
...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...
...Happy reading...
...****...
Setelah bermain-main dengan Cassandra dan Roby, kini Rajendra memutuskan untuk menemui Clara dan ingin bermain-main dengan Clara.
Rajendra kembali menyiksa Cassandra malam tadi karena wanita itu membuat dirinya kembali marah, Cassandra seperti sengaja membuat gara-gara dengan dirinya. Rajendra menatap Cassandra dengan tajam, keadaan Cassandra tidak baik-baik saja sekarang, bibirnya terlihat lebam karena Rajendra membenturkan Cassandra ke lantai.
"Masih ingin bermain dengan saya, Cassandra? Lihat nanti apa yang saya lakukan terhadap Mama kamu!" ujar Rajendra dengan tajam.
"Jangan berani menyentuh mamaku, Mas!" ujar Cassandra dalam keadaan yang masih tak berdaya.
Rajendra terkekeh sinis. "Lihat saja kamu akan menyesal setelah ini, Cassandra!" ujar Rajendra dengan tajam dan tidak mempedulikan Cassandra yang sudah tidak berdaya karena dirinya.
Cassandra benar-benar sangat lemas setelah di siksa oleh Rajendra. Ia tidak mempunyai tenaga lagi untuk melawan bahkan air matanya sudah kering untuk sekedar menangisi dirinya sendiri. Cassandra melihat kepergian Rajendra dengan tangan yang mengepal dan tatapan penuh kebencian.
"Kamu yang akan menyesal setelah ini, Mas!" ujar Cassandra dengan sangat tajam.
Cassandra mencoba untuk memejamkan matanya setelah mendengar pintu terkunci dari luar. Sampai kapan dirinya seperti ini? Cassandra sudah tak sanggup dan ingin segera pergi dari tempat ini dan membawa mamanya pergi dari rumah sakit tapi sebelum itu ia harus membuat Rajendra menyesal karena telah menyiksa dirinya.
*****
Rajendra sudah sampai di rumah sakit, ia langsung menemui Clara saat sudah mendapatkan izin dari dokter dan suster yang menjaga Clara.
"Selamat pagi Mama mertua!" ujar Rajendra dengan dingin.
Clara tak menjawab, ia tetap bersandiwara di hadapan Rajendra. Ia tetap diam meringkuk di sudut ruangan. Rajendra berjongkok di hadapan Clara dengan wajah yang begitu dingin.
"Ternyata Mama sangat betah bersandiwara seperti ini selama bertahun-tahun ya. Mama tidak merindukan anak kesayangan Mama ya? Padahal aku sudah menyiksanya hingga dia tak berdaya sekarang," ujar Rajendra memancing Clara untuk berbicara.
Clara sudah terpancing dengan ucapan Rajendra, tetapi ia belum percaya sama sekali. Karena Clara merasa ini hanya akal-akalan Rajendra saja sebab sepertinya Rajendra sudah mencurigai dirinya. Jadi, Clara berusaha tidak terpancing.
"Saya sudah menyiksa Cassandra di rumah saya sendiri, Mama pikir pernikahan ini karena aku mencintai Cassandra? Tidak sama sekali Mama mertua tersayang. Seperti Cassandra, saya juga mempunyai rencana untuk menghancurkan Cassandra karena dia sudah berani ingin mengusik keluarga saya," ujar Rajendra dengan terkekeh.
"Mama mau melihat bagaimana saya menyiksa Cassandra? Sebentar saya tunjukkan ya!" ujar Rajendra dengan tenang.
Rajendra mengambil ponselnya yang ada di saku celananya, ia membuka video di mana Cassandra sedang ia siksa dan meminta ampun kepada dirinya. Rajendra menarik dagu Clara agar wanita itu menatap matanya, lalu setelah mata mereka beradu pandang Rajendra menyeringai sinis.
"Hei mantan kakak tiri!" ujar Rajendra dengan sinis. "Lihat baik-baik video ini ya!" ujar Rajendra dengan tenang.
Video sudah berputar, suara Cassandra yang kesakitan membuat Clara tidak tahan lagi. "Kamu apakan anak saya?" tanya Clara dengan tajam.
"Ouh.... Akhirnya wanita gila ini mau berbicara juga hahaha!" ujar Rajendra dengan tertawa.
"Kamu sudah melihat dengan benar, kan? Cassandra saya siksa Mama... Aish rasanya tidak sudi saya memanggil kamu dengan sebutan itu," ujar Rajendra dengan sinis.
"Lepas!" ujar Clara dengan tertahan. Namun, matanya menatap Rajendra penuh kebencian.
"Saya tidak akan pernah melepaskan kamu Clara! Kamu dan Cassandra sudah berada di genggaman saya!" ujar Rajendra dengan tajam.
"Silahkan meminta tolong karena dengan begitu saya dengan sangat mudah membongkar semua kebusukan kamu di rumah sakit ini," ujar Rajendra dengan menyeringai.
"Brengsek kamu Rajendra! Kamu akan mati di tangan saya!" ujar Clara dengan tajam.
"Uuu takut sekali!" ejek Rajendra dengan mimik wajah yang seakan ketakutan.
Clara semakin mengepalkan tangannya dengan kuat, dadanya naik turun karena Rajendra terus memancing emosinya.
"Dengar saya memang menghasut Cassandra untuk membenci keluarga Danuarta! Dengan Begitu tanpa susah payah mengotori tangan saya, anak saya sudah melakukan perintah saya haha... Tetapi ternyata Cassandra terlihat sangat bodoh karena berhasil ketahuan hingga kamu menyiksanya. Saya tidak peduli kamu menyiksa dia sampai mati sekali pun karena saya tidak sudi memiiki anak dari Roby hahaha..." ujar Clara dengan tertawa bak orang yang kesetanan.
"Good, Clara. Dengan pengakuan ini saya akan terus menyiksa kamu hingga kamu benar-benar mendekam di tempat dingin ini selamanya. Ternyata bermain-main dengan kamu sangat menyenangkan sekali," ujar Rajendra dengan tenang.
"Brengsek! Saya akan membunuh kamu setelah ini, Rajendra! Kamu harus mati di tangan saya!" ujar Clara dengan tajam.
Tangan Clara bergerak dengan cepat mencekik leher Rajendra, Rajendra tampak tersenyum sinis menatap mata Clara yang tampak memerah karena emosinya. Hingga para suster dan dokter berteriak memasuki ruangan Clara dan menarik tangan Clara agar tidak kembali mencekik Rajendra, semua ini sangat sesuai dengan Rajendra di awal, ia melihat orang suruhannya yang masih merekam kejadian ini sejak tadi.
Clara terus berteriak memaki-maki Rajendra yang membuat dokter akhirnya menyuntikkan obat penenang hingga tubuh Clara melemas dan akhirnya jatuh pingsan.
"Maafkan kelalaian kami, Tuan. Kami tidak tahu jika ibu Clara akan bereaksi seperti ini," ujar Dokter merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, Dok. Saya ingin mama mertua saya di pasung saja mulai sekarang karena ini sangat membahayakan orang-orang di sekitarnya. Saya sudah membicarakan ini kepada istri saya dan keluarga yang lain, mereka sangat setuju jika mama Clara di pasung, jangan lupa tangannya juga di ikat, saya tidak ingin ada korban lagi setelah ini," ujar Rajendra dengan tegas.
"Tapi Tuan apakah ini tidak menyiksa ibu Clara? Karena saya pikir ibu Clara hanya memberontak ketika ada orang mengganggunya saja," ujar Dokter.
"Dokter pikir kedatangan saya ke sini untuk menganggu mama saya? Jika tidak bisa menjaganya biar saya yang membawanya pulang dan saya pastikan izin dokter anda selamanya akan di copot," ujar Rajendra dengan tajam.
"J-jangan, Tuan. B-baik kami akan melaksanakan perintah, Tuan!" ujar Dokter itu ketakutan.
"Pasang pasungnya sekarang sebelum mama saya sadar!" ujar Rajendra dengan tegas.
"Baik, Tuan!"
"Sus, tolong ambilkan pasung sekarang!" perintah Dokter terhadap suster yang sejak tadi berdiri dan berpikir bingung dengan situasi yang ada sekarang. Kenapa kondisi Clara semakin memburuk bahkan sampai mencekik Rajendra?
"Baik, Dok!"
Rajendra menyeringai menatap Clara yang sudah berada di brankar. Ia tidak main-main dengan ucapannya, ia akan membuat Clara juga menderita dan akan di mulai dari sekarang. Memasung Clara adalah sebagai peringatan agar wanita itu tidak bermain-main dengan dirinya.
"Sungguh kasihan sekali kamu Cassandra mempunyai mama yang tidak menyayangi kamu dengan tulus. Tapi maaf saya tidak bisa melunak dengan kamu, setelah memastikan kamu menyesal saya akan menceraikan kamu karena bagi saya Bunga adalah satu-satunya yang berhak menjadi istri saya!"