
“Selamat datang di Istana Utama Dinasti Han saudaraku, sudah bertahun-tahun aku tidak melihatmu, sekarang aku begitu senang setelah kamu akhirnya memutuskan untuk menuju Dunia Immortal ini,” ucap Bai Don atau akan lebih kita kenal nantinya bernama Bai Duan.
Jadi, mulai sekarang nama Bai Don akan berubah menjadi Bai Duan, mengingat bagaimana ketika penamaan dan penokohan di season pertama sangat amburadul, sedikit demi sedikit akan diubah sesuai dengan nama-nama yang umum di China.
“Lama tidak berjumpa juga Bai Duan, aku baik-baik saja, kamu sendiri bagaimana? Apakah istrimu Bai Cheng itu masih memarahimu seperti biasanya?” Bai Chen menggoda Bai Duan.
Bai Cheng istri dari Bai Duan juga akan berubah nama menjadi Bai Chunhua, alasannya masih sama serta nama Chunhua ini memang nama untuk perempuan di list nama-nama china, jadi mohon dimaklumi untuk semuanya.
“Tuan muda, bukankah tidak baik di suasana seperti ini, anda malah mempertanyakan mengenai hubungan suami istri antara aku dan Bai Duan? Bukankah itu sedikit tidak sopan?” Bai Chunhua yang awalnya terharu sekarang sedikit tersinggung atas candaan Bai Chen.
“Haha, akhirnya kamu mengeluarkan amarahmu, aku jadi teringat bagaimana awal kita bertemu, bukankah waktu itu kamu sangat garang sampai bertarung denganku cukup serius?” Bai Chen menggoda saudarinya lagi.
“Eh, itu… itu…”
“Sudahlah, sifat kalian berdua juga tidak banyak berubah, oh iya aku dari tadi tidak melihat Bai Feng, dimana dia? Apakah dia malu bertemu denganku setelah berpisah selama beberapa tahun ini?” Bai Chen bertanya dengan polos.
Disini nama Bai Feng akan tetap sama karena Feng sendiri memiliki arti Maple dan nama ini cenderung banyak digunakan juga oleh perempuan di china, jadi tidak akan ada perubahan untuk nama Bai Feng.
Mendengar pertanyaan spontan Bai Chen itu semua orang langsung terdiam seketika, tidak ada yang berani bersuara karena takut jika Bai Chen tidak kuasa mendapati sebuah berita mengenai Bai Feng.
“Kenapa kalian semua diam? Apakah ada yang bisa menjelaskannya padaku? Bai Long, Bai Duan dan Bai Chunhua, jawab pertanyaanku? Apa yang sebenarnya terjadi kepada Bai Feng?” Bai Chen menguatkan suaranya.
“Tu…tuan muda, maafkan aku, ini semua salahku, sekali lagi maafkan aku tuan muda…” Bai Long bersujud di tanah, dia kali ini sangat merasa bersalah mengenai Bai Feng.
“Bisakah kamu jelaskan padaku terlebih dulu, apa yang terjadi sebenarnya, terus bagaimana kondisi Bai Feng sekarang dan kenapa kamu meminta maaf ?” Bai Chen berbicara dengan tegas.
“Kami berdua juga sangat meminta maaf tuan muda, kami berdua juga tidak bisa menjadi saudara dan saudari yang baik bagi Bai Feng, kami berdua juga minta maaf sebesar-besarnya,” ucap Bai Duan dan Bai Chunhua secara bersamaan dan ikut bersujud kepada Bai Chen.
“Cukup, apa yang kalian lakukan, berdirilah dan ceritakan kepadaku, apa yang sebenarnya terjadi kepada Bai Feng?” Bai Chen mengayunkan tangannya dengan elemen es untuk membuat ketiga saudaranya itu berdiri lagi.
“Sekarang bisakah kalian menceritakannya kepadaku, aku memiliki banyak waktu untuk mendengarkan kalian semua, jadi jangan ada yang ditutup-tutupi satupun mengenai semua hal yang berkaitan dengan Bai Feng,” tegas Bai Chen.
“Biarkan saya yang menceritakannya tuan muda,” ucap Bai Long.
Bai Long kemudian mengawali ceritanya mulai dari ketika dia menuju ke Dunia Immortal ini.
Setelah Bai Long dkk sampai di Dunia Immortal ini, mereka semua mengalami Kesengsaraan Petir karena kultivasi mereka sudah meningkat dan belum mendapatkan kesengsaraan di Dunia Fana.
Setelah Bai Long dkk menyelesaikan kesengsaraan petir itu, mereka semua langsung menuju ke Dinasti Han, tempat dimana 4 Penjaga Mata Angin berkuasa, mereka juga disambut dengan hangat oleh semua orang.
Kemudian setelah berbaur dan mendapat kepercayaan untuk memimpin beberapa pasukan untuk mengalahkan Klan Tong sesuai dengan apa yang diperintahkan Bai Chen dulu.
Bai Long dkk langsung menuju ke berbagai titik yang dicurigai tempat persembunyian Klan Tong, tapi musuh yang mereka hadapi relatif sangat mudah, karena setelah Bai Long mengambil ingatan salah satu tetua yang sudah mereka bunuh dari Klan Tong itu, dia mendapat informasi bahwa pasukan utama Klan Tong ada di Dunia Fana.
Bai Long dkk sudah berusaha untuk memberitahu Bai Chen tapi karena tidak bisa mereka akhirnya mempercayakan semuanya kepada tuan muda mereka itu, mereka juga optimis pasti Bai Chen bisa mengatasi Pasukan Utama Klan Tong itu.
Lawan mereka yang sebenarnya malah bukan Klan Tong tapi para Dinasti yang lainnya, karena konflik yang terjadi di masa lampau, belum bisa terpecahkan hingga sekarang, mereka semua masih memperebutkan Hati Cahaya.
Akhirnya Bai Long dkk berperang dengan semua Dinasti, terutama dengan Dinasti Manusia yang terdiri dari tiga Dinasti yaitu, Dinasti Ming, Dinasti Tang dan Dinasti Yuan.
Peperangan itu awalnya hanya memiliki skala sekitar 100 ribu sampai 200 ribu pasukan, tapi dengan berjalannya waktu peperangan semakin membesar hingga terakhir kali peperangan itu 10 juta vs 30 juta pasukan.
Peperangan ini merupakan peperangan terbesar yang terjadi di Dunia Immortal sejak beberapa ribu tahun terakhir, hingga Bai Long dkk sebenarnya curiga mengenai Hati Cahaya, mereka tidak mengira bahwa tujuan asli dari Dinasti Manusia ini bukan hanya untuk Hati Cahaya tapi ada hal lainnya.
Karena setelah beberapa kali diselidiki, semua pasukan Dinasti Manusia ini jauh lebih kuat dari Dinasti Han, tapi entah kenapa mereka semua tidak membasmi secara langsung pasukan Dinasti Han, hingga puncaknya ketika Dinasti Manusia menawarkan diri untuk berdamai dengan syarat Dinasti Han tunduk dan patuh di bawah perintah mereka.
Tentu saja hal ini ditolak mentah-mentah oleh Bai Long dkk, tapi suara mereka sering berbenturan dengan Tetua Utama dari 4 Ras Penjaga Mata Angin, entah sudah berapa kali mereka berdebat mengenai cara menyelesaikan peperangan ini.
Yang paling menolak mengenai ide itu adalah Bai Feng, karena dia juga salah satu yang terkuat selain Bai Long, dia berani bersuara dan akhirnya membuat 4 Tetua Utama itu menyetujui saran dari Bai Feng.
Setelah itu Bai Feng dilantik menjadi salah pemimpin yang ada di Dinasti Han, dia juga memiliki prinsip yang terus digaungkan kepada semua orang yakni lebih baik mati terhormat daripada menjadi pengecut hina.
Hal ini mendapat tanggapan bagus dari semua orang dan pasukan yang ada di Dinasti Han, tapi beberapa minggu sebelum peperangan selanjutnya dimulai, ada sebuah serangan dadakan yang sangat besar.
Serangan itu berasal dari keretakan pelindung yang ada di Dinasti Han, serang dadakan itu dilakukan oleh para leluhur manusia, mereka adalah orang terkuat di Dunia Immortal ini.