Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 139 (Jadi Sekretaris?)


...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...📌 Mau tanya dong di daerah kalian lagi musim batuk, filek gak sih? Di sini lagi musim bahkan aku sampai sekarang belum sembuh yaang membuat aku kadang update kadang enggak 🙃...


...Happy reading...


****


Tok...tok...


"Masuk!" ucap Cassandra dari dalam kamar.


Olivia membuka pintu kamar adiknya dengan perlahan, ia tersenyum melihat Cassandra yang sedang mencoba baju lalu senyuman Olivia memudar kala ia ingat jika baju yang di pakai adiknya adalah baju yang baru saja ia beli beberapa hari lalu.


"Loh itukan baju Kakak!" ujar Olivia menghampiri adiknya.


Cassandra menyengir kuda. "Ia aku tadi masuk kamar Kakak dan lihat baju ini di lemari jadi aku ambil. Bagus kan di aku, Kak!" ujar Cassandra tanpa rasa bersalah.


"Lepas Cassandra. Itu baju yang sudah lama Kakak inginkan! Kamu tidak boleh memakainya," ujar Olivia dengan tegas.


"Tidak mau! Aku suka baju ini, Kak. Ini untuk aku saja, Kak!" ujar Cassandra dengan keras kepala.


"Tapi ini punya Kakak, Cassandra. Kamu bisa beli yang sama persis tapi jangan yang ini!" ujar Olivia tak mau kalah.


"Jangan pelit, Kak!" ucap Cassandra dengan kesal.


"Ada apa ini?" tanya Rio dan Anjani dengan bingung saat mendengar keributan dari kamar Cassandra.


"Ini Bun, Kakak tidak mau memberikan baju ini untuk aku. Aku suka bajunya lagian Kakak bisa beli lagi!" ujar Cassandra dengan wajah yang memelas.


"Tapi Bun itu baju tinggal satu warna. Cassandra bisa beli yang sama tapi beda warna, Bun. Jangan yang itu, baju itu sudah lama Kakak inginkan," ujar Olivia dengan sendu.


"Tuh kan Kakak pelit. Mentang-mentang aku bukan adik kandungnya, Kakak tidak mau memberikan bajunya kepadaku," ujar Cassandra dengan sendu.


"Bukan begitu tapi itu baju..."


"Sudah Olivia kamu mengalah saja pada Cassandra berikan itu bajunya ke adik kamu!" ujar Rio dengan tegas.


Olivia menatap ayahnya dengan kecewa. Mengapa ayah dan bundanya selalu membela dan memihak kepada Cassandra? Ayah dan ibunya tidak mau mengerti dengan perasaannya.


"Oke... itu untuk kamu saja," ujar Olivia pada akhirnya.


Olivia langsung keluar dari kamar adiknya dengan perasaan yang sangat kecewa bahkan tiba-tiba saja air matanya mengalir tanpa ia minta. Olivia masuk ke kamar dan langsung menjatuhkan dirinya di kasur, ia membenamkan wajahnya di bantal dan mengeluarkan segala kekecewaannya saat ini. Tidak ada yang mengerti perasaannya di rumah ini, kedua orang tuanya hanya menjaga perasaan Cassandra agar tidak terluka tetapi tidak mengerti perasaannya bagaimana.


"Sayang, Bunda boleh masuk?" tanya Anjani meminta izin.


Olivia menyeka air matanya dengan kasar. Ia tidak mau memperlihatkan tangisannya di depan ayah dan ibunya walaupun sebenarnya ia kecewa dengan mereka.


"Iya, Bun!" jawab Olivia dari dalam kamar.


Anjani masuk ke kamar anaknya, ia melihat Olivia dengan tersenyum tipis. "Maafkan Bunda dan ayah ya, Sayang. Cassandra tidak punya siapa-siapa lagi yang bisa mengerti dirinya selain kita jadi kamu harus mengerti keadaannya ya, Sayang. Kamu bisa membeli baju itu lagi nanti, harga bajunya berapa biar Bunda ganti?" ujar Anjani dengan lembut.


Tak lama Rio juga masuk ke kamar anaknya. "Ayah tranfer uang untuk kamu beli baju lagi ya, Sayang!" ujar Rio dengan lembut.


"Sudah tidak apa-apa kamu bisa memakai uang itu untuk membeli apa saja yang kamu inginkan. Tapi Ayah mohon jangan sampai membuat Cassandra tidak nyaman tinggal bersama dengan kita ya, Sayang! Tante Clara sampai saat ini belum sembuh sedangkan om Roby tidak tahu di mana sampai sekarang dan nenek baru keluar penjara 6 bulan lagi," ujar Rio dengan memohon kepada anaknya tanpa ia ketahui jika apa yang ia lakukan melukai anaknya sendiri.


"Iya, Yah! Aku mau istirahat! Ayah dan Bunda bisa keluar?" tanya Olivia dengan pelan.


"Bisa, Sayang! Selamat istirahat anak Bunda dan Ayah!" ucap Anjani dengan mengecup kening Olivia dengan lembut bergantian dengan Rio.


"Selamat tidur, Sayang!"


Anjani maupun Rio keluar dari kamar Olivia. Olivia langsung merebahkan dirinya di kasur. "Tapi ayah dan bunda tidak mengerti perasaan aku yang sejak kecil selalu mengalah dengan Cassandra," gumam Olivia di dalam hati dengan perasaan terluka.


****


Seperti tidak terjadi apa-apa semalam. Olivia menuruni anak tangga dengan tersenyum kepada kedua orang tuanya dan Cassandra, ia sudah bersiap-siap untuk pergi ke kantor tetapi sebelum itu ia ingin menyampaikan sesuatu kepada Cassandra terlebih dahulu.


"Cassandra!" panggil Olivia dengan lembut.


"Iya, Kak! Ada apa? Kakak mau meminta baju itu lagi ya?" tanya Cassandra tidak suka.


"Bukan itu! Tidak usah dibahas lagi baju itu kamu bisa memakainya!" sahut Olivia dengan tersenyum manis walaupun di dalam hatinya merasa sedih karena ia tidak jadi memakai baju itu hari ini.


"Ada apa Olivia? Seperti sangat serius sekali?" tanya Rio kepada anaknya.


"Begini Yah! Tuan Rajendra sedang mencari sekretaris baru mungkin Cassandra bisa melamar bekerja di sana," sahut Olivia yang membuat Rio terdiam.


"Rajendra Danuarta?" tanya Rio memastikan.


"Iya, Yah! Mungkin Cassandra bisa bekerja di sana gajinya juga cukup besar kok, Yah!" ucap Olivia dengan tersenyum.


Rio terdiam. pikirannya sedang berkecamuk sekarang. Kenapa anak-anaknya malah berhubungan dengan keluarga Danuarta padahal Rio sudah menghindar untuk tidak berhubungan dengan keluarga Danuarta kembali tetapi yang ada membuat mereka semakin dekat, itulah yang Rio rasakan saat ini.


"Bekerja menjadi sekretaris tuan Rajendra, Kak?" tanya Cassandra dengan menatap Olivia.


"Iya. Apa kamu mau?" tanya Olivia memastikan.


Cassandra tersenyum. "Ini kesempatan bagus untuk masuk ke keluarga yang telah menghancurkan keluarga aku sendiri. Tunggu saja aku akan membalaskan semuanya," gumam Cassandra di dalam hati.


"Kapan wawancaranya, Kak? Aku mau bekerja di sana!" ujar Cassandra dengan semangat.


"Cassandra kamu yakin, Sayang?" tanya Anjani memastikan.


"Yakin, Bun. Aku harus bisa mandiri seperti Kakak bukan? Mungkin ini adalah saatnya, Bun!" ujar Cassandra dengan tersenyum bahagia, bukan bahagia karena bisa bekerja di perusahaan Danuarta melainkan bahagia karena ia bisa masuk ke keluarga Danuarta dan menghancurkan mereka semua.


"Setelah ini aku harus menemui mama dan menceritakan semuanya. Mungkin mama senang dengan berita ini," gumam Cassandra di dalam hati.


"Besok wawancaranya jika kamu mau. Kakak akan langsung memberitahu soal ini kepada tuan Rajendra sendiri," jawab Olivia dengan tersenyum bahagia karena pada akhirnya Cassandra mau bekerja, ia tidak menyadari jika Cassandra telah merencanakan sesuatu.


"Oke, aku mau. Cepat hubungi tuan Rajendra ya, Kak!" ujar Cassandra dengan bahagia.


Tampak Rio menghela napasnya dengan perlahan. "Kenapa jadi seperti ini?" gumam Rio di dalam hati.