Suami Bayaran Nona Rania

Suami Bayaran Nona Rania
Bab 132 (Kembali Mendekat)


...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...


...📌Sebentar lagi cerita ini akan Rania dan yang lainnya akan berakhir di gantikan dengan cerita anak dari Rania ya. Update tetap di sini....


...Happy reading...


***


Setelah kedatangan Rio beberapa waktu lalu untuk melihat anaknya keadaan Olivia benar-benar membaik dan bahkan sudah diperbolehkan pulang ke rumah sakit sehari setelah Rio melihat Olivia. Bahkan Olivia sangat lengket kepada Rio, mungkin benar darah tidak bisa dipisahkan oleh apapun begitupun dengan Rio maupun Olivia.


Kali ini Rio datang bersama dengan Cassandra ke rumah Anjani untuk bermain dengan Olivia bukan hanya itu saja Rio ingin kembali mendekati Anjani sebelum Alex menyatakan perasaannya karena sebagai seorang lelaki Rio sangat paham jika Alex menyukai Anjani. Rio tidak bisa melihat Anjani menikah dengan pria lain karena sejak dulu mereka sudah bersama dan saling mencintai dan hanya karena Rio lupa dengan Anjani membuat keduanya menjauh dan bahkan Rio membenci Anjani.


Tok...tok...


Rio mengetuk pintu rumah Anjani dan terdengar suara Anjani yang mengatakan sebentar membuat Rio tak sabar menunggu Anjani membukakan pintu untuk dirinya dan juga Cassandra.


Ceklek...


Anjani terpaku menatap kedatangan Rio ke rumahnya. Jantungnya berdetak dengan sangat kuat saat Rio tersenyum ke arahnya dengan sangat manis. Kenapa ia masih selemah ini dengan senyuman manis pria yang sudah menyakiti hatinya begitu sangat dalam?


"Saya dan Cassandra boleh masuk?" tanya Rio dengan tersenyum.


"B-boleh! Hmmm Silahkan masuk M-mas," ujar Anjani dengan tersenyum canggung.


Anjani memberikan ruang untuk Rio masuk ke rumahnya. "Maaf kalau rumahnya kecil," ujar Anjani dengan tak enak hati.


"Tidak apa-apa ini sangat nyaman sekali. Kamu pintar memilih rumah," sahut Rio dengan tersenyum.


"Yayah!" Olivia berteriak dengan kegirangan saat ia mengetahui Rio datang ke rumahnya.


Olivia mencoba untuk berdiri yang membuat Rio takjub. "Olivia manggil aku ayah, Anjani. Dan dia bisa jalan, sekarang jalan ke arah saya," ujar Rio dengan mata yang berkaca-kaca.


Cassandra juga ikut tertawa saat melihat Olivia jalan tertatih-tatih ke arahnya dan juga Rio.


Anjani mendekat ke arah anaknya ia juga harus bersiaga agar anaknya tidak terjatuh. Teriakan Olivia membuat Anjani dan Rio terharu bahkan Olivia bisa sampai di hadapan Rio dan langsung memeluk kaki Rio.


"Yayah...Hahaha...." ucap Olivia dengan sangat riang.


Anjani menyeka air matanya yang tiba-tiba saja menetes. Baru beberapa hari yang lalu ia mengajarkan Olivia untuk memanggil Rio dengan sebutan 'ayah' dan sekarang anaknya sudah bisa memanggil Rio dengan sebutan ayah dengan lancar.


Rio berjongkok di hadapan anaknya, ia memeluk Olivia dengan erat. Rio langsung menggendong anaknya dan mencium pipinya dengan gemas. Cassandra memegang pipi Olivia dengan bahasa bayi yang mereka punya seakan mereka berinteraksi berdua yang membuat Rio dan Anjani refleks tertawa melihat kelakuan Olivia dan Cassandra saat ini.


Rio menurunkan Cassandra dan Olivia di karpet agar keduanya main bersama. Sedangkan dirinya dan Anjani duduk di sofa mengawasi keduanya.


"Anjani!" panggil Rio dengan pelan dan memberanikan memegang tangan Anjani yang membuat Anjani terkejut sekaligus deg-degan saat Rio memegang tangannya.


"I-iya, Mas!" sahut Anjani dengan pelan.


"Mas tahu kesalahan Mas cukup besar ke kamu. Tapi melihat Olivia saat ini membuat Mas ingin kita menjadi keluarga yang utuh kembali, membesarkan Olivia dan Cassandra bersama-sama agar anak kita tumbuh dengan mendapatkan kasih sayang keluarga yang utuh. Kamu mau kan menikah lagi dengan Mas?" tanya Rio menggenggam tangan Anjani dengan lembut.


Anjani menatap Rio dengan tak percaya. Rio mengajak dirinya untuk menikah kembali? Apakah itu tidak terlalu cepat? Ia takut Rio menyakiti perasaaannya kembali.


"Ini terlalu cepat, Mas! Aku saja belum yakin kamu benar-benar mencintaiku atau tidak, jika karena rasa bersalah Mas tidak bisa menjadi sosok ayah yang sempurna untuk Olivia lebih baik tidak usah karena Mas bisa menjadi ayah untuk Olivia tanpa kita harus menikah. Aku tidak mau merasakan sakit hati yang teramat karena terlalu bodoh mencintai Mas," ujar Anjani menarik tangannya dari genggaman tangan Rio.


"Aku tidak bisa memutuskan ini terlalu cepat, Mas. Karena ini menyangkut masa depan aku dan Olivia," sahut Anjani dengan tegas.


"Baiklah Mas mengerti. Bagaimana jika sekarang kita pacaran dulu, setelah kamu merasa yakin kita menikah. Tapi Mas boleh tidak meminta satu hal dari kamu ketika nanti kita menikah?" tanya Rio dengan lirih.


"Apa, Mas?" tanya Anjani dengan mengeryitkan dahinya karena ia merasa Rio sangat serius sekali.


"Kita adopsi Cassandra dan menjadikan Cassandra adik Olivia. Bisa kan? Karena kondisi Clara sudah sangat buruk, hanya ada aku yang menjadi keluarga Cassandra yang bisa mengurusnya. Mama dan Clara sudah tidak bisa menguruh Cassandra lagi," ujar Rio dengan llirih.


Anjani tersenyum. "Itu akan aku jawab ketika aku sudah memutuskan semuanya, Mas. Jujur aku juga menyayangi Cassandra. Kita jalani saja hubungan kita dulu setelah aku benar-benar merasa yakin dengan kamu maka aku akan langsung mengatakannya di hadapan kamu, Mas!"


"Itu artinya kita sekarang pacaran, kan?" tanya Rio dengan berbinar.


Anjani tersenyum malu-malu dan menganggukkan kepalanya yang membuat Rio sangat senang dan refleks memeluk Anjani sedangkan Olivia dan Cassandra masih asik bermain dengan mainan milik Olivia yang berada di lantai.


"Terima kasih Anjani! Ya Tuhan aku sangat senang sekali hari ini," ujar Rio dengan terharu, ia mengecup kening Anjani dengan lembut yang membuat Anjani mematung sekaligus bahagia karena Rio mencium keningnya dengan tiba-tiba.


*****


2 Bulan kemudian...


Kedekatan Anjani dengan Rio semakin mesra, dan Anjani sudah merasa yakin jika Rio sudah benar-benar berubah dan mencintai dirinya. Rio juga benar-benar membuktikan semua ucapannya hingga Anjani berniat untuk mengatakan kesediaannya menikah kembali dengan Rio.


Saat ini Rio maupun Anjani menghabiskan waktu bersama dengan Olivia dan Cassandra. Anjani sudah menyandarkan kepalanya di dada bidang Rio dengan mengawasi Olivia dan Cassandra.


Lalu bagaimana dengan Alex? Sejak mengetahui jika Anjani kembali berhubungan dengan Rio, Alex memutuskan untuk pergi dari negara ini karena ia tak sanggup untuk kembali melihat orang yang ia cintai kembali menikah dengan orang lain. Alex juga mendoakan kebaikan Anjani dan Olivia walaupun hatinya hancur untuk kedua kalinya.


Kembali lagi dengan Anjani dan juga Rio yang saling bermesraan dengan Rio yang mengelus rambut Anjani lembut.


"Mas, aku mau ngomong serius!" ujar Anjani dengan pelan.


"Mau ngomong apa, Sayang?" tanya Rio dengan lembut.


Anjani membenarkan letak duduknya, ia menatap Rio dengan dalam, sebelum berbicara Anjani menghela napasnya dengan perlahan.


"Aku sudah memutuskan semuanya, Mas!" ujar Anjani yang membuat Rio terdiam menunggu Anjani selesai berbicara sekaligus ia merasa deg-degan sekarang.


"Aku sudah memutuskan jika hubungan kita...."


"Hubungan kita?" ulang Rio dengan deg-degan.


"Berlanjut sampai kita menikah dan menua bersama," ucap Anjani dengan tersenyum.


"Apa, Sayang? Coba ulangi sekali lagi!" pinta Rio.


"Aku maau menikah dengan kamu lagi, Mas!" ujar Anjani yang membuat Rio menatap Anjani dengan meneteskan air mata.


"Kamu serius?" tanya Rio dengan lirih.


Anjani mengangguk dengan mata berkaca-kaca, keduanya saling memeluk dengan erat menyalurkan rasa bahagia yang sangat luar bisa karena pada akhirnya mereka kembali bersama dengan ikatan cinta yang lebih kuat.