The Little Consort

The Little Consort
Eps. 90: Orang Tidak Bertanggung Jawab


“Yang Mulia!”


Li Anlan berlari masuk ke dalam Istana Hongwu sambil berteriak. Dia tidak lagi mempedulikan luka di sikut dan kening yang ia dapat saat terjatuh di tangga Paviliun Lanxin tadi. Jarak dari Paviliun Lanxin ke Istana Kerajaan Dongling memakan waktu sekitar satu jam. Karena tidak ingin membuang banyak waktu, Li Anlan memutuskan pulang dengan mengendarai kuda sendirian, bukan dengan kereta yang dibawa Wang Tianshi. Beberapa kali dia hampir menabrak orang-orang yang berlalu lalang di jalan karena panik. Jalanan ibukota yang ramai berubah menjadi arena pacuan kuda di mata Li Anlan.


Orang yang dia panggil tampak sedang duduk di kursi kerjanya dengan wajah murung. Saat suaranya menggema, Long Ji Man menengadahkan kepala, kemudian berdiri menyambut Permaisuri Bangsawannya. Rona cerah tersirat di wajah murung itu, seolah kedatangan Li Anlan membawa sebuah harapan yang mengeluarkannya dari kebuntuan.


Long Ji Man sedikit memicingkan mata saat dia melihat bekas darah di kening Li Anlan dan luka memar di sikut wanita itu. Tampilan Li Anlan yang sedikit acak-acakan membuatnya khawatir, dia takut sesuatu yang buruk telah terjadi pada perjalanan wanita ini.


“Huang An, ada apa dengan keningmu? Mengapa sikutmu memar?”


Li Anlan melirik sekilas luka di sikutnya, dia juga menyentuh sesaat luka di keningnya.


“Ah, ini. Aku terjatuh saat menuruni tangga.”


“Apa kau terburu-buru datang ke sini?”


Li Anlan mengangguk.


“Aku langsung kemari saat Tianshi memberitahuku kabar itu. Yang Mulia, apa itu benar?”


Long Ji Man tidak menjawab pertanyaan Li Anlan. Dia membawa wanita itu ke kursi kerjanya, lalu mendudukannya di sana. Long Ji Man kemudian membawa sekotak peralatan medis. Perlahan, dia mulai mengobati luka di sikut dan kening Li Anlan dengan lembut.


“Seharusnya kau menikmati waktumu bersama kakakmu.”


“Tidak. Wanita itu berbuat masalah lagi, bagaimana bisa aku diam saja?”


“Han Jinxi memang sudah keterlaluan.”


Perasaan dikhianati itu muncul begitu saja. Meskipun Long Ji Man tidak pernah mencintainya, dia tetaplah suami sahnya. Suami mana yang tidak sakit hati saat istrinya selingkuh dan mengandung anak dari pria lain?


Apakah Long Ji Man harus memakai topi hijau sebagai pertanda kalau istrinya selingkuh?


Wajar saja jika Long Ji Man marah. Jika Li Anlan menjadi dia, dia mungkin akan lebih marah dari Long Ji Man. Han Jinxi, seorang Permaisuri Utama yang menyandang gelar tertinggi dan duduk di posisi yang sangat terhormat, berani mengkhianati raja dan berzina dengan orang lain hingga punya anak!


Seberapa kesepianpun seorang wanita, tetap tidak boleh berbuat serong dengan pria lain!


“Hanya ada dua kemungkinan mengapa dia seberani itu.”


“Kemungkinan apa?”


“Pertama, dia tidak bisa menahan libido atau hasratnya. Yang Mulia, seorang wanita yang berada pada usia seperempat abad biasanya memiliki gairah yang menggelora. Dia seorang wanita bersuami, tetapi tidak pernah merasakan sentuhan suaminya sendiri.”


“Yang kedua?”


“Ada seseorang yang memaksanya untuk berbuat seperti itu. Untuk mempertahankan posisinya, dia mungkin membutuhkan seseorang untuk mendukungnya hingga dia harus kehilangan kesuciannya. Aku yakin dia pria yang suaranya terekam dalam ponselku!”


Ingatan keduanya kembali pada hari ketika ruang penyimpanan soal Ujian Akademi Kerajaan terbakar. Li Anlan menyerahkan kembali ponselnya yang baru ditemukan beberapa hari lalu kepada Long Ji Man. Pria itu heran, dia sama sekali tidak bisa menemukan barang-barang Li Anlan saat wanita itu berada dalam keadaan koma. Tapi sekarang, setelah pemiliknya kembali, barang-barang itu juga ikutan kembali.


“Coba kau dengarkan kembali rekamannya,” pinta Li Anlan. Long Ji Man mendekatkan ponsel itu ke telinganya, lalu memutar kembali rekaman suara pada malam itu.


Suara yang sedikit serak itu sepertinya tidak asing. Dia lupa pernah mendengar di mana. Tapi yang jelas, pemilik suara itu pasti salah seorang anggota keluarga kerajaan. Long Ji Man berusaha mengingat dengan keras, namun tidak ada hasil. Dia tetap tidak ingat siapa pemilik suara serak basah ini.


“Yang Mulia, kau mengenali suaranya?”


Long Ji Man menggelengkan kepala.


“Izinkan aku untuk pergi menemui Han Jinxi.”


“Tidak. Untuk apa kau menemui wanita itu


lagi?”


“Hanya ini satu-satunya cara. Yang Mulia, aku yakin malam ini akan ada sebuah pertunjukan besar!”


Entah mengapa Li Anlan memiliki keyakinan kalau pemeran utama prianya akan muncul malam ini. Dia sangat yakin kalau pria tidak bertanggung jawab itu akan menemui Han Jinxi secara diam-diam untuk membunuhnya. Kelahiran seorang anak yang tidak diinginkan biasanya selalu dianggap sebagai bencana. Long Ji Man bilang bahwa pemilik suara adalah anggota keluarga kerajaan, maka sudah dapat dipastikan bahwa si pemilik suara akan muncul untuk menghilangkan sesuatu yang bisa menjadi sumber masalah di masa depan.


Long Ji Man selalu tidak dapat menolak permintaan Li Anlan. Wanita itu mempunyai sesuatu yang membuatnya tidak bisa melawan. Pada akhirnya, dia tetap mengizinkan Li Anlan untuk menemui Han Jinxi meski harus dikawal dengan ketat. Malam ini, dia akan mengikuti rencana Li Anlan.


Oleh karena itu, saat air di Danau Houchi beriak terpantul cahaya senja, dia sudah bersiap untuk pergi ke penjara Biro Keadilan Istana. Penampilan Li Anlan juga sudah tidak seburuk tadi. Wanita itu kini memakai hanfu biru dan jubah berbulu yang panjang, karena suhu udara mulai dingin menuju puncak musim gugur. Li Anlan juga meminta Long Ji Man untuk memperketat penjagaan di Istana Hongwu dan


Istana Xingyue.


Keduanya pergi ke penjara Keadilan Istana didampingi Wang Tianshi, Xiao Biqi, dan beberapa penjaga istana pilihan. Malam sudah datang, lentera-lentera dan obor-obor di lorong-lorong penjara Biro Keadilan Istana menyala di sana-sini. Beberapa petugas yang berjaga menunduk dalam, memberi hormat pada atasan tertinggi mereka.


Li Anlan mengehentikan langkahnya. Long Ji Man dan yang lainnya hendak bertanya, tetapi urung dilakukan karena Li Anlan mengisyaratkan kalau mereka harus diam dan jangan bersuara. Langkah wanita itu kemudian menjadi pelan, mengendap-endap seperti seorang pencuri. Long Ji Man dan dua bawahannya yang setia tidak punya pilihan lain selain mengikuti gerak-gerik Li Anlan.


Di sebuah lorong yang mengarah langsung ke sel tempat Han Jinxi ditahan, Li Anlan melihat sesosok bayangan berjubah panjang bertudung kepala tengah duduk di depan sel Han Jinxi sambil berbicara sesuatu. Kepala Li Anlan menyembul di balik tembok lorong, diikuti kepala Long Ji Man, Xiao Biqi, dan Wang Tianshi.


“Siapa dia?” tanya Wang Tianshi.


“Sssstttt… Jangan bersuara!” ucap Li Anlan sambil membungkam mulut Wang Tianshi.


Ketiga orang yang sedang mengintip itu menajamkan pendengaran mereka.


“Jinxi, aku akan membebaskanmu.”


“Pergi! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!”


“Jinxi, ayolah. Kau harus pergi denganku!”


“Pergi! Aku membencimu!”


Han Jinxi yang tangannya dipegang oleh sosok itu memberontak. Sorot matanya dipenuhi kebencian yang sangat besar dan dalam. Tampaknya, orang di hadapannya adalah musuh sekaligus orang yang ada di belakangnya selama ini. Dia membenci sosok ini, tetapi bahkan dia tidak bisa membunuhnya.


Suara sosok itu adalah suara yang sama dengan yang ada di dalam rekaman ponsel Li Anlan. Long Ji Man tidak mungkin salah mendengar. Amarahnya membara di dalam dada. Dia melangkah hendak menyerang sosok itu, tetapi ditahan oleh Li Anlan.


“Yang Mulia, dia akan kabur jika kau langsung menyerangnya!” ucap Li Anlan dengan berbisik.


“Lalu apa yang harus kita lakukan? Jika kita diam dia juga akan lari!”


“Yang Mulia, lepaskan jubahmu!”


“Apa?”


“Kau ingin menangkap orang itu atau tidak?”


Meskipun tidak mengerti, Long Ji Man tetap melepas jubahnya lalu menyerahkannya pada Li Anlan. Wanita itu melepas sepatu Aladin yang dikenakannya, kemudian berjalan pelan tanpa suara ke arah sosok itu berada. Syukurlah, orang itu tidak menyadari bahwa seorang wanita sedang berjalan diam-diam sambil melebarkan jubah ke arahnya. Telinga orang itu pasti sedang bermasalah.


“Satu, dua, tiga!” Li Anlan menghitung dalam hati. Dan pada saat hitungan ketiga, dia menungkupkan jubah Long Ji Man ke kepala sosok itu dari belakang. Sosok pria yang sama sekali tidak tahu seseorang mengintainya langsung memberontak.


“Kena kau, penjahat!”


“Lepaskan aku! Siapa kau? Lepaskan aku!”


“Enak saja! Sudah menghamili istri orang, malah berani membawanya kabur!”


Sosok pria itu tidak menduga kalau Li Anlan memiliki tenaga yang kuat. Dia tidak mampu melepaskan cengkraman wanita itu. Li Anlan bersorak sambil mengejek sosok yang ditangkapnya. Dia menendang pantat si sosok dan menendang tulang keringnya. Siapa bilang wanita itu lemah? Li Anlan, seorang pendaki gunung dari dunia modern tentu saja berbeda dari yang lain!


Long Ji Man berlari menghampiri Li Anlan yang sedang mengurung si sosok pria misterius. Wang Tianshi dan Xiao Biqi langsung menahan kedua tangan si sosok tersebut sekuat tenaga. Tidak lama setelah itu, jubah yang menutupi kepala si sosok dibuka hingga tampaklah wajah si sosok yang tadi tertutup tudung kepala.


“Pa…Paman?” ucap Long Ji Man tak percaya.


Sosok yang ditangkap oleh istrinya adalah pamannya sendiri, Pangeran Agung Long Ji Yu! Ada apa ini? Mengapa takdir mempermainkan semua anggota keluarga Kerajaan Dongling seperti ini?


“Paman? Pria hidung belang ini pamanmu?” tanya Li Anlan dengan bingung.


“Nyonya, mau kuberitahu sesuatu?” bisik Xiao Biqi.


“Ayo beritahu aku!”


“Orang ini adalah Pangeran Agung, Long Ji Yu, paman dari Yang Mulia Raja,” terang Xiao Biqi sambil terus berbisik sementara tangannya tetap mencengkram tangan Pangeran Agung.


“Hah? Apa-apaan ini? Suamiku diselingkuhi pamannya sendiri?”


Li Anlan maju ke hadapan Pangeran Agung yang sedang memalingkan wajahnya ke samping.


Plak.


Satu tamparan keras mendarat di pipi Pangeran Agung. Li Anlan mengibaskan tangannya, kulit Pangeran Agung ternyata keras juga.


“Kau menyelingkuhi istri keponakanmu sendiri? Pangeran Agung, mengapa kau begitu tidak tahu malu?”


Pangeran Agung memilih untuk membisu. Tidak ada yang tahu, diam-diam dia menjatuhkan sesuatu dari balik jubah berbulunya.


“Apa kau harus benar-benar berebut dengan keponakanmu sendiri? Wah, Yang Mulia, kau benar-benar harus memakai topi hijau!”


“Paman, mengapa kau melakukannya?”


Sebelum ada jawaban, asap putih yang pekat tiba-tiba muncul dari lantai. Pangeran Agung menyiku Wang Tianshi dan Xiao Biqi hingga cekalannya terlepas. Dengan gerakan secepat kilat, dia sudah menghilang entah ke mana. Long Ji Man dan Li Anlan terbatuk-batuk karena asap putih itu mengotori organ pernapasannya.


“Uhuk…uhuk… Apa ini asap yang sering ada di film?”


“Pengawal!”


Beberapa pengawal penjaga Biro Keadilan Istana berlarian masuk. Mereka juga terbatuk-batuk karen asap itu memasuki hidung mereka.


“Perintahkan seluruh prajurit, cari Pangeran Agung sekarang juga!”


Meski masih dalam keadaan tidak percaya, Long Ji Man tidak buta dan tidak bisa menutup mata atas apa yang dilihatnya barusan. Pangeran Agung, paman yang selama ini selalu membantunya menstabilkan pemerintahan ternyata bersekongkol dengan permaisurinya dan bermain di belakangnya!


Long Ji Man langsung memerintahkan seluruh prajuritnya unutk menangkap Pangeran Agung. Pamannya sudah berkhianat, dia harus ditangkap dan diadili! Kesalahannya benar-benar tidak bisa dimaafkan!


...***...