
Atas kebijakan dan kebaikan hati Long Ji Man, kini Li Anlan semakin mudah menjalankan hukumannya. Dia tidak perlu lagi memakai pakaian pelayan, tapi diperintah berpakaian seperti biasa, seperti wanita milik raja pada umumnya saat bekerja. Dengan begitu, tidak akan ada orang yang curiga dan memberi makan si mata-mata bahwa ada seorang pelayan wanita yang mencurigakan di samping raja.
Beberapa minggu ini, setiap Long Ji Man pulang dari pengadilan, Li Anlan selalu sibuk. Dia diminta untuk memberitahu Long Ji Man mengenai CV yang bisa digunakan dalam proses seleksi, yang pernah dikatakan Li Anlan saat pesta barbeque. Seperti seorang guru yang mengajari muridnya membaca, Li Anlan berkali-kali menjelaskan saat Long Ji Man terus bertanya.
Li Anlan bisa bersabar. Dia bersedia mengajari Long Ji Man asalkan pria itu menjadi murid yang baik dan patuh. Li Anlan sering kesal karena saat Long Ji Man bertanya, pria itu seperti sangat tidak mempercayainya, dan ketika menyanggah sering merasa benar sendiri. Long Ji Man juga keras kepala dan tidak mau mengaku kalah saat ia membuat analisa dan diagnosis yang salah. Tapi, karena otak Long Ji Man adalah otak yang cerdas dan IQ-nya cukup tinggi menurut tebakan Li Anlan, pria itu juga cepat mengerti.
Hari ini, saat Li Anlan masuk ke Istana Hongwu setelah mencoret-coret wajah Wang Tianshi yang tertidur di kursi taman, dia mendapati kalau Long Ji Man sedang terlelap. Raja Dongling yang gagah dan tampan serta berwibawa itu duduk di kursi kebesarannya, menghadap ke depan, ke arah pintu masuk. Tangan pria itu menekuk menahan berat kepalanya.
Hembusan napas yang lembut dan pelan terdengar berirama saat Li Anlan mendekat. Mumpung pria ini sedang tertidur, Li Anlan ingin memuaskan rasa penasarannya. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Long Ji Man, memperhatikan wajah Long Ji Man dengan saksama.
Mata Li Anlan bergerak menyusuri garis tipis di dahi Long Ji Man. Garis itu bukan tanda penuaan, tapi bekas yang terbentuk dari gerakan kulit yang sering dilakukan. Long Ji Man pasti terlalu sering mengernyitkan dahi.
Alisnya melengkung dan tebal. Bulu matanya panjang dan lentik. Meskipun mata itu terpejam, Li Anlan masih dapat melihat bahwa Long Ji Man memiliki mata indah setajam elang. Hidungnya bangir, sangat mirip dengan papan perosotan di taman kanak-kanak. Bibir Long Ji Man tipis, tapi tidak lebih tipis dari bibir Li Anlan. Ada bulu-bulu tipis yang serupa dengan warna kulit di atas bibir Long Ji Man. Pria itu memiliki lesung pipit yang kecil di pipi kanan dan kirinya. Selain itu, dia juga memiliki dagu yang sedikit terbelah.
Jika diperhatikan, wajahnya ini seperti percampuran antara Asia dengan Timur Tengah. Hanya saja, wajah orientalnya membuat Long Ji Man terlihat seperti orang Tiongkok pada umumnya. Benar-benar tampan!
Pantas saja Xu Lingshu tidak terima saat dia tahu Li Anlan pernah pergi ke Istana Hongwu menemui raja. Seekor semut yang kecil saja pasti tidak akan dapat menahan pesonanya. Wajar jika Xu Lingshu sampai tergila-gila padanya, yang mungkin juga dialami oleh selir-selir lain. Jika saja Long Ji Man tidak bertemperamen buruk dan bukan seorang raja, Li Anlan pasti sudah jatuh cinta padanya.
Tuhan mungkin terlalu baik saat menciptakan Long Ji Man. Wajah itu memang diberikan oleh orang tuanya, tapi tanpa campur tangan Tuhan, wajah tampan itu tidak akan terbentuk. Ketampanan Long Ji Man, jika dibandingkan hampir menyamai ketampanan Xu Kai, aktor favorit Li Anlan, tapi tetap lebih tampan Long Ji Man.
“Memang tampan. Tapi, Lee Dong Wook ahjussi tetap yang terbaik!”
Long Ji Man yang tertidur seperti itu membuatnya tampak seperti arca yang sangat berharga. Jika suatu saat Li Anlan kembali ke dunia modern dan dia bisa membawa Long Ji Man ikut serta, harga jualnya pasti akan sangat tinggi. Long Ji Man sangat cocok menjadi aktor dan pemeran utama, dan dia pasti jadi yang tertampan. Jika produser film tertarik padanya, Long Ji Man pasti akan menjadi bintang. Li Anlan akan menjadi istrinya yang berperan ganda sebagai manajernya, agar pundi-pundi uang yang dihasilkan bisa ia atur sepuasnya.
“Alangkah baiknya jika wajah es batumu ini digunakan untuk minum jus atau sop buah, pasti akan sangat menyegarkan!”
“Kau menghargai wajahku dengan segelas minuman?”
Wanita itu terperanjat, Long Ji Man tiba-tiba membuka mata. Jaraknya dan jarak wajah Long Ji Man begitu dekat, hanya terhalang lima sentimeter. Hidung Li Anlan yang mancung beradu dengan hidung Long Ji Man. Tatapan mata mereka bertemu.
“Y-Yang Mulia, bi-bisa kita mulai kelasnya?”
“Terakhir kali kau membuatku terjengkang, kali ini apa lagi yang akan kau lakukan?”
Li Anlan buru-buru menjauhkan wajahnya. Posisi tubuhnya kembali tegak. Ekspresinya kembali ke ekspresi tidak bersalah. Sementara itu, Long Ji Man juga menegakkan badannya, lalu meregangkan tangan dan pinggangnya yang kaku karena posisi tidur yang membuatnya tidak nyaman. Dia tidak tahu sejak kapan dia mulai mengantuk.
“Kau bilang kau akan menjualku?” tanya Long Ji Man.
“Kau berpura-pura tidur? Bagus Long Ji Man, aku akan memukulmu!”
Long Ji Man menahan pergelangan tangan Li Anlan, mencegah wanita itu memukulinya.
“Guru Selir, bisa kita mulai kelasnya?”
“Tidak. Mood-ku sedang buruk.”
Li Anlan menjauh, lalu duduk di kursi yang pernah diduduki Ibu Suri Han Yuemei sebanyak dua kali. Sudah lama berdiam di istana, tapi Li Anlan belum juga menyadari dan belajar tatakrama. Seharusnya dia menjadi semakin sopan dan anggun. Sebaliknya, Li Anlan semakin barbar dan sembrono. Tampaknya, Long Ji Man harus memberinya hukuman lagi agar wanita itu mengerti.
Long Ji Man mengambil beberapa kertas, lalu menyodorkannya pada Li Anlan. Saat Li Anlan menerima kertas itu, keningnya mengerut. Di sana, tergambar sketsa komposit wajah beberapa pria yang dilukis dengan tinta khusus.
“Apa ini?”
“Itu wajah para pembunuh yang mengejarmu tempo hari.”
“Kau melukisnya?”
Long Ji Man menggeleng.
“Pelukis kerajaan yang melakukannya.”
Sketsa komposit itu memang sangat jelek. Entah karena si pelukis yang bodoh, atau karena memang wajah para penjahat itu yang jelek. Dilihat dari sudut manapun, tetap saja sama. Tidak ditemukan jiwa dan tidak bernilai seni sama sekali. Hanya sebuah karya seni dua dimensi yang sangat biasa.
“Anak kecil juga bisa menggambar ini! Yang Mulia, kau harus mencari pelukis baru lagi!”
“Perlu banyak usaha dan tenaga untuk melukis ini!”
“Tapi wajah mereka seperti bukan wajah manusia, itu seperti wajah dalam komik!”
Li Anlan dan Long Ji Man kembali bersitegang gara-gara sketsa wajah penjahat. Dua-duanya sama-sama keras kepala, sama-sama tidak mau kalah. Tiba-tiba, Xiao Biqi berteriak dengan keras dari luar, memberitahu bahwa seseorang datang mengunjungi raja.
“Selir Shu telah tiba!”
Dua orang yang sedang bersitegang terpaku. Keduanya terdiam beberapa saat, berusaha mencerna perkataan Xiao Biqi dalam otak mereka. Gawat, Selir Shu, yang bernama asli Duanmu Shui datang! Orang bilang, Selir Shu adalah selir paling nakal dan genit. Selir Shu berkawan dengan Xu Lingshu.
“Sebenarnya berapa banyak istri yang kau punya?”
Li Anlan tidak mau terlibat masalah apapun lagi dengan selir lain. Kejadian saat Xu Lingshu dan kawanannya menindasnya dan menceburkannya ke Danau Houchi saja sudah membuatnya gila dan muak. Long Ji Man juga sama kalutnya. Dia tidak mau diganggu, dia tidak mau salah satu istri genitnya datang dan mengacaukan harinya.
“Jika kau membantuku mengusir Duanmu Shui, masa hukumanmu akan dikurangi!” tegas Long Ji Man. Dalam situasi seperti itu, dia tidak bisa berpikir jernih.
“Sepakat!”
Li Anlan melipat sketsa wajah para penjahat lalu melemparkannya ke bawah meja kerja Long Ji Man. Sebenarnya dia belum menemukan cara untuk mengusir Duanmu Shui dalam waktu yang sangat sempit ini.
Di luar, Duanmu Shui terus membuat keributan. Dia memaksa Xiao Biqi untuk membukakan pintu. Xiao Biqi menolak, sebelum Long Ji Man mengizinkannya. Karena tidak sabar lagi, Duanmu Shui menubruk Xiao Biqi, lalu menyuruh para pelayannya untuk meringkusnya. Dengan langkah terburu-buru, Duanmu Shui membuka pintu Istana Hongwu dengan paksa.
Mengetahui pintu terbuka lebar, Li Anlan dan Long Ji Man menjadi lebih panik. Situasinya sangat mendesak, tapi otak mereka masih buntu. Jika Li Anlan lari bersembunyi sekarang, waktunya akan terlambat.
Refleks, Li Anlan menarik jubah Long Ji Man hingga pria itu maju beberapa langkah ke arahnya. Saat jarak keduanya menipis, Li Anlan menarik kerah baju Long Ji Man, membuat kepala pria itu sedikit menunduk dan menjorok ke depan. Tanpa pikir panjang, Li Anlan mendekatkan wajah pria itu ke wajahnya.
Cup.
Li Anlan mencium bibir Long Ji Man. Mata keduanya membelalak saat menyadari apa yang sudah mereka lakukan. Tapi, semua itu terlambat disesali. Duanmu Shui dan dayang-dayangnya sudah masuk. Mata selir itu membulat seperti melihat hantu. Tentu saja, dia terkejut dengan apa yang dilihatnya. Long Ji Man, sang Raja Dongling yang selama ini menjauhkan diri dari harem, sedang berciuman dengan seorang wanita!
Para dayang yang mengikuti Duanmu Shui menundukkan kepala, bertindak seolah tidak melihat apa-apa.
“Y-Yang M-Mulia, kau…”
Long Ji Man mengangkat sebelah tangannya hingga terangkat sejajar dengan posisi kepala Li Anlan. Wajah mereka berdua tertutup jubah Long Ji Man. Duanmu Shui yang terkejut masih terpaku di tempatnya berdiri, tidak percaya dengan penglihatan matanya sendiri.
“Siapa yang mengizinkanmu masuk?” tanya Long Ji Man setelah Li Anlan melepaskan cengkraman tangannya di bajunya. Duanmu Shui gelagapan, wanita itu langsung menunduk takut.
“Ma-maafkan aku, Yang Mulia,” jawab Duanmu Shui.
“Pergi!”
Duanmu Shui langsung pergi. Wajahnya berubah cemberut, kesal dengan sesuatu yang terjadi beberapa saat lalu. Bisa-bisanya Long Ji Man yang selama ini selalu ia kejar bermesraan dengan wanita lain di hadapannya! Jika Duanmu Shui mengetahui siapa wanita itu, dia pasti tidak akan melepaskannya!
Sementara itu, di dalam Istana Hongwu, situasi menjadi canggung setelah Duanmu Shui pergi. Li Anlan memasang wajah sedih seolah dia yang teraniaya. Dia menyesalkan perilaku cerobohnya yang mencium Long Ji Man tanpa sengaja. Sungguh, saat itu dia benar-benar tidak bisa berpikir apapun.
“Long Ji Man, kau harus membayarku dengan mahal untuk hari ini!”
...***...
Halo pembaca tercinta, Author harap kalian tetap sabar ya karena akhir-akhir ini up cuma sedikit dikarenakan satu dan lain hal. Apakah setelah ini Li Anlan akan mendapat masalah baru? Stay tune terus ya! Sampai jumpa di episode berikutnya!