
...📌 Jangan lupa ramaikan part ini. Tahan napas kalian yaðŸ¤...
...Happy reading...
...****...
Cassandra mulai merasa curiga dengan Rajendra karena suaminya itu jarang sekali pulang ke rumah ini bisa di hitung dengan jari kapan Rajendra pulang dan setiap pulang pasti Rajendra selalu saja menyiksa dirinya. Entah apa yang merasuki Cassandra, ia sudah tidak takut lagi dengan kedua penjaga itu bahkan Cassandra mulai kecanduan dengan mereka, alhasil setiap kali Rajendra tidak ada di rumah dia akan bermain dengan kedua penjaga tersebut karena ia juga tidak mendapatkan nafkah batin dari suaminya.
Seperti sekarang, Cassandra sedang bercinta dengan kedua penjaga itu di belakang rumah milik Rajendra. Wajah keduanya terlihat tampan jadi tak masalah bagi Cassandra untuk terus bercinta dengan mereka.
"Aaahhhh.... Lebih dalam!" racau Cassandra merasa begitu nikmat saat junior penjaga yang terlihat tampan itu menusuk-nusuk miliknya.
Bahkan penjaga yang satu lagi memainkan kedua gunung kembarnya dengan gemas. Sungguh semakin tampak sifat Clara sewaktu muda pada Cassandra sekarang.
"Nona, anda nikmat sekali!" erang penjaga tersebut dengan napas yang semakin terasa berat.
"A-aku mau keluar!" ujar Cassandra dan tak lama tubuhnya bergetar dengan hebat bersamaan dengan cairan milik penjaga itu yang keluar di rahimnya.
Penjaga itu tersenyum, ia seakan jatuh hati pada Cassandra setelah Cassandra tak lagi menolak ketika bercinta dengan dirinya. Sudah berulang kali, ia melakukan ini dengan Cassandra dan rasanya sangat begitu nikmat, beruntung sekali Rajendra tidak tahu apa yang mereka lakukan ini sebab Rajendra sudah jarang sekali pulang ke rumah.
"Giliranku!" ujar penjaga yang satu lagi. Namun, penjaga yang sebelumnya seperti tidak rela. Tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa menyaksikan Cassandra kembali bercinta dengan temannya sendiri.
"Jangan di keluarin di dalam!" peringat Cassandra yang entah mengapa berbeda dengan penjaga yang sebelumnya, ia sama sekali tidak menolak ketika cairan penjaga itu menghangatkan rahimnya.
"Iya, Nona!" jawab penjaga kedua yang memang tidak ingin mengeluarkan cairan miliknya di dalam.
"Aaahhh.... terus!" ujar Cassandra keenakan yang mulai menikmati setiap permainan dua lelaki tersebut.
Cassandra sudah tidak peduli dengan statusnya yang masih menjadi istri dari Rajendra, kenikmatan yang diberikan dua penjaga di rumah ini mampu menghilangkan akal sehatnya. Benar saja penjaga kedua mengeluarkan cairannya di luar setelah itu ia langsung memakai pakaiannya.
"Terima kasih atas kenikmatan yang anda berikan, Nona!" ujar penjaga kedua yang sudah puas.
"Ya!" jawab Cassandra dengan datar.
"Tapi hari ini kita terakhir melakukan seperti ini ya. Aku tidak mau ketahuan suamiku!" ujar Cassandra dengan tegas.
"Tenang saja akan aku bayar kamu untuk tutup mulut dengan apa yang kita lakukan hari ini dan kemarin-kemarin!" ujar Cassandra dengan tegas.
"Kalau ada uang beres, Nona! Saya permisi!" ujar penjaga kedua bersiul senang.
Sedangkan penjaga pertama menatap Cassandra. "Saya bagaimana, Nona?" tanya penjaga pertama dengan serius.
"Saya ingin selalu menyentuh, Nona! Saya tidak butuh bayaran asal Nona selalu bersedia melayani saya!" ujar penjaga pertama dengan serius.
"Hanya saya, Nona. Tidak dengan lelaki lain!" ujar penjaga pertama dengan tegas seakan meng-klaim Cassandra adalah miliknya.
"Ouhh... David! Iya di situ!" ujar Cassandra blingsatan saat tangan David memainkan miliknya dengan tempo yang begitu cepat.
"Ya, iya, Daviddd!" teriak Cassandra dengan tubuh yang membusung ke depan dengan cairan miliknya yang mengalir deras mengenai tangan David.
"Saya juga mau kamu, David. Persetan dengan Rajendra! Saya mau kamu memuaskan saya!" ujar Cassandra dan sayu yang membuat penjaga bernama David itu kesenangan.
"Kamu milik saya, Cassandra. Ingat itu!" ujar David dengan tersenyum yang membuat Cassandra tersenyum juga.
Cassandra butuh kehangatan, jika ia tidak mendapatkannya dari suaminya maka ia akan mendapatkannya dari David. Ia bisa memanfaatkan David untuk memuaskan n*fsunya sendiri.
Keduanya kembali bercinta dengan sangat panas. Cassandra sudah lupa daratan, ia begitu menikmati setiap sentuhan David kepadanya begitupun dengan David saat ini yang tidak peduli jika Cassandra adalah istri dari tuannya sendiri.
****
Cassandra selesai membersihkan diri, ia begitu lemas setelah melayani David tetapi ia juga menikmati setiap sentuhan David di tubuhnya, bahkan bayang-bayang David yang menyentuh dirinya tak bisa lepas dari ingatannya.
Cassandra merasa sudah sangat lapar, ia ingin membuat makanan. Namun, ia melihat kedatangan Rajendra yang sama sekali tak melihatnya, Cassandra mencoba mengikuti suaminya yang masuk ke dalam kamarnya sendiri dan melupakan rasa laparnya.
Cassandra langsung menghentikan langkahnya saat Rajendra juga berhenti. "Mas dari mana saja? Kenapa jarang sekali pulang ke rumah ini? Kita ini suami istri, Mas!" ujar Cassandra dengan tegas.
"Itu menurutmu tapi tidak dengan saya!" ujar Rajendra dengan tajam.
"Apapun yang terjadi aku ini istri kamu, Mas. Aku berhak atas kamu!" ujar Cassandra yang mulai berani.
"Jangan lancang kamu, Cassandra! Kamu sama sekali tidak berhak atas diri saya!" ujar Rajendra dengan tajam.
Rajendra melangkah mendekati Cassandra yang membuat wanita itu waspada. Rajendra menarik dagu Cassandra dengan kuat hingga Cassandra meringis.
"Saya sudah muak dengan kamu Cassandra. Saya sudah mengetahui semua kebusukan kamu. Dan lihat apa yang saya lakukan terhadap mama kamu, dengar baik-baik apa yang wanita itu ucapkan!" ujar Rajendra dengan tajam.
Rajendra benar-benar sudah muak dengan pernikahannya dengan Cassandra. Fisik Cassandra sudah sering ia lukai tetapi kali ini Rajendra ingin batin Cassandra yang terluka karena ucapan mamanya sendiri.
Cassandra melihat video yang berputar di ponsel Rajendra dengan perasaan yang berkecamuk.
"Dengar saya memang menghasut Cassandra untuk membenci keluarga Danuarta! Dengan Begitu tanpa susah payah mengotori tangan saya, anak saya sudah melakukan perintah saya haha... Tetapi ternyata Cassandra terlihat sangat bodoh karena berhasil ketahuan hingga kamu menyiksanya. Saya tidak peduli kamu menyiksa dia sampai mati sekali pun karena saya tidak sudi memiiki anak dari Roby hahaha..."
Cassandra menggelengkan kepalanya mendengar ucapan mamanya yang begitu sangat menyakiti hatinya. Berarti selama ini ia di manfaatkan dengan mamanya sendiri?
"Tidak mungkin! Kamu pasti menekan mama untuk berbicara seperti itu, Mas! Mama tidak mungkin seperti itu dengan anaknya sendiri!" ujar Cassandra dengan mata yang memerah menahan tangis.
"Itu yang terjadi Cassandra. Semua itu adalah kebenaran yang harus kamu terima, semua yang kamu rencanakan terhadap saya dan keluarga saya sama sekali tidak berdasar. Buka mata kamu lebar-lebar, mama kandung kamu sendiripun tidak peduli dengan dirimu walaupun kamu mati di tangan saya," ujar Rajendra dengan tajam
Cassandra menutupi kedua telinganya dengan tangannya. Bahkan air matanya mengalir dengan deras sekarang karena ucapan mamanya.
"Hiks...hikss... Tidak mungkin! Jangan katakan apapun lagi, Mas. Aku tidak mau dengar!" teriak Cassandra dengan histeris.
"Kamu anak yang tidak berguna! Kamu anak yang sama sekali tidak diinginkan kehadirannya! Karena kehadiran kamu hidup mama kamu menderita, ia harus hidup di penjara bahkan papa kamu tidak pernah peduli dengan kamu!" ujar Rajendra yang semakin membuat Cassandra histeris dengan menggelengkan kepalanya.
"STOPP! JANGAN KATAKAN ITU LAGI! AKU TIDAK MAU MENDENGARNYA!" teriak Cassandra dengan histeris.
Rajendra menyeringai menatap Cassandra. Ia membiarkan Cassandra melihat video Clara sampai wanita itu di pasung. Rajendra masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil sesuatu, setelah itu ia akan kembali ke rumahnya bersama dengan Bunga, ia tidak mempedulikan teriakan Cassandra sama sekali.. Tentu saja ia merasa iba namun jika tidak seperti ini Cassandra tidak akan sadar.
"Tidak mungkin! Tidak mungkin!" teriak Cassandra tidak terima.
Cassandra mematikan video tersebut, ia masih menangis histeris namun ponsel Rajendra kembali sendiri menampilkan wallpaper Rajendra dengan seseorang yang membuat tangisan Cassandra berhenti seketika.
Cassandra begitu syok saat keduanya berfoto dengan menggunakan baju pengantin.
"Mas siapa wanita ini?" tanya Cassandra dengan tajam.
Rajendra langsung merebut ponselnya dengan cepat. "Dia wanita yang lebih daripada kamu!" ujar Rajendra dengan tajam.
"Brengsek kamu, Mas! Kamu sudah menikah dengan wanita itu secara diam-diam di belakangku. Jadi, ini alasan kamu jarang pulang ke rumah ini, hah?" teriak Cassandra seperti orang kesehatan.
Buk...
Buk...
Cassandra memukul Rajendra dengan kuat, ia menangis begitu histeris sekarang. Ia sudah hancur dengan pengakuan mamanya dan sekarang ia hancur mengetahui fakta suaminya sudah menikah lagi. Cassandra jelas tidak terima.
"Berhenti! Pernikahan ini sama sekali tidak ada artinya! Kamu menginginkan kehancuran saya dan saya juga sangat menginginkan kehancuran kamu dengan dendam kamu sendiri. Setelah ini kamu akan saya ceraikan!" ujar Rajendra dengan dingin.
"Aku tidak mau cerai! Siapa perempuan itu, Mas!" teriak Cassandra yang sama sekali tidak memperhatikan jika wanita yang menjadi istri suaminya adalah adiknya sendiri.
"Bukan urusanmu! Setelah perceraian kita selesai silahkan pergi dari rumah ini karena saya tidak sudi memberikan rumah ini kepada kamu!" ujar Rajendra dengan tajam.
Rajendra meninggalkan Cassandra begitu saja. Cassandra terduduk di lantai dengan terus berteriak.
"AKU TIDAK MAU CERAI, MAS! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAMU BAHAGIA BERSAMA DENGAN WANITA ITU!"