
Perjamuan tiga hari lalu selesai dengan Li Anlan yang keluar sebagai pemenang. Wanita itu tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri, tapi juga membuat orang yang melawannya tidak bisa berkutik. Layaknya seorang pemain sejati, Li Anlan bisa keluar dari Istana Shiyue dengan selamat dan penuh kegembiraan.
Xu Lingshu tidak hanya mempermalukan dirinya sendiri. Dia juga telah mempermalukan keluarga Xu dan juga mencoreng nama baik istana harem, sehingga menyeret Ibu Suri. Orang berkata bahwa istana harem tidak aman, di bawah pimpinan Ibu Suri Han Yuemei, para wanita milik raja menjadi wanita yang penuh dengan rekayasa.
Untung saja, Han Jinxi sebagai permaisuri raja berhasil menenangkan hati para undangan. Berkat kelembutan dan keramahan tutur katanya, orang-orang yang hadir di perjamuan dan menyaksikan kejadian memalukan itu akhirnya tidak berbicara sembarangan lagi. Han Jinxi berhasil memenangkan hati orang-orang itu.
Sebagai akibatnya, status guifei yang disandang Xu Lingsu dicabut hari itu juga. Pangkatnya diturunkan dari selir utama menjadi selir tingkat tiga, satu tingkat lebih tinggi dari Li Anlan. Bahkan, status Duanmu Shui dan Da Lixia lebih tinggi dari Xu Lingshu. Wanita itu juga diberi hukuman berupa masa kurungan di dalam istananya selama sepuluh hari untuk menginstrospeksi diri. Xu Lingshu bahkan tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan apapun.
Jika Xu Lingshu sedang meratapi nasibnya yang malang karena turun status dan kedudukan dalam waktu kurang dari satu malam, lain halnya dengan Li Anlan. Wanita itu justru sekarang sedang bersantai menikmati cahaya matahari pagi di pekarangan Istana Xingyue, sambil menikmati kue osmanthus yang dicampur dengan madu dan jahe.
Dia menikmati waktu luang dari kemenangannya dengan riang. Siapa suruh rubah betina itu mengganggunya. Sejak kecil, Li Anlan tidak terbiasa dirundung. Dia bisa menjadi anjing yang menyalak dan menggigit jika diusik, juga bisa menjadi kucing kecil yang baik dan patuh ketika dihormati. Dicabutnya status guifei Xu Lingshu adalah kesalahan wanita itu sendiri, bukan kesalahan Li Anlan atau siapapun.
"Nyonya, kita telah menyinggung keluarga Xu. Kakak dari guifei, ah, Selir Ling adalah jenderal wanita pertama," celetuk Xie Roulan sambil mengupas kulit kacang tanah.
"Lalu?"
"Bagaimana jika Selir Ling mengadu dan menuntut balas?"
"Memangnya kenapa kalau kakaknya jenderal wanita? Dia tidak mungkin buta dan tidak bisa melihat kebenarannya bukan?"
"Tapi, keluarga Xu sangat kuat dan besar. Bagaimana jika kita mencari dukungan dari keluarga lain?" tawar Xie Roulan.
Ya, ketakutannya bukan tanpa alasan. Keluarga Xu adalah keluarga jenderal selama tujuh generasi. Mereka mengabdi pada raja selama lebih dari seratus tahun. Kekuatan mereka besar dan kuat, bahkan sampai pernah mempengaruhi keseimbangan kekuatan di istana. Sekarang, majikannya telah membuat seorang nona besar kehilangan statusnya sebagai selir utama raja secara tidak langsung. Xie Roulan takut keluarga Xu akan membalas dendam dan membunuh mereka.
"Dukungan keluarga? Aku bisa berdiri dengan kakiku sendiri! Tidak perlu menginjak kepala orang lain agar bisa sampai di atas!"
Melihat majikannya yang teguh pada pendiriannya, Xie Roulan tidak punya pilihan lain selain mendukungnya. Gadis pelayan itu berjanji akan mendukung apapun keputusan yang Li Anlan ambil. Xie Roulan hanya bisa berdoa kepada Dewa, agar majikan tercintanya terhindar dari bahaya para wanita istana.
Li Anlan sendiri tidak pernah mengharapkan bantuan siapapun untuk mengamankan posisinya. Dia bukan penjilat. Li Anlan yakin bahwa dia juga berkemampuan. Selama ia masih punya dua kaki dan tangan, dia tidak akan memelas meminta dukungan pada keluarga manapun, kecuali kepada Li Afan. Seorang wanita pendaki gunung dari zaman modern yang sangat pintar tapi pemalas tidak mungkin berpangku tangan pada orang lain.
Memohon bantuan pada keluarga lain adalah hal yang sangat merepotkan. Selain harus merendahkan diri, dia juga harus menebus bantuan itu dengan harga yang sangat mahal. Kebanyakan keluarga yang kuat menempatkan orang atau putri mereka di istana sebagai mata-mata pengawas gerak-gerik raja. Jika terjadi kesalahan, maka hukuman yang kejam sudah menanti di depan mata.
Saat Li Anlan memasukkan sebuah anggur kecil ke mulutnya, Xiao Biqi datang membawa dua orang anak buahnya. Li Anlan tidak mempedulikan kedatangan kasim pribadi raja itu, dan memilih melanjutkan aktivitasnya. Tapi, Xie Roulan segera bangkit dan setengah bersujud saat melihat gulungan kain berwarna emas bermotif naga di tangan Xiao Biqi.
"Selir An, terima perintah," ujar Xiao Biqi.
Li Anlan masih pada posisi tiduran di atas karpetnya. Xiao Biqi sedikit mendelik, lalu kemudian Xie Roulan membantu mebetulkan sikap majikannya. Li Anlan tentu kaget, sama sekali tidak tahu dengan apa yang dilakukan oleh pelayannya.
"Apa-apaan ini?" tanya Li Anlan setengah berbisik.
"Kasim Bi membawa dekret untukmu, Nyonya."
Li Anlan hendak bertanya lagi, tapi suara Xiao Biqi langsung mencegatnya.
"Selir An, Li Anlan putri dari Tuan Bangsawan Li Han berbudi luhur dan bijak dalam bertindak. Atas kebaikan dan kerendahan hatinya, Yang Mulia memberikan anugerah dengan mengangkat Selir An sebagai Permaisuri Bangsawan. Selesai."
Xiao Biqi menyerahkan dekret ke tangan Li Anlan yang masih kebingungan. Dekret apa yang baru saja dikatakan kasim pribadi raja itu? Permaisuri Bangsawan? Apa itu?
"Selir An, datanglah dua hari lagi ke Aula Taiji untuk penobatan secara resmi."
Setelah melakukan tugasnya, Xiao Biqi bersama dua anak buahnya keluar dari pekarangan Istana Xingyue. Li Anlan membalikkan badan, tapi wanita itu terkejut karena Xie Roulan malah menangis.
"Kenapa kau menangis?"
"Nyonya, setelah dua tahun, akhirnya Yang Mulia Raja memberimu status yang layak! Aku sangat bahagia hingga menangis seperti ini!"
"Status resmi? Roulan, kau sedang bercanda denganku?"
"Tidak, Nyonya. Kau sekarang adalah seorang Permaisuri Bangsawan!"
"Apa maksud dari Permaisuri Bangsawan?"
Xie Roulan lalu menjelaskan pada Li Anlan secara perlahan. Permaisuri Bangsawan adalah gelar istimewa yang khusus diberikan oleh Yang Mulia Raja kepada seorang wanita yang dipilihnya, melalui seleksi dan pertimbangan rahasia. Kedudukannya satu tingkat di bawah permaisuri utama, dan satu tingkat lebih tinggi dari posisi selir utama. Permaisuri Bangsawan adalah permaisuri yang diangkat sendiri oleh raja, dan raja memiliki kewenangan dan hak untuk menentukan pilihannya sendiri.
Permaisuri Bangsawan adalah gelar yang sangat istimewa. Tidak hanya istimewa dari cara pemilihan dan pengangkatannya, tapi juga istimewa dari segi kedudukan dan wewenang. Seorang Permaisuri Bangsawan akan dibebaskan dari urusan harem, dan tidak boleh dipaksa untuk mencampurinya, kecuali atas kehendaknya sendiri. Seorang Permaisuri Bangsawan juga diberi kewenanyan mutlak dalam urusan yang berhubungan dengan lingkungan di luar istana.
Kedudukannya memungkinkan siapapun yang menyandang gelar itu bisa bebas keluar masuk istana kerajaan tanpa dicegah, selama ada izin langsung dari raja. Meskipun begitu, seorang Permaisuri Bangsawan tidak bisa seenaknya. Dia hanya bisa keluar istana ketika ada urusan penting yang menghubungkan raja dengan lingkungan luar.
Karena wewenangnya tinggi, maka seorang Permaisuri Bangsawan harus selalu siaga saat raja memanggilnya. Permaisuri Bangsawan harus siap dan cakap dalam segala situasi. Dia harus bisa menjalankan perintah sesuai dengan petunjuk dan instruksi raja.
Wanita yang bisa menjadi Permaisuri Bangsawan sangat jarang ditemui. Karena kualifikasinya sangat tinggi dan hampir menyamai posisi permaisuri utama, raja-raja yang memerintah Dongling jarang ada yang mengangkat Permaisuri Bangsawan. Menurut cerita yang didengar Xie Roulan dari orang lain, dalam dua ratus tahun terakhir, hanya ada dua raja yang mengangkat Permaisuri Bangsawan. Permaisuri Bangsawan Pertama diangkat oleh Raja Tian, Long Ji Tu, pendiri Dinasti Tan, dinasti yang berkuasa seratus tahun yang lalu. Kemudian, Permaisuri Bangsawan kedua diangkat pada masa Raja Xuan, Long Ji Du, pendiri Dinasti Xin, kakek buyut Long Ji Man.
Jadi, jika isi dekret itu benar, maka Li Anlan adalah Permaisuri Bangsawan ketiga yang diangkat setelah seratus tahun berlalu. Hal ini tentu saja merupakan sebuah kebanggan luar biasa yang harus tercatat dalam sejarah Dongling.
Li Anlan melihat Xie Roulan menangis lagi. Bagi pelayan itu, pengangkatan dirinya menjadi seorang Permaisuri Bangsawan mungkin adalah sebuah berkah yang tidak ternilai. Tapi, bagi Li Anlan sendiri, pengangkatan itu berarti akhir dari hidupnya. Dia akan kehilangan waktu luangnya untuk bermalas-malasan dan bersantai, dia juga akan terlibat kontak yang banyak dengan Long Ji Man, melebihi jumlah kontak yang ia lalui selama beberapa bulan ini.
"Baik, menangislah untukku. Menangislah untuk masa depanku yang abu-abu."
"Tapi, meskipun Permaisuri Bangsawan sangat istimewa, waktu luangmu tidak akan tersita banyak, Nyonya."
"Benarkah?"
Xie Roulan mengangguk. Biarpun akan sedikit lebih sibuk, tapi seorang Permaisuri Bangsawan hanya akan melakukan perintah raja jika dia menyetujuinya. Jika tidak, maka yang dapat raja lakukan hanyalah bertanya dan memintanya mempertimbangkan kembali. Jika tetap ditolak, kemungkinan terburuk hanyalah potong gaji.
"Tidak. Ini bukan berita bahagia. Roulan, ini adalah bencana untukku!"
Li Anlan meratapi nasibnya yang beruntung. Dia baru datang ke sini selama beberapa bulan, tapi sudah diangkat menjadi seorang Permaisuri Bangsawan? Apa yang sudah Li Anlan lakukan hingga Long Ji Man memilihnya daripada memilih wanita yang lain?
...***...
Wah, babak baru kehidupan Li Anlan di negeri dongeng seperti Dongling sudah dimulai! Apakah ini sebuah berkah atau musibah? Ada yang tahu nggak alasan Long Ji Man memilih Li Anlan sebagai Permaisuri Bangsawan? Kalau ada, kalian boleh tulis di kolom komentar, ya! Stay tune terus, sampai jumpa di episode berikutnya!