi idola para wanita muda dalam waktu yang sangat singkat. Li Anlan menjadi wanita pertama yang menyandang tiga gelar kerajaan sekaligus. Hal tersebut membuat semua orang berlomba-lomba meniru cara dan pola pikirnya, menjadikannya sebagai motivasi belajar dan bekerja.
Li Anlan menyerahkan dokumen pembebasan tersebut kepada lima orang wanita yang berlutut di hadapannya. Membebaskan wanita ini adalah cara terbaik untuk melepaskan belenggu dan melepaskan mereka dari sangkat emas yang menjerat jiwa dan raga.
“Berbahagialah. Kelak, temui aku jika kalian mengalami kesulitan,” ucap Li Anlan tulus.
“Terima kasih, Yang Mulia,” ucap kelima orang itu bersamaan. Setelah menerima dokumen, kelima wanita itu berpamitan. Kereta milik keluarga mereka sudah menunggu di depan gerbang keluar Istana Dongling.
Li Anlan sungguh berharap kalau lima wanita terakhir yang dia usir secara tidak langsung ini mendapatkan cinta dan kebahagiaan sejatinya di luar sana. Dia ingin hidup mereka berubah. Kelima wanita itu harus menjadi dirinya sendiri, mengikuti kata hati dan menjadi manusia yang memiliki hati nurani. Jika mereka tetap tinggal di sangkar emas ini, hidup mereka akan sia-sia.
Selain membebaskan para selir raja, Li Anlan juga mengeluarkan sebuah kebijakan yang menyatakan bahwa wanita boleh sekolah di Akademi Kerajaan. Dia menggunakan kewenangannya sebagai Permaisuri Bangsawan untuk memberikan yang terbaik bagi mereka yang mempunyai keinginan merdeka secara fisik dan psikis. Hak mereka sama seperti para pria, mereka pantas diperlakukan sama dan setara.
Meskipun sempat mendapat pertentangan dari beberapa menteri besar negara, pada akhirnya kebijakan tersebut tetap disetujui karena Li Anlan sangat lihai meyakinkan mereka dengan argumen yang kuat. Dia berkata bahwa wanita juga manusia, apa yang bisa membedakan mereka dari seorang pria? Seorang wanita juga bisa berbakat dan berprestasi.
Kebijakan lain yang dia keluarkan terletak pada perubahan sistem penerimaan siswa Akademi Kerajaan. Kini, tidak hanya putra-putri bangsawan yang bisa bersekolah, tetapi rakyat biasa juga bisa selama mereka mempunyai komitmen dan kemampuan yang teruji. Dia juga mengganti seluruh pejabat dan petugas Akademi Kerajaan yang korup dengan pejabat dan petugas yang jujur.
Setiap langkah yang diambil Li Anlan selalu mendapat dukungan penuh dari Long Ji Man. Pria itu menyetujui semua keputusan yang diambilnya selama keputusan tersebut tidak keluar dari kepentingan dan kesejahteraan negara.
Wanita itu telah berjalan di samping Long Ji Man, di samping Raja dengan langkah yang sama. Li Anlan adalah rekan seperjuangan, rekan sehidup semati Long Ji Man. Meskipun dia tidak mencampuri urusan politik di pengadilan, tetapi Long Ji Man sering meminta pendapatnya jika hendak memutuskan sesuatu.
Kakaknya, Li Afan, diberikan anugerah oleh Yang Mulia Raja. Li Afan diangkat menjadi seorang Pangeran Adipati dengan gelar Pangeran Adipati An. Pengangkatannya juga bukan semata-mata karena adiknya seorang ratu. Li Afan diangkat menjadi seorang Pangeran Adipati atas jasa-jasa dan kebaikannya, yang telah menyelamatkan hidup Raja dan Ratu serta membantu menangkap penjahat Long Ji Yu.
Dia diberikan sepetak tanah yang luas dan sebuah kediaman yang megah. Kediaman itu kelak akan menjadi kediaman baru Keluarga Bangsawan Li, kediaman Li Afan dan semua keturunannya. Karena Li Afan menolak turun ke pemerintahan membantu adik iparnya dan memilih menjadi pengusaha seperti mendiang Tuan Bangsawan Li, pihak kerajaan memberinya plakat yang memberinya kewenangan untuk bergabung dengan asosiasi khusus para pengusaha yang memasok kebutuhan kerajaan dan rakyat.
Sesekali dia juga sering mengunjungi adiknya di istana. Bagaimanapun, dia tetaplah sama seperti dulu. Li Afan tetaplah seorang pria cantik yang memiliki adik seorang perempuan manja. Jika Li Afan tidak datang berkunjung, maka Li Anlan yang datang sendiri mengunjungi kakaknya sambil menyamar, sama seperti dulu. Hubungan dua kakak beradik itu sama sekali tidak berubah dan justru semakin erat.
Orang-orang yang setia berada di samping Li Anlan juga dinaikkan kedudukannya. Empat penjaga gerbang Istana Xingyue diangkat menjadi Komandan Penjaga Kerajaan tingkat satu. Dua kasim yang selalu menjadi bulan-bulanan Li Anlan dan menjadi objek sasaran permainan Li Anlan diangkat menjadi Kasim Senior dan dipindahtugaskan untuk menyeleksi kasim-kasim baru selagi melayani Li Anlan.
Satu-satunya orang yang menolak naik pangkat adalah Xie Roulan. Gadis pelayan itu menolak diangkat menjadi seorang Kepala Pelayan Istana Ratu dan lebih memilih mengerjakan pekerjaannya seperti biasa. Di matanya, Li Anlan adalah majikan kesayangannya yang selamanya tidak akan berubah tidak peduli apapun status dan kedudukannya. Begitu pula di mata Li Anlan. Xie Roulan adalah pelayan setianya, temannya, keluarganya, saudara perempuannya, yang tidak akan berubah sampai kapanpun.
Itulah bentuk pembebasan yang bisa Li Anlan dan Long Ji Man berikan kepada mereka yang telah ikut serta serta tetap setia kepadanya.
Walaupun Li Anlan menjadi seorang Ratu, tingkahnya masih sama seperti dulu. Dia hanya akan bersikap baik dan sopan saat di acara-acara resmi kerajaan, kemudian menjadi dirinya sendiri ketika berada di tempat tinggalnya. Li Anlan menolak tinggal di Istana Permaisuri dan lebih memilih tetap tinggal di Istana Xingyue, istana kecil kesayangan yang menjadi saksi segala kisahnya.
Untuk mengenang hari pertemuan pertama antara dia dan suaminya, Long Ji Man membuatkan sebuah perahu yang mengapung di atas permukaan air Danau Houchi. Pria itu juga memperbaiki taman Danau Houchi dan menghiasnya, sehingga taman itu terasa lebih indah dan hidup. Lampu-lampu lentera penerang juga diperbanyak hingga ketika malam tiba, jalanan berbatu menjadi terang benderang.
Li Anlan mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk membantu Long Ji Man mensejahterakan seluruh penduduk. Dia menerapkan segala sistem yang dia tahu dan dia ketahui di dunia modern di sini.
Peralatan modern yang masih dia punya digunakan untuk keperluan penting, terutama ponsel, kompas dan teropong. Kotak P3K menjadi kotak serbaguna yang obat-obatannya diteliti dan dipelajari oleh para tabib istana di Balai Pengobatan Kerajaan. Li Anlan, sang pendaki gunung berubah menjadi seorang pahlawan pejuang kesejahteraan bersama suaminya.
Satu hari di bulan ke sekian setelah penobatannya, Wang Tianshi datang berlutut kepadanya sambil memohon. Pengawal pribadi raja itu mengatakan bahwa dia ingin menikah dengan pelayannya, Xie Roulan. Li Anlan tentu saja terkejut. Dia sama sekali tidak tahu sejak kapan pelayan kesayangannya menjalin hubungan dengan pengawal kecil yang selalu menjadi objek sasaran kejahilan Li Anlan.
“Sejak kapan kalian memiliki hubungan?” tanya Li Anlan penasaran.
“Yang Mulia, aku mohon. Biarkan Xie Roulan menjadi istriku. Jika tidak, aku akan merajuk dan mogok kerja,” mohon Wang Tianshi.
Li Anlan menahan senyum. Dia menoleh kepada Long Ji Man, meminta pendapat pria itu. Long Ji Man ternyata juga tidak bisa menahan senyum. Urusan asmara memang sangat merepotkan.
“Tapi, Tianshi, Roulan adalah saudara perempuanku. Aku tidak bisa memberikannya kepadamu,” ucap Li Anlan.
“Yang Mulia, lihat! Istrimu begitu pelit, bahkan pelayannya saja tidak mau dia berikan padaku!”
“Tianshi, aku tidak bisa membantumu. Xie Roulan adalah orang milik Huang An. Semua keputusan ada di tangannya,” ujar Long Ji Man sambil menahan tawa.
“Hah, Raja dan Ratu sama saja!” umpat Wang Tianshi pelan.
Melihat Wang Tianshi merajuk, Long Ji Man dan Li Anlan tertawa terbahak-bahak. Sangat menyenangkan menggoda bawahan kepercayaan seperti ini. Wang Tianshi sudah memohon bersungguh-sungguh, bagaimana mungkin mereka membiarkannya merajuk dan menolak permintaannya. Lagi pula, usia Wang Tianshi dan Xie Roulan sudah kelewat matang untuk menikah. Jika tidak disegerakan, maka keduanya akan menjadi perawan dan bujangan tua.
“Pppfftttt…. Hahahaha… Tianshi, aku hanya bercanda. Jika kau benar-benar mencintainya, kau boleh menikahinya,” seloroh Li Anlan sambil membimbing Wang Tianshi untuk bangun dari posisi berlututnya. Raut wajah Wang Tianshi yang semula kaku berubah senang. Akhirnya, dia mendapat izin juga.
“Biqi!” seru Long Ji Man.
“Ya, Yang Mulia?”
“Persiapkan pernikahan mereka berdua!”
“Baik, Yang Mulia.”
Xiao Biqi berjalan mundur sambil menahan senyum. Dia turut bahagia karena teman seperjuangannya mendapatkan istri dan restu langsung dari kedua majikannya. Kasim muda itu kemudian bergegas menuju Biro Pencatatan Pernikahan untuk mendaftarkan Xie Roulan dan Wang Tianshi, kemudian ke bagian lain yang bisa membantunya mempersiapkan pernikahan keduanya.
Begitulah kisah dalam buku dongeng Li Anlan berakhir. Takdir yang membawanya ke negeri asing telah mempertemukan dia dengan seorang pria hebat yang bisa berdiri di sampingnya, berjalan bersamanya sampai akhir.
Long Ji Man membuat Li Anlan tidak menyesali keputusannya untuk tinggal di sini hingga waktu terakhirnya tiba. Sesuatu yang mengikatnya di sini adalah Long Ji Man. Sesuatu berharga yang memberinya kesan adalah Long Ji Man.
Ah, apakah hidupnya sudah seberharga itu?
Di perahu yang mengapung di atas Danau Houchi, Li Anlan menggenggam erat tangan Long Ji Man. Pantulan matahari senja di atas permukaan air memancakan cahaya yang membuat Danau Houchi seperti bersinar dari dalam. Sore itu, keindahan yang sangat agung mengantarkan keduanya menuju kebahagiaan hidup sepanjang masa.
...~TAMAT~...
Note: Dengan berat hati, Author menyatakan bahwa kisah Li Anlan dan Long Ji Man sudah beakhir. Keduanya mencapai titik akhir yang membahagiakan. Long Ji Man dan Li Anlan menjadi Raja dan Ratu yang paling hebat sepanjang sejarah Kerajaan Dongling. Jika ada yang ingin mengucapkan selamat kepada keduanya, para pembaca bisa menulisnya di kolom komentar. Ini adalah episode terakhir dari kisah perjalanan waktu Li Anlan.