
Long Ji Man melakukan penyamaran sebagai bentuk patroli rutinan yang sering ia lakukan untuk meninjau perkembangan kehidupan rakyat di kotaraja. Bersama Wang Tianshi, pria itu keluar istana pagi-pagi, tetapi tidak lebih pagi dari Li Anlan. Mungkin saja dia tidak tahu kalau Permaisuri Bangsawannya sudah keluar istana lebih dulu daripada dirinya.
Bukan hanya Li Anlan yang kesusahan selama sepuluh hari ini, tetapi dirinya juga. Setiap sore hari saat semua pekerjaannya selesai, dia diharuskan datang ke Istana Xingyue. Jika menolak, para dayang utusan Ibu Suri Han Yuemei akan menerobos Istana Hongwu dan memaksanya. Untung saja Li Anlan mau menceritakan kisah imajinatif tentang dunianya setiap malam, hingga Long Ji Man bisa menghabiskan waktu tanpa bosan.
Di jalan kotaraja, rakyatnya sedang beraktivitas seperti biasa. Long Ji Man berjalan menyusuri setiap sudut kota dengan terus memperhatikan apakah ada rakyatnya yang menjadi pengemis atau tidak. Bisa dikatakan bahwa rakyat di kotaraja hidupnya sejahtera, tidak ada pengemis atau gelandangan yang meminta-minta di pinggir jalan atau emperan toko.
Ketika pria itu sampai di jalan depan Paviliun Lanxin, dia sedikit terkejut karena paviliun yang pernah dia kunjungi saat keadaan terdesak dan terluka begitu ramai di pagi hari. Banyak orang berkerumun, seperti sedang menyaksikan sebuah pertunjukan yang seru. Long Ji Man kemudian memerintahkan pengawal pribadinya untuk mencari tahu keadaan di dalam sana.
Wang Tianshi kembali setelah beberapa saat. Wajahnya terlihat panik.
“Yang Mulia, Permaisuri Bangsawan membuat keributan dengan Tuan Muda keluarga Xin dan menghajar dua orang bawahannya!” terang Wang Tianshi.
“Huang An? Mengapa?”
“Nyonya Huang melemparkan potongan ayam bakar kecap ke wajah Tuan Muda Pertama Xin, sekarang dia sedang ribut dengan dua orang selir Yang Mulia!”
“Aku ingin melihat pertunjukan apa yang sedang dipersembahkan Permaisuri Bangsawanku.”
Long Ji Man kemudian bergegas masuk. Di ambang pintu, dia melihat seorang wanita berpakaian kasim menggigit sepotong paha ayam sambil beradu mulut dengan wanita berhanfu merah jambu. Di sisi wanita itu ada seorang pria cantik yang jaraknya sangat dekat dengan dia. Tiba-tiba Long Ji Man merasa kesal dan tidak nyaman. Dia kemudian bersuara,
“Ada apa ini?”
Long Ji Man berjalan menghampiri dua orang wanita yang sedang bertengkar.
“Yang Mulia! Kau di sini?” seru Li Anlan dengan nada yang gembira. Tak ada yang tahu, di balik nada tersebut, tersembunyi niat lain yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri.
Semua orang seketika tertegun saat Li Anlan menyerukan panggilan tersebut. Kecuali Li Afan dan dua orang wanita yang berada di hadapan Li Anlan, semuanya tertunduk memberi hormat. Sangat tidak disangka, dalam situasi seperti ini, raja mereka datang secara tiba-tiba.
“Huang An, apa yang terjadi?” tanya Long Ji Man. Pria itu berdiri di sisi kanan Li Anlan sambil menatap tajam dua wanita di hadapannya.
“Ah, aku hanya sedang memberi pelajaran pada bocah tengik itu. Dia sudah membuatku kehilangan napsu makan.”
Tuan Muda Pertama Xin yang sedang menunduk, bergetar tubuhnya. Wanita yang telah melemparinya potongan ayam bakar kecap ternyata benar-benar Permaisuri Bangsawan! Dia sungguh sangat menyesal telah melawannya! Menurut rumor yang beredar, Permaisuri Bangsawan sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Hidupnya pasti tidak akan selamat kali ini!
“Selir Xin, sedang apa kau di sini?” tanya Long Ji Man pada wanita berhanfu merah jambu. Wanita itu tampak gelagapan saat ditanya.
“Selir Xin? Oh, jadi, bocah tengik ini adalah adikmu?” sela Li Anlan sambil mencibir.
“Pantas saja adiknya tidak bermoral. Rupanya, kakaknya juga sangat kurang ajar.”
Wanita yang disebut Selir Xin salah tingkah. Bagaimana ini? Dia pikir Yang Mulia Raja tidak akan datang hingga ia sengaja menjebak Permaisuri Bangsawan. Tetapi, jauh di luar dugaan, pria itu justru datang dan dia benar-benar sudah tertangkap basah. Selir Xin menatap adiknya, kemudian menatap Long Ji Man dengan takut.
“Yang Mulia, Permaisuri Bangsawan berselingkuh darimu! Lihat, dia berselingkuh dengan pria itu!” seru Selir Xin sambil menunjuk Li Afan.
Alih-alih menjelaskan, Li Anlan kembali tertawa terbahak-bahak. Wajah dingin Long Ji Man mulai terlihat dan matanya menjadi setajam elang. Selir Xin berpikir bahwa kali ini Yang Mulia Raja pasti tidak akan mengampuni Permaisuri Bangsawan yang telah berani berselingkuh darinya. Hukuman perselingkuhan seorang selir raja adalah hukuman mati.
“Hahahaha…. Selir Xin yang manis, apa kau sudah buta? Aku berselingkuh? Mana ada!”
“Huang An, bisa kau jelaskan?”
Li Anlan menarik Li Afan ke depan, kemudian berdiri sejajar. Wanita itu juga mensejajarkan wajahnya dengan wajah Li Afan.
“Lihat baik-baik! Apa aku dan dia terlihat seperti sepasang kekasih selingkuhan?”
“Nyonya Huang, sebaiknya kau berkata jujur saja! Yang Mulia ada di sini, kau tidak boleh berkelit lagi!”
Li Anlan berdecak malas. Orang kuno ini benar-benar bodoh atau apa.
“Pria cantik ini kakakku. Dengar, kakakku!”
“K…Kakak?”
Li Anlan mengangguk. Wajahnya penuh dengan kemenangan. Wajah si Selir Xin memerah menahan malu. Dia melihat Yang Mulia Raja menatapnya dengan marah.
“T..Tapi bukankah kau seorang yatim piatu?”
“Wah, Selir Xin, sejak kapan kau memperhatikan hidupku?”
“Aku hanya mendengar rumor!”
“Ah, rumor ya. Omong-omong, Selir Xin, apa yang kau lakukan di luar istana? Kau tidak mungkin berkelit di depan Yang Mulia bukan?”
Sial, wanita ini membalikkan pertanyaanku, ucap Selir Xin dalam hati. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Sekali saja salah berkata, maka nasibnya di masa depan akan berubah. Apalagi, sekarang ia kedapatan berusaha menjebak Permaisuri Bangsawan yang bergitu disayangi oleh raja.
“Yang Mulia, boleh aku menghabisinya?” bisik Li Anlan pada Long Ji Man.
“Kau tidak boleh membunuhnya.”
“Aku bukan pembunuh. Aku hanya ingin membalas dendam.”
“Terserah kau saja.”
Li Afan bertepuk tangan. Adiknya benar-benar hebat! Jika begini, dia tidak perlu khawatir tentang apapun lagi.
“Selir Xin, kau keluar istana tanpa izin, kemudian menuduhku berselingkuh. Kau sudah tahu hukuman karena telah mengganggu Permaisuri Bangsawan bukan? Tidak mungkin kau lupa tentang dekret Yang Mulia bahwa siapapun yang berani mengganggu Permaisuri Bangsawan akan dihukum berat.”
“Selir Xin, apa benar yang dikatakan oleh Permaisuri Bangsawan?” tanya Long Ji Man.
“Yang Mulia, aku, aku-”
“Eits, sebentar, gadis manis. Aku belum selesai bicara. Adikmu membuat keributan di restoran milik kakakku dan kau berusaha membelanya. Lihatlah, kau dan adikmu sudah membuat kakak tersayangku mengalami kerugian. Selir rajaku yang manis, kau tidak boleh lari dari tanggung jawab, ya!”
Senyum penuh kemenangan terukir di wajah Li Anlan. Dia tahu wanita tersebut tidak akan selamat kali ini. Meskipun jati diri Li Afan harus terbongkar dengan cara seperti ini, itu lebih baik daripada dia disalahkan dan dituduh sebagai selingkuhan. Li Anlan benar-benar tidak rela jika kakak tercintanya yang cantik dan tampan dituduh tanpa dasar dan disalahkan atas kesalahan yang sama sekali bukan perbuatannya.
Selain itu, Li Anlan juga harus memberi pelajaran pada Tuan Muda Pertama Xin yang kurang ajar dan berani menindas adiknya sendiri di hadapan semua orang. Pria tidak bermoral pantas dipermalukan, pantas dikucilkan dan dibuang ke dalam sumur. Jika tidak, penyakit moralnya akan menulari orang lain.
“Apa keputusan Yang Mulia?” tanya Li Anlan.
“Selir Xin keluar istana tanpa izin dan memfitnah Permaisuri Bangsawan. Selain itu, dia juga melindungi adiknya yang menjadi seorang penjahat. Wanita tidak mulia seperti itu tidak pantas berada di istanaku.”
Long Ji Man memanggil Wang Tianshi, kemudian melanjutkan perkataannya.
“Dia dan temannya harus keluar dari Istana Harem dan tidak diperbolehkan kembali selamanya. Tianshi, pergilah dan minta Ibu Suri untuk mengurus dokumen pemecatan mereka!”
“Baik, Yang Mulia.”
Begitu semuanya sudah diputuskan, orang-orang yang menjadi penonton perlahan membubarkan diri. Pertunjukan barusan benar-benar bagus. Mereka benar-benar melihat kemampuan Permaisuri Bangsawan yang sangat luar biasa. Bagaimana dia menghadapi ancaman, bagaimana dia membalikkan perkataan, dan bagaimana dia melakukan serangan balik terhadap lawannya, mereka benar-benar harus belajar darinya!
Pantas saja Yang Mulia Raja begitu mempedulikannya. Tidak disangka, Permaisuri Bangsawan memiliki kemampuan luar biasa yang membuat semua orang takjub!
Sementara itu, usai para penonton pertunjukan bubar, Li Anlan membawa kakak dan suaminya ke lantai atas. Setelah pertunjukan yang sangat seru tadi, tenaganya habis dan ia lapar lagi. Wanita itu menyuruh pelayan untuk mengambil dua porsi ayam bakar kecap pedas lagi untuk mengisi perut karetnya.
Long Ji Man menatap Li Anlan dan Li Afan secara bergantian. Kedua orang di hadapannya berwajah cantik. Sekilas memang terlihat sedikit kemiripan, hanya saja wajah Li Afan jauh lebih cantik alih-alih dikatakan tampan. Orang itu adalah kakak dari Permaisuri Bangsawan? Kakak istrinya? Kakak iparnya?
“Apa dia benar-benar kakak kandungmu?” tanya Long Ji Man tidak yakin.
“Anlan, apa suamimu meragukan identitasku?” bisik Li Afan.
“Dia memang orang seperti itu.”
Long Ji Man mengerutkan dahi saat dua orang di depannya berbisik-bisik.
“Yang Mulia, dia ini memang kakak kandungku.”
“Benar. Aku adalah Li Afan, kakak semata wayang adik kecilku.”
“Benarkah?”
Li Afan dan Li Anlan mengangguk kompak.
“Tapi, bukankah keluarga Li hanya tinggal Li Anlan seorang?”
“Ah, Yang Mulia, untuk apa kau mempedulikan rumor? Kakakku ini jarang ada di ibukota. Jadi, tidak ada yang tahu perihal identitas aslinya.”
“Baiklah, aku percaya padamu.”
Li Anlan tidak lagi mendengarkan kalimat terakhir yang diucapkan Long Ji Man. Wanita itu sibuk menyuapkan daging ayam bakar kecap yang pedas ke dalam mulutnya. Ini benar-benar enak dan lezat.
Diam-diam, Long Ji Man lagi-lagi berterima kasih pada Li Anlan. Dalam waktu kurang dari satu bulan, wanita itu sudah membantunya menyingkirkan enam orang selir yang tidak berguna dan hanya menjadi beban istana. Sekarang, di Istana Harem hanya tersisa sebelas orang selir lagi. Lumayan, pengeluaran istana sudah berkurang sebagian.
“Yang Mulia, kau mau mencobanya?” tawar Li Anlan sambil menyodorkan sepotong paha ayam.
“Tidak. Aku tidak suka pedas.”
“Kalau begitu, kau harus mencobanya!”
Long Ji Man tiba-tiba waspada. Mata Li Anlan berkilat jahil. Dia bangkit, kemudian mendekatkan paha ayam tersebut kepada Long Ji Man. Pria itu seketika bangkit, tidak mau makanan pedas tersebut sampai masuk ke dalam mulutnya.
“Kakak, bantu aku menangkapnya!”
“Baik, adikku tersayang!”
Long Ji Man seketika berlari menjauhi meja Li Anlan. Li Afan mengejarnya. Karena kalah cepat, dia akhirnya tertangkap. Li Anlan kemudian menyuapkan sepotong daging paha ayam bakar kecap pedas yang lezat ke mulut pria itu, kemudian menyuruhnya mengunyah dan menelannya. Long Ji Man sempat tersedak, namun kemudian makanan pedas tersebut berhasil meluncur ke dalam lambungnya.
“Kakak dan adik sama saja!” gerutunya dalam hati.
...***...
Note: Maaf ya kalo Author upnya cuma satu, Author lagi sakit jadi kalau liat komputer lama-lama pusing kepalanya. Nanti kalau Author udah sembuh, upnya dibanyakin deh.