
"Akhirnya selesai, kita istirahat 30 menit terlebih dahulu, setelah itu kita akan langsung kembali ke ibukota untuk memberikan laporan sekaligus membantu menghancurkan markas utama mereka" Bai Long memberikan perintah.
"Baik Senior Bai Long" Bayangan Dewa.
Disisi lain, operasi penghancuran oleh Bai Don & Bayangan Dewa di barat juga sudah selesai, peristiwa ini juga kurang lebih sama dengan dengan yang dialami oleh Bai Long dan Bayangan Dewa di utara.
Setelah memastikan membawa semua harta rampasan perang, Bai Don dan Bayangan Dewa yang bersamanya langsung menuju ke ibukota dengan tujuan yang sama seperti Bai Long.
Bai Cheng sudah selesai di wilayah selatan dan sekarang sedang kembali ke ibukota, sedangkan Bai Feng sudah menyelesaikannya dari tadi, jadi dia sudah kembali ke ibukota sejak beberapa saat yang lalu.
[Selamat bawahan Master sudah membunuh … mendapatkan … PP & … PS]
[Quest : Menghancurkan Organisasi Kipas Merah
Progress : 9/10
Waktu tersisa : 7 hari ]
Akhirnya penghancuran markas Organisasi Kipas Merah di empat wilayah sudah selesai hanya dalam waktu beberapa jam saja dan mereka semua langsung kembali ke wilayah tengah atau ibukota.
***
Bai Chen membuka pintu ruangan tahta itu dan …
*Boom …
Ketika Bai Chen membuka pintu ruangan tahta itu, dia langsung terkena serangan gabungan dan terkuat dari semua orang yang ada di dalam istana itu.
Kurang lebih ada 100 orang dengan tingkatan Half-Saint yang menyatukan serangan itu, Bai Chen sedikit terlempar ke belakang.
*Argh
Bai Chen terlempar beberapa puluh meter ke belakang karena serangan itu, dia menanggung sendirian serangan itu, agar Bayangan Dewa, Long Cu dan bawahannya tidak terkena dampak.
Yang dipikirkan Bai Chen bukan Hei Long, Hang Tuah, Hong Zheng dan Han Ci, mereka berempat pasti bisa menahan serangan kejutan itu, tapi Long Cu dan bawahannya yang masih di ranah yang sama dengan musuh yang menyerang, kemungkinan besar akan kesulitan atau bahkan bisa meninggal jika terkena serangan itu.
Para Bayangan Dewa yang melihat tuan mudanya terkena serangan langsung menghampiri Bai Chen, begitu juga Long Cu dan bawahannya.
"Tu… tuan muda apakah anda baik baik saja ?" Bayangan Dewa.
"Hahahahaha, meskipun kamu sangat kuat, kamu telah terkena serangan gabungan dari kami semua, tidak mungkin kamu bisa menghilangkan efek samping serangan itu, hahahahaha" Kaisar dan Adiknya tertawa dengan keras.
"Dasar manusia rendahan, kalian akan kami habisi semuanya" para Bayangan Dewa langsung mulai melancarkan serangan kepada gerombolan musuh yang telah menyerang Bai Chen tadi, hanya menyisakan Hei Long yang ada di dekat Bai Chen.
'Wah sepertinya mereka salah memprovokasi orang, kasihan sekali nasib mereka, padahal aku sudah baik baik tidak ingin menimbulkan kerusakan dan keributan yang besar, malah mereka sendiri memancing amarah Bayangan Dewa' Bai Chen bergumam sendiri.
'Yah tidak papalah, sudah terlanjur juga, aku akan melihat perkembangan mereka selama beberapa bulan aku tinggalkan ini, sepertinya Skill mereka hampir mendekati tahap sempurna, aku akan menyaksikan pertarungan ini dengan berpura pura pingsan saja, hehe' Bai Chen bergumam.
Hei Long sebenarnya menyadari jika Bai Chen tidak pingsan beneran dan hanya ingin menyaksikan pertempuran di depan mereka, tapi dia juga marah jika ada orang yang menyerang Bai Chen seperti tadi.
"Heiii, tidak usah terlalu bersemangat, kalian pikir yang memiliki ranah Half-Saint hanya kalian saja, kami bahkan memiliki lebih dari 100 ribu pasukan ranah Nirwana dan Half-Saint, hahaha" Kaisar.
"Apakah kita akan menggunakan itu kakak, apakah tidak berlebihan, jika mereka semua lepas kendali maka ibukota ini akan hancur?" Adik Kaisar bertanya.
"Tidak masalah, jika hanya ibukota yang hancur kita masih bisa membangunnya, jika kita yang mati bagaimana ? Kita akan menyesal karena terlalu menahan kekuatan yang kita miliki Adik" Kaisar.
"Baiklah, aku akan menuruti perintah kakak" Adik Kaisar.
"Kalian semua para pengendali Monster segera naik ke istana, bawa 100 ribu monster ranah Half-Saint dan Nirwana, musuh yang kita hadapi lebih kuat dari perkiraan" Adik Kaisar memberi perintah kepada 10 ribu orang pengendali monster yang ada di ruang bawah tanah istana menggunakan telepati.
"Kami tidak peduli entah apa yang kamu maksud dengan itu, tapi yang terpenting sekarang karena kalian sudah menyakiti tuan mudaku, hanya satu kata yang pantas untuk kalian, Matiiiiii" Bayangan Dewa.
*Boom
Serangan mereka beradu dan bertumbukan.
*Jleb
Beberapa orang mulai tertebas karena serangan Bayangan Dewa.
*Trang
Suara benturan pedang antara Bayangan Dewa, Long Cu dan musuh masing - masing.
Pertarungan itu memakan waktu yang cukup lama, karena setelah pasukan yang dimaksud oleh Kaisar itu muncul, para Bayangan Dewa, Long dan bawahannya tidak boleh membiarkan monster itu keluar dari istana, atau akan banyak orang meninggal di ibukota karena kebrutalan monster itu.
"Han Ci, kita harus menghalau monster ini agar tidak keluar dari istana" Hong Zheng masih dengan menghabisi musuh yang di depannya.
"Betul, kalau tidak akan banyak masyarakat yang mati karena kebrutalan monster - monster ini" Han Ci menanggapi dengan masih membunuh musuh yang ada juga.
"Kalian semua jangan mengincar 10 ribu orang pengendali monster itu, jika monster itu tidak terkendali maka akan memiliki dampak yang buruk" Hang Tuan memberikan instruksi.
"Sudahlah, kalian menyerah saja, kalian tidak mungkin menang melawan kami di kandang kami sendiri, bagaimana ? Apakah kalian ingin bekerjasama dengan kami ? Kami akan melupakan kesalahan yang kalian buat ini ?" Kaisar menawarkan sesuatu.
"Jangan mimpi, kotoran manusia" Bayangan Dewa menolak.
*Boomm
Suara pertempuran semakin meluas dan keras, mengakibatkan beberapa orang di ibukota menyadari adanya pertarungan, tapi mereka semua tidak ada yang berani mendekat, karena tidak ingin ikut terlibat dalam pertempuran itu.
Tapi beberapa ahli yang memiliki ranah diatas Jalan Surgawi menyaksikan dari kejauhan, mereka sendiri terkejut karena tiba tiba merasakan ada beberapa orang kuat menuju dan sedikit lagi sampai di ibukota, mereka mengira pasti para orang kuat itu memiliki hubungan dengan pertempuran di istana kekaisaran itu.
Mereka akhirnya tidak melanjutkan menyaksikan pertarungan yang ada di istana, mereka memutuskan untuk kembali ke keluarga mereka masing - masing atau ke tempat perasingan mereka.
Bai Chen sendiri, melihat perkembangan pertempuran yang mengarah bahwa dia dan bawahannya bisa dipaksa untuk mundur ingin bangun dari pingsannya dan langsung membantu mereka semua.
Tapi sesuai dengan perasaan beberapa ahli tadi, Bai Long, Bai Don, Bai Cheng, Bai Feng beserta para Bayangan Dewa tiba di istana dan melihat Bai Chen seperti tergeletak lemas, mereka sangat marah.