The Little Consort

The Little Consort
Eps. 66: Surat Nikah


Li Anlan menyusun empat puluh pertanyaan yang isinya ia himpun dari sepuluh buku yang ia baca. Masing-masing tema disusun atas empat buah pertanyaan. Model pertanyaan yang ditulis Li Anlan adalah mode pilihan ganda, yang sengaja dipilih Li Anlan sebagai metode baru dalam tes Ujian Kerajaan. Masing-masing soal diberi lima opsi jawaban.


Wanita itu membuat soal dalam waktu tiga hari tiga malam. Sejak Long Ji Man duduk di hadapannya, Li Anlan yang biasanya bersikap bodo amat menjadi sedikit terganggu. Untuk itulah, dia sempat mengusir Long Ji Man dari istananya agar ia bisa fokus pada bukunya.


Soal-soal yang ia buat langsung ia serahkan pada Xiao Biqi, untuk diperbanyak dan diserahkan ke Kementrian Pendidikan dan Pengajaran. Li Anlan sangat berhati-hati dalam membuat soal, karena hasil dari soal tersebut akan menentukan masa depan Kerajaan Dongling. Jika soal yang dibuatnya asal-asalan, maka pejabat yang lulus dari Ujian Kerajaan juga tidak akan mencerminkan karakter pejabat yang baik.


Siang hari, saat matahari sedang naik di atas ujung bambu, Li Anlan baru teringat sesuatu. Ujian Kerajaan sangat identik dengan kecurangan. Mereka yang tidak bertanggungjawab dan ingin selesai dalam waktu cepat pasti akan memilih cara instan untuk lulus dari ujian tersebut. Pengalaman pendidikan yang Li Anlan alami selama lebih dari dua belas tahun di sekolah sudah menjadi refleksi dari budaya curang tersebut. Perlu sesuatu yang bisa menjamin semua peserta ujian tidak melakukan kecurangan saat waktu pelaksanaan.


Jika di zaman modern, setiap ruang ujian akan dipasangi kamera pengawas yang menyala sepanajang waktu. Lewat kamera pengawas, semua gerak-gerik manusia yang ada dalam ruang pengawasan akan terpantau dan terekam, hingga saat ditemukan kecurangan, maka akan segera diketahui siapa pelakunya. Ujian bisa dibatalkan dan jawabannya bisa dibuang atau dirobek, sementara peserta pelaku dinyatakan gugur dan gagal.


Tiba-tiba, sebuah ide cemerlang terlintas di benaknya. Li Anlan yang cerdas tentu bisa mengatasi situasi seperti ini. Wanita itu kemudian berlari dengan hanfu panjang meyebrangi Danau Houchi. Dia ingin menemui Long Ji Man untuk memberitahu metode yang dapat mencegah kecurangan dalam Ujian Kerajaan. Li Anlan berharap pria itu mau mendengarkan sarannya.


Saat ia sampai di teras depan Istana Hongwu, Xiao Biqi menahannya dan melarangnya masuk. Kasim itu bilang kalau Long Ji Man sedang sibuk karena kedatangan tamu, dan dia meminta Li Anlan untuk menunggu sampai sore hari. Li Anlan bertanya siapakah tamu yang begitu penting hingga membuat Long Ji Man sesibuk itu, tetapi kasim tersebut tidak mau memberikan jawabannya.


Karena ini adalah sesuatu yang penting yang harus disegerakan diberitahukan, Li Anlan tidak bisa menunggu selama itu. Wanita itu mendorong Xiao Biqi ke samping, kemudian menerobos masuk ke dalam Istana Hongwu. Li Anlan sangat terkejut saat ia tahu bahwa tamu penting yang membuat Long Ji Man begitu sibuk adalah….Permaisuri Jin, Han Jinxi!


“Ups… Apa aku datang di waktu yang tidak tepat?” tanya Li Anlan di dalam hatinya.


Li Anlan melihat ekspresi Long Ji Man yang sepertinya sedang berada dalam mood yang buruk. Wajah tampan nan dingin itu terasa seperti wajah batu yang kerasnya berkali-kali lipat. Situasi menjadi canggung karena dua permaisuri dengan kedudukan berbeda berada dalam satu ruangan yang sama bersama raja mereka. Satu hendak menyampaikan hal penting, satu lagi sepertinya sedang membahas sesuatu penting yang lain, dan raja sepertinya sedang tidak ingin mendengarkan keduanya.


“Ah, Yang Mulia, Permaisuri, kalian lanjutkan saja,” ucap Li Anlan sembari berbalik hendak keluar dari Istana Hongwu.


“Tunggu! Huang An, duduklah,” perintah Long Ji Man.


Ah, laki-laki memang tidak mengerti! Bisa-bisanya dia menempatkan dua istrinya di dalam satu ruangan yang sama. Meskipun Li Anlan dibebaskan dari harem, tetapi dia tetaplah salah seorang istri raja dan seorang wanita. Bertemu dengan saingan tentu saja sangat menyebalkan, apalagi berdiam diri di satu ruangan yang sama. Walau dia dan Han Jinxi tidak saling mengenal, tetapi status keduanya sangat tinggi dan spesial.


Li Anlan tersenyum canggung saat dia duduk berhadapan dengan Permaisuri Jin. Permaisuri Jin tersenyum begitu manis padanya. Tampaknya, dia sama sekali tidak terganggu dengan kedatangan Permaisuri Bangsawan. Mungkin karena dia sudah terbiasa menghadapi berbagai jenis wanita, jadi saat dia melihat Li Anlan, sikapnya biasa saja dan tidak langsung menyalahkannya.


“Yang Mulia, bagaimana pendapatmu?” tanya Permaisuri Jin pada Long Ji Man.


Pria yang sedang tidak senang itu memijit kening.


“Akan aku pertimbangkan.”


“Yang Mulia, ketahuilah bahwa pernikahan ini sangat penting untuk integritas Kerajaan Dongling.”


Li Anlan tidak tahu apa yang sedang dibicarakan oleh kedua orang itu. Pernikahan? Integritas? Siapa yang akan menikah demi integritas kerajaan? Li Anlan memandang Long Ji Man dan Permaisuri Jin silih berganti, menuntut penjelasan untuk menjawab kebingungannya.


Seakan mengerti, Permaisuri Jin kemudian angkat bicara, dia berkata,


“Kami sedang membahas pernikahan Yang Mulia dengan putri utusan dari perbatasan.”


“Yang Mulia ingin menikah lagi? Mengapa?” tanya Li Anlan seperti orang bodoh. Seorang raja tentu saja bebas ingin menikah dengan siapa tanpa harus diberitahukan alasannya. Mengapa Li Anlan masih bertanya?


“Beberapa hari lalu datang seorang utusan dari perbatasan, mengabarkan bahwa kerajaan bawahan di perbatasan meminta pernikahan untuk menjaga perdamaian antara kerajaan bawahan dengan kerajaan utama. Aku langsung mendiskusikannya dengan Yang Mulia.”


Li Anlan mengangguk mengerti. Jadi, suaminya akan menikah lagi dengan wanita lain. Penghuni Istana Harem bertambah satu lagi. Urusan harem adalah tanggungjawab Ibu Suri dan Permaisuri Utama, lebih baik Li Anlan tidak mencampurinya. Jika tidak, Li Anlan akan mengalami kesulitan di masa depan, karena sekali terlibat, maka akan terlibat selamanya.


Mengurusi pekerjaan sebagai Permaisuri Bangsawan saja sudah sangat merepotkan, jika ditambah dengan urusan harem, maka hidup Li Anlan akan benar-benar berakhir. Cukup menjadi Permaisuri Bangsawan yang menjalankan tugas sesuai perintah, tidak perlu ikut campur dalam urusan wanita istana.


“Ah, begitu rupanya. Semoga pernikahan Yang Mulia dengan putri perbatasan berjalan lancar,” ucap Li Anlan ringan. Ekspresi Long Ji Man semakin tidak enak dilihat.


Permaisuri Jin kemudian mengeluarkan sebuah buku berwarna merah menyala. Dari tulisan di sampulnya, Li Anlan bisa tahu kalau buku tersebut adalah buku berisi kontrak pernikahan antara Long Ji Man dengan putri perbatasan. Permaisuri Jin menyerahkan buku merah tersebut kepada Long Ji Man.


“Ini adalah kontrak pernikahan yang sudah kutulis. Di sana juga sudah dibubuhkan stempelku yang menandakan bahwa penikahan ini sudah diberi izin dan disetujui oleh pihak Istana Harem.”


Long Ji Man menyimpan buku tersebut di mejanya tanpa melihat isinya terlebih dahulu. Kemudian, dia beralih menatap Li Anlan.


“Huang An, apa yang ingin kau sampaikan?”


“Itu, Yang Mulia, aku punya sesuatu untuk disampaikan. Mengenai Ujian Kerajaan, aku punya cara untuk mencegah kecurangan.”


Raut wajah Long Ji Man sedikit berubah. Ekspresinya sudah mulai terlihat lebih baik dari sebelumnya.


“Apa itu?”


“Begini.”


Li Anlan menceritakan ide yang ia miliki untuk mencegah kecurangan dan menjaga kredibilitas Ujian Kerajaan. Dia mengatakan bahwa setiap peserta harus mengisi surat perjanjian yang dicap atau ditandatangani oleh penyelenggara dengan peserta sebelum ujian berlangsung. Isinya adalah pernyataan bahwa jika si peserta terbukti melakukan pelanggaran, maka akan dihukum sesuai dengan apa yang tertulis di dalam surat perjanjian, yakni dipukul, dicambuk, dicabut status kepesertaan, dikeluarkan, bahkan hingga diturunkan statusnya. Perjanjian tersebut ditandatangani di bawah pengawasan empat orang saksi, dua dari pihak Akademi Kerajaan dan dua dari pihak Kerajaan Dongling sendiri.


Petugas yang akan menjadi pengawas di Ujian Kerajaan adalah para petugas jujur yang sudah terbukti pengabdian dan jasa prestasinya. Li Anlan sendiri meminta izin pada Long Ji Man untuk menunjuk dan menyeleksi para petugas yang akan bekerja nanti dengan caranya sendiri. Datanya akan dirahasiakan untuk mencegah kemungkinan terjadinya nepotisme.


Permaisuri Jin dan Long Ji Man begitu tertarik dengan saran yang Li Anlan berikan. Metode seperti ini baru pertama kali mereka ketahui. Ide tersebut bisa diterapkan karena prosesnya mudah dan tidak berbelit-belit. Jadi, Long Ji Man langsung menyetujuinya dan memberikan otoritas langsung kepada Permaisuri Bangsawan untuk menunjuk petugas pengawas Ujian Kerajaan.


Diam-diam Permaisuri Jin menaruh kagum pada Permaisuri Bangsawan. Rumor yang mengatakan bahwa Permaisuri Bangsawan bukan orang biasa sepertinya memang benar. Wanita yang duduk di hadapannya dan berada satu tingkat di bawah kedudukannya bukan hanya wanita yang menarik, tetapi berpengetahuan luas dan sangat cerdas. Tidak heran jika Yang Mulia Raja begitu mempercayainya dan sampai rela mencarinya ke Hutan Linghua tempo hari.


Usai menyampaikan maksud dan tujuannya, Li Anlan kemudian pamit pergi. Dia tidak ingin mengganggu mereka berdua lagi. Bagaimanapun, Permaisuri Jin adalah istri sah yang dinikahi raja secara resmi. Posisinya lebih tinggi dari dirinya. Kelembutan dan keanggunan yang dimiliki Permaisuri Jin pasti membuat Long Ji Man begitu menyayanginya. Li Anlan bisa melihat kalau tatapan Long Ji Man sangat lembut dan lemah setiap kali bertemu pandang dengan Han Jinxi.


Di jembatan Danau Houchi, Li Anlan berhenti. Dia menatap Danau Houchi yang permukaannya berkilau ditimpa cahaya matahari musim semi. Li Anlan memandangi pantulan wajahnya di permukaan air. Sudah lama sejak ia datang ke tempat ini, dia tidak bercermin dengan baik. Pantulan wajahnya di permukaan air itu mengingatkan dia akan dunia masa depan yang menjadi tempat tinggalnya.


Dia tiba-tiba merindukan dunia modern. Dia rindu aroma hujan yang membasahi aspal jalanan. Dia rindu suara bising kendaraan yang lewat di depan gedung apartemennya. Li Anlan rindu menghabiskan waktu semalaman bersama teman-teman kuliahnya. Rindu dimarahi dosen, rindu bermalas-malasan, rindu mendaki gunung. Dia merindukan segalanya.


Di sini, dia bekerja bersama seorang raja. Sekarang, saat dia sedang menjalankan tugas, ujian yang sebenarnya justru datang dari raja yang mendampinginya. Bagaimana bisa dia menikah di saat seperti ini? Ujian Kerajaan diadakan kurang dari dua puluh hari lagi, tetapi datang putri utusan perbatasan yang meminta pernikahan?


Yang benar saja!


Li Anlan sangat kesal. Dia ingin tahu seperti apa sosok putri tersebut hingga membuat Permaisuri Jin memberinya izin di waktu yang tidak tepat ini. Permaisuri Jin, meskipun tidak mengurusi urusan pemerintahan, dia seharusnya tahu kalau raja harus fokus pada Ujian Kerajaan terlebih dahulu. Meskipun raja memiliki Permaisuri Bangsawan yang membantu meng-handle semua urusannya, tetapi tetap saja dia harus ada karena Li Anlan tidak bisa mengambil keputusan sendiri.


Memikirkan itu, kepala Li Anlan terasa pusing. Urusan wanita di istana memang sangat rumit dan tidak ada habisnya! Entah mengapa ia sangat kesal dan marah. Dia hanya tidak rela kalau Long Ji Man menikah di waktu yang dekat. Dia, hanya tidak rela.


“Istri suamiku bertambah satu lagi. Long Ji Man, bagus sekali! Bisa-bisanya kau menikah di saat aku menjalankan tugas berat yang menanggung calon masa depan Kerajaan Dongling?”


Li Anlan mengepalkan tangannya, kemudian melihat pantulan dirinya di cermin air lagi. Dia sangat kesal hingga wajahnya dan telinganya memerah. Dia memarahi dirinya sendiri seperti orang gila. Untung saja tidak ada kasim atau pelayan yang lewat hingga dia bisa berteriak sesuka hati. Air dari danau yang jernih beriak, membentuk gelombang-gelombang kecil, membuyarkan bayangan Li Anlan.


Wanita itu melepas sepatu dan aksesoris yang menempel di kepalanya. Hatinya yang panas perlu didinginkan. Lagipula, sudah lama dia tidak bermain bersama ikan-ikan di sini. Li Anlan mundur beberapa langkah, kemudian maju dan melompat ke dalam danau, menyelam dan menari bersama ikan-ikan kecil yang turut berbela sungkawa atas penderitaan yang dialaminya.


...***...


...Apa yang membuat Li Anlan begitu kesal? ...


...A. Ji Man menikah lagi...


...B. Permaisuri Jin dekat dengan Ji Man...


...C. Tugas yang berat...


...D. Cemburu dan tidak rela...


...Yuk jawab di kolom komentar! Sampai jumpa di episode selanjutnya! ...