The Little Consort

The Little Consort
Eps. 86: Orang Gila yang Sesungguhnya


Orang gila bisa melakukan apapun sesuka hati mereka. Dia tidak perlu peduli pada penilaian orang, karena orang gila sudah menulikan pendengaran dan membutakan pandangannya sendiri. Dari segala jenis manusia yang ada di seluruh dunia, orang gila adalah manusia yang paling bebas dan satu-satunya makhluk Tuhan yang tidak perlu peduli pada apapun.


Tapi, di sini, di Kerajaan Dongling, penyakit gila tidak hanya menjangkiti orang gila, tetapi juga menjangkiti orang-orang normal. Pikiran mereka normal, perilaku mereka normal, tetapi hati mereka segila iblis. Keinginan mereka segila setan, ambisi mereka segila raja dedemit. Siapa sesungguhnya orang gila di sini, semua orang dapat memiliki pendapat dan pandangan mereka sendiri.


Li Anlan yang dideklarasikan gila, sekarang bahkan bertindak semakin gila. Dia tidak hanya mengacaukan isi Istana Xingyue, tetapi juga mengacak-acak Istana Hongwu, istana raja alias suaminya sendiri. Wanita itu bilang, dia harus memerankan karakter sebaik-baiknya, tidak boleh setengah-setengah. Bagaimana mungkin mereka bisa yakin dia gila kalau yang dihancurkan hanya istana sendiri saja.


Para pelayan yang tidak tahu skema besar di baliknya tidak bisa mencegah Permaisuri Bangsawan. Mereka hanya terdiam pasrah saat guci-guci tanah liat dan porselen yang sangat mahal terlempar ke lantai marmer begitu saja. Vas bunga, kain penutup, gorden, bahkan tempat tidur Yang Mulia Raja pun tidak luput dari kehancuran. Wanita itu benar-benar berniat menghancurkan seisi Istana Hongwu yang sangat disayangi oleh raja.


Li Anlan beralih ke peralatan dari besi dan senjata-senjata milik Long Ji Man. Anak panah yang sering dia gunakan dia lemparkan seluruh isinya, sedangkan tali busurnya dia potong hingga putus. Pedang, pisau, tombak, dan senjata tajam lainnya dia letakkan secara acak. Sekarang, tampilan dalam Istana Hongwu tidak lebih parah dari Istana Xingyue.


“Nyonya, tolong hentikan! Yang Mulia Raja pasti akan marah!” seru salah seorang pelayan yang sering dia jadikan sasaran saat bermain panahan.


“Siapa Yang Mulia Raja kalian? Aku ingin bertemu! Aku ingin meminta tanda tangannya dan menjualnya!” ucap Li Anlan sambil membawa kertas dan tinta, kemudian menggambar kura-kura besar di tengahnya.


“Nyonya, Anda harus kembali. Biarkan Tabib Tao memeriksa keadaanmu,” ucap pelayan itu lagi.


“Tao Zhun? Si dukun yang tidak higienis itu? Di mana? Aku ingin mengoperasinya!”


Li Anlan sebenarnya sangat ingin tertawa. Wajah bingung dan panik para pelayan itu sangat lucu. Orang sepertinya, yang suka mempermainkan orang, tentu saja sangat menikmati kesenangan ini. Kapan lagi dia bisa mengerjai para pelayan sekaligus menghancurkan kediaman pribadi Yang Mulia Raja seperti ini.


Para pelayan tidak sanggup lagi menahan Li Anlan. Mereka dengan segala kekecewaan dan ketakutan akan kemarahan raja hanya bisa duduk dengan lemas di lantai, sambil mencari barang yang sekiranya masih dapat diselamatkan. Jika Yang Mulia Raja datang dan marah, yang akan mendapat hukuman pastilah mereka, bukan Permaisuri Bangsawan.


“Huang An, apa yang kau lakukan?” tanya Long Ji Man dari arah pintu masuk.


“Kau pria tampan, kau siapa? Kau suamiku?”


“Mengapa kau menghancurkan istanaku?”


Long Ji Man yang baru kembali dari Istana Taiji sangat heran saat para pelayan di luar istananya menunduk lesu. Dia lebih heran lagi dan lebih terkejut saat mengetahui kalau isi istana kesayangannya sudah seperti kapal pecah dengan barang berserakan di mana-mana. Barang-barang kesayangannya pecah, senjata-senjatanya berserakan.


Long Ji Man menghela napas panjang. Dia tahu Li Anlan hanya berpura-pura, tetapi bisakah dia tidak menghancurkan istananya juga?


Kelakuan di luar nalar ini hanya Permaisuri Bangsawan sendiri yang punya. Di dunia ini, apalagi di Kerajaan Dongling, hanya ada satu Li Anlan yang bisa melakukan semuanya tanpa takut apapun. Wanita ini benar-benar melakukan perannya dengan segala totalitas sampai harus menghancurkan dua istana!


“Keluar!” perintah Long Ji Man kepada para pelayan.


Usai semua pelayan pergi, Long Ji Man duduk di kursi kebesarannya sambil memijit keningnya. Dugaan Li Anlan benar, para pejabat menunggu waktu dan langsung menyerang Permaisuri Bangsawan begitu mereka tahu bahwa Permaisuri Bangsawan gila. Mereka langsung mengambil kesempatan begitu ada celah.


“Huang An, mereka sudah pergi.”


Li Anlan yang sedang mencoret-coret kertas sambil melompat-lompat menghentikan aksinya. Wanita itu berdiri di samping Long Ji Man sambil menghela napas panjang. Berpura-pura gila ternyata cukup menguras banyak tenaga juga.


“Bagaimana?” tanya Li Anlan.


“Semuanya sesuai dengan prediksimu.”


“Yang Mulia, kau menuruti saranku?”


“Ya. Kukatakan bahwa aku akan mempertimbangkannya.”


“Bravo! Yang Mulia, malam ini pasti akan ada pertunjukan yang sangat seru!”


“Mengapa kau begitu yakin?”


“Aku sudah menonton banyak drama dan membaca banyak novel kolosal. Situasi seperti ini pasti terjadi. Kebanyakan alur akan berjalan sama dengan cerita lain.”


Meskipun tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Permaisuri Bangsawannya, Long Ji Man tetap mempercayainya. Dia sangat yakin pada permaisuri kecilnya yang ajaib. Untuk itulah, dia sudah menyiapkan segalanya dengan matang.


Jika benar sesuai dengan dugaan Li Anlan bahwa malam ini akan ada pertunjukan, maka Long Ji Man tidak boleh melewatkannya.


“Tapi, apa kau harus benar-benar menghancurkan istanaku?”


“Yang Mulia, bukan hanya istanamu saja yang hancur. Istanaku juga hancur.”


“Itu salahmu sendiri.”


“Hei, asal kau tahu, seorang aktris harus berkorban banyak agar mencapai target. Aku mengorbankan istanaku untuk menangkap pelaku pembunuhanku, Yang Mulia kau harus mengorbankan istanamu untuk menangkap penjahat yang merusak kerajaanmu.”


Berdebat dengan Li Anlan hanya akan membuang waktu. Biarlah wanita ini menjadi gila seperti ini.


Malam hari, saat Li Anlan sudah kembali ke Istana Xingyue, semua penjaga terbaik dengan seni bela diri yang tinggi sudah bersiap di balik kegelapan. Mereka membaur menjadi pasukan bayangan atas perintah Yang Mulia Raja. Selain untuk menangkap penjahat, mereka juga menjalankan tugas untuk melindungi Permaisuri Bangsawan dari bahaya.


Sementara itu, Long Ji Man, Wang Tianshi, dan Xiao Biqi bersembunyi di balik tirai bambu yang terletak tak jauh dari kepala tempat tidur Li Anlan. Meskipun isi istana ini berantakan dan belum dibereskan, masih tersisa sedikit tempat rapih untuk bersembunyi.


Inilah saatnya menangkap ikan besar. Umpan terbaik berupa penurunan tahta Permaisuri Bangsawan sudah diberikan, tinggal menunggu ikan itu menangkap mangsanya. Malam ini, entah mengapa atmosfer Istana Xingyue menjadi sangat mencekam dari biasanya. Angin bertiup kencang, kain-kain penutup jendela terbang melambai-lambai.


Ketika jam diperkirakan pukul sembilan malam, lampu lilin penerang di dalam kamar tidur Li Anlan tiba-tiba padam dan ruangan menjadi gelap gulita. Pintu istana tiba-tiba terbuka dan asap entah kabut dari mana ikut-ikutan masuk. Suara-suara binatang malam berbunyi nyaring dari halaman belakang Istana Xingyue yang gelap.


“Mengapa adegannya berubah horror?” tanya Li Anlan dalam hati. Wanita itu berbaring di tempat tidurnya yang berantakan sambil berpura-pura memejamkan mata.


Langkahnya terhenti di depan tempat tidur Li Anlan. Sosok misterius itu kemudian duduk di samping tempat tidur. Tangannya terulur ke wajah dan pipi Li Anlan. Lembut, sentuhan kulitnya terasa lembut. Li Anlan semakin yakin kalau sosok ini adalah seorang wanita.


“Aku sudah berbaik hati memberimu kematian yang damai. Kau malah kembali ke sini dan menggagalkan semua rencanaku,” ujar si sosok tersebut. Benar, suara seorang wanita.


“Seandainya kau tetap diam di tempatmu, kau pasti akan menjalani hidup nyaman sampai hari terakhirmu. Tapi, kau malah ingin naik ke tempat yang lebih tinggi,” ucapnya lagi sambil menyentuh pipi Li Anlan.


“Saat itu aku sangat ingin melenyapkanmu. Sayang, para penjahat bodoh itu malah kehilangan jejakmu. Gadis kecil, kau pergi ke mana? Ah, kau pasti bersembunyi di kamar tidur Yang Mulia Raja.”


Li Anlan tiba-tiba teringat saat ia kedatangan para pembunuh bodoh beberapa hari setelah dia datang ke dunia ini. Sekarang dia tahu kalau sosok di hadapannya ini adalah pelakunya. Ingin sekali dia bangun dan memukul wajahnya. Kekesalannya membesar, tetapi berusaha ia tahan.


“Gadis manis, mengapa kau sangat pandai menghindari bahaya? Nyawamu ada berapa? Siapa yang sudah memberimu kekuatan untuk melawanku?”


Bicaranya semakin melantur. Li Anlan bahkan tidak mengerti topik apa yang sedang dibicarakan oleh sosok wanita misterius ini. Di balik tirai bambu, Long Ji Man yang berebut udara dengan dua bawahannya merasa sesak. Amarah di dadanya berkobar membakar jantung dan hatinya. Ingin sekali dia melompat dan mematahkan leher sosok misterius itu sekarang juga.


“Kecerdasanmu membuatku berada dalam bahaya. Gadis manis, bagaimana jika kucoba sekali lagi, agar kau bisa segera bertemu dengan ayah dan ibumu?”


“Baiklah, karena Raja begitu menyayangimu, aku ingin melihat bagaimana dia menangis darah melihatmu yang gila ini menjadi kaku dan dingin seperti batu. Aku akan membantu para pejabat untuk segera menyingkirkanmu.”


Tangan dengan kuku tajam itu tiba-tiba berpindah dari pipi ke leher. Li Anlan masih belum bereaksi. Dia ingin melihat dulu sampai mana sosok wanita misterius ini akan bertindak. Tangan wanita itu tiba-tiba menekan mencengkram leher Li Anlan sambil menekannya. Napas Li Anlan tersendat.


Dia membuka matanya. Si sosok wanita misterius sedikit terkejut saat mata seindah kejora itu menatap matanya dengan tatapan tajam yang sangat sulit diartikan. Li Anlan terbatuk-batuk, namun kemudian tertawa dengan keras. Si sosok wanita misterius semakin kuat menekan leher Li Anlan.


Li Anlan mengerahkan semua tenaga yang ia punya untuk bangkit. Posisinya sekarang sudah duduk, berhadapan dengan sosok wanita misterius ini. Tangan Li Anlan terulur ke leher wanita itu dengan cepat. Sekarang, dua wanita ini berada dalam posisi saling mencekik satu sama lain.


“Hahahaha… Wanita, kau sangat tidak sabaran rupanya!” seru Li Anlan sambil tertawa terbahak-bahak.


“Mati!”


“Kalau aku mati, kau juga harus mati! Aku tidak mau dikubur sendirian!”


“Uhuk…uhuk… Lepaskan aku!” ucap sosok wanita misterius.


“Ingin lepas? Coba saja sendiri!”


“Wanita gila! Li Anlan, lepaskan aku!”


“Kita lihat siapakah orang gila yang sesungguhnya!”


Dua wanita itu berdebat sambil saling mencekik. Long Ji Man yang bersembunyi sudah tidak tahan lagi. Dua wanita gila di hadapannya harus segera dipisahkan. Jika dibiarkan lebih lama, salah satu diantara mereka pasti akan mati.


Pria itu melompat keluar bersama Wang Tianshi dan Xiao Biqi. Bambu api di tangannya ditiup, dan api menyala hingga ruangan sedikit lebih terang. Dia sempat melihat raut terkejut si sosok misterius. Long Ji Man berlari ke arah dua wanita. Saat sampai, dia langsung menangkis tangan si sosok wanita misterius dari leher Li Anlan. Dia juga sedikit mendorong dada si sosok wanita misterius dengan tenaga dalam hingga wanita itu terhunyung ke belakang.


Dengan ilmunya yang tinggi, dalam sekejap ruangan dalam Istana Xingyue menjadi terang. Semua lilin-lilin penerang menyala dalam satu kedipan mata. Wajah Li Anlan dan wajah sosok wanita misterius sekarang sudah terlihat dengan jelas.


Betapa terkejutnya ia saat mengetahui wajah si


sosok wanita misterius!


“Permaisuri Jin?”


Wanita misterius itu memalingkan wajahnya ke samping.


“Ternyata kau benar-benar melakukannya!”


“Sudah kubilang, orang paling pendiam adalah orang yang paling berbahaya!”


Long Ji Man didorong pada situasi antara percaya dan tidak percaya. Di depan matanya sendiri, Permaisuri Jin yang selama ini menjadi rekannya dalam mengurus Kerajaan Dongling berusaha membunuh seorang Permaisuri Bangsawan secara terang-terangan. Hatinya sakit, dia benar-benar tidak percaya kalau wanita yang tumbuh bersamanya itu ternyata seorang penjahat kelas kakap!


Dia sama sekali tidak tahu apa yang membuat Han Jinxi menjelma menjadi iblis bermuka dua. Semua bukti dan prasangka yang mengarah padanya sekarang menjadi kenyataan. Wanita lembut nan anggun itu, ternyata tidak lain dan tidak bukan hanyalah seekor serigala berbulu domba dan musuh yang bersemayam di dalam selimut! Sungguh sangat tidak disangka-sangka!


“Jinxi, mengapa kau melakukan semua ini?”


Permaisuri Jin tidak menjawab. Dia menggerakkan tangannya, hendak melemparkan jarum ke arah Long Ji Man.


Tetapi, Li Anlan dengan tangkas menendang tangan Permaisuri Jin hingga jarum itu terjatuh entah ke mana. Li Anlan sedikit berjongkok. Wanita itu mengarahkan pandangannya ke wajah Permaisuri Jin yang memasang ekspresi datar.


Plak…..


Satu tamparan keras mendarat di pipi Permaisuri Jin yang mulus.


“Ya, aku memang wanita gila. Permaisuri Jin, sekarang kau sudah merasakan tamparan dari seorang wanita gila, bukan? Bagaimana rasanya?”


“Han Jinxi, mengapa kau melakukan semua ini?”


...***...