The Little Consort

The Little Consort
Eps. 35: Perampokan Legal


Suasana Istana Xingyue berubah seperti ruang pengadilan. Lagi-lagi, Li Anlan menjadi terdakwa yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Akibat perilakunya yang mengunci gerbang dan menolak kedatangan raja, sekarang ia menjadi seorang terdakwa yang teraniaya lagi. Long Ji Man adalah hakim bermuka giok yang sangat kejam. Hukuman yang kemarin saja belum selesai, sekarang pria itu pasti akan memberinya hukuman tambahan.


Sungguh, Li Anlan memang benar-benar penjelajah yang malang. Baru saja ia ingin hidup enak dan menyenangkan, dia justru terjebak dalam hubungan bersama raja. Orang yang paling ingin dia hindari justru memiliki banyak keterlibatan dengannya. Terlalu banyak kejadian yang membuat Li Anlan dan Long Ji Man terlibat dalam berbagai situasi yang sama.


Di ruangan utama Istana Xingyue, Li Anlan berlutut di tengah, diikuti Xie Roulan dan dua kasim di belakangnya. Long Ji Man duduk di kursi tempat Li Anlan biasa duduk, sambil menatap kesal pada selirnya yang kurang ajar. Di sisinya, Xiao Biqi berdiri, juga menatap Li Anlan dan tiga pelayannya. Kasim muda itu menghela napas, tidak mampu lagi menoleransi perilaku salah satu selir rajanya.


Li Anlan lebih kurang ajar dari siapapun!


Long Ji Man, sang Raja Dongling yang berwibawa pasti tidak akan melepaskan dirinya dengan mudah kali ini. Matanya yang tajam seperti elang berkilat jahil. Dia sudah berkali-kali dikerjai Li Anlan, sekarang saatnya untuk membalas wanita menyebalkan itu. Memberinya sedikit pelajaran tentu tidak akan membuat wanita itu mati, bukan?


Pria itu menyuruh Xiao Biqi, dua kasim, dan Xie Roulan untuk pergi. Kini, hanya tinggal Li Anlan dan dirinya di dalam ruangan utama Istana Xingyue. Long Ji Man maju, lalu setengah berjongkok di depan Li Anlan. Saat suaminya mendekat, Li Anlan langsung waspada.


Long Ji Man memperhatikan setiap detail wajah Li Anlan dengan saksama. Hidung wanita ini bangir, pipinya lembut. Matanya yang sipit seperti kejora, bersinar cerah. Alisnya tipis melengkung, bibirnya tipis, namun lebih tipis dari bibirnya sendiri. Dalam sekajap, Long Ji Man dapat menyimpulkan bahwa selir kurang ajarnya ini cantik alami. Kulit putihnya terbentuk secara alami, tanpa dibubuhi bedak atau yang lainnya, tidak seperti selir-selirnya yang lain.


“Wajahmu lumayan cantik,” ujar Long Ji Man.


“Yang Mulia, kau tidak berniat menjualku ke rumah bordil kan?”


Long Ji Man menyentil dahi Li Anlan. Wanita itu sedikit meringis. Tangannya mengusap bekas sentilan sambil diusap-usap perlahan.


“Sebenarnya apa isi otak kecilmu ini?”


Bisa-bisanya Li Anlan berpikiran seperti itu! Daripada menjualnya ke rumah bordil, lebih baik Long Ji Man membuat wanita itu tetap berada di sisinya sebagai pelayan. Jika posisi selir tidak pantas untuknya, Long Ji Man akan tetap mempertahankan Li Anlan.


“Kau berani mengunci pintu dan menolak kedatangan Raja. Li Anlan, apa hukuman yang pantas untuk perbuatanmu itu?”


“Aku hanya membela diri.”


“Masih berani berkelit?”


Li Anlan berdesah kesal. Jelas-jelas dia yang rugi di sini.


“Yang Mulia, kau tidak memberiku kompensasi. Aku melakukannya karena aku kesal padamu.”


“Berdebat denganmu sungguh membuang tenagaku!”


“Maka dari itu jangan mencari masalah denganku lagi, Yang Mulia.”


“Apa itu sebuah perintah?”


“Yang Mulia, sebaiknya kita tidak berhubungan apapun lagi. Dengan begitu, hidupmu akan damai, dan hidupku juga tenteram.”


“Kau memutus hubungan dengan suamimu?”


“Bukan, kita hanya perlu menjaga jarak.”


Long Ji Man mulai kesal. Sudah saatnya membuat wanita ini sadar dengan status dan posisinya. Terus menerus menentang raja adalah pelanggaran yang serius.


“Benarkah? Kalau begitu, kau tidak akan mendapatkan gaji yang besar jika memutus hubungan denganku.”


Mendengar pernyaataan yang lebih pantas disebut ancaman itu, Li Anlan langsung membelalak. Long Ji Man yang licik menggunakan gaji untuk mengancamnya. Tidak, Li Anlan tidak bisa membiarkan pria itu memotong dan tidak menyerahkan gaji bulanannya. Li Anlan tidak mau menjadi orang miskin. Dia tidak mau menjadi orang melarat.


Otak Li Anlan berputar. Mungkin, akan lebih baik jika dia sedikit berdamai dengan pria ini. Long Ji Man sebenarnya tidak begitu buruk, pria itu hanya kejam dan berwajah dingin seperti es batu. Dia hanya bertempramen sedikit buruk dan keras kepala. Ya, sifat pria itu tidak jauh berbeda dengan sifatnya.


“Yang Mulia, apa yang kau inginkan?”


“Datanglah ke perjamuan Ibu Suri tiga minggu lagi,” jawab Long Ji Man.


“Apa?”


“Apa aku harus mengulangi perkataanku?”


Li Anlan seperti membeku. Jika itu adalah permintaan Long Ji Man, permintaan seorang raja, maka itu berarti bahwa Li Anlan harus menunjukkan dirinya di hadapan orang banyak. Itu berarti Li Anlan akan muncul di depan publik untuk pertama kalinya. Saat itu tiba, maka Li Anlan pasti akan bertemu dengan orang lain. Dia pasti akan bertemu dengan Xu Lingshu, Duanmu Shui, dan jajaran selir Long Ji Man yang lain. Yang paling parah, dia akan bertemu dengan Ibu Suri Han Yuemei yang sudah membuatnya terjebak dua kali di bawah meja Long Ji Man.


“Yang Mulia, bisakah kau memberiku tugas lain selain perjamuan?”


“Mengapa? Kau takut?”


“Tidak. Aku tidak takut.”


“Kalau begitu turuti saja perintahku.”


“Yang Mulia, kau ini ingin menghukumku atau membunuhku?”


“Kau terlalu banyak berpikir.”


Long Ji Man tahu, selirnya ini pasti memiliki banyak kekhawatiran. Datang ke perjamuan Ibu Suri Han Yuemei adalah sesuatu yang baru yang tidak pernah dilakukan oleh Li Anlan. Selama dua tahun ini, wanita itu hanya berdiam diri di Istana Xingyue dan tidak pernah menunjukkan diri ke dunia luar. Bahkan, batas wilayah bermainnya hanya sampa tengah jembatan Danau Houchi. Li Anlan adalah burung dalam sangkar perak, bukan burung dalam sangkar emas. Para selirnya yang lain lah baru burung dalam sangkar emas.


Memunculkan diri di depan publik, terutama keluarga kerajaan, adalah sesuatu yang baru bagi wanita itu. Tapi, jika Long Ji Man tidak melakukannya, Li Anlan akan terus menerus bertingkah kurang ajar. Long Ji Man tidak bisa membiarkan Li Anlan menjadi seorang selir yang buruk dan tidak sopan. Li Anlan harus menerima pelajarannya sendiri. Selain itu, jika Li Anlan muncul di depan publik dan dikenal beberapa orang sebagai salah satu selir raja, maka Long Ji Man tidak akan disebut sebagai raja yang lalim. Dia bisa bertindak adil pada semua selirnya.


Sudah saatnya bagi Li Anlan untuk tampil di depan umum.


“Gajimu akan kukembalikan dua kali lipat.”


Mata Li Anlan tiba-tiba berbinar cerah.


“Benarkah?”


Long Ji Man mengangguk.


Dia kemudian memanggil Xiao Biqi dan Xie Roulan serta dua kasim masuk kembali ke dalam ruang utama Istana Xingyue. Saat keempat orang bawahan itu masuk, Long Ji Man sudah kembali duduk di kursi kebesaran Li Anlan. Wibawanya sebagai raja kembali bergelora, menyilaukan mata siapapun yang memandangnya.


“Biqi, ambil semua barang-barang aneh milik Li Anlan, bawa ke Istana Hongwu!”


Kasim itu mengangguk.


Tapi, Li Anlan justru terkejut. Apa? Barang-barang? Long Ji Man ingin mengambil barang-barangnya yang berharga dari dunia modern? Yang benar saja!


“Yang Mulia, kau ingin merampok selirmu yang miskin ini?”


“Benar.”


“Tapi, itu tidak ada dalam kesepakatan kita!”


“Memang.”


Tanpa mempedulikan Li Anlan yang sebentar lagi akan mengamuk, Long Ji Man menyuruh Xiao Biqi dan dua kasim Istana Xingyue untuk mengambil ransel gunung Li Anlan. Long Ji Man juga mengambil tenda, matras, hammock, dan kamera Li Anlan. Selain itu, dia juga merampas panel surya Li Anlan beserta charger ponselnya.


“Kembali ke istanaku!”


Li Anlan berteriak kesal sambil menatap kepergian Long Ji Man dengan nanar. Raja sialan itu merampoknya. Raja menyebalkan itu merampas barang-barang kesayangannya. Sekarang, isi Istana Xingyue hanya tinggal barang-barang zaman kuno, tidak ada barang-barang modern milik Li Anlan dari masa depan.


“Gelap sekali.”


“Nyonya, ini masih siang hari, tidak gelap sama sekali.”


Li Anlan menatap Xie Roulan dengan tatapan sayu dan putus asa.


“Masa depanku yang gelap, tanpa cahaya, tanpa matahari.”


...***...


Halo, para pembaca tercinta! Author mau minta maaf karena kemarin nggak bisa update dikarenakan ada sesuatu yang penting yang harus Author kerjakan. Mohon doanya ya, semoga bisa tetap konsisten up tiap hari seperti dulu. Sampai jumpa di episode berikutnya!